BAB II KAJIAN PUSTAKA
2.4. Standar Nasional Perpustakaan (009 : 2011)
Standar merupakan pedoman dan ukuran dalam penyelenggaraan, pengelolaan, dan pengembangan perpustakaan dalam menjamin kualitas perpustakaan. Dengan adanya standar untuk perpustakaan, akan memungkinkan berfungsi sabagai alat keseragaman pada pengelolaan perpustakaan. Menurut Sudarsono (2009, 246) standar perpustakaan adalah:
Ketentuan baku untuk penyelenggaraan perpustakaan yang disusun berdasarkan konsensus para pemangku kepentingan dengan mempertimbangkan semua aspek penyusunan, dan setujui oleh otoritas yang berwenang. Standar untuk perpustakaan dapat berupa pedoman atau model sebagai alat ukur suatu jasa, peraturan yang harus dilakukan secara konsisten, dan berupa spesifikasi atau standar teknis.
Dalam Standar Nasional Perpustakaan untuk mengurusi pengelolaan Perpustakaan Sekolah Menengah Atas/ Madrasah Aliyah (2011, 48), yaitu meliputi:
1. Standar Koleksi 1) Jenis Koleksi
Koleksi perpustakaan meliputi:
a) Buku (buku teks, buku penunjang kurikulum, buku bacaan, buku referensi, dan buku biografi.)
b) Terbitan berkala (majalah, surat kabar).
c) Audio visual.
d) Layanan teknologi informasi dan komunikasi.
2) Jumlah Koleksi
a) Perpustakaan memperkaya koleksi dan menyediakan bahan perpustakaan dalam berbagai bentuk media dan format sekurang-kurangnya:
- Buku teks 1 eksemplar per mata pelajaran per peserta didik.
- Buku panduan pendidik 1 eksemplar per mata pelajaran per guru bidang studi.
- Buku pengayaan dengan perbandingan 70% nonfiksi dan 30% fiksi, dengan ketentuan bila 3 sampai 6 rombongan belajar jumlah buku sebanyak 1.000 judul, 7 sampai 12 rombongan belajar jumlah buku sebanyak 1.500 judul, 13 sampai 18 rombongan belajar jumlah buku sebanyak 2.000 judul, 19 sampai 27 rombongan belajar jumlah buku sebanyak 2.500 judul.
b) Perpustakaan menambah koleksi buku per tahun dengan ketentuan semakin besar jumlah koleksi semakin kecil presentase penambahan koleksinya (1.000 judul penambahan sebanyak 10%; 1.500 judul penambahan sebanyak 8%; 2.000 judul sampai dan seterusnya penambahan sebanyak 6%).
c) Perpustakaan melanggan minimal tiga judul majalah dan tiga judul surat kabar.
2. Standar Sarana Prasarana 1) Gedung / ruang
a) Perpustakaan menyediakan gedung / ruang yang cukup untuk koleksi, staf dan pemustakanya dengan ketentuan bila 3 sampai 6 rombongan belajar seluas 112 M2, 7 sampai 12 rombongan belajar seluas 168 M2, 13 sampai 18 rombongan belajar seluas 224 M2, 19 sampai 27 rombongan belajar seluas 280 M2. Lebar minimal ruang perpustakaan 5m2.
b) Pengaturan ruang secara teknis mengikuti ketentuan yang diatur dalam Permendiknas No.24 Tahun 2007 Tentang Standar Sarana Dan Prasarana Untuk Sekolah Dasar / Madrasah Ibtidaiyah (SD / MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP / MTs), dan Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah (SMA / MA).
2) Area
Gedung / ruang perpustakaan sekurang-kurangnya meliputi:
a) Area koleksi b) Area baca c) Area kerja d) Area multimedia
3) Perpustakaan menyediakan sarana perpustakaan sekurang-kurangnya meliputi:
a) rak buku (15 buah) b) rak majalah (1 buah) c) rak surat kabar (1 buah)
d) meja baca (15 buah)
n) perangkat komputer dan mejanya untuk keperluan administrasi (1 buah)
o) perangkat komputer, meja dan fasilitas akses internet untuk keperluan pemustaka (2 buah)
p) perangkat komputer meja dan fasilitas katalog publik online untuk keperluan pemustaka (1 buah)
q) TV (1 buah)
r) pemutar VCD/DVD (1 buah) s) tempat sampah (3 buah) t) jam dinding (2 buah).
