BAB IV. ANALISAS DAN PEMBAHASAN
IV.3 Analisis Tabel Tunggal
IV.3.2 Sosialisasi Konversi Minyak Tanah ke LPG
Pada bagian ini, data yang disajikan yakni segala sesuatu yang berhubungan dengan Sosialisasi konversi minyak tanah ke LPG. Selengkapnya data tersebut dapat dilihat pada tabel yang dimulai dari tabel 15 sampai dengan tabel 42.
• Konsultan Dipercayai dalam Menyampaikan Pesan Tabel 15
Konsultan Dipercayai dalam Menyampaikan Pesan No Konsultan Dipercayai dalam Menyampaikan Pesan F % 1 Tidak dipercayai 1 1.0 2 Kurang dipercayai 10 10.3 3 Dipercayai 69 71.1 4 Sangat dipercayai 17 17.5 Total 97 100.0 P5/FC.7
Dari tabel 14 diatas, diketahui tentang kepercayaan responden akan konsultan yang menyampaikan pesan. Sebanyak 1 orang responden (1,0%) menyatakan bahwa konsultan tidak dipercayai dalam menyampaikan pesan, sebanyak 10 orang responden (10,3%) menyatakan konsultan kurang dipercayai dalam menyampaikan pesan, sebanyak 69 orang responden (71,1%) menyatakan konsultan dipercayai dalam menyampaikan pesan dan sebanyak 17 orang responden (17,5%) menyatakan konsultan sangat dipercayai dalam menyampaikan pesan.
Maka dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden yakni sebesar 71,1% atau sebanyak 69 orang responden percaya kepada konsultan dalam menyampaikan pesan konversi minyak tanah ke LPG. Kepercayaan yang diberikan responden dikarenakan konsultan memiliki etiket baik dan sebelumnya telah diperkenalkan oleh lurah setempat.
• Kemampuan konsultan menyampaikan tujuan/maksud Tabel 16
Kemampuan konsultan menyampaikan tujuan/maksud No Kemampuan konsultan menyampaikan tujuan/maksud F % 1 Tidak mampu 1 1.0 2 Kurang mampu 10 10.3 3 Mampu 67 69.1 4 Sangat mampu 19 19.6 Total 97 100.0 P6/FC.8
Dari tabel 15 diatas, diketahui tentang kemampuan konsultan menyampaikan tujuan/maksud sosialisasi. Sebanyak 1 orang responden (1,0%) menyatakan bahwa konsultan tidak mampu menyampaikan tujuan/maksud sosialisasi, sebanyak 10 orang responden (10,3%) menyatakan konsultan kurang mampu menyampaikan tujuan/maksud sosialisasi, sebanyak 67 orang responden (69,1%) menyatakan konsultan mampu menyampaikan tujuan/maksud sosialisasi dan sebanyak 19 orang responden (19,6%) menyatakan konsultan sangat mampu menyampaikan tujuan/maksud sosialisasi.
Maka dapat dismipulkan bahwa mayoritas responden yakni sebesar 69,1% atau sebanyak 67 orang responden menyatakan bahwa konsultan mampu menyampaikan tujuan/maksud dari sosialisasi. Hal ini disebabkan konsultan sudah memahami tujuan/maksud sosialisasi dan mudah untuk menyampaikannya kepada ibu-ibu rumah tangga.
• Sifat Konsultan
Tabel 17 Sifat Konsultan
No Sifat Konsultan F %
1 Tidak hangat dan tidak
bersahabat 4 4.1
2 Kurang hangat dan kurang
bersahabat 4 4.1
3 Hangat dan bersahabat 82 84.5
4 Sangat hangat dan sangat
bersahabat 7 7.2
Total 97 100.0
P7/FC.9
Dari tabel 16 diatas, diketahui tentang sifat konsultan dimata responden. Sebanyak 4 orang responden (4,1%) menyatakan bahwa konsultan tidak hangat dan tidak bersahabat, sebanyak 4 orang responden (4,1%) menyatakan konsultan kurang hangat dan kurang bersahabat, sebanyak 82 orang responden (84,5%) menyatakan konsultan hangat dan bersahabat dan sebanyak 7 orang responden (7,2%) menyatakan konsultan sangat hangat dan sangat bersahabat.
