.2 Jika jumlah hidrokarbon halogen yang dibutuhkan untuk memasok lebih dari satu ruangan, maka tata susunan untuk penyimpanan dan penyalurannya harus sedemikian hingga memenuhi paragraf 3.2.9 atau 3.2.10.
.3 Peralatan harus disediakan untuk penghentian secara otomatis semua kipas ventilasi yang melayani ruang terlindung sebelum bahan gas disalurkan.
.4 Peralatan harus tersedia untuk menutup secara manual alat penutup api pada sistem ventilasi yang melayani ruang terlindung.
.5 Tata susunan alat pembuangan harus didesain sedemikian hingga jumlah minimum bahan gas yang di perlukan oleh ruang muat atau ruang mesin sesuai paragraf 3.2.9. atau 3.2.10 masing B masing dapat dibuang dengan jumlah besar dalam jangka waktu 20
1* Mengacu pada resolusi A.719(17) mengenai pencegahan polusi udara dari kapal dan pada MSC/Circ.668 pada tata susunan alternativ untuk sistem pemadam kebakaran halon pada ruang pompa dan ruang mesin.
detik atau kurang yang didasarkan pada pembuangan fase cairan.
.6 Sistem harus didesain untuk beroperasi pada suatu suhu sesuai ketetentuan Badan Pemerintah.
.7 Pembuangan tidak boleh membahayakan personil yang dipekerjakan untuk menjaga perlengkapan atau menggunakan tangga jalan masuk yang normal dan jalan penyelamatan untuk yang melayani ruang tersebut.
.8 Sarana harus tersedia untuk awak kapal untuk memeriksa dengan aman tekanan didalam bejana.
.9 Jumlah zat pemadam kebakaran untuk ruang muat yang semata-mata dimaksudkan untuk mengangkut kendaraan yang tidak mengangkut muatan harus dihitung menurut tabel 5.1. Jumlah ini harus didasarkan pada isi kotor dari ruang terlindung. Untuk Halon 1301 dan 1211 jumlahnya harus dihitung berdasarkan dasar perbandingan isi dari Halon 2402 di dasarkan pada massa per satuan volume.
Tabel 5.1
Halon Minimum Maximum
1301 1211 2402 5 % 5 % 0,23 kg/m3 7 % 5,5 % 0,30 kg/m3
.10 Jumlah media pemadam kebakaran untuk ruang mesin harus dihitung menurut tabel 5.2. Jumlah ini harus didasarkan pada isi kotor ruangan dengan konsentrasi minimum dan isi bersih ruangan dengan konsentrasi maksimum, termasuk selubung. Untuk Halon 1301 dan 1211, jumlahnya harus dihitung berdasarkan perbandingan volume, dan untuk Halon 2402 didasarkan pada massa per satuan volume.
Tabel 5.2
Halon Minimum Maximum
1301 1211 1402 4,25 % 4,25 % 0,20 kg/m3 7 % 5,5 % 0,30 kg/m3
.11 Untuk memenuhi maksud dari paragraf 3.2.9 dan 3.2.10 volume Halon 1301 harus dihitung pada 0,16 m3/kg dan volume Halon 1211 harus dihitung pada 0,14 m3/kg. 3.3 Hanya halon 1301 boleh disimpan dalam ruang mesin yang
terlindung. Bejana harus didistribusi masing-masing keseluruh ruangan tersebut dan persyaratan berikut harus dipenuhi :
.1 Harus tersedia suatu pelepasan daya awal secara manual, yang terletak diluar ruang yang dilindungi,harus tersedia duplikat sumber tenaga untuk menyalurkan dan harus diletakan diluar ruang terlindung dan harus siap seketika kecuali untuk ruang mesin, satu sumber daya boleh diletakan di dalam ruang terlindung.
.2 Sirkuit daya listrik yang berhubungan dengan bejana harus dimonitor terhadap kondisi kesalahan dan kehilangan daya.Alaram yang dapat lihat dan dapat didengar harus tersedia untuk menunjukannya.
.3 Jaringan tenaga angin dan hidrolik yang berhubungan dengan bejana harus diberi duplikat. Sumber tekanan angin dan hidrolik harus dimonitor atas kehilangan tekanan.Alaram yang dapat didengar harus tersedia untuk menunjukannya.
.4 Didalam ruangan yang terlindungi,jaringan listrik yang penting untuk penyaluran sistem tersebut harus yang tahan panas, sebagai contoh : Kabel isolasi mineral atau yang setara.Sistem pipa yang penting untuk penyaluran sistem tersebut didisain untuk dioperasikan secara hidrolis atau angin haruslah dari baja atau material tahan panas yang setara sesuai ketentuan yang ditetapkan oleh Badan Pemerintah.
.5 Setiap bejana tekan harus dipasang alat pelepas tekanan otomatis dimana pada saat bejana terbuka sebagai akibat kebakaran dan sistem tersebut tidak dapat dioperasikan, maka isi dari bejana akan terbuka dengan aman dan masuk keruangan yang dilindungi.