3. Layanan
1) Jam buka perpustakaan
Perpustakaan menyediakan layanan kepada pemustaka sekurang-kurangnya delapan jam per hari kerja.
2) Jenis layanan perpustakaan
Jenis layanan perpustakaan sekurang-kurangnya meliputi: layanan baca ditempat, layanan sirkulasi, layanan referensi, layanan teknologi informasi dan komunikasi.
3) Program wajib kunjung perpustakaan
Sekolah memiliki program wajib kunjung perpustakaan sekurang-kurangnya satu jam pelajaran / kelas / minggu.
4) Program pendidikan pemustaka
Perpustakaan memiliki program pendidikan pemustaka sekurang-kurangnya setahun sekali.
5) Program literasi informasi
Perpustakaan memiliki program Iiterasi informasi sekurang-kurangnya empat kali setahun untuk setiap tingkatan kelas.
6) Promosi perpustakaan
Perpustakaan melakukan promosi perpustakaan sekurang-kurangnya dalam bentuk brosur/leafet/ selebaran, daftar buku baru, majalah dinding perpustakaan, lomba yang berkaitan dengan pemanfaatan perpustakaan.
7) Laporan kegiatan
Perpustakaan membuat laporan kegiatan layanan perpustakaan (statistik) sekurangkurangnya berupa laporan bulanan dan laporan tahunan.
4. Tenaga
Jumlah tenaga perpustakaan sekolah / madrasah
1) Perpustakaan dikelola oleh tenaga perpustakaan sekurang-kurangnya 1 orang.
2) Bila perpustakaaan sekolah/madrasah memiliki lebih dari enam rombongan belajar, maka sekolah diwajibkan memiliki tenaga perpustakaan sekolah sekurang-kurangnya dua orang.
3) Kualifikasi tenaga perpustakaan sekolah minimal diploma dua di bidang ilmu perpustakaan.
4) Gaji tenaga perpustakaan tidak tetap minimal setara dengan upah minimum regional (UMR).
5. Penyelenggaraan
1) Penyelenggaraan dan pendirian sekolah
a) Setiap sekolah / madrasah menyelenggarakan perpustakaan sekolah.
b) Pendirian perpustakaan sekolah ditetapkan dengan surat keputusan kepala sekolah atau yayasan atau lembaga yang menaunginya.
2) Nomor Pokok Perpustakaan (NPP)
Setiap perpustakaan sekolah/madrasah diwajibkan memberitahukan keberadaannya kepada Perpustakaan Nasional RI untuk memperoleh nomor pokok perpustakaan (NPP).
3) Struktur organisasi
Struktur organisasi perpustakaan sekolah mencakup kepala perpustakaan, layanan pemustaka dan layanan teknis (pengadaan, pengolahan), layanan teknologi informasi dan komunikasi.
4) Program kerja
Dalam rangka menjalankan organisasi, perpustakaan sekolah membuat program kerja tahunan yang mengacu pada program kerja sekolah dalam tahun anggaran yang berjalan.
6. Pengelolaan
1) Visi perpustakaan sekolah/madrasah
Perpustakaan sekolah/madrasah memiliki visi perpustakaan yang mengacu pada visi sekolah yang merupakan lembaga induknya.
2) Misi perpustakaan sekolah/madrasah
a) Menyediakan informasi dan ide yang merupakan fondasi agar berfungsi secara baik di dalam masyarakat masa kini yang berbasis informasi dan pengetahuan.
b) Menyediakan sarana bagi peserta didik agar mampu belajar sepanjang hayat dan mengembangkan daya pikir agar dapat hidup sebagai warga negara yang bertanggung jawab
3) Tujuan perpustakaan sekolah/madrasah
Perpustakaan sekolah menengah atas/madrasah aliyah bertujuan mengembangkan dan meningkatkan minat baca, literasi informasi, bakat dan kecerdasan (intelektual, emosional dan spiritual) peserta
didik, pendidik dan tenaga kependidikan dalam rangka mendukung tujuan pendidikan nasional melalui penyediaan sumber belajar.