Maka dapat dismipulkan bahwa mayoritas responden yakni sebesar 84,5% atau sebanyak 82 orang responden menyatakan konsultan hangat dan bersahabat.
• Predikat/citra Konsultan Tabel 18 Predikat/citra Konsultan No Predikat/citra Konsultan F % 1 Tidak baik 2 2.1 2 Kurang baik 7 7.2 3 Baik 70 72.2 4 Sangat baik 18 18.6 Total 97 100.0 P8/FC.10
Dari tabel 17 diatas, diketahui tentang predikat/citra konsultan. Sebanyak 2 orang responden (2,1%) menyatakan bahwa konsultan memiliki predikat/citra tidak baik, sebanyak 7 orang responden (7,2%) menyatakan bahwa konsultan memiliki predikat/citra kurang baik, sebanyak 70 orang responden (72,2%) menyatakan bahwa konsultan memiliki predikat/citra baik dan sebanyak 18 orang responden (18,6%) menyatakan bahwa konsultan memiliki predikat/citra sangat baik. Maka dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden yakni sebesar 72,2% atau sebanyak 70 orang responden menyatakan bahwa konsultan memiliki predikat/citra baik.
• Kesesuaian Latar Belakang Pendidikan Konsultan dengan Keahlian yang Dibutuhkan
Tabel 19
Kesesuaian Latar Belakang Pendidikan Konsultan dengan Keahlian yang Dibutuhkan
No Kesesuain Latar Belakang Pendidikan Konsultan dengan
Keahlian yang Dibutuhkan
F % 1 Tidak sesuai 9 9.3 2 Kurang sesuai 16 16.5 3 Sesuai 58 59.8 4 Sangat sesuai 14 14.4 Total 97 100.0 P9/FC.11
Dari tabel 18 diatas, diketahui tentang kesesuaian latar belakang pendidikan konsultan dengan keahlian yang dibutuhkan. Sebanyak 9 orang responden (9,3%) menyatakan bahwa latar belakang pendidikan konsultan tidak sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan, sebanyak 16 orang responden (16,5%) menyatakan latar belakang pendidikan konsultan kurang sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan, sebanyak 58 orang responden (59,8%) menyatakan latar belakang pendidikan konsultan sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan dan sebanyak 14 orang responden (14,4%) menyatakan latar belakang pendidikan konsultan sangat sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan.
Maka dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden yakni sebesar 59,8% atau sebanyak 58 orang responden menyatakan bahwa latar belakang pendidikan konsultan sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan. Para responden pada umumnya menyatakan latar belakang konsultan sesuai dengan pendidikannya karena kesesuaian latar belakang pendidikan dengan keahlian yang dibutuhkan dapat meningkatakan kepercayaan ibu-ibu rumah tangga kepada konsultan.
• Sikap Konsultan
Tabel 20 Sikap Konsultan
No Sikap Konsultan F %
1 Tidak dinamis (tidak mudah
menyesuaikan diri) 3 3.1
2 Kurang dinamis (kurang
mudah menyesuaikan diri) 7 7.2
3 Dinamis (mudah
menyesuaikan diri) 76 78.4
4 Sangat dinamis (sangat
mudah menyesuaikan diri) 11 11.3
Total 97 100.0
P10/FC.12
Dari tabel 19 diatas, diketahui tentang sikap konsultan. Sebanyak 3 orang responden (3,1%) menyatakan bahwa sikap konsultan tidak dinamis (tidak mudah menyesuaikan diri), sebanyak 7 orang responden (7,2%) menyatakan sikap konsultan kurang dinamis (kurang mudah menyesuaikan diri), sebanyak 76 orang responden (78,4%) menyatakan sikap konsultan dinamis (mudah menyesuaikan diri), dan sebanyak 11 orang responden (11,3%) menyatakan sikap konsultan sangat dinamis (sangat mudah menyesuaikan diri),.
