• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V ANALISIS DATA

2. Sistem, Mekanisme dan Prosedur

Dalam pelaksanaan pelayanan publik yang berkualitas pada organisasi pemerintahan harus memiliki sistem yang jelas, mekanisme pelaksanaan yang jelas serta prosedur atau tata cara yang jelas dan diketahui oleh masyarakat sebagai penerima pelayanan dari organisasi pemerintahan atau instansi pemerintahan. Selain itu kejelasan dari hal tersebut juga harus memberikan kemudahan bagi masyarakat sebagai penerima pelayanan tersebut. Kejelasan dan kemudahan dalam pelayanan publik ini juga diterapkan pada Kantor Imigrasi Kelas 1 Polonia Medan sebagai organisasi pemerintah yang menerapkan Sistem Penerbitan Surat Perjalanan Republik Indonesia dalam pelayanan pembuatan SPRI.

Sistem Penerbitan Surat Perjalanan Republik Indonesia merupakan suatu sistem yang bersifat online di seluruh Kantor Imigrasi di Indonesia yang mana dalam pelaksanaannya menggunakan jaringan perangkat kantor maya atau e-office sehingga data pemohon pembuatan SPRI akan tersimpan secara otomatis di Pusat Data

Keimigrasian. Hal ini akan memudahkan pemohon yang akan melakukan pengurusan pembuatan SPRI karena pelaksanaan permohonan pembuatan SPRI dapat dilakukan di mana saja di seluruh Kantor Imigrasi di Indonesia tanpa harus disesuaikan dengan wilayah domisili identitas pemohon.

Berdasarkan jawaban responden sebagai pemohon pembuatan SPRI tentang pengetahuan mereka terhadap sistem online yang dilaksanakan pada Sistem Penerbitan Surat Perjalanan Republik Indonesia (tabel 6) mayoritas menjawab mengetahui, tetapi masih ada responden yang belum mengetahui akan hal tersebut.

Selain itu kejelasan informasi mengenai pengurusan SPRI dapat dilakukan di seluruh kantor Imigrasi di Indonesia masih belum dilakukan dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari jawaban responden yang mayoritas menjawab tidak mengetahui akan hal ini yaitu sebanyak 40,93 % (tabel 7). Berdasarkan pendapat dari responden tidak pernah adanya sosialisasi mengenai hal ini di Kantor Imigrasi Kelas 1 Polonia Medan. Hal ini sangat disayangkan, karena dengan penerapan online system yang mana menggunakan perangkat jaringan kantor maya seharusnya dapat memudahkan masyarakat dalam hal pengurusan SPRI yang dilakukan di Kantor Imigrasi. Kemudahan dari penerapan sistem ini mendapatkan pengakuan dari mayoritas responden (tabel 8). Oleh karena kemudahan yang diberikan dari penerapan sistem ini, maka penulis berpendapat bahwa sosialisasi mengenai hal ini harus lebih ditingkatkan agar dapat lebih memudahkan masyarakat dalam melakukan permohonan pengurusan pembuatan SPRI sehingga efektivitas dari Sistem Penerbitan Surat Perjalanan Republik Indonesia dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dapat terlaksana dengan baik.

Guna mencapai pelayanan publik yang berkualitas dengan menerapkan Sistem Penerbitan Surat Perjalanan Republik Indonesia di Kantor Imigrasi Kelas 1 Polonia

Medan, kejelasan akan persyaratan dan prosedur permohonan pembuatan SPRI harus dapat memudahkan masyarakat dalam melakukan pengurusan pembuatan SPRI.

Kantor Imigrasi Kelas 1 Polonia Medan sebagai organisasi yang melaksanakan pembuatan SPRI dengan menggunakan Sistem Penerbitan Surat Perjalanan Republik Indonesia harus memberikan kejelasan informasi mengenai persyaratan dan tata cara pembuatan SPRI guna memudahkan masyarakat sebagai pemohon dalam melakukan permohonan pembuatan SPRI sehingga Sistem Penerbitan Surat Perjalanan Republik Indonesia dapat berjalan dengan efektif. Adapun usaha yang telah dilakukan oleh Kantor Imigrasi Kelas 1 Polonia Medan dalam memberikan kejelasan informasi mengenai persyaratan dan tata cara atau prosedur adalah dengan membuat papan informasi yang berisi persyaratan serta tata cara dan prosedur pembuatan SPRI dengan menggunakan Sistem Penerbitan Surat Perjalanan Republik Indonesia. Selain itu Kantor Imigrasi juga membagikan brosur yang berisi persyaratan dan tata cara permohonan pembuatan SPRI di Kantor Imigrasi.

