• Tidak ada hasil yang ditemukan

a. Sumber Air Baku Telagawaja

Berdasarkan hasil kajian Balai Wilayah Sungai Bali-Penida melalui Studi Detail Desain Penyediaan Air Baku Telagawa Tahun 2005, Sistem Penyediaan Air Bersih Telagawaja dibangun untuk menyediakan kekurangan suplai air bersih masyarakat di wilayah Kabupaten Karangasem baik di perkotaan maupun di pedesaan. Dimana pada tahun perencanaan 2005, didapatkan :

• Pemanfaatan potensi air untuk air bersih sebesar 262,959 lt/dt

• Proyeksi kebutuhan air bersih hingga tahun 2020, sebesar 650,379 lt/dt • Kekurangan air 387,424 lt/dt

• Sumber air baku adalah 4 (empat) buah Mata Air dengan rencana total debit pengambilan sebesar 460 l/dt, meliputi M.A. Surya, M.A Bangol, M.A. Isah dan M.A. Celuk

KABUPATEN KARANGASEM 2014-2018 VI-222 Karangasem, Sidemen, Kubu, Bebandem, Selat, Manggis dan Sidemen.

Dimana masing-masing mata air memiliki potensi debit yang cukup besar namun untuk pemanfaatannya sebagai sumber air baku (kapasitas produksi) untuk melayani 7 Kecamatan hingga tahun 2020 hanya sebesar 65%.

Untuk lebih rincinya mengenai potensi dan kapasitas produksi masing-masing mata air dapat dilihat pada Tabel 4.50.

Tabel 4.50. Potensi dan Kapasitas Produksi Sumber Air Baku Telagawaja

No Sumber Kapasitas (Lt/dt) Potensi Produksi 1. 2. 3. 4.

Mata Air Isah Mata Air Celuk Mata Air Bangol Mata Air Surya

120.160 167,936 182,580 235,479 104.00 94.00 119.00 146.00 Total 706.155 463.00

b. Gambaran Umum Pembangunan Sistem Penyediaan Air Baku Telagawaja Sistem Penyediaan Air Baku Telagawaja dibangun untuk menyediakan kekurangan suplai air bersih masyarakat di wilayah Kabupaten Karangasem baik di perkotaan maupun di pedesaan. Secara garis besar data teknis Sistem Penyediaan Air Baku Telagawaja adalah sebagai berikut :

 Proyeksi kebutuhan air bersih hingga tahun 2020 sebesar 650,379 lt/dt, debit pelayanan eksisting sebesar 262,959 lt/dt. Kekurangan air sampai dengan tahun 2020 sebesar 387,424 lt/dt

 Sumber air baku adalah 4 (empat) buah Mata Air (M.A. Surya, M.A Bangol, M.A. Isah dan M.A. Celuk) dengan total debit sebesar 706.48 lt/dt, dan debit pengambilan sebesar 460 lt/dt.

 Daerah layanan meliputi 7 (tujuh) kecamatan meliputi Kecamatan Selat, Sidemen, Manggis, Bebandem, Karangasem, Abang dan Kubu

 Perencanaan pipa transmisi dari sumber air sampai dengan reservoir transmisi Batusesa berada pada elevasi + 1005 meter, direncanakan oleh Proyek air

KABUPATEN KARANGASEM 2014-2018 VI-223 direncanakan dengan volume 10.000 m3.

 Jalur dari reservoir Batusesa sampai dengan desa Duda Timur melewati daerah punggung dengan ketinggian + 960.00 dan memenuhi dari aspek hidraulik.

 Jalur pipa transmisi setelah RD Sibetan untuk menghindari penggunaan PRV dilakukan perubahan jalur pipa lebih atas lagi pada elevasi + 840 sampai elevasi + 820. Pada jalur pipa ini dikoneksikan terhadap jalur pipa setelah RD Budakeling.

 Jalur pipa transmisi setelah RD Budakeling melewati kebun sepanjang ± 1500 m (El.817 – El 798) untuk memaksimalkan fungsi RD. Abang.

 Jalur pipa transmisi berada pada bagian atas dan kemiringan relatip datar dari sibetan + 842 sampai Desa Abang + 817 menyebabkan kebutuhan dimensi pipa menjadi besar.

 Setelah RD Abang, jalur pipa transmisi menuju Kubu sesuai jalur rencana awal.

 Jalur pipa transmisi setelah RD Abang menuju Kubu mempunyai perbedaan elvasi yang cukup besar (lebih besar 180 m) perlu dilakukan penurunan tekanan dan pemilihan pipa yang sesuai tekanan relatip yang diijinkan.