Maka dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden yakni sebesar 78,4 % atau sebanyak 76 orang responden menyatakan sikap konsultan dinamis (mudah menyesuaikan diri).
• Kecakapan Konsultan Tabel 21 Kecakapan Konsultan No Kecakapan Konsultan F % 1 Tidak cakap 1 1.0 2 Kurang cakap 8 8.2 3 Cakap 74 76.3 4 Sangat cakap 14 14.4 Total 97 100.0 P11/FC.13
Dari tabel 20 diatas, diketahui tentang kecakapan konsultan, sebanyak 1 orang responden (1,0%) menyatakan bahwa konsultan tidak cakap ketika sosialisasi, sebanyak 8 orang responden (8,2%) menyatakan konsultan kurang cakap ketika sosialisasi, sebanyak 74 orang responden (76,3%) menyatakan konsultan cakap ketika sosialisasi dan sebanyak 14 orang responden (14,4%) menyatakan konsultan sangat cakap ketika sosialisasi.
Maka dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden yakni sebesar 76,3 % atau sebanyak 74 orang mengatakan konsultan cakap ketika sosialisasi. Dalam artian, konsultan pinter memilih dan menggunkana kata-kat sehingga memepermudah ibu-ibu untuk memahami inti pesan.
• Pesan yang Disampaikan
Tabel 22
Pesan yang Disampaikan Menarik Perhatian No Pesan yang Disampaikan
Menarik Perhatian F % 1 Tidak menarik 1 1.0 2 Kurang menarik 5 5.2 3 Menarik 81 83.5 4 Sangat menarik 10 10.3 Total 97 100.0 P12/FC.14
Dari tabel 21 diatas, diketahui tentang pesan yang disampaikan menarik perhatian. Sebanyak 1 orang responden (1,0%) menyatakan bahwa pesan yang disampaikan konsultan tidak menarik, sebanyak 5 orang responden (5,2%) menyatakan pesan yang disampaikan konsultan kurang menarik, sebanyak 81 responden (83,5%) menyatakan pesan yang disampaikan konsultan menarik dan 10 orang responden (10,3%) menyatakan pesan yang disampaikan konsultan sangat menarik.
Maka dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden yakni sebesar 83,5 % atau sebanyak 81 orang responden menyatakan pesan yang disampaikan konsultan menarik. Konsultan berhasil menciptakan pesan yang disusun secara menarik, dalam pernyataan responden ini merupakan indikator bahwa pesan yang disampaikan dapat diterima ibu-ibu rumah tangga.
• Kejelasan dan Ringkasnya Pesan Tabel 23
Kejelasan dan Ringkasnya Pesan
No Kejelasan dan Ringkasnya Pesan F %
1 Tidak jelas dan tidak ringkas 2 2.1
2 Kurang jelas dan kurang ringkas 6 6.2
3 Jelas dan ringkas 77 79.4
4 Sangat jelas dan sangat ringkas 12 12.4
Total 97 100.0
P13/FC.15
Dari tabel 22 diatas, diketahui tentang kejelasan dan keringkasan pesan yang disampaikan oleh konsultan. Sebanyak 2 orang responden (2,1%) menyatakan bahwa pesan yang disampaikan tidak jelas dan tidak ringkas, sebanyak 6 orang responden (6,2%) menyatakan pesan yang disampaikan kurang jelas dan kurang ringkas, sebanyak 77 orang responden (79,4%) menyatakan pesan yang disampaikan jelas dan ringkas, dan sebanyak12 orang responden (12,4%) menyatakan pesan yang disampaikan sangat jelas dan sangat ringkas.
Maka dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden yakni sebesar 79,4% atau sebanyak 77 orang responden menyatakan bahwa pesan yang disampaikan konsultan jelas dan ringkas. Para responden rata-rata memahami pesan yang disampaikan, karena penyampaian pesan merupakan salah satu tolak ukur pesan dipahami atau tidak.
