• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

E. Metode dan Alat Pengumpul Data

1. Skala Persepsi Terhadap Profesi Psikolog

Skala persepsi terhadap profesi psikolog digunakan untuk mengetahui

tinggi rendahnya tingkat persepsi mahasiswa psikologi terhadap profesi psikolog.

Penulis akan membuat sendiri skala persepsi terhadap profesi psikolog

berdasarkan 4 aspek pekerjaan yang dimiliki oleh setiap profesi. Keempat aspek

tersebut adalah; aspek ekonomi, aspek sosial, aspek status profesional dan aspek

kondisi kerja (Samana, 1994). Selanjutnya keempat aspek tersebut akan

diterjemahkan menjadi beberapa indikator yang lebih operasional.

Peneliti menggunakan indikator yang dipakai Spillane dan Yudianti (1987)

dipilih karena selain dipandang cukup relevan dengan kepentingan penelitian,

indikator tersebut juga dapat digambarkan sebagai hasil operasionalisasi dari

keempat aspek profesi di atas. Untuk kepentingan penelitian ini peneliti hanya

akan menggunakan indikator-indikator yang sesuai dengan tujuan penelitian, yaitu

untuk mengukur persepsi mahasiswa psikologi terhadap profesi psikolog. Dasar

yang digunakan peneliti untuk memilih indikator-indikator tersebut adalah melalui

professional judgement dari dosen pembimbing skripsi. Selain dari dosen

pembimbing skripsi, professional judgement juga dilakukan oleh empat orang

psikolog, yang dipilih berdasarkan spesifikasi keahlian mereka dalam

masing-masing bidang psikologi. Para psikolog tersebut terdiri dari dua orang psikolog

klinis (kesehatan), satu orang psikolog industri dan satu orang psikolog

pendidikan.

Pada awalnya aspek-aspek beserta indikator-indikatornya yang akan

digunakan untuk mengukur persepsi mahasiswa psikologi terhadap profesi

psikolog adalah :

a. Aspek Sosial

1. Pengabdian masyarakat, yaitu sejauh mana profesi psikolog memberikan

sumbangan yang berarti bagi perkembangan masyarakat

2. Pandangan masyarakat, yaitu sejauh mana profesi psikolog mempunyai

prestise atau kedudukan di mata masyarakat

3. Pergaulan / relasi interpersonal, yaitu sejauh mana profesi psikolog

memberikan peluang bagi anggotanya dalam melakukan kegiatan sosial atau

b. Aspek Ekonomi

1. Penghasilan finansial, yaitu sejauh mana profesi psikolog memberikan

jaminan bagi anggotanya untuk memperoleh pendapatan materiil yang

memuaskan

c. Aspek Profesional

1. Tanggung jawab, yaitu sejauh mana profesi psikolog mampu memberikan

peluang bagi anggotanya dalam memiliki tanggung jawab profesional yang

tinggi

d. Aspek Kondisi Kerja

1. Tantangan kerja, yaitu sejauh mana profesi psikolog memberikan tantangan

kerja yang memadai bagi anggotanya untuk semakin mengembangkan

keahliannya

2. Pengembangan kemampuan profesional, yaitu sejauhmana profesi psikolog

memberikan kesempatan bagi anggotanya untuk terus meningkatkan

keahliannya di bidang psikologi

3. Kreatifitas, yaitu sejauh mana profesi psikolog mendukung perkembangan

kreatifitas anggotanya

4. Waktu luang, yaitu sejauh mana profesi psikolog menyediakan waktu bagi

anggotanya untuk menjalankan hobi atau kegiatan lain di luar pekerjaan

Secara terpisah penulis mewawancarai empat orang psikolog dan meminta

mereka untuk memberikan penilaian apakah keempat aspek beserta

masing-masing indikatornya tersebut dapat digunakan untuk mengukur persepsi

psikolog tersebut memberikan penilaian yang positif, yang artinya keempat aspek

itu dianggap relevan dengan tujuan penelitian. Mereka sependapat dengan peneliti

yang menilai bahwa setiap aspek pekerjaan tersebut memiliki bobot yang berbeda.

Berdasarkan definisi dari masing-masing aspek, terlihat bahwa setiap aspek

memiliki tingkat kompleksitas yang berbeda. Sebagai contoh aspek ekonomi

dinilai sudah cukup jelas sehingga dapat dioperasionalisasikan melalui satu

indikator perilaku saja, sedang untuk aspek kondisi kerja dinilai masih terlalu

kompleks sehingga harus dioperasionalisasikan dalam bentuk indikator-indikator

perilaku dengan jumlah yang lebih banyak.

Untuk indikator yang digunakan, para psikolog tersebut menilai bahwa ada

beberapa yang masih harus diubah karena dianggap belum terlalu baik. Sebagai

hasilnya jumlah indikator yang dipakai mengalami pengurangan, dari sembilan

menjadi tujuh indikator. Indikator yang dihilangkan adalah pengabdian pada

masyarakat dan pengembangan kemampuan profesional. Kedua indikator tersebut

dinilai mempunyai definisi yang tumpang tindih dengan indikator yang lain,

sehingga akan kurang efektif jika digunakan.