 Reservoar Distribusi

Pembangunan reservoar distribusi pada sistem penyediaan air baku Telagawaja yang telah dilaksanakan dan rencana dibangun sampai tahun 2011 dengan kapasitas tampungan reservoar total sebesar 7900 m3. Kapasitas reservoar Transmisi yang harus dibangun sesuai kebutuhan proyeksi sampai tahun 2020 sebesar 10.000 m3.

c. Jangkauan Daerah Pelayanan

Pemanfaatan mata air alur sungai Telaga Waja juga akan meminimalisasi kasus kekurangan air baku mengingat dari system yang akan dibangun akan menjangkau sebagian besar wilayah kabupaten Karangasem dengan kapasitas sumber yang cukup besar mampu memenuhi kebutuhan air kabupaten karangasem sampai dengan tahun 2020. Wilayah yang akan mendapatkan pelayanan dari sistem ini meliputi :

KABUPATEN KARANGASEM 2014-2018 VI-224 3.Kecamatan Manggis 4.Kecamatan Bebandem 5.Kecamtan Karangasem 6.Kecamatan Abang 7.Kecamatan Kubu. d. Pipa Transmisi

Sistem Penyediaan Air Bersih Telagawaja dibangun untuk menyediakan kekurangan suplai air bersih masyarakat di wilayah Kabupaten Karangasem baik di perkotaan maupun di pedesaan. Secara garis besar data teknis Sistem Pipa Transmisi Penyediaan Air Baku Telagawaja adalah sebagai berikut :

 Perencanaan pipa transmisi dari sumber air sampai dengan reservoir transmisi Batusesa berada pada elevasi + 1005 meter, direncanakan oleh Proyek air baku Bali. Desain pembangunan reservoir transmisi di desa Batusesa direncanakan dengan volume 10.000 m3.

 Jalur dari reservoir Batusesa sampai dengan desa Duda Timur melewati daerah punggung dengan ketinggian + 960.00 dan memenuhi dari aspek hidraulik.

 Jalur pipa transmisi setelah RD Sibetan untuk menghindari penggunaan PRV dilakukan perubahan jalur pipa lebih atas lagi pada elevasi + 840 sampai elevasi + 820. Pada jalur pipa ini dikoneksikan terhadap jalur pipa setelah RD Budakeling.

 Jalur pipa transmisi setelah RD Budakeling melewati kebun sepanjang ± 1500 m (El.817 – El 798) untuk memaksimalkan fungsi RD. Abang.

 Jalur pipa transmisi berada pada bagian atas dan kemiringan relatip datar dari sibetan + 842 sampai Desa Abang + 817 menyebabkan kebutuhan dimensi pipa menjadi besar.

 Setelah RD Abang, jalur pipa transmisi menuju Kubu sesuai jalur rencana awal.

 Jalur pipa transmisi setelah RD Abang menuju Kubu mempunyai perbedaan elvasi yang cukup besar (lebih besar 180 m) perlu dilakukan penurunan tekanan dan pemilihan pipa yang sesuai tekanan relatip yang diijinkan.

KABUPATEN KARANGASEM 2014-2018 VI-225 dari Budakeling menuju RD Abang dengan diameter 500 mm dan setelah RD Abang menuju jalan utama (Amlapura – Singaraja) dengan diameter 355 mm dan diameter 315 mm. Perbedaan elevasi pada jalur ini cukup besar yakni sebesar ± 180 meter dan harus dilengkapi dengan pengatur debit (FCV) dan TCV (throttling control valve) pada stasioning yang telah ditentukan.

Gambar 4.16 – Gambar 4.18. menunjukkan skema pengembangan, daerah layanan dan diameter pipa transmisi pada Sistem Penyediaan Air Baku Telagawaja.

KABUPATEN KARANGASEM 2014-2018 VI-226

Gambar 4.16. Skema Daerah layanan Pengembangan SPAB Telagawaja di Kabupaten Karangasem

KABUPATEN KARANGASEM 2014-2018 VI-227 Gambar 4.17. Skema Pengembangan SPAB Telagawaja

KABUPATEN KARANGASEM 2014-2018 VI-228

KABUPATEN KARANGASEM 2014-2018 VI-229 RES SR SR SR SR SR SR SR SR SR SR SR SR JDL SR SR SR SR SR SR SR SR SR SR SR SR JDL JDU JDU JDB JDB A.Jaringan Perpipaan (JP)

Pipa transmisi pada Sistem Penyediaan Air Bersih Telagawaja dibangun untuk menyediakan kekurangan suplai air bersih masyarakat di wilayah Kabupaten Karangasem baik di perkotaan maupun di pedesaan. Pipa transmisi dari sumber air sampai dengan reservoir transmisi Batusesa berada pada elevasi + 1005 meter, direncanakan pembangunan reservoir transmisi dengan kapasitas 10.000 m3.

Pipa transmisi dari reservoar transmisi menuju reservoar distribusi (RD) untuk wilayah perencanaan pengaliran secara gravitasi. Dari masing-masing reservoar distribusi (RD) mempunyai ketinggian tertentu yang memenuhi aspek hidraulik dengan maksud memaksimalkan jangkauan daerah pelayanan.

Reservoir ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air bersih terutama saat pemakaian jam puncak untuk wilayah pelayanan. Kapasitas reservoir ditentukan oleh tingkat kebutuhan air minum rumah tangga dan kebutuhan air hari maksimum sesuai hasil proyeksi kebutuhan air. Kemampuan reservoir yang akan direncanakan untuk menampung kapasitas produksi yang dikaitkan dengan besarnya proyeksi kebutuhan air.

Adapun unit-unit reservoar distribusi (RD) pada sistem penyediaan air minum (SPAM) meliputi :Reservoir Distribusi, Jaringan Pipa Distribusi (JDU, JDB, JDL), dan Bangunan Pelengkap.

KABUPATEN KARANGASEM 2014-2018 VI-230 Tabel 4.51. Kapasitas Reservoar dan Daerah Pelayanan

RESERVOAR

Dokumen terkait