• Tidak ada hasil yang ditemukan

B. Pembahasan Penelitian

2. Social Media Marketing Plan

Sebuah perencanaan strategi media sosial tentunya diawali dengan latar belakang dan tujuan-tujuan yang ingin diraih oleh perusahaan tersebut dalam proses promosinya di media sosial. Setelah itu perusahaan bisa mengidentifikasi hal apa saja yang telah dilakukan dalam rangka pemasaran pada sisi internal perusahaan. Dalam buku Social Media Marketing, dijelaskan ada poin-poin analisis situasi dan peluang dalam merencanakan media sosial marketing, yaitu Internal Environment, External Environtment, SWOT Analysis, dan Target Audience (Tuten & Solomon, 2015, hlm 185).

Internal Environtment merupakan analisis yang dilakukan oleh perusahaan tentang kondisi internal di perusahaan tersebut, khususnya pada perencanaan di media sosial. Situasi

internal yang ada di Indo Premier Sekuritas saat merencanakan media sosial marketing yaitu merujuk kembali kepada latar belakang dari tujuan Indo Premier Sekuritas memiliki akun media sosial. Tujuannya adalah yaitu sebagai profit oriented company atau sebagai perusahaan yang bertujuan untuk profit, dan memberikan edukasi-edukasi seputar investasi dan perencanaan keuangan kepada nasabahnya melalui konten-konten yang ada di media sosial. Jadi dua hal inilah yang ingin dilakukan oleh Indo Premier Sekuritas di media sosial.

Selanjutnya, di tim internal Indo Premier Sekuritas sendiri, memiliki divisi-divisi yang terlibat dalam penyusunan konten-konten yang ada di media sosial. Tim yang mengurusi media sosial terdiri dari tim Digital Marketing, tim Digital Strategist, tim Digital Support, tim Creative, tim Investment Specialist, tim Equity Analyst. Divisi inilah yang saling berkolaborasi bersama dalam penyusunan konten, dimana tiap-tiap divisi memiliki tugas dan job description nya masing-masing. Dengan adanya divisi-divisi ini dalam tim internal Indo Premier Sekuritas, tentunya akan membuat perencanaan media sosial menjadi terstruktur dan bisa saling bertukar pikiran dan ide dalam membuat konten yang ada di media sosial.

Dalam proses perencanaan konten, untuk konten edukasi tim Digital Marketing sudah memiliki silabus atau daftar-daftar konten yang akan di upload ke media sosial Indo Premier Sekuritas. Dari daftar silabus ini sudah untuk perencanaan konten untuk satu sampai dua tahun. Selain konten edukasi, seperti konten-konten yang setiap bulannya sudah dijadwalkan seperti ucapan hari besar, promo, dan yang lain sudah ditetapkan dalam sebuah kalender. Jadi dalam penetapan dan perancangan konten sudah dijadwalkan dan disusun sebelumnya, lalu nantinya akan di posting di media sosial tertentu sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Kondisi atau lingkungan internal yang ada di Indo Premier Sekuritas dalam merencanakan media sosial sesuai dengan poin-poin yang ada di Internal Environment, beberapa poin diantaranya adalah objektif apa yang ingin dicapai, apa saja misi perusahaan, dan apa saja sumber daya (resource) yang dimiliki perusahaan tersebut dalam merencanakan strategi media sosial marketing.