• Kelengkapan dan Pemahaman Pesan Tabel 24
Kelengkapan dan Pemahaman Pesan
No Kelengkapan dan Pemahaman Pesan F % 1 Tidak lengkap dan tidak mudah dipahami 1 1.0 2 Kurang lengkap dan kurang mudah
dipahami 7 7.2
3 Lengkap dan mudah dipahami 83 85.6
4 Sangat lengkap dan sangat mudah
dipahami 6 6.2
Total 97 100.0
P14/FC.16
Dari tabel 23 diatas, kelengkapan dan pemahaman pesan yang disampaikan oleh konsultan. Sebanyak 1 orang responden (1,0%) menyatakan bahwa pesan yang disampaikan oleh konsultan tidak lengkap dan tidak mudah dipahami, sebanyak 7 orang responden (7,2%) menyatakan pesan yang disampaikan oleh konsultan kurang lengkap dan kurang mudah dipahami, sebanyak 83 orang responden (85,6%) menyatakan pesan yang disampaikan oleh konsultan lengkap dan mudah dipahami dan 6 orang responden (6,2%) menyatakan pesan yang disampaikan oleh konsultan sangat lengkap dan sangat mudah dipahami.
Maka dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden yakni sebesar 85,6 % atau sebanyak 83 orang responden menyatakan bahwa pesan yang disampaikan oleh konsultan lengkap dan mudah untuk dipahami. Para responden rata-rata sudah memahami pesan yang disampaikan konsultan dan ini merupakan indikator pesan dapat diterima oleh ibu-ibu rumah tangga.
• Pengulangan Kembali Pesan
Tabel 25
Pengulangan Kembali Pesan
No Pengukangan Kembali Pesan F %
1 Tidak sering 7 7.2 2 Kurang sering 3 3.1 3 Sering 83 85.6 4 Sangat sering 4 4.1 Total 97 100.0 P15/FC.17
Dari tabel 24 diatas, diketahui tentang pengulangan kembali pesan yang dilakukan oleh konsultan untuk menambah pemahaman akan pesan. Sebanyak 7 orang responden (7,2%) menyatakan bahwa konsultan tidak sering mengulangi kembali pesan yang disampaikannya, sebanyak 3 orang responden (3,1%) menyatakan konsultan kurang sering mengulangi kembali pesan yang disampaikannya, sebanyak 83 orang responden (85,6%) menyatakan konsultan sering mengulangi kembali pesan yang disampaikannya dan sebanyak4 orang responden (4,1%) menyatakan konsultan sangat sering mengulangi kembali pesan yang disampaikannya.
Maka dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden yakni sebesar 85,6% atau sebanyak 83 orang responden menyatakan bahwa konsultan ti sering mengulangi kembali pesan yang disampaikannya. Dari data tersebut dapat dipastikan tingkat daya tangkap ibu-ibu rumah tangga sangat kecil hal ini dapat dilihat dari seringnya pengulangan kembali pesan yang dilakuka oleh konsultan.
• Makna Denotatif
Tabel 26
Penggunaan Makna Denotatif pada Pesan No Penggunaan Makna Denotatif
pada Pesan F % 1 Tidak sering 2 2.1 2 Kurang sering 1 1.0 3 Sering 78 80.4 4 Sangat sering 16 16.5 Total 97 100.0 P16.a/FC.18
Dari tabel 25 diatas, diketahui tentang penggunaan makna denotatif yaitu penggunaan kata-kata yang memiliki makna sebenarnya (sesungguhnya) pada pesan sehingga menambah pemahaman akan pesan. Sebanyak 2 orang responden (2,1%) menyatakan pesan yang disampaikan oleh konsultan tidak sering menggunakan makna denotatif, hanya 1 orang responden (1,0%) menyatakan pesan yang disampaikan oleh konsultan kurang sering menggunakan makna denotatif, sebanyak 78 orang responden (80,4%) menyatakan pesan yang disampaikan oleh konsultan sering menggunakan makna denotatif dan sebanyak 16 orang responden (16,5%) menyatakan pesan yang disampaikan oleh konsultan sangat sering menggunakan makna denotatif.
