Dari hasil telaah pada awal pekerjaan, Kota Solok termasuk pada tipologi 3, yaitu sudah ada kesepakatan dengan DPRD dan masuk ke Biro Hukum Provinsi.
Laporan Akhir IV-13 Dari hasil pelaksanaan pendampingan di Kota Solok, diketahui terdapat beberapa permasalahan utama yang mengakibatkan tersendatnya proses penyusunan Perda RTRW, yang antara lain :
- Lamanya proses evaluasi di Biro Hukum Provinsi dikarenakan banyaknya Raperda yang dievaluasi.
- Rekomendasi hasil evaluasi dari Biro Hukum yang keluar, merekomendasi agar dikembalikan ke Kementerian PU untuk perbaikan materi, sedangkan yang dievaluasi oleh Biro Hukum Provinsi adalah legal drafting dan kesesuaian dengan RTRW Provinsi.
- Kurangnya sumber daya manusia di daerah, sehingga perbaikan dari hasil evaluasi Biro Hukum Provinsi tidak tepat waktu.
Tindak lanjut dari tim TPD untuk dapat menyeselesaikan permasalahan yang ditemui di Kota Solok adalah sebagai berikut :
- Mengontrol dan memantau proses evaluasi di Biro Hukum agar dapat segera mengevaluasi Raperda.
- Melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Prasana Jalan Tata Ruang dan Pemukiman Provinsi Sumatera Barat maupun dengan Ditjen Penataan Ruang, Kementerian PU, mengenai rekomendasi dari hasil evaluasi dari Biro Hukum yang menyerankan untuk materi dikembalikan ke Kementerian PU untuk diperbaiki.
- Memfasilitasi perbaikan peta, terutama sinkronisasi dengan peta RTRW Provinsi Sumatera Barat oleh tim data spasial TPD.
- Memfasilitasi perbaikan Raperda oleh tenaga ahli hukum TPD, agar materi Raperda sesuai dengan album peta dan materi teknis, dan secara legal drafting sesuai dengan standar yang ada
Hasil evaluasi dari Biro Hukum terdapat perbaikan terutama pada perbaikan peta. Perbaikan peta saat ini masih dilakukan oleh pihak pemerintah daerah dengan fasilitasi dari tim TPD GIS agar dapat segera masuk lagi untuk di evaluasi, sehingga dapat keluar surat hasil evaluasi dari Gubernur untuk dapat segera ditetapkan sebagai Perda RTRW Kota Solok.
Untuk lebih jelasnya mengenai target dan realisasi percepatan penyelesaian Raperda RTRW untuk masing-masing kabupaten dan kota yang di fasilitasi oleh tim TPD dapat dilihat pada Tabel-Tabel berikut ini.
Laporan Akhir IV-14 Tabel 4.2 Jadwal dan Realisasi Percepatan Penyelesaian Perda RTRW
Kabupaten Kepulauan Mentawai Tipologi 1
No Uraian Agustus September Oktober November
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Persetujuan substansi Menteri PU
2 Pengajuan pembahasan Raperda ke DPRD
3 Pembahasan Raperda dengan DPRD
4 Persetujuan substansi antara pemerintah kabupaten/kota dengan DPRD
5 Pengajuan evaluasi Raperda kepada Gubernur
6 Evaluasi Raperda oleh Pemerintah Provinsi
7 Evaluasi Gubernur
8 Penetapan Perda RTRW
Keterangan : Target Realisasi Tabel 4.3 Jadwal dan Realisasi Percepatan Penyelesaian Perda RTRW Kota Padang Panjang Tipologi 1
No Uraian 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Agustus September Oktober November 1 Persetujuan substansi Menteri PU
2 Pengajuan pembahasan Raperda ke DPRD
3 Pembahasan Raperda dengan DPRD
4 Persetujuan substansi antara pemerintah kabupaten/kota dengan DPRD
5 Pengajuan evaluasi Raperda kepada Gubernur
6 Evaluasi Raperda oleh Pemerintah Provinsi
7 Evaluasi Gubernur
8 Penetapan Perda RTRW Keterangan :
Target Realisasi
Laporan Akhir IV-15 Tabel 4.4 Jadwal dan Realisasi Percepatan Penyelesaian Perda RTRW
Kabupaten Limapuluh Kota Tipologi 2
No Uraian Agustus September Oktober November
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Persetujuan substansi Menteri PU
2 Pengajuan pembahasan Raperda ke DPRD