Berdasarkan pendapat dari responden yang mayoritas menjawab bahwa kejelasan persyaratan dan tata cara atau prosedur permohonan pembuatan SPRI di Kantor Imigrasi Kelas 1 Polonia sudah baik (tabel 12), maka dapat penulis simpulkan bahwa informasi yang diberikan oleh Kantor Imigrasi Kelas 1 Polonia Medan mngenai kejelasan informasi tentang persyaratan dan tata cara atau prosedur permohonan pembuatan SPRI sudah dapat memberikan kejelasan bagi masyarakat sebagai pemohon pembuatan SPRI.

Selain itu, kejelasan dari informasi mengenai persyaratan dan tata cara atau prosedur permohonan pembuatan SPRI juga harus dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat sebagai pemohon pembuatan SPRI dalam melakukan permohonan

pembuatan SPRI di Kantor Imigrasi Kelas 1 Polonia Medan sehingga pemohon dapat lebih mudah mengurus permohonan pembuatan SPRI agar tidak lagi melakukan pengurusan melalui calo. Percaloan merupakan suatu tindakan penipuan dalam pengurusan SPRI yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dengan mengambil keuntungan lebih dari masyarakat sebagai pemohon yang melakukan pengurusan permohonan pembuatan SPRI melalui calo. Oleh karena kerugian yang ditimbulkan oleh keberadaan calo, maka Kantor Imigrasi melakukan berbagai upaya untuk menghindari tindakan percaloan.

Berdasarkan jawaban mayoritas responden mengenai kemudahan pengurusan pembuatan SPRI dengan persyaratan dan tata cara atau prosedur yang berlaku di Kantor Imigrasi Kelas 1 Polonia Medan (Tabel 13) dapat penulis simpulkan bahwa dengan pelaksanaan tata cara atau prosedur serta persyaratan permohonan pembuatan SPRI di Kantor Imgrasi Kelas 1 Polonia Medan telah memudahkan sebagian masyarakat dalam melaksanakan permohonan pembuatan SPRI di Kantor Imigrasi Kelas 1 Polonia Medan. Akan tetapi masih banyak juga masyarakat yang masih belum mengerti akan prosedur atau alur permohonan pembuatan SPRI karena informasi yang diberikan oleh Kantor Imigrasi Kelas 1 Polonia Medan mengenai prosedur permohonan pembuatan SPRI hanya berupa gambar dan tidak ada penjelasan mengenai gambar tersebut sehingga masih sulit dimengerti oleh masyarakat khusunya masyarakat yang berusia 40 tahun ke atas dan masyarakat yang berpendidikan di bawah SLTA. Oleh sebab itu dalam pemberian prosedur permohonan SPRI harusnya diberikan penjelasan yang mudah dimengerti oleh seluruh lapisan masyarakat.

Bagi masyarakat yang merasa mudah dalam melakukan permohonan pembuatan SPRI dapat menghilangkan kebiasaan penggunaan calo dalam melakukan pengurusan

pembuatan SPRI. Berdasarkan jawaban dari responden yang mayoritas mengatakan tidak perlu penggunaan calo dalam pengurusan pembuatan SPRI (Tabel 14), maka hal ini dapat menghilangkan kebiasaan penggunaan calo dalam pengurusan SPRI, tetapi bagi masyrakat yang masih kesulitan dalam memahami prosedur pengurusan SPRI masih membutuhkan bantuan calo dalam melakukan pengurusan SPRI.

Berdasarkan hal tersebut dapat penulis simpulakan bahwa pada Kantor Imigrasi Kelas 1 Polonia Medan telah memberikan informasi tata cara pembuatan SPRI dengan baik, akan tetapi informasi tata cara tersebut hanya berbentuk gambar dan tidak ada penjelasan mengenai gambar tersebut, sehingga hal ini masih menyulitkan sebagian pemohon yang kebanyakan berusia 40 tahun ke atas dan berpendidikan di bawah SLTA. Oleh sebab itu, guna mengefektifkan pelaksanaan Sistem Penerbitan Surat Perjalanan Republik Indonesia dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, diperlukan peran dari Kantor Imigrasi Kelas 1 Polonia Medan dalam memberikan kejelasan informasi tata cara atau prosedur pengurusan SPRI.