Maka dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden yakni sebesar 80,4% atau sebanyak 78 orang responden menyatakan bahwa pesan yang disampaikan oleh konsultan sering menggunakan makna denotatif. Hal ini disebabkan agar pesan yang disampaikan tidak dapat membingungkan ibu-ibu rumah tangga.
• Makna Konotatif
Tabel 27
Penggunaan Makna Konotatif pada Pesan No Penggunaan Makna Konotatif
pada Pesan F % 1 Tidak sering 60 61.9 2 Kurang sering 34 35.1 3 Sering 3 3.1 4 Sangat sering 0 0 Total 97 100.0 P16.b/FC.19
Dari tabel 26 diatas, diketahui tentang penggunaan makna konotatif yaitu kata yang digunkan memiliki makna kiasan pada pesan untuk menambah pemahaman akan pesan. Sebanyak 60 orang responden (61,9%) menyatakan pesan yang disampaikan oleh konsultan tidak sering menggunakan makna konotatif, sebanyak 34 orang responden (35,1%) menyatakan pesan yang disampaikan oleh konsultan kurang sering menggunakan makna konotatif, sebanyak 3 orang responden (3,1%) menyatakan pesan yang disampaikan oleh konsultan sering menggunakan makna konotatif dan tidak ada responden yang menyatakan bahwa konsultan sangat sering menggunkan makna konotatif.
Maka dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden yakni sebesar 61,9% atau sebanyak 60 orang responden menyatakan bahwa konsultan tidak sering menggunakan makna konotatif pada pesan yang disampaikannya. Hal ini disebabkan makna konotatif tida diperlukan dalan menyampaikan pesan mengenai konversi minyak tanah ke LPG karena sangat berbahaya jika salah pengertian dan dapat memperkesil kemungkinan dalam memahami pesan.
• Penampilan Fisik Konsultan
Tabel 28
Penampilan Fisik Konsultan
No Penampilan Fisik Konsultan F %
1 Tidak menarik 2 2.1 2 Kurang menarik 5 5.2 3 Menarik 86 88.7 4 Sangat menarik 4 4.1 Total 97 100.0 P17/FC.20
Dari tabel 27 diatas, diketahui tentang penampilan fisik konsultan sehingga ibu-ibu rumah tangga tertarik untuk memperhatikan pesan yang disampaikan oleh konsultan. Sebanyak 2 orang responden (2,1%) menyatakan bahwa penampilan fisik konsultan tidak menarik, sebanyak 5 orang responden (5,2%) menyatakan penampilan fisik konsultan kurang menarik, sebanyak 86 orang responden (88,7%) menyatakan penampilan fisik konsultan menarik, dan sebanyak 4 orang responden (4,1%) menyatakan penampilan fisik konsultan sangat menarik.
Maka dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden yakni sebesar 88,7% atau sebanyak 86 orang responden menyatakan bahwa penampilan fisik konsultan menarik. Dimana konsultan berpakaian rapi dan bersih, berpenampilan menarik merupakan suatu hal yang sangat perlu diperhatikan oleh seorang komunikator agar meningkatkan kredibilitasnya sebagai konsultan dan dapat menarik perhatian ibu-ibu kepada konsultasn.
• Bahasa Tubuh dan Cara Berjalan Konsultan Tabel 29
Bahasa Tubuh dan Cara Berjalan Konsultan No Bahasa Tubuh dan Cara Berjalan
Konsultan F % 1 Tidak menarik 7 7.2 2 Kurang menarik 8 8.2 3 Menarik 72 74.2 4 Sangat menarik 10 10.3 Total 97 100.0 P18/FC.21
Dari tabel 28 diatas, diketahui tentang bahasa tubuh dan cara berjalan konsultan sehingga meningkatkan ketertarikan ibu-ibu rumah tangga untuk memperhatikan pesan yang disampaikan. Sebanyak 7 orang responden (7,2%) menyatakan bahwa bahasa tubuh dan cara berjalan konsultan tidak menarik, sebanyak 8 orang responden (8,2%) menyatakan bahasa tubuh dan cara berjalan konsultan kurang menarik, sebanyak 72 orang responden (74,2%) menyatakan bahasa tubuh dan cara berjalan konsultan menarik dan 10 orang responden (10,3%) menyatakan bahasa tubuh dan cara berjalan konsultan sangat menarik.