3 Pembahasan Raperda dengan DPRD
4 Persetujuan substansi antara pemerintah kabupaten/kota dengan DPRD
5 Pengajuan evaluasi Raperda kepada Gubernur
6 Evaluasi Raperda oleh Pemerintah Provinsi
7 Evaluasi Gubernur
8 Penetapan Perda RTRW
Keterangan : Target Realisasi Tabel 4.5 Jadwal dan Realisasi Percepatan Penyelesaian Perda RTRW Kabupaten Solok Selatan Tipologi 2
No Uraian 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Agustus September Oktober November 1 Persetujuan substansi Menteri PU
2 Pengajuan pembahasan Raperda ke DPRD
3 Pembahasan Raperda dengan DPRD
4 Persetujuan substansi antara pemerintah kab/kota dengan DPRD
5 Pengajuan evaluasi Raperda kepada Gubernur
6 Evaluasi Raperda oleh Pemerintah Provinsi
7 Evaluasi Gubernur
8 Penetapan Perda RTRW Keterangan :
Target Realisasi
Laporan Akhir IV-16 Tabel 4.6 Jadwal dan Realisasi Jadwal Percepatan Penyelesaian Perda RTRW
Kota Solok Tipologi 3
No Uraian 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Agustus September Oktober November 1 Persetujuan substansi Menteri PU
2 Pengajuan pembahasan Raperda ke DPRD
3 Pembahasan Raperda dengan DPRD
4 Persetujuan substansi antara pemerintah kabupaten/kota dengan DPRD
5 Pengajuan evaluasi Raperda kepada Gubernur
6 Evaluasi Raperda oleh Pemerintah Provinsi
7 Evaluasi Gubernur
8 Penetapan Perda RTRW
Keterangan : Target Realisasi Tabel 4.7 Jadwal dan Realisasi Percepatan Penyelesaian Perda RTRW Kabupaten Solok Tipologi 4
No Uraian 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Agustus September Oktober November 1 Persetujuan substansi Menteri PU
2 Pengajuan pembahasan Raperda ke DPRD
3 Pembahasan Raperda dengan DPRD
4 Persetujuan substansi antara pemerintah kabupaten/kota dengan DPRD
5 Pengajuan evaluasi Raperda kepada Gubernur
6 Evaluasi Raperda oleh Pemerintah Provinsi
7 Evaluasi Gubernur
8 Penetapan Perda RTRW Keterangan :
Target Realisasi
Laporan Akhir IV-17 Tabel 4.8 Jadwal dan Realisasi Percepatan Penyelesaian Perda RTRW
Kabupaten Pasaman Barat Tipologi 5
No Uraian Agustus September Oktober November 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 Persetujuan substansi Menteri PU
2 Pengajuan pembahasan Raperda ke DPRD
3 Pembahasan Raperda dengan DPRD
4 Persetujuan substansi antara pemerintah kabupaten/kota dengan DPRD
5 Pengajuan evaluasi Raperda kepada Gubernur
6 Evaluasi Raperda oleh Pemerintah Provinsi
7 Evaluasi Gubernur
8 Penetapan Perda RTRW
Keterangan : Target Realisasi Tabel 4.9 Jadwal dan Realisasi Percepatan Penyelesaian Perda RTRW Kabupaten Dharmasraya Tipologi 5 No Uraian Agustus September Oktober November 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 Persetujuan substansi Menteri PU
2 Pengajuan pembahasan Raperda ke DPRD
3 Pembahasan Raperda dengan DPRD
4 Persetujuan substansi antara pemerintah kabupaten/kota dengan DPRD
5 Pengajuan evaluasi Raperda kepada Gubernur
6 Evaluasi Raperda oleh Pemerintah Provinsi
7 Evaluasi Gubernur
8 Penetapan Perda RTRW Keterangan :
Target Realisasi
Laporan Akhir IV-18 Tabel 4.10 Jadwal dan Realisasi Percepatan Penyelesaian Perda RTRW
Kota Sawahlunto Tipologi 5
No Uraian Agustus September Oktober November 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 Persetujuan substansi Menteri PU
2 Pengajuan pembahasan Raperda ke DPRD
3 Pembahasan Raperda dengan DPRD
4 Persetujuan substansi antara pemerintah kabupaten/kota dengan DPRD
5 Pengajuan evaluasi Raperda kepada Gubernur
6 Evaluasi Raperda oleh Pemerintah Provinsi
7 Evaluasi Gubernur
8 Penetapan Perda RTRW
Keterangan : Target Realisasi Tabel 4.11 Jadwal dan Realisasi Percepatan Penyelesaian Perda RTRW Kota Pariaman Tipologi 5