.6 Tata susunan bejana dan jaringan listrik serta pipa yang penting untuk melepaskan setiap sistem harus sedemikian rupa sehingga pada saat terjadi kerusakan pada satu saluran daya akibat kebakaran atau ledakan di ruang yang dilindungi seperti konsep kesalahan tunggal, pada sekurang B kurangnya 2/3 dari isi pemadam kebakaran yang ditetapkan oleh paragraf 3.2.9 atau 3.2.10 untuk ruang tersebut masih dapat dikeluarkan dengan memperhatikan persyaratan pendistribusian medium yang secara merata keseluruh ruangan, tata susunan yang berkaitan dengan sistem untuk ruang hanya memerlukan ada satu atau dua bejana yang harus sesuai dengan persyaratan Badan Pemerintah.
.7 Tidak lebih dari 2 nosel pengeluaran harus dipasang pada setiap bejana tekan dan jumlah maksimum media pada setiap bejana harus sesuai dengan ketentuan Badan
Pemerintah menyangkut persyaratan untuk distribusi media yang merata keseluruh ruangan.
.8 Bejana harus dimonitor pengurangan tekanannya akibat dari kebocoran dan pengeluaran. Alaram visual dan yang dapat didengar di daerah yang dilindungi, dan pada anjungan navigasi atau diruangan dimana perlengkapan kontrol dipusatkan harus tersedia untuk menunjukan kondisi tersebut, kecuali untuk ruang muat, alaram hanya diperlukan dianjungan navigasi atau di ruangan dimana perlengkapan kontrol dipusatkan.
3.4 Unit pemadam kebakaran tetap yang dioperasikan secara lokal dan otomatis yang berisi halon 1301 atau 1211,yang dipasang di daerah tertutup yang beresiko tinggi dalam ruang permesinan, sebagai tambahan dan terpisah dari setiap sistem pemadam kebakaran yang dipasang tetap dapat diterima jika memenuhi hal berikut:
.1 Ruangan dimana pelindung tambahan setempat yang disiapkan harus berada pada satu tingkat untuk bekerja pada tingkat yang sama dengan jalan masuk. Atas persetujuan dari Badan Pemerintah dapat diizinkan lebih dari satu tingkatan tempat kerja dengan catatan harus tersedia jalan masuk pada setiap tingkat.
.2 Ukuran ruangan dan penataan jalan masuk keruang tersebut yang didalamnya ada permesinan, harus sedimikian sehingga penyelamatan diri dari sisi manapun di kamar mesin dapat dilakukan dengan tidak lebih dari 10 detik.
.3 Operasi dari setiap unit harus ditandai baik secara visual maupun dengan suara diluar setiap jalan masuk keruang mesin dan ke anjungan navigasi atau ke ruangan dimana perlengkapan pengawasan dipusatkan.
.4 Suatu peringatan yang menunjukkan bahwa ruangan yang berisi satu atau lebih unit pemadam kebakaran yang dioperasikan secara otomatis dan menyatakan medium yang digunakan harus dipampangkan diluar jalan masuk. .5 Nosel pengeluaran harus diletakkan sedemikian rupa agar
pengeluaran tidak membahayakan personil yang menggunakan tangga jalan masuk normal dan jalan penyelamatan dari ruang tersebut. Perlengkapan harus disediakan untuk melindungi personil yang bertugas merawat mesin dari pengeluaran pengeluaran medium secara tak sengaja.
.6 Unit pemadam kebakaran harus didisain untuk operasi pada rentang suhu sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan Badan Pemerintah.
.7 Harus tersedia sarana agar awak kapal dapat memeriksa tekanan bejana dengan aman.
.8 Jumlah total dari bahan pemadam yang disediakan pada unit lokal yang dioperasikan secara otomatis harus sedemikian hingga agar konsentrasi 7 % dari Halon 1301 dan 5,5 % dari Halon 1211 pada suhu 20 0C yang didasarkan pada isi bersih ruang yang dilindungi. Persyaratan ini berlaku tetap yang dioperasikan secara lokal dan otomatis yang memenuhi paragraf 3.2 telah beroperasi, namun tidak berlaku bila keduanya beroperasi. Volume Halon 1301 harus dihitung pada 0,16 m3/kg dan volume Halon 1211 harus dihitung pada 0,14 m3/kg.
.9 Waktu pengeluaran dari suatu unit, didasarkan pada pengeluaran fase cair, harus 10 detik atau kurang.
.10 Penataan atau pengaturan unit pemadam kebakaran lokal yang dioperasikan secara otomatis harus sedemikian agar pelepasan tidak menyebabkan hilangnya daya listrik atau pengurangan kemampuan olah gerak kapal.
3.5 Unit pemadam kabakaran yang dioperasikan secara otomatis, seperti diuraikan pada paragraf 3.4, yang dipasang pada ruangan mesin yang berisi perlengkapan yang memiliki resiko kebakaran tinggi, sebagai tambahan dan tidak tergantung pada sistem pemadam pemadam kebakaran yang dipasang tetap, dapat diterima dengan catatan memenuhi paragraf 3.4.3 s/d 3.4.6, 3.4.9 dan 3.4.10 dan memenuhi hal berikut:
.1 Jumlah medium yang disediakan pada unit lokal yang dioperasikan secara otomatis harus sedemikian sehingga dalam konsentrasi udara tidak melebihi 1,25 % pada 20
0C dari isi kotor ruang permesinan yang diperoleh pada saat pengoperasian secara bersamaan.