Maka dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden yakni sebesar 74,2% atau sebanyak 72 orang responden menyatakan bahwa bahasa tubuh dan cara berjalan konsultan menarik.
• Ekspresi Wajah Konsultan
Tabel 30
Ekspresi WajahKonsultan ketika Sosialisasi
No Ekspresi Wajah Konsultan ketika Sosialisasi F %
1 Tidak serius 0 0 2 Kurang serius 5 5.2 3 Serius 88 90.7 4 Sangat serius 4 4.1 Total 97 100.0 P19/FC.22
Dari tabel 29 diatas, diketahui tentang ekspresi wajah konsultan ketika sosialisasi. Tidak ada yang menyatakan ekspresi wajah konsultan tidak serius, sebanyak 5 orang responden (5,2%) menyatakan bahwa ekspresi wajah konsultan kurang serius ketika sosialisasi, sebanyak 88 orang responden (90,7%) menyatakan ekspresi wajah konsultan serius ketika sosialisasi, sebanyak 4 orang responden (4,1%) menyatakan ekspresi wajah konsultan kurang serius ketika sosialisasi.
Maka dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden yakni sebesar 90,7% atau sebanyak 88 orang responden menyatakan bahwa ekspresi wajah konsultan serius ketika sosialisasi. Ekspresi wajah yang serius membuat ibu-ibu rumah tangga juga serius melakukan sosialisasi.
• Kontak Mata
Tabel 31
Kontak Mata Konsultan Ketika Sosialisasi No Kontak Mata Konsultan ketika
Sosialisasi F % 1 Tidak fokus 2 2.1 2 Kurang fokus 5 5.2 3 Fokus 75 77.3 4 Sangat fokus 15 15.5 Total 97 100.0 P20/FC.23
Dari tabel 30 diatas, diketahui tentang Kontak mata konsultan ketika sosialisasi. Sebanyak 2 orang responden (2,1%) menyatakan bahwa kontak mata konsultan tidak fokus ketika sosialisasi, sebanyak 5 orang responden (5,2%) menyatakan kontak mata konsultan kurang fokus ketika sosialisasi, sebanyak 75 orang responden (77,3%) menyatakan kontak mata konsultan fokus ketika sosialisasi dan 15 orang responden (15,5%) menyatakan kontak mata konsultan sangat fokus ketika sosialisasi.
Maka dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden yakni sebesar 77,3% atau sebanyak 75 orang responden menyatakan bahwa kontak mata konsultan fokus ketika sosialisasi. Kontak mata yang fokus dapat menambah pemahaman ibu-ibu rumah tangga akan pesan yang disampaikan.
• Jarak Konsultan
Tabel 32
Jarak Konsultan ketika Sosialisasi
No Jarak Konsultan ketika Sosialisasi F %
1 Tidak dekat 4 4.1 2 Kurang dekat 15 15.5 3 Dekat 64 66.0 4 Sangat dekat 14 14.4 Total 97 100.0 P21/FC.24
Dari tabel 31 diatas, diketahui tentang jarak konsultan dengan ibu-ibu rumah tangga ketika sosialisasi. Sebanyak 4 orang responden (4,1%) menyatakan bahwa jarak antara konsultan dengan ibu-ibu rumah tangga ketika sosialisasi tidak dekat, sebanyak 15 orang responden (15,5%) menyatakan jarak antara konsultan dengan ibu-ibu rumah tangga ketika sosialisasi kurang dekat, sebanyak 64 orang responden (66,0%) menyatakan jarak antara konsultan dengan ibu-ibu rumah tangga ketika sosialisasi dekat, dan 14 orang responden (14,4%) menyatakan jarak antara konsultan dengan ibu-ibu rumah tangga ketika sosialisasi sangat dekat.
