Perubahan Sifat Benda
3. LKS 4. Soal
PENILAIAN APEKTIF
No Nama Siswa
Aspek Penilaian
Rasa Ingin tahu Kerjasama Membantu Teman yang Kesulitan
1. Nama dst ……..
Nilai :
4 = Sangat Baik 3 = Baik
2 = Cukup 1 = Kurang
PENILAIAN PSIKOMOTORIK
No Nama Siswa
Aspek Penilaian
Rasa Ingin tahu Kerjasama Membantu Teman yang Kesulitan
1. Nama dst ……..
Nilai :
4 = Sangat Baik 3 = Baik
2 = Cukup 1 = Kurang
Rubrik Penilaian
PENILAIAN KELOMPOK
Nama Kelompok Kekompakan Keaktifan Pemahaman Keberanian
1 2 3 4 5
1 II III IV V VI Ket. :
Kekompakan : 25 Keaktifan : 25 Pemahaman : 25 Keberanian : 25
Jumlah : 100
1.Penilaian Individu
Skor Perolehan__ x 100 Jumlah Skor
Jumlah Yang Benar x 100 Jumlah Bobot soal
Ket. : 0-34 : Sangat rendah 35-54 : Rendah 55-64 : Sedang
65-84 : Tinggi
85-100 : Sangat Tinggi
J. Media dan Sumber Media :
d. Lilin d. Air
e. Kertas e. Buah tomat f. Semen
Sumber :
c. Buku IPA Kelas V, Penerbit Masmedia d. Buku BSE Senang belajar IPA kelas V
Makassar, Mei 2014
Guru Pamong Mahasiswa
IRWAN ALI, S.Pd MUH. RAPI LASBI
NIP.1987801920070111007 NIM. 10540 3176 09
Mengetahui;
Kepala Sekolah SDN Kompleks Sambung Jawa
Hj. Hasnawiah, S.Pd NIP.196301021984112001
BAHAN AJAR
Perubahan Sifat Benda
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan perubahan pada bendayaitu:
g. Pemanasan
Amatilah air yang sedang dipanaskan! Air yang tenang dalam panci akan menjadi cairan yang bergejolak. Akhirnya uap akan keluar dari panci. Es batu yang dibiarkan di udara terbuka, lama-kelamaan akan mencair. Suhu ruangan yang lebih tinggi dari pada suhu udara di dalam freezer menyebabkan es batu yang menyerap panas dan mencair.
Mentega yang dipanaskan juga akan mencair atau melumer. Akan tetapi, jika mentega didinginkan, mentega kembali memadat seperti semula. Jadi pemanasan menyebabkan benda mengalami perubahan wujud. Wujud padat dapat berubah menjadi cair. Wujud cair dapat berubah menjadi gas.
h. Pendinginan
Air yang didinginkan dapat berubah menjadi es. Uap air yang mengalami pendinginan dapat berubah menjadi titik-titik air kembali. Contohnya, uap minuman yang menempel pada tutup gelas akan berubah menjadi butiran air kembali. Jadi pendinginan menyebabkan benda mengalami perubahan wujud. Wujud cair berubah menjadi padat. Wujud gas berubah menjadi cair.
i. Pembakaran
Kertas yang di bakar akan berubah menjadi abu. Bentuk kertas yang berupa lembaran berubah menjadi abu yang berupa serbuk. Warna kertas yang putih berubah menjadi abu yang berwarna hitam. Kertas yang lebih keras berubah menjadi abu yang rapuh. Bau kertas dan bau abu juga berbeda. Demikian juga dengan pembakaran kayu. Kayu juga akan mengalami
beberapa perubahan sifat. Jadi pembakaran dapat menyebabkan benda mengalami perubahan bentuk, warna, kekerasan, kelenturan dan bau.
j. Pencampuran dengan air
Semen yang dicampur dengan air mula-mula menjadi cairan yang kental. Akan tetapi, lama-kelamaan semen akan memadat. Bentuk semen yang berupa serbuk berubah menjadi padat. Semen yang bersifat lunak menjadi semen yang keras. Demikian juga apabila gula dan garam yang dicampur dengan air, lalu diaduk, akan larut. Bentuk gula sudah tidak terlihat lagi. Bila airnya diuapkan, gula atau garam berubah kembali menjadi padat. Jadi, benda yang dicampur dengan air dapat mengalami perubahan bentuk dan kekerasan.
k. Pembusukan
Buah, sayur, atau makanan yang dibiarkan di udara tebuka, lama-kelamaan akan mengalami proses pembusukan. Buah atau sayur yang semula keras lama-kelamaan berubah menjadi lunak dan berair. Warna buah atau sayur berubah menjadi coklat. Baunya yang semula harum berubah menjadi busuk dan tidak sedap.
Daging hewan dan ikan yang semula kenyal, lama-kelamaan berubah menjadi lunak dan berair. Warnanya pun berubah menjadi coklat atau hitam. Baunya juga berubah menjadi busuk dan tidak sedap. Jadi, pembusukan dapat menyebabkan benda mengalami perubahan bentuk, warna, kelenturan, kekerasan dan bau.
l. Perkaratan
Logam, seperti besi dan seng, bila terkena air atau uap air, lama-kelamaan akan mengalami proses perkaratan. Warna besi atau seng berubah menjadi coklat. Besi atau seng yang semula keras dan kokoh berubah menjadi rapuh dan mudah patah. Jadi, perkaratan dapat menyebabkan benda mengalami perubahan warna dan kekerasan.