.2 Volume Halon 1301 harus dihitung pada 0,16 m3/kg dan volume Halon 1211 harus dihiting pada 0,14 m3/kg. 4 Sistem uap
Pada umumnya, Badan Pemerintah harus tidak mengizinkan penggunaan uap sebagai bahan pemadam kebakaran pada sistem pemadam kebakaran yang dipasang tetap. Bilamana penggunaan uap yang diizinkan oleh Badan Pemerintah, hal ini hanya akan digunakan pada daerah yang terbatas dan sebagai tambahan dari medium pemadam kebakaran yang dibutuhkan dan dengan syarat bahwa ketel-ketel tersedia untuk memasok uap harus menghasilkan sekurang-kurangnya 1,0 kg uap perjam untuk setiap 0,75 m3 isi kotor dari ruang terbesar yang dilindungi. Disamping itu untuk memenuhi persyaratan sebelumnya sistem tersebut harus sesuai
dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Badan Pemerintah. 5 Sistem gas yang lain
5.1 Bilamana gas selain dari karbon dioksida atau hidro karbon halogen, atau uap seperti yang diperbolehkan oleh paragraf 4 dihasilkan dikapal dan digunakan sebagai medium pemadam kebakaran, maka medium tersebut harus gas-gas yang diproduksi oleh pembakaran bahan bakar minyak yang kandungan oksigen, karbon monoksida, unsur-unsur korosif dan unsur-unsur padat yang mudah terbakar telah dikurangi hingga batas minimum yang diizinkan.
5.2 Bilamana gas seperti diatas digunakan sebagai bahan pemadam kebakaran yang dipasang tetap, untuk melindungi ruang mesin, maka bahan tersebut harus memiliki kemampuan untuk melindungi yang setara dengan yang disediakan oleh sistem pemadam kebakaran yang dipasang tetap dengan menggunakan karbon dioksoda sebagai medium.
5.3 Bilamana gas seperti disebutkan diatas digunakan sebagai medium pada sistem pemadam kebakaran yang dipasang tetap untuk melindungi ruang muatan, suatu jumlah gas yang mencukupi harus tersedia untuk memasok gas bebas tiap jam sekurang-kurangnya sama dengan 25 % dari volume kotor dari ruang terbesar yang dilindungi selama kurun waktu 72 jam.
Peraturan 6
Pemadam kebakaran*
11 Semua pemadam kebakaran haruslah dari jenis dan disain yang disetujui.
1.1 Kapasitas dari pemadam kebakaran cair jinjing yang diperlukan tidak boleh lebih dari 13,5 liter dan tidak kurang dari 9 liter.Pemadam kebakaran yang lain cairannya sekurang B kurangnya 13,5 liter dan harus memiliki kemampuan untuk memadamkan kebakaran sekurang B kurangnya sama dengan 9 liter cairan pemadam
1.2 Badan Pemerintah harus mempertimbangkan kesetaraan pemadam kebakaran.
2 Cadangan untuk pengisian harus tersedia sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh Badan Pemerintah
1* Mengcu pada petunjuk yang direvisi untuk pemadam kebakaran jinjing yang disyahkan oleh organisasi sesuai resolusi A.602(15).
3 Pemadam kebakaran yang berisi medium pemadam yang dimana menurut pendapat Badan Pemerintah,baik bahannya sendiri beracun atau diperkirakan akan menghasilkan gas beracun dalam jumlah yang dapat membahayakan manusia tidak boleh diizinkan 4 Sebuah unit aplikator busa jinjing harus terdiri dari nosel busa udara dari jenis induktor yang mampu dihubungkan dengan pipa saluran kebakaran dari selang kebakaran, bersama-sama dengan tangki jinjing yang berisi sekurang - kurangnya 20 liter cairan pembuat busa dan satu tangki cadangan.Nosel harus mampu menghasilkan busa efektif yang cocok untuk pemadaman kebakaran minyak, dengan kecepatan sekurang B kurangnya 1,5 m3/menit. 5 Pemadam kebakaran harus diuji secara periodik dan menjalani pengujian seperti yang ditentukan oleh Badan Pemerintah.
6 Salah satu dari pemadam kebakaran jinjing yang dimaksudkan untuk digunakan setiap ruangan harus ditempatkan didekat jalan masuk ke ruangan tersebut.
7 Ruang akomodasi, ruang layanan, dan stasiun kontrol harus dilengkapi dengan pemadam kebakaran jinjing dari jenis yang disetujui dalam jumlah yang cukup sesuai dengan ketentuan Badan Pemerintah. Kapal-kapal dengan tonase kotor 1000 atau lebih harus membawa sekurang-kurangnya 5 pemadam kebakaran jinjing.