• Tidak ada hasil yang ditemukan

STANDAR DOSEN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

Dalam dokumen UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER (Halaman 57-68)

No ASPEK INDIKATOR

A Terminologi a. Dosen adalah tenaga ilmuwan pendidik dan pengajar profesional yang diangkat dan diberhentikan oleh Pimpinan Universitas Muhammadiyah Jember dengan tugas utama mentrasnformasikan, menyebarluaskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui pendidikan, pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

b. Pengangkatan dan pemberhentian dosen dilakukan atas usul anggota senat fakultas di Universitas Muhammadiyah Jember.

c. Tenaga Kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat atau diberhetikan oleh Pimpinan Universitas Muhammadiyah Jember untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan antara lain pustakawan, tenaga administrasi, laboran, teknisi, dan penata teknik informasi di Universitas Muhammadiyah Jember.

B Kelompok Dosen

Berdasarkan statusnya, dosen Universitas Muhammadiyah Jember terbagi atas lima kelompok:

a. Dosen tetap persyarikatan

b. Dosen tetap PNS Dpk yang ditempatkan di program studi c. Dosen tetap di luar program studi

d. Dosen tidak tetap

e. Dosen tamu, yaitu dosen di luar perguruan tinggi yang karena keahliannya diundang untuk mengampu mata kuliah tertentu dalam jangka waktu minimal satu semester.

C Persyaratan Dosen

1. Persyaratan Umum:

Dosen Universitas Muhammadiyah Jember harus

a. Berkewarganegaraan Indonesia yang sehat jasmani dan rohani b. Berkualifikasi akademik minimal S2 atau yang sesuai dengan

persyaratan minimal yang ditetapkan di program studi yang dibuktikan dengan ijazah legal.

c. Memiliki kompetensi pendidik yang dibuktikan yang dengan kepemilikan sertifikat pendidik dan/atau sertifikat profesi.

d. Memiliki kemampuan teoritis dan praktis dalam menyelenggarakan pendidikan, pembelajaran, dan usaha lain yang legal dalam upaya pencapaian visi lembagadan pencapaian kualifikasi standar lulusan.

2. Persyaratan khusus

Secara khusus, dosen Universitas Muhammadiyah Jember harus 1) Beragama Islam, dan mampu membaca Al-quran

53

2) Mengamalkan syariat Islam, berakhlak mulia, dan berwawasan luas

3) Melaksanakan amanat persyarikatan untuk mencapai tujuan pendidikan Muhammadiyah

4) Bersedia mengkhidmatkan diri minimal empat hari dalam sepekan dan berpartisipasi aktif dalam pengembangan program studi. 5) Memiliki dedikasi dan loyalitas yang tinggi pada institusi, serta

komitmen yang kuat untuk memajukan Islam, Muhammadiyah, ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

6) Aktif dalam kegiatan Persyarikatan Muhammadiyah di tingkat Ranting/Cabang/Daerah/ Wilayah/Pusat/Organisasi Otonomi (Ortom).

3. Lain-lain

Dosen tamu dimungkinkan non-muslim dan-atau berkewarganegaraan asing bila Universitas Muhammadiyah Jember/program studi membutuhkan. D Kualifikasi dosen dan instruktur sesuai kebutuhan program studi 1. Program Diploma

1) Dosen program diploma tiga (D III) dan program diploma empat (D IV) harus berkualifikasi akademik paling rendah lulusan magister atau magister terapan yang relevan dengan program studi.

2) Dosen program diploma tiga (D III) dan program diploma empat (D IV) dapat menggunakan dosen bersertifikat profesi yang relevan dengan program studi dan berkualifikasi paling rendah setara dengan jenjang 8 (delapan) KKNI.

2. Program Sarjana (Srata 1; S1)

a. Dosen program sarjana harus berkualifikasi akademik paling rendah lulusan magister atau magister terapan yang relevan dengan program studi.

b. Dosen program sarjana (S-1) dapat mengguna-kan dosen bersertifikat yang relevan dengan program studi dan berkualifikasi paling rendah setara dengan jenjang 8 (delapan) KKNI.