Maka dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden yakni sebesar 66,0% atau sebanyak 64 orang responden menyatakan bahwa jarak antara konsultan dengan ibu-ibu rumah tangga ketika sosialisasi dekat. Jarak merupakan salah satu faktor untuk menentukan tingkat pemahaman akan suatu pesan yang disampaikan.
• Intonasi dan Kecepatan Bicara
Tabel 33
Intonasi dan Kecepatan Bicara Konsultan ketika Sosialisasi No Intonasi dan Kecepatan Bicara
Konsultan ketika Sosialisasi
F % 1 Sangat lambat 2 2.1 2 Lambat 19 19.6 3 Cepat 76 78.4 4 Sangat cepat 0 0 Total 97 100.0 P22/FC.25
Dari tabel 32 diatas, diketahui tentang intonasi dan kecepatan bicara konsultan ketika sosialisasi. Sebanyak 2 orang responden (2,1%) menyatakan bahwa intonasi dan kecepatan bicara konsultan ketika sosialisasi sangat lambat, sebanyak 19 orang responden (19,6%) menyatakan intonasi dan kecepatan bicara konsultan ketika sosialisasi lambat, sebanyak 76 orang responden (78,4%) menyatakan intonasi dan kecepatan bicara konsultan ketika sosialisasi cepat dan dan tidak ada yang mengatakan intonasi dan kecepatan bicara konsultan sangat cepat.
Maka dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden yakni sebesar 78,4% atau sebanyak 76 orang responden menyatakan bahwa intonasi dan kecepatan bicara konsultan ketika sosialisasi cepat. Intonasi dan kecepatan bicara merupakan salah satu faktor penting dalam sosialisasi. Jika tidak sesuai maka sosialisasi tidak akan efektif.
• Alat Peraga
Tabel 34
Teknik Penggunaan Alat Peraga yang Dipraktekkan Menambah Kejelasan Informasi
No Teknik Penggunaan Alat Peraga yang Dipraktekkan Menambah Kejelasan
Informasi F % 1 Tidak jelas 2 2.1 2 Kurang jelas 6 6.2 3 Jelas 72 74.2 4 Sangat jelas 17 17.5 Total 97 100.0 P23/FC.26
Dari tabel 33 diatas, diketahui tentang teknik penggunaan alat peraga yang dipraktekkan oleh konsultan menambah kejelasan informasi. Sebanyak 2 orang responden (2,1%) menyatakan bahwa mereka tidak menambah kejelasan informasi dengan teknik penggunaan alat peraga, sebanyak 6 orang responden (6,2%) menyatakan mereka kurang menambah kejelasan informasi dengan teknik penggunaan alat peraga, sebanyak 72 orang responden (74,2%) menyatakan mereka menambah kejelasan informasi dengan teknik penggunaan alat peraga dan 17 orang responden (3,7%) menyatakan mereka sangat menambah kejelasan informasi dengan teknik penggunaan alat peraga.
Maka dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden yakni sebesar 74,2% atau sebanyak 72 orang responden menyatakan bahwa mereka menambah kejelasan informasi dengan teknik penggunaan alat peraga. Dengan mempraktekkan langsung akan lebih menambah pemahaman seseorang akan sesuatu.
• Salam Pembuka
Tabel 35
Salam Pembuka yang Dilakukan Konsultan No Salam Pembuka yang Dilakukan
Konsultan F % 1 Tidak baik 1 1.0 2 Kurang baik 3 3.1 3 Baik 85 87.6 4 Sangat baik 8 8.2 Total 97 100.0 P24/FC.27
Dari tabel 34 diatas, diketahui tentang pendapat mengenai salam pembuka yang dilakukan konsultan. Hanya 1 orang responden (1,0%) menyatakan pendapat mereka bahwa salam pembuka yang dilakukan konsultan tidak baik, sebanyak 3 orang responden (3,1%) menyatakan pendapat mereka bahwa salam pembuka yang dilakukan konsultan kurang baik, sebanyak 85 orang responden (87,6%) menyatakan pendapat mereka bahwa salam pembuka yang dilakukan konsultan baik dan sebanyak 8 orang responden (8,2%) menyatakan pendapat mereka bahwa salam pembuka yang dilakukan konsultan sangat baik.
