• Tidak ada hasil yang ditemukan

3.7 Metode Analisa Data

4.1.5. Standar Kompetensi PT Toyota Astra Financial Services

Untuk mewujudkan Visi dan Misi Perusahaan, TA Finance membuat standar kompetensi yang diterapkan kepada karyawan, hal

ini tentunya sangat berperan dalam meningkatkan kinerja perusahaan. Setiap departemen memiliki standar kompetensi yang berbeda-beda, Secara umum TA Finance memiliki 20 standar kompetensi yang saat ini dilaksanakan di masing-masing departemen yang berbeda.

20 Kebijakan kompetensi tersebut antara lain sebagai berikut : 1. Analytical Thinking.

Kompetensi berpikir analitis, adalah kemampuan untuk memahami situasi dengan cara memecahkannya menjadi bagian-bagian yang lebih rinci, faktor-faktor atau mengamati keadaan tahap demi tahap berdasarkan pengalaman masa lalu. Terdiri dari menetapkan prioritas pekerjaan berdasarkan tingkat kepentingan, membagi pekerjaan yang rumit menjadi bagian-bagian yang mengenali penyebab suatu kejadian.

2. Relationship Building.

Membangun hubungan kerja adalah Besarnya usaha untuk menjalin dan membina hubungan sosial atau jaringan sosial agar tetap hangat dan akrab. Terdiri dari membangun hubungan dengan banyak orang dan membagi informasi pribadi untuk menciptakan dukungan/empati.

3. Team Work.

Kompetensi kerjasama kelompok, merupakan dorongan atau kemampuan untuk bekerjasama dengan orang lain, dorongan atau kemampuan untuk menjadi bagian dari suatu kelompok dalam

melaksanakan suatu tugas. Hal ini mencakup meminta ide dan pendapat dalam mengambil keputusan atau merencanakan sesuatu, menjaga orang lain tetap memiliki informasi dan hal-hal baru, tentang proses dalam kelompok, dan membagi informasi yang relevan, memperlihatkan harapan positif kepada orang lain, menghargai orang lain yang berhasil, dan mendorong orang lain dan membuat mereka merasa penting.

4. Customer service orientation (CSO)

Kompetensi berorientasi kepada pelanggan/orang lain. Pelanggan adalah Pelanggan yang sesungguhnya atau rekan pemakai hasil kerja kita, hal ini terdiri dari Mencari informasi kebutuhan pelanggan dan menyesuaikan dengan produk atau jasa, mengambil tanggung jawab pribadi untuk menyelesaikan masalah pelayanan kepada pelanggan, bertindak sebagai seorang penasehat terhadap kebutuhan dan masalah pelanggan serta bekerja dengan pandangan jangka panjang dalam mengenali masalah pelanggan.

5. Achievement Drive.

Kompetensi semangat untuk berprestasi atau untuk mencapai target kerja. Achievement drive merupakan Derajat kepedulian seseorang terhadap pekerjaannya sehingga ia terdorong berusaha untuk bekerja dengan lebih baik atau diatas standar. Hal ini mencakup bekerja untuk memenuhi standar yang ditetapkan oleh manajemen, menetapkan dan bertindak dalam meraih sasaran diri sendiri dan

orang lain, fokus pada perbaikan, pengoptimalan dalam penggunaan sumber daya, dan melakukan perhitungan terhadap resiko enterprenerial.

6. Information Seeking.

Kompetensi mencari informasi merupakan usaha tambahan yang dikeluarkan untuk mengumpulkan informasi lebih banyak sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan dan pengambilan keputusan. Hal ini mencakup mencari informasi yang tepat, memilih peluang-peluang potensial yang mungkin berguna dimasa yang akan datang, berkeliling melihat situasi kerja.

7. Impact and influence (IMP)

Kompetensi Dampak dan Pengaruh yakni Tindakan membujuk, meyakinkan mempengaruhi orang lain sehingga mau mendukung rencana kita. Hal ini terdiri dari Mengantisipasi pengaruh suatu tindakan terhadap pandangan orang lain, menggunakan alasan, fakta,data-data, contoh nyata dan demonstrasi, melakukan koalisi politis dan memberikan informasi untuk memperoleh pengaruh tertentu, menggunakan ketrampilan kelompok dalam memimpin suatu kelompok.