3. Program Profesi dan Spesialis

a. Dosen program profesi harus berkualifikasi akademik paling rendah lulusan magister atau magister terapan yang relevan dengan program studi dan berpengalaman kerja paling sedikit 2 (dua) tahun

54

profesi yang relevan dengan program studi dan memiliki pengalaman kerja paling sedikit 2 (dua) tahun serta berkualifikasi paling rendah setara dengan jenjang 8 (delapan) KKNI

4. Program Pasca Sarjana (Srata 2 dan 3)

a. Dosen program magister berkualifikasi akademik strata 3 (doktor) b. Dosen program magister dapat menggunakan dosen bersertifikat

profesi yang relevan dengan program studi dan berkualifikasi setara dengan jenjang 9 (sembilan) KKNI

c. Dalam hal mendesak, program studi di pendidikan paska sarjana dapat menggunakan dosen bersertifikat profesi yang relevan dengan program studi dan berkualifikasi setara dengan jenjang 9 (sembilan) KKNI.

E Beban Kerja Dosen

Beban kerja dosen mencakup 3 kegiatan, yaitu:

1. Kegiatan pokok:

a. Perencanaan proses pendidikan dan pembelajaran.

b. Pelaksanaan dan pengendalian proses pendidikan dan pembelajaran yang telah direncanakan dengan kewajiban hadir minimal 95 %.

c. Pelaksanaan evaluasi hasil pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip evaluasi.

d. Pembimbingan dan pelatihan mahasiswa sesuai dengan bidang keahlian.

e. Beban kerja dosen sebagaimana pembimbing utama dalam penelitian terstruktur dalam rangka penyusunan skripsi/ tugas akhir, tesis, atau karya desain/seni/bentuk lain yang setara paling banyak 10 (sepuluh) mahasiswa/tahun

f. Penelitian bidang ilmu atau penelitian terapan.

g. Pengabdian kepada masyarakat yang sesuai dengan bidang keahlian.

h. Beban kerja sebagai penasehat akademik masksimal 20 orang. i. Beban kerja dosen tidak tetap maksimal 6 sks/minggu.

j. Beban kerja dosen mengacu pada nisbah dosen dan mahasiswa.

k. Nisbah dosen dan mahasiswa 1 : 45 untuk program studi bidang ilmu sosial dan budaya, atau 1 : 30 untuk program studi eksakta dan sains.

55

2. Kegiatan tugas tambahan

Melaksakan tugas manajerial sesuai dengan yg ditugaskan oleh lembaga (fakultas, atau universitas) misalnya menjadi kepala program studi, sekrtearis, kepala UPT dan kepala laboratorium.

3. Kegiatan penunjang

Melaksanakan kegiatan akademik non-perkuliahan a.l. seminar, lokakarya, pelatihan, yang sesuai dengan bidang ilmunya yang ditugaskan oleh program-studi/pimpinan fakultas atau Universitas Muhammadiyah Jember.

F Rasio Dosen a. Jumlah dosen tetap pada perguruan tinggi paling sedikit 70% (tujuh puluh persen) dari jumlah seluruh dosen

b. Jumlah dosen tetap yang di tugaskan secara penuh waktu untuk menjalankan proses pembelajaran pada setiap program studi paling sedikit 6 (enam) orang

c. Rasio dosen ditentukan sebagai berikut - Program Diploma dan sarjana

a. Bidang eksakta maksimal 1 : 27 b. Bidang non eksakta maksimal 1 : 33 - Program Pascasarjana

1) Bidang eksakta maksimal 1 : 12 2) Bidang non eksakta maksimal 1 : 20

d. Dosen tetap sebagaimana dimaksud wajib memiliki keahlian di bidang ilmu yang sesuai dengan disiplin ilmu pada program studi.

e. Dosen tetap di program lainnya yang memiliki kepangkatan lektor kepala minimal 30%/program studi

f. Rasio dosen tidak tetap terhadap seluruh dosen masksimal 30% g. Tugas dosen tidak tetap harus sesuai dengan bidang ilmu. G Tenaga

Kependidikan

1) Tenaga kependidikan memiliki kualifikasi akademik paling rendah lulusan program diploma 3 (tiga) yang dinyatakan dengan ijazah sesuai dengan kualifikasi tugas pokok dan fungsinya

2) Tenaga kependidikan sebagaimana dimaksud dikecualikan bagi tenaga administrasi

3) Tenaga administrasi sebagaimana dimaksud pada memiliki kualifikasi akademik paling rendah SMA atau sederajat

4) Tenaga kependidikan yang memerlukan keahlian khusus wajib memiliki sertifikat kompetensi sesuai dengan bidang tugas dan keahliannya

56

5) Tenaga pustakawan minimal 6 orang

6) Tenaga laboran, teknisi, dan programmer yang memiliki sertifikasi profesi minimal 70%

10.1 Efektifitas sistem seleksi, perekrutan, penempatan, pengembangan, retensi, dan pemberhentian dosen dan tenaga kependidikan untuk menjamin mutu penyelenggaraan program akademik.

