TERAWAT
Memiliki kulit yang sehat dan terawat tentu menjadi dambaan bagi setiap orang. Namun, beraktivitas di luar rumah di bawah sinar matahari langsung, terkena polusi kendaraan dan asap rokok atau radikal bebas lainnya bisa menjadi pemicu beragam masalah kulit. Oleh karena itu, dibutuhkan effort yang lebih besar dalam merawat kulit misalnya dengan rutin menggunakan skincare.
Penggunaan skincare tidak hanya baru dilakukan oleh generasi saat ini, namun berbagai produk perawatan kecantikan juga telah dikenal oleh para wanita sejak ribuan tahun lalu seperti Ratu Mesir Cleopatra, wanita-wanita Bangsa China di zaman Dinasti Qin, wanita di Kerajaan Yunani, wanita-wanita Bangsa Eropa maupun putri-putri kerajaan di Indonesia.
Tren yang sudah berlangsung sejak jaman dahulu terus berkembang dan berevolusi hingga saat ini di seluruh dunia.
Beragam produk skincare dengan mudah banyak ditemukan di pasar, dari mulai kandungan yang sederhana hingga kompleks, beragam sesuai dengan tujuannya seperti mengatasi berbagai masalah kulit seperti jerawat dan flek hitam.
Segmen pasar produk skincare juga sudah sangat beragam, tidak hanya ditujukan untuk wanita tetapi sudah banyak juga produk skincare yang khusus ditujukan untuk pria maupun anak-anak/bayi. Saat ini, skincare juga sudah dianggap sebagai gaya hidup kaum urban, bahkan telah menciptakan ladang pekerjaan baru sebagai reviewer dan content creator untuk produk skincare di berbagai platform sosial media.
Seiring dengan keterbukaan akses infomasi yang mempengaruhi perubahan gaya hidup masyarakat menjadi lebih aware dengan kesehatan dan lingkungan. Hal ini juga berdampak
pada perubahan tren dan preferensi konsumen terhadap produk skincare. Diperkirakan di tahun 2020 hingga beberapa tahun ke depan, permintaan produk skincare yang alami atau plant based akan terus meningkat dan lebih tinggi dibandingkan produk skincare dengan kandungan bahan kimia.
Tidak banyak yang tahu bahwa, minyak sawit adalah salah satu bahan alami (natural) yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku produk skincare dan sudah banyak digunakan oleh brand skincare terkenal dunia. Minyak sawit adalah minyak nabati yang banyak digunakan dalam produk kosmetik (skincare dan make up) karena sifatnya yang melembabkan dan memberikan tekstur yang diinginkan. Minyak sawit dan produk turunannya digunakan sebagai conditioning agents – occlusive dan juga dapat digunakan sebagai viscocity increasing agents – nonaqueos.
Penggunaan minyak sawit dan turunannya sebagai bahan baku kosmetik termasuk produk skincare, memiliki keunggulan dibandingkan dengan minyak mineral maupun komponen sintesis, karena produk kosmetik berbasis sawit yang dihasilkan bebas dari senyawa hidrokarbon polisiklik aromatic yang berbahaya bagi kulit manusia. Keamanan penggunaan minyak sawit juga semakin diperkuat dengan penilaian the Cosmetic Ingredient Review (CIR) Expert Panel. Penilaian oleh CIR Expert Panel tersebut berdasarkan evaluasi data sains yang memberikan kesimpulan bahwa minyak sawit dan produk turunannya aman untuk digunakan pada produk kosmetik (termasuk skincare dan make up) dan personal care.
Penggunaan minyak sawit pada produk skincare memiliki tiga fungsi sebagai emulsifiers, thickener, dan surfactant.
Pertama, emulsifier artinya minyak sawit memiliki fungsi sebagai pencampur antara bahan air dan minyak. Hydrating agent dan moisturizing agent pada moisturizer tidak akan menyatu tanpa emulsifier. Cetearyl alcohol, Cetyl alcohol, dan Glyceryl sterate adalah contoh emulsifier hasil olahan minyak kelapa sawit.
Kedua, thickener yaknis untuk memperbaiki konsistensi formula yang terlalu cair seperti Glycerin dan Stearic acid. Dan ketiga, fungsi minyak sawit terakhir dalam produk skincare adalah surfactant yang memiliki kemampuan untuk menurunkan tegangan permukaan air sehingga bisa berperan sebagai cleansing agent yang dapat mengangkat kotoran sehingga lebih mudah dibersihkan. Contoh surfaktan yang dimaksud adalah Sodium laurit sulfat (SLS) yang terbuat dari minyak kelapa sawit dan sering kita jumpai dalam berbagai produk personal care seperti sabun.
Keunggulan lainnya adalah minyak sawit kaya akan beta karoten (pro-vitamin A) dan vitamin E, dimana kedua vitamin tersebut mengandung zat antioksidan yang tinggi yang memiliki manfaat bagi kesehatan dan kecantikkan kulit. Beta karoten memiliki manfaat antara lain: mencerahkan kulit, menghilangkan bekas jerawat, membuat kulit segar, melembabkan kulit,mengatasi kulit kusam, merangsang pertumbuhan kolagen yang dapat meningkatkan meregenerasi kulit dan memperbaiki sel kulit membuat kulit kencang, dan masih banyak lagi. Ahli Dermatologi, dr. Inneke Jane Hidayat, Sp.KK juga menyebutkan bahwa karotenoid memiliki fungsi anti aging.
Sementara itu, vitamin E juga bermanfaat bagi kesehatan kulit yang berperan dalam melembabkan kulit, mengobati kulit yang terbakar sinar matahari, menyamarkan kerutan, mencegah penuaan dini, dan lain-lain. Beragam keunggulan dan manfaat tersebut menunjukkan bahwa produk skincare berbasis minyak sawit mampu menawarkan solusi kulit yang sehat, cantik dan alami.
Potensi minyak sawit untuk produk skincare telah dikembangkan oleh Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS). PPKS telah mengeluarkan produk skincare berbasis minyak sawit dengan merk dagang bernama Guineensis. Produk skincare tersebut juga sudah mendapatkan label halal dan terbukti
menggunakan bahan alami tanpa bahan kimia sehingga aman digunakan oleh ibu hamil dan menyusui. Harga produk skincare Guineensis sekitar Rp. 25 ribu-65 ribu per item atau sekitar Rp 265 ribu untuk satu rangkaian yang terdiri dari Liquid Facial Wash, Brightening Day Cream, Brightening Night Cream, Anti-Aging Day Cream, Anti-Anti-Aging Night Cream, dan Hand Body Lotion.
Produk Guineensis tersebut dapat ditemukan diberbagai platform e-commerce seperti Bukalapak, Shopee dan Tokopedia atau pemesannya dapat dilakukan dengan menghubungi kontak yang ada di instagram @guineensis_indonesia.
Apa yang telah dimulai oleh PPKS dengan produk Guineensis-nya, diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para Sawitpreneur yang baru akan mengembangkan bisnis di industri sawit. Potensi bisnis produk skincare berbasis sawit tersebut diperkirakan akan cemerlang, mengingat tren pasar produk skincare alami yang besar serta keunggulan skincare berbasis minyak sawit yang banyak diminati oleh konsumen produk skincare.
25