4) Kebijakan pengelolaan perpustakaan sekolah/madrasah
Perpustakaan sekolah/madrasah membuat kebijakan tertulis meliputi komponen: anggaran, tempat, sarana prasarana, pengembangan koleksi, teknologi, organisasi, ketenagaan, layanan dan promosi perpustakaan yang terintegrasi dengan kurikulum.
7. Pengorganisasian bahan perpustakaan
Bahan perpustakaan dideskripsikan, diklasifikasi, diberi tajuk subjek dan disusun secara sistematis dengan mengacu pada:
1) Pedoman deskripsi bibliografis dan penentuan tajuk entri utama (Peraturan Pengatalogan Indonesia).
2) Bagan klasifikasi Dewey (Dewey Decimal Classification).
3) Pedoman tajuk subjek.
8. Anggaran
1) Sekolah / madrasah menjamin tersedianya anggaran perpustakaan setiap tahun sekurang-kurangnta 5% dari total anggaran sekolah di luar belanja pegawai dan pemeliharaan serta perawatan gedung.
2) Sumber anggaran perpustakaan sekolah / madrasah berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau yayasan dan donasi yamh tidak mengikat, termasuk dana dari tanggung jawab sosial korporasi.
9. Perawatan
1) Perpustakaan melakukan perawatan bahan perpustakaan dengan cara pengendalian kondisi ruangan berupa menjaga kecukupan cahay dan kelembapan udara.
2) Perpustakaan melakukan perbaikan bahan perpustakaan yang rusak minimal satu tahun sekali.
10. Kerjasama
Perpustakaan melakukan pengembangan perpustakaan dengan cara mengadakan kerjasama dengan:
1) Perpustakaan sekolah lain 2) Perpustakaan umum 3) Komite sekolah
4) Lembaga yang berakaitan dengan pendidikan.
11. Integrasi dan Kurikulum
Perpustakaan melakukan kegiatan yang terintegrasi dengan kurikulum sekolah meliputi:
1) Kegiatan mendorong kegemaran melalui: lomba synopsis, gelar wicara (talk show) tentang buku, lomba bentuk mengarang berebagai bentuk tulisan (puisi, prosa, esai).
2) Pembelajaran bidang studi di perpustakaan di bawah asuhan guru dan pustakawan.
3) Pengajaran program literasi informasi.
4) Terlibat dalam merencanakan perangkat pembelajaran.
5) Membantu guru mengakses dan mendayagunakan informasi publik.
6) Menyelenggarakan kegiatan membaca buku elektronik.
7) Membantu guru mengidentifikasi materi pelajaran.
8) Membantu guru mengidentifikasi sumber rujukan dan referensi materi pengajaran.
Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa standar nasional perpustakaan adalah pedoman dalam penyelengaraan perpustakaan sekolah demi menjamin kualitas perpustakaam tersebut. Sehingga setiap perpustakaan sekolah berkewajiban untuk menyesuaikan perpustakaan yang diselenggarakan dengan ketetapan standar perpustakaan.
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Metode Penelitian
Penelitian merupakan cara ilmiah yang digunakan dalam melakukan suatu penelitiandan mendapatkan data dengan suatu tujuan tertentu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif.
Menurut Suryabrata (2008, 76), “Penelitian deskriptif adalah penelitian yang bermaksud untuk membuat pencandraan (deskriptif) mengenai situasi-situasi atau kejadian-kejadian”.
Dengan pendekatan kualitatif yang dinyatakan Basrowi (2008, 21) adalah, penelitian dengan pendekatan kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati.
Pendekatan kualitatif dalam penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan suatu uraian mendalam tentang bgaimana pengelolaan perpustakaan Sekolah Menengah Atas Negeri 13 Medan berdasarkan SNP 009:2011
3.2 Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Perpustakaan SMA N 13 Medan yang berlokasi di Jalan Brigjen Zein Hamid KM 7, Titi Kuning, Medan Johor, Provinsi Sumatera Utara.
3.3 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Dalam pengumpulan data untuk penelitian ini digunakan metode:
1. Wawancara, yaitu dengan mengajukan pertanyaan kepada informan untuk mendapatkan data mengenai permasalahan yang sedang diteliti.
Pedoman wawancara disusun berdasarkan teori yang berkaitan dengan masalah yang diteliti agar tidak menyimpang dari tujuan penelitian.