Pedoman tertulis tentang sistem seleksi, perekrutan, penempatan, pengembangan, retensi, dan pemberhentian dosen dan tenaga kependidikan, serta konsistensi pelaksanaannya.

 Ada pedoman tertulis yang lengkap

 Ada bukti dilaksanakan secara konsisten

10.2 Sistem monitoring dan evaluasi, serta rekam jejak kinerja dosen dan tenaga kependidikan.

Pedoman tertulis tentang sistem monitoring dan evaluasi, serta rekam jejak kinerja dosen. dan tenaga kependidikan.

 Ada pedoman tertulis yang lengkap

 Ada bukti dilaksanakan secara konsisten

Pelaksanaan monitoring dan evaluasi kinerja dosen di bidang pendidikan, penelitian, pelayanan/pengabdian kepada masyarakat.

 Ada bukti tentang kinerja dosen di bidang (1) Pendidikan

(2) Penelitian

(3) Pelayanan/ pengabdian kepada masyarakat

10.3 Kualifikasi Akademik Dosen

Yang dimaksud dengan kualifikasi akademik adalah tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik yang dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifikat keahlian yang relevan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 45 dan 46 UU tentang guru dan dosen menetapkan standar minimum kualifikasi akademik dosen adalah:

 Lulusan program magister untuk program diploma atau program sarjana; dan

57

 Jumlah dan kualifikasi dosen tetap untuk setiap program S1 minimal adalah 6 dosen tetap bergelar magister;

 Jumlah dan kualifikasi dosen tetap untuk setiap program S2 minimal adalah 6 dosen tetap bergelar 2 doktor dan 4 magister;

 Gelar sarjana, magister dan doctor harus linier/sesuai dengan program studi yang tempat bertugas dosen tersebut.

Dosen tetap berpendidikan (terakhir) S2 dan S3 yang bidang keahliannya sesuai dengan kompetensi PS.

KAD1 = Persentase dosen tetap berpendidikan (terakhir) S2 yang bidang keahliannya sesuai dengan kompetensi PS.

 KAD1 ≥ 90%

Dosen tetap yang berpendidikan S3 yang bidang keahliannya sesuai dengan kompetensi PS.

KAD2 = Persentase dosen tetap yang berpendidikan S3 yang bidang keahliannya sesuai dengan kompetensi PS.

S-1  KAD2 ≥ 40% S-2  KA2 ≥ 75%

10.4 Sertifikasi Dosen

Kedudukan dosen sebagai tenaga professional harus dibuktikan dengan sertifikat pendidik yang diperoleh dari program sertifikasi dosen yang diselenggarakan oleh Perguruan Tinggi penyelenggara sertifikasi dosen. Sertifikat pendidik adalah bukti formal sebagai pengakuan yang diberikan kepada dosen sebagai tenaga profesional.

Dosen yang memiliki Sertifikat Pendidik Profesional.

SD1 = Persentase dosen yang memiliki Sertifikat Pendidik Profesional. S-1  SD1 > 40%

S-2  SD1 > 60%

10.5 Kompetensi Dosen

Adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalannya. Ciri dan kualitas keprofesionalan seorang dosen sebagai agen pembelajaran dapat diukur dari empat kompetensi sebagai berikut:

58

a) Kompetensi pedagogi; adalah kemampuan dosen dalam mengelola pembelajaran peserta didik.

b) Kompetensi kepribadian; adalah kemampuan kepribadian yang mantap, berahlak mulia, arif, dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik

c) Kompetensi professional; adalah kemampuan menguasai materi matakuliah secara luas dan mendalam dan

d) Kompetensi sosial; adalah kemampuan dosen untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama dosen, atasan dan pemangku kepentingan.

Kesesuaian keahlian (pendidikan terakhir) dosen dengan mata kuliah yang diajarkannya.

 Semua mata kuliah diajar oleh dosen yang sesuai keahliannya Tingkat Persiapan Dosen tetap dalam perkuliahan

PPKDT = Persentase dosen yang membuat persiapan perkuliahan (ditunjukkan oleh desain instruksional MK atau minimal SAP)

 PPKDT > 90 %

Tingkat kehadiran dosen tetap dalam mengajar.