b. External Environment

Analisis kondisi eksternal dalam perencanaan strategi media sosial dibutuhkan agar perusahaan dapat mengetahui faktor-faktor dari luar, seperti target audiens yang ingin dijangkau dan kondisi atau tren terkini yang dapat menjadi pijakan sebuah perusahaan dalam merencanakan strategi media sosial mereka (Tuten & Solomon, 2015, hlm 185). Kondisi

disaat pandemi Covid-19 muncul di awal tahun 2020 membuat banyak orang yang terjun ke pasar saham yang sedang tren saat itu, dikarenakan banyak orang yang mencoba peruntungan di pasar saham dan berharap agar asetnya bisa berkembang di pasar modal dengan membeli saham atupun reksadana. Namun saat itu kondisinya masih banyak mereka yang terjun ke pasar saham tanpa pemahaman yang mendalam tentang investasi dan hanya ingin ikut-ikutan saja. Hal itulah yang ingin direspon oleh Indo Premier sebagai sebuah perusahaan sekuritas, dengan membuat sebuah campaign Semua Bisa Investasi. Tagline Semua Bisa Investasi ini diartikan sebagai bahwasanya saat ini semua orang dan semua kalangan sudah bisa berinvestasi, namun perlu diiringi dengan pemahaman seputar investasi tersebut agar hasil yang akan didapatkan bisa maksimal. Untuk itulah, dengan melakukan kampanye Semua Bisa Investasi, Indo Premier Sekuritas juga menyampaikan pesan-pesan dari kampanye tersebut melalui inisiatif konten-konten yang ada di media sosial Indo Premier Sekuritas yang dapat diakses oleh followers atau nasabah. Jadi memang Indo Premier Sekuritas menilai bahwa faktor dari luar, yaitu mereka-mereka yang baru terjun ke pasar saham tadi perlu diberikan edukasi dan bimbingan seputar investasi, selain itu Indo Premier sebagai sekuritas ingin memberikan edukasi kepada nasabah atau followersnya, tidak hanya memberikan informasi seputar saham-saham yang menjadi rekomendasi untuk dibeli, namun juga pemahaman kepada nasabah atau followersnya. Untuk itulah campaign Semua Bisa Investasi diciptakan oleh Indo Premier Sekuritas dalam rangka merespon ramainya pasar modal oleh investor pada awal tahun 2020 disaat pandemi Covid-19.

c. Target Audience

Tahap selanjutnya dalam identifikasi Social Media Marketing yaitu mengetahui Target Audience atau konsumen apa yang ingin dituju dan dijangkau. Dalam hal ini followers dari sisi demografis dan geografis yang seperti apa yang ingin dijangkau oleh Indo Premier Sekuritas. Hasil wawancara dengan Banyu Adiputra selaku Head of Market Development dan Hendy Arin Wijaya selaku Head of Digital Marketing Indo Premier Sekuritas, pada umumnya target audiens yang ingin dijangkau itu dari semua kalangan, dimana ini beriringan dengan tagline Semua Bisa Investasi. Namun jika menilik lebih dalam lagi dari sisi demografis, target audiens nya adalah kalangan berumur 18-35 tahun, baru pertama kali mendapat pekerjaan, atau mahasiswa yang ingin menginvestasikan uangnya sebagai simpanan. Oleh karena itu konten-konten yang diciptakan oleh Indo Premier memang ingin menyasar kepada mereka yang baru terjun ke dunia investasi dan ingin belajar lebih lanjut soal investasi. Dari sisi geografis, fokus terbesar pada orang-orang yang ada di

pulau Jawa, namun Indo Premier juga menjangkau orang-orang yang ada di pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua yang ingin melakukan investasi pada instrumen yang ada di pasar modal. Hal itu dibuktikan dengan kantor-kantor cabang Indo Premier yang tersebar di beberapa kota besar di Indonesia selain pulau Jawa.

Pada tahun 2020 disaat awal pandemi Covid-19 muncul di Indonesia, sasaran audiens yang ingin dijangkau oleh Indo Premier yaitu orang-orang yang baru terjun ke pasar modal dan sama sekali belum paham apa itu investasi, dan konten-konten di awal 2020 memang banyak membahas tentang dasar-dasar tentang apa itu investasi, mengapa pentingnya untuk investasi, dan konten-konten sejenis yang ingin mengajak followers untuk memahami lebih lanjut tentang investasi, khususnya di pasar modal.

3. SOSTAC Theory