8. Developing others (DEV)

Kompetensi mengembangkan orang lain, adalah keinginan untuk mengajarkan atau mendorong pengembangan atau proses belajar orang lain, terdiri dari menunjukkan harapan positif kepada orang

lain, memberikan arahan dan demonstrasi yang merupakan strategi pelatihan, memberikan umpan balik negative kepada perilaku seseorang yang buruk, mengidentifikasi dan merancang program baru untuk kebutuhan pelatihan, dan mendelegasikan tanggung jawab atau pekerjaan dengan tujuan untuk mengembangkan kemampuan orang lain.

9. Directiveness (DIR)

Kompetensi kemampuan mengarahkan /memberikan perintah , adalah kemampuan memerintah dan mengarahkan orang lain untuk melakukan sesuatu posisi dan kewenangannya. Terdiri dari menghadapi masalah performansi orang lain dengan terbuka, menetapkan standard dan kualitas, menolak permintaan yang tidak masuk akal, dan memberikan arahan yang rinci.

10. Team Leadership (TL)

Kompetensi memimpin kelompok, adalah dorongan dan kemauan untuk berperan sebagai pemimpin kelompok, biasanya ditunjukkan dalam posisi otoritas formal, terdiri dari Memberikan informasi, melakukan usaha untuk memperlakukan anggota kelompok secara adil, menggunakan strategi komplek untuk mendorong moral dan produktivitas kelompok, memastikan bahwa kebutuhan kelompok terpenuhi, dan menjamin orang lain masuk ke dalam misi, sasaran, dan kebijakan pimpinan.

11. Conceptual thinking (CT)

Kompetensi berpikir konseptual, yakni kemampuan memahami situasi atau masalah dengan cara memandangnya sebagai satu kesatuan yang integritas mencakup kemampuan mengidentifikasi, pola keterkaitan antara masalah yang tidak tampak dengan jelas atau kemampuan mengidentifikasi permasalahan yang utama yang mendasar dalam situasi yang komplek, hal ini meliputi antara lain menggunakan logika dan pengalaman masa lalu dalam mengenali masalah, serta melihat perbedaan antara situasi dan hal-hal yang pernah terjadi sebelumnya.

12. Communication.

Komunikasi merupakan pesan yang disampaikan kepada komunikan, dari komunikator melalui saluran-saluran tertentubaik secara langsung/tidak langsung dengan maksud member dampak kepada komunikan sesuai dengan yang diinginkan oleh komunikator. Karyawan dituntut untuk mampu memahami pesan dari komunikasi, media komunikasi serta konteks situasi dan penerima pesan.

13. Decision Making.

Karyawan diharapkan dapat memahami adanya berbagai alternative solusi yang tersedia dalam memecahkan masalah. karyawan juga harus mampu mengambil keputusan yang tepat yang berkaitan dengan orang lain.

14. Customer Knowledge.

Pengetahuan tentang pelanggan. Karyawan harus mampu mengetahui data pokok dan pendukung customer TA Finance (nama, alamat dll), mengetahui karakter pembeli berdasarkan geografi dan lingkungan pelanggan, serta mampu memahami customer TA Finance dan pasar lesing otomotif secara terintegrasi.

15. Adaptability.

Beradaptasi, dalam hal ini karyawan diharapkan mampu menyesuaikan gaya kerja, gaya kepemimpinan terhadap lingkungan, dan meyesuaikan strategi sendiri dengan lingkungan yang ada . 16. Kaizen

Karyawan mengetahui konsep dasar dan mampu melakukan continous improvement serta mampu mendorong dan menggalakan Kaizen dilingkungan perusahaan.

17. Controling.

Menunjukkan kepedulian terhadap pekerjaan dan kejelasan, mampu memeriksa pekerjaan sendiri dan memonitor pekerjaan orang lain. Memonitor perkembangan pekerjaan dan mengambil tindakan perbaikan bila diperlukan.

18. Planing dan Organizing.

Dalam bekerja, karyawan harus dapat menyusun daftar pekerjaan. Menyusun rencana kerja jangka pendek, menengah dan jangka panjang.

19. Willingness to learn.

Karyawan memiliki kebutuhan untuk berkembang, dan dapat mencari aktivitas pengembangan diri secara tepat dan aktif serta sistematis.

20. Integrity.

Karyawan harus mampu memahami nilai-nilai, kode etik dan bertindak secara jujur dan terbuka serta melakukan tindakan yang konsisten dengan nilai dan keyakinanya. Setiap saat berpikir, berkata dan berperilaku terpuji, menjaga martabat serta menjunjung tinggi kode etik profesi.

Dokumen terkait