PKDT = Persentase kehadiran dosen tetap dalam perkuliahan (terhadap jumlah kehadiran yang direncanakan)

 PKDT ≥ 95%

10.6 Jabatan Akademik Dosen

Jenjang jabatan akademik dan angka kredit dosen tetap sebagaimana diatur dalam UU guru dan dosen dan kep menkowasbangpan, terdiri dari: 1). Dosen pada program pendidikan akademik yaitu:Asisten Ahli; Lektor; Lektor Kepala; dan Guru Besar. 2). Dosen pada program pendidikan profesional ialah: Asisten Ahli; Lektor; dan Lektor Kepala.

Dosen tetap yang memiliki jabatan lektor kepala dan guru besar yang bidang keahliannya sesuai dengan kompetensi PS.

PJADT = Persentase Dosen tetap yang memiliki jabatan lektor kepala dan guru besar yang bidang keahliannya sesuai dengan kompetensi PS.

S-1  PJADT > 40% S-2  PJADT > 50%

59

10.7 Beban Tugas Dosen

Beban tugas tenaga pengajar ialah jumlah pekerjaan yang wajib dilakukan oleh seorang tenaga pengajar perguruan tinggi negeri sebagai tugas institusional dalam penyelenggaraan fungsi pendidikan tinggi seperti yang dibuat dalam Peraturan Pemerintah No. 5 tahun 1980 pasal 26. Beban tugas tenaga pengajar perguruan tinggi negeri dinyatakan dengan Ekivalensi Waktu Mengajar penuh (EWMP) yang setarap dengan 38 jam kerja per minggu, yaitu jam kerja wajib seorang pegawai negeri sebagai imbalan terhadap gaji dan lain-lain hak yang diterima dari Negara. Beban kerja dosen mencakup kegiatan pokok, yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran, membimbing dan melatih, melakukan penelitian, melakukan tugas tambahan, serta melakukan pengabdian kepada masyarakat.

Rata-rata beban dosen per semester, atau rata-rata EKIVALENSI WAKTU MENGAJAR PENUH TENAGA PENGAJAR (EWMP)

 12 ≤ REWMP ≤ 16 sks

10.8 Rasio Dosen Tetap : Mahasiswa

Agar seluruh proses pelaksanaan Caturdharma UM Jember berjalan dengan baik, jumlah dosen tetap harus memadai. Indikator yang biasa digunakan dalam hal ini adalah rasio antara jumlah dosen tetap dengan jumlah mahasiswa. Ketentuan tentang rasio ini terdapat di dalam Kepmendiknas tentang Pedoman Pendirian Perguruan Tinggi, yaitu:

Kelompok bidang Ilmu Pengetahuan Sosial 1:30 Kelompok bidang Ilmu Pengetahuan Alam 1:20

Rasio mahasiswa terhadap dosen tetap yang bidang keahliannya sesuai dengan bidang PS (RMD).

 Untuk bidang sosial: 27 ≤RMD ≤ 33

 Untuk bidang eksakta: 17≤ RMD ≤ 25

10.9 Jumlah, kualifikasi, dan pelaksanaan tugas Dosen Tidak Tetap.

Persentase jumlah dosen tidak tetap, terhadap jumlah seluruh dosen (PDTT).

 PDTT < 10% (PDTT kurang atau sama dengan 10%)

 Atau jika seluruh dosen yang bertugas di PS adalah dosen tetap

Kesesuaian keahlian dosen tidak tetap dengan mata kuliah yang diampu.

60

Pelaksanaan tugas/ tingkat kehadiran dosen tidak tetap dalam mengajar.

PKDTT = Persentase kehadiran dosen tidak tetap dalam perkuliahan (terhadap jumlah kehadiran yang direncanakan).

 PKDTT ≥ 95% (PKDTT lebih atau sama dengan 95%)

 Atau jika seluruh dosen yang bertugas di PS adalah dosen tetap

10.10 Upaya Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam tiga tahun terakhir.

Kegiatan tenaga ahli/pakar sebagai pembicara dalam seminar/pelatihan, pembicara tamu, dsb, dari luar PT sendiri (tidak termasuk dosen tidak tetap).

Catatan: Tenaga ahli dari luar perguruan tinggi dengan tujuan untuk pengayaan pengetahuan dan bukan untuk mengisi kekurangan tenaga pengajar, tidak bekerja secara rutin.

S-1  Jumlah tenaga ahli/pakar  12 orang. S-2  Jumlah tenaga ahli/pakar > 6 orang.

Peningkatan kemampuan dosen tetap melalui program tugas belajar dalam bidang yang sesuai dengan bidang PS (SD).

Apabila dosen tetap berpendidikan (terakhir) S2 dan S3 yang bidang keahliannya sesuai dengan kompetensi PS > 90%

atau dosen tetap yang berpendidikan S3 yang bidang keahliannya sesuai dengan kompetensi PS > 40%, maka skor pada butir ini = 4.