Maka dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden yakni sebesar 87,6 % atau sebanyak 85 orang responden berpendapat mengenai salam pembuka yang dilakukan konsultan baik. Salam pembuka seperti seperti “hallo, selamat pagi” yang baik akan menambah semangat pendengar untuk mengetahui pembicaraan berikutnya.
• Basa-Basi
Tabel 36
Basa-basi yang Dilakukan Konsultan
No Basa-basi yang Dilakukan Konsultan F %
1 Tidak cukup baik 2 2.1
2 Kurang cukup baik 3 3.1
3 Cukup baik 91 93.8
4 Sangat cukup baik 1 1.0
Total 97 100.0
P25/FC.28
Dari tabel 35 diatas, diketahui tentang pendapat mengenai basa-basi yang dilakukan oleh konsultan ketika sosialisasi. Sebanyak 2 orang responden (2,1%) menyatakan pendapat mereka bahwa basa-basi yang dilakukan oleh konsultan tidak cukup baik, sebanyak 3 orang responden (3,1%) menyatakan pendapat mereka bahwa basa-basi yang dilakukan oleh konsultan kurang cukup baik, sebanyak 91 orang responden (93,8%) menyatakan pendapat mereka bahwa kecerdasan basa-basi yang dilakukan oleh konsultan cukup baik dan hanya ada 1 orang responden (1,0%) menyatakan pendapat mereka bahwa basa-basi yang dilakukan oleh konsultan sangat cukup baik.
Maka dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden yakni sebesar 93,8% atau sebanyak 91 orang responden berpendapat mengenai basa-basi yang dilakukan oleh konsultan cukup baik. Basa-basi seperti menanyakan “apa kabar?” yang baik akan menambah semangat pendengar untuk mengetahui pembicaraan berikutnya.
• Materi Pesan
Tabel 37
Materi Pesan Sosialisasi Konversi Minyak Tanah ke LPG No Materi Pesan Sosialisa Konvers
Minyak Tanah ke LPG F % 1 Tidak baik 1 1.0 2 Kurang baik 7 7.2 3 Baik 72 74.2 4 Sangat baik 17 17.5 Total 97 100.0 P26/FC.29
Dari tabel 36 diatas, diketahui tentang materi pesan sosialisasi konversi minyak tanah ke LPG. Hanya 1 orang responden (1,0%) menyatakan pendapat mereka bahwa materi pesan sosialisasi konversi minyak tanah ke LPG tidak baik, sebanyak 7 orang responden (7,2%) menyatakan pendapat mereka bahwa materi pesan sosialisasi konversi minyak tanah ke LPG kurang baik, sebanyak 72 orang responden (74,2%) menyatakan pendapat mereka pendapat mereka bahwa materi pesan sosialisasi konversi minyak tanah ke LPG baik dan sebanyak 17 orang responden (17,5%) menyatakan pendapat mereka bahwa pendapat mereka bahwa materi pesan sosialisasi konversi minyak tanah ke LPG sangat baik.
Maka dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden yakni sebesar 74,2% atau sebanyak 72 orang responden berpendapat pendapat bahwa materi pesan sosialisasi konversi minyak tanah ke LPG baik. Materi pesan yang disampaikan diantranya adalah cara-cara penggunaan kompor gas, keuntungan-keuntungan yang diperoleh jika melaksankan program konversi minyak tanah ke gas seperti memperoleh kemudahan menggunakan bahan bakar LPG, lebih murah, lebih irit penggunaanya, lebih hemat, bersih dan lebih cepat mateng masakan. Dengan
merancang materi yang baik, sehingga ibu-ibu rumah tangga lebih mudah memahami pesan yang disampaikan.
• Tanggapan (Feedback)
Tabel 38
Kesempatan yang Diberikan Konsultan untuk Memberi Tanggapan (Feedback)
No Kesempatan yang Diberikan Konsultan untuk Memberi