Perubahan pada benda dapat digolongkan menjadi perubahan yang dapat kembali ke wujud semula (sementara) dan perubahan benda yang tidak dapat kembali ke wujud semula (tetap).
1) Perubahan benda yang dapat kembali ke wujud semula (sementara)
Pada perubahan wujud yang dapat balik, benda yang mengalami perubahan dapat kembali ke bentuk semula. Salah satu contohnya adalah perubahan pada air. Air jika didinginkan akan menjadi es. Es ini apabila dipanaskan akan kembali menjadi air. Dalam hal ini perubahan air merupakan perubahan wujud yang dapat balik.
2) Perubahan benda yang tidak dapat kembali ke wujud semula.
Sebagian besar benda yang mengalami perubahan wujud tidak dapat kembali ke bentuk atau wujud semula. Apabila kertas dibakar maka kertas menjadi serpihan abu yang berwarna hitam. Serpihan abu yang berwarna hitam ini tidak dapat kembali menjadi kertas.
Perubahan wujud kertas merupakan contoh perubahan wujud benda yang tidak dapat balik.
Selain itu, perubahan beras menjadi nasi yang kita makan sehari-hari juga merupakan perubahan wujud benda yang tidak dapat dibalik. Hal ini disebabkan karena setelah beras di masak menjadi nasi, nasi tersebut tidak dapat kembali menjadi beras dengan cara apapun juga.
Lampiran 2
Lembar Observasi Kegiatan Pembelajaran IPA Melalui Metode Discovery pada Guru
(Siklus 1)
Nama Sekolah : SDN Kompleks Sambung Jawa Tahun Pelajaran : 2013/2014
Kelas/Semester : IV / II
Pokok Bahasan : Perubahan Sifat Benda Kegiatan
a. Guru mengucapkan salam
b. Guru melakukan persiapan kegiatan belajar mengajar
c. Pengelolaan kelas
d. Guru menyampaikan apersepsi
pada aktivitas pemecahan masalah yang dipilihnya.
3) Guru mengajukan pertanyaan yang dapat menumbuhkan siswa mengemukakan pendapatnya.
b. Penetapan jawaban sementara atau pengajuan hipotesis.
1) Guru membimbing siswa secara berkelompok menetapkan jawaban sementara terhadap permasalahan.
c. Peserta didik mencari informasi, data, fakta, yang diperlukan untuk menjawab atau memecahkan masalah dan menguji hipotesis.
1) Guru membagikan lembar LKS pada siswa
2) Guru membimbing Siswa secara berkelompok melakukan eksperimen/
percobaan untuk mengetahui perubahan sifat yang terjadi pada benda, baik perubahan bentuknya, warnanya, dan sebagainya.
1) Guru memberikan kesempatan kepada siswa secara berkelompok untuk mempersentasekan pemecahan atas yang telah dikemukakan sebelumnya
2) Guru bersama siswa menyimpulkan materi.
e. Aplikasi kesimpulan atau generalisasi dalam situasi baru.
1) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyelesaikan soal-soal perubahan sifat benda sesuai dengan konsep yang telah
a. Menyampaikan keberhasilan secara umum
b. Mengenal kesalahan dalam mengerjakan tes
c. Dapat menyimpulkan materi pelajaran saat itu
Lampiran 2
Lembar Observasi Kegiatan Pembelajaran IPA Melalui Metode Discovery pada Guru
(Siklus 2)
Nama Sekolah : SDN Kompleks Sambung Jawa Tahun Pelajaran : 2013/2014
Kelas/Semester : IV / II
Pokok Bahasan : Perubahan Sifat Benda Kegiatan
a. Guru mengucapkan salam
b. Guru melakukan persiapan kegiatan belajar mengajar pada aktivitas pemecahan masalah yang dipilihnya.
3) Guru mengajukan pertanyaan yang dapat menumbuhkan siswa mengemukakan pendapatnya.
b. Penetapan jawaban sementara atau pengajuan hipotesis.
1) Guru membimbing siswa secara berkelompok menetapkan jawaban sementara terhadap permasalahan.
c. Peserta didik mencari informasi, data, fakta, yang diperlukan untuk menjawab atau memecahkan masalah dan menguji hipotesis.
1) Guru membagikan lembar LKS pada siswa
2) Guru membimbing Siswa secara
berkelompok melakukan
eksperimen/ percobaan untuk mengetahui perubahan sifat yang terjadi pada benda, baik perubahan bentuknya, warnanya, dan sebagainya.
generalisasi,
1) Guru memberikan kesempatan kepada siswa secara berkelompok untuk mempersentasekan pemecahan atas yang telah dikemukakan sebelumnya
2) Guru bersama siswa menyimpulkan materi.
e. Aplikasi kesimpulan atau generalisasi dalam situasi baru.
1) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyelesaikan soal-soal perubahan sifat benda sesuai dengan konsep yang telah
a. Menyampaikan keberhasilan secara umum
b. Mengenal kesalahan dalam mengerjakan tes
c. Dapat menyimpulkan materi pelajaran saat itu