No Uraian 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Agustus September Oktober November 1 Persetujuan substansi Menteri PU
2 Pengajuan pembahasan Raperda ke DPRD
3 Pembahasan Raperda dengan DPRD
4 Persetuan substansi antara pemerintah kabupaten/kota dengan DPRD
5 Pengajuan evaluasi Raperda kepada Gubernur
6 Evaluasi Raperda oleh Pemerintah Provinsi
7 Evaluasi Gubernur
8 Penetapan Perda RTRW Keterangan :
Target Realisasi
Berdasarkan hasil fasilitasi terhadap proses legalisasi Raperda RTRW menjadi Perda RTRW di 10 (sepuluh) Kabupaten dan Kota di Provinsi Sumatera Barat, dapat diambil beberapa permasalahan utama, yang antara lain adalah :
1. Lamanya proses untuk mencapai kesepakatan dengan DPRD, hal ini terjadi dikarenakan masih rendahnya pengetahuan Pansus DPRD mengenai urgensi dari Perda RTRW;
2. Permasalahan utama yang memakan waktu banyak dalam proses legalisasi Raperda RTRW Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Barat adalah proses evaluasi gubernur di Biro Hukum Provinsi Sumatera Barat yang sangat lama, hal ini terjadi dikarenakan banyaknya Raperda yang harus dievaluasi dan kurangnya sumber daya yang ada; 3. Sebagian besar Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota tidak memiliki sumber daya
untuk pengolahan peta (data spasial) yang cukup, sehingga pengolahan data spasial masih sangat tergantung kepada tim TPD atau tim konsultan daerah;
4. Kurangnya sumber daya di beberapa Pemerintahan Daerah yang menjadi tim teknis untuk mengawal proses legalisasi Perda RTRW, sehingga ketergantungan terhadap tim TPD masih sangat besar; dan
5. Masih ada beberapa Kabupaten/Kota yang masih belum mengadopsi SK Menteri Kehutanan No 141 Tahun 2012 tentang Perubahan Kawasan Hutan, sehingga peta
Laporan Akhir V-2 kehutanan mereka masih belum terupdate dengan perubahan kawasan hutan yang telah disetujui. Dengan demikian Raperda, peta dan materi teknis RTRW Kabupaten/Kota yang belum mengadopsi peraturan tersebut perlu dilakukan perubahan.
5.2. Rekomendasi
Untuk menangani permasalahan-permasalahan yang terjadi di lapangan pada saat proses fasilitasi, maka langkah yang diambil oleh tim TPD antara lain adalah :
1. Menjembatani antara pihak Pemerintah Daerah dengan DPRD. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memberikan pengetahuan mengenai pentingnya payung hukum untuk RTRW Kabupaten/Kota dan jika tim TPD masih belum dapat menanganinya, maka akan diundang pula tim dari Dinas PU Provinsi Sumbar maupun tim dari Ditjen Penataan Ruang Kementerian PU untuk berdiskusi dengan DPRD; 2. Mengontrol dan memantau secara kontinyu ke Biro Hukum Provinsi pada saat
proses evaluasi gubernur, sehingga pembahasan mengenai Raperda RTRW Kabupaten/Kota mendapat prioritas utama, dengan demikian proses evaluasi dan pembahsan dapat dilakukan lebih cepat;
3. Memberikan bantuan fasilitasi perbaikan peta-peta yang harus di koreksi oleh tim data spasial TPD dibantu oleh tenaga ahli planologi, sehingga perbaikan peta dapat dilakukan lebih cepat dan proses legalisasi Perda RTRW dapat berlangsung ke tahap berikutnya;
4. Memberikan bantuan fasilitasi perbaikan materi teknis dan Raperda oleh tenaga ahli hukum dan ahli perencana wilayah, sehingga antara Raperda, materi teknis, dan peta memiliki muatan yang sama dan saling menjelaskan satu sama lainnya; dan
5. Tim data spasial memfasilitasi dan mensinkronkan daerah-daerah yang belum mengadopsi SK Menteri Kehutanan No 141 Tahun 2012 dan rencana pola ruang RTRW Provinsi Sumatera Barat dalam peta rencana pola ruang mereka.