Jika tidak, gunakan aturan di bawah:

N2 = Jumlah dosen yang mengikuti tugas belajar jenjang S2 pada bidang keahlian yang sesuai dengan PS dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

N3 = Jumlah dosen yang mengikuti tugas belajar jenjang S3 pada bidang keahlian yang sesuai dengan PS dalam kurun waktu tiga tahun terakhir

SD = (0.75 N2 + 1.25 N3)

 SD ≥ 4 (SD lebih atau sama dengan 4)

Kegiatan dosen tetap yang bidang keahliannya sesuai dengan PS dalam seminar ilmiah/lokakarya/penataran/workshop/pagelaran/pameran/peragaan yang tidak hanya melibatkan dosen PT sendiri (SP).

Perhitungan skor sebagai berikut:

Misalkan:

a = jumlah makalah atau kegiatan (sebagai penyaji) b = jumlah kehadiran (sebagai peserta)

61 SP = b a + 4 n  SP > 3 (SP lebih dari 3)

Prestasi dalam mendapatkan penghargaan hibah, pendanaan program dan kegiatan akademik dari tingkat nasional dan internasional; besaran dan proporsi dana penelitian dari sumber institusi sendiri dan luar institusi.

Catatan: selama tiga tahun terakhir.

 Mendapatkan penghargaan hibah, pendanaan program dan kegiatan akademik dari institusi internasional , nasional, atau regional/lokal (disertai bukti)

Reputasi dan Keluasan jejaring dosen dalam bidang akademik dan profesi

 > 30 % dosen tetap menjadi anggota masyarakat bidang ilmu tingkat internasional atau nasional

Dosen tetap yang pernah menjadi pakar/konsultan/staf ahli/nara sumber (bukan pejabat penuh waktu seperti direktur, dirjen, menteri, dll), dalam tiga tahun terakhir.

 > 10 % dosen tetap yang pernah menjadi pakar/konsultan/staf ahli pada lembaga/ perusahaan nasional atau internasional.

10.11 Jumlah dan kualifikasi akademik tenaga kependidikan (pustakawan, laboran, analis, teknisi, operator, programer, staf administrasi, dan/atau staf pendukung lainnya) untuk menjamin mutu penyelenggaraan Jurusan/Program Studi.

Jumlah dan Kualifikasi Tenaga Administrasi Catatan: nilai dihitung dengan rumus berikut: D = (4 X1 + 3 X2 + 2 X3 + X4)/4

Misalkan:

X1 = jumlah tenaga administrasi yang berpendidikan D4 atau S1 ke atas. X2 = jumlah tenaga administrasi yang berpendidikan D3.

X3 = jumlah tenaga administrasi yang berpendidikan D1 atau D2 X4 = jumlah tenaga administrasi yang berpendidikan SMU/SMK nilai D ≥ 4

(nilai D lebih atau sama dengan 4)

Jumlah dan Kualifikasi Tenaga Laboran, teknisi, analis, operator dan programer.

62

Jumlah dan kualifikasi Tenaga perpustakaan Catatan: nilai dihitung dengan rumus berikut: A = (4 X1 + 3 X2 + 2 X3)/4

X1 = jumlah pustakawan yang berpendidikan S2 atau S3. X2 = jumlah pustakawan yang berpendidikan D4 atau S1. X3 = jumlah pustakawan yang berpendidikan D1, D2, atau D3. Nilai A ≥ 4

( A lebih atau sama dengan 4

10.12 Kompetensi dan sertifikasi tenaga kependidikan (pustakawan, laboran, analis, teknisi, operator, programer, staf administrasi, dan/atau staf pendukung lainnya) untuk menjamin mutu penyelenggaraan Jurusan/Program Studi.

Tenaga Kependidikan yang memiliki Sertifikat Kompetensi .

TKPdS = Persentase Tenaga Kependidikan yang memiliki Sertifikat Kompetensi.

 TKPdS ≥ 70%

Peningkatan kualifikasi dan kompetensi tenaga kependidikan. Upaya peningkatan kualifikasi dan kompetensi dikaitkan dengan:

(1) Pemberian kesempatan belajar/pelatihan (2) Pemberian fasilitas, termasuk dana (3) Jenjang karir

 Upaya pengembangan telah dilakukan dengan sangat baik sehingga dapat meningkatkan kualifikasi dan kompetensi tenaga kependidikan

63

Dalam dokumen UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER (Halaman 57-68)