Indikator pengabdian pada masyarakat dapat dimasukkan ke dalam

indikator tanggung jawab, karena pengabdian pada masyarakat secara otomatis

akan terlaksana apabila suatu profesi (psikolog) mampu melaksanakan tanggung

jawabnya dengan baik. Sedang indikator pengembangan kemampuan profesional

dapat digabungkan dengan indikator tantangan kerja, karena kedua indikator

tersebut sama-sama berdampak pada peningkatan keahlian atau ketrampilan kerja

definisi dari beberapa indikator yang lain, yaitu kreatifitas dan pergaulan, sebagai

upaya untuk menambah kejelasan maksud dari indikator tersebut. Bukti adanya

penilaian dari beberapa psikolog tersebut dapat dilihat dalam form professional

judgement yang ada pada lampiran.

Untuk lebih jelasnya beberapa indikator yang mengalami perubahan,

setelah mendapatkan penilaian secara profesional, adalah sebagai berikut:

1. Pergaulan / relasi interpersonal, yaitu sejauh mana profesi psikolog

memberikan peluang bagi anggotanya dalam melakukan kegiatan sosial

atau interaksi dengan profesi lain dan masyarakat luas

2. Tanggung jawab, yaitu sejauh mana profesi psikolog mampu memberikan

peluang bagi anggotanya untuk memiliki peran dan kewajiban profesional

tinggi dalam memberikan jasa diagnostik, terapi, pendidikan, pelatihan,

konsultasi atau jasa psikologis lainnya, sehingga dapat memberikan

sumbangan yang berarti bagi perkembangan masyarakat

3. Tantangan kerja, yaitu sejauh mana profesi psikolog memberikan suatu

kondisi atau rangsangan kerja yang dapat mendorong anggotanya untuk

bekerja lebih giat dan terus meningkatkan keahliannya di bidang psikologi

4. Kreatifitas, yaitu sejauh mana profesi psikolog mendukung perkembangan

daya cipta dan kemampuan berkreasi anggotanya dengan cara memberikan

peluang bagi anggotanya untuk berpikir secara imajinatif, original dan

fleksibel

Maka dari itu total jumlah indikator yang digunakan menjadi 7 buah,

masing-masing indikatornya yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Aspek status

sosial, dengan indikator pandangan masyarakat dan relasi interpersonal, 2. Aspek

status ekonomi, dengan indikator penghasilan finansial, 3. Aspek status

profesional, dengan indikator tanggung jawab, dan 4. Aspek kondisi kerja, dengan

indikator tantangan kerja, kreatifitas dan waktu luang.

Berdasarkan keempat aspek pekerjaan tersebut dibuat 64 item yang terbagi

atas 31 item yang bersifat favorable dan 33 item yang bersifat unfavorable.

Item-item favorable adalah item yang isinya mendukung, memihak atau menunjukkan

ciri adanya atribut yang diukur. Sedangkan aitem-aitem unfavorable adalah item

yang isinya tidak mendukung atau tidak menggambarkan ciri atribut yang diukur.

Karena bobot dari setiap aspek tersebut tidak sama, maka jumlah dari

masing-masing indikatornya juga berbeda. Spesifikasi dan penyebaran setiap item dapat

Tabel 1

Distribusi Item Skala Persepsi Terhadap Profesi Psikolog Sebelum Uji Coba

Item No Aspek Indikator F UF Jumlah 1. Sosial Pandangan masyarakat 1,8,29,36 15,43,57,61 8 Relasi interpersonal 2,16,37 9,23,30,58 7 2. Ekonomi Penghasilan 26,33,40,55,59 5,12,19,22,45,63 11 3. Profesional Tanggung jawab 7,42,47,50,53,62 14,21,28,35,51 11 Tantangan kerja 13,20,41,52,54 6,27,34,46,49 10 Kreatifitas 10,17,24,31,64 3,38,44,60 9 4. Kondisi Kerja Waktu luang 4,25,39 11,18,32,48,56 8 Total 31 33 64

Skala persepsi terhadap profesi psikolog ini menggunakan model Likert

yang terdiri dari empat kategori jawaban yaitu : ”Sangat Tidak Setuju” (STS),

”Tidak Setuju” (TS), ”Setuju” (S), dan ”Sangat Setuju” (SS). Peneliti tidak

menggunakan kategori jawaban Netral (N) / Ragu-ragu (R), hal ini disebabkan

karena bisa diartikan belum dapat memutuskan atau tidak bisa menentukan

pilihannya. Kedua, kategori tersebut akan menimbulkan kecenderungan untuk

menentukan pilihan tengah (Central Tendency Effect) terutama bagi respon

ragu-ragu atau bingung dalam menentukan jawabannya (Hadi, 1991). Nilai skala

bergerak dari 1 sampai 4 untuk item yang favorabel dan satu sampai empat untuk

aitem unfavorabel. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 2

Skor Berdasarkan Kategori Jawaban

Jawaban Favorable Unfavorable

Sangat Setuju 4 1

Setuju 3 2

Tidak Setuju 2 3

Sangat Tidak Setuju 1 4

Dokumen terkait