2. Observasi, yaitu kegiatan pengamatan yang dilakukan langsung ke tempat penelitian di Perpustakaan SMA N 13 Medan.
3. Studi kepustakawanan, yaitu mengumpulkan informasi dari buku, jurnal, majalah, laporan tahunana, dan dokumentasi lain yang berhubungan dengan masalah penelitian.
3.4 Informan
Pada penelitian ini yang dimaksud dengan informan adalah orang yang dianggap benar-benar mengetahui dengan baik tentang masalah yang diteliti dan bersedia untuk memberikan informasi kepada peneliti.
Metode yang digunakan dalam menentukan informan adalah total sampling atau disebut sebagai sampling jenuh. Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel (Sugiyono, 2006, 96).
Maka informan dalam penelitian ini berjumlah 3 orang, yaitu: Kepala Perpustakaan SMAN 13 Medan, Pustakawan Perpustakaan SMA N 13 Medan, dan Staf Perpustakaan SMA N 13 Medan.
3.5 Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah salah satu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1. Pedoman wawancara terstruktur, berisikan hal pokok pembahasan yang ditanyakan pada saaat melakukan wawancara. Pedoman wawancara disusun berdasarakan dengan teori yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.
2. Perekam suara, digunakan untuk merekam hasil wawancara. Perekam wawancara diperlukan karena catatan atau ingatan yang dimiliki peneliti ketika melakukan wawancara terbatas.
3.6 Jenis dan Sumber Data
Jenis dan sumber data pada penelitian ini, adalah:
1. Data primer, yaitu data yang secara langsung diperoleh langsung dari hasil observasi yang dilakukan peneliti.
2. Data skunder, yaitu data pendukung yang bersumber dari buku, jurnal, majalah, dan dokumentasi lainnya yang berhubungan dengan masalah penelitian.
3. 7 Analisis Data
Analisis data merupakan suatu cara untuk menata danmengelompokkan data dari hasil wawnacara serta hasil observasi yang didapatkan. Dalam penelitian ini, untuk menganalisis data yang diperoleh peneliti menggunakan metode Miles and Huberman, yaitu:
a. Reduksi Data
Pada saat melakukan penelitian tentu hasil awal yang diperoleh masih sangat banyak, rumit dan sangat kompleks. Pada tahap reduksi data peneiliti melakukan penelitian pemilihan data yang diperoleh sesuai indikator penelitian dan membuang data-data yang tidak diperlukan.
Hal ini dilakukan agar mempermudah penelitian dalam pengumpulan data selanjutnya serta mencari data bila diperlukan.
b. Penyajian Data
Pada tahap ini peneliti menyajikan hasil dari penelitian yang telah direduksi. Hasil wawancara dan observasi akan disajikan baik dalam bentuk teks. Hal ini dilakukan agar mempermudah pemahaman mengenai yang terjadi dalam penelitian. Pada tahap ini peneliti juga membandingkan data yang diperoleh dalam penelitian dengan standar yang digunakan yaitu SNP 009:2011 dengan ruang lingkup membahas standar koleksi, standar sarana prasarana, standar layanan, standar tenaga, standar pengorganisasian bahan pustaka, dan standar perawatan bahan pustaka.
c. Verifikasi Data
Pada tahap ini peneliti akan menarik kesimpulan dari hasil perbandingan data yang diperoleh di lapangan dengan SNP 009:2011.
Dalam tahap ini akan terlihat pengelolaan SMA N 13 Medan yang beruang lingkup koleksi, sarana prasarana, layanan, tenaga, pengorganisasian bahan pustaka, dan perawatan bahan pustaka yang sudah memenuhi SNP 009:2011.
3.8 Keabsahan Data
Keabsahan data dalan penelitian ini dapat diperoleh dengan proses triangulasi data, yaitu teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang ada. Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu atau keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu.
Adapun teknik triangulasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Triangulasi Data
Menggunakan berbagai sumber data seperti dokumen, arsip, hasil wawancara, hasil observasi atau juga dengan mewawancarai lebih dari satu subjek yang dianggap memiliki sudut pandang yang berbeda.
2. Triangulasi Teori
Penggunaan berbagai teori yang berlainan untuk memastikan bahwa data yang dikumpulkan sudah memasuki syarat. Pada penelitian ini, berbagai teori telah dijelaskan pada BAB II untuk dipergunakan dan menguji
terkumpulnya data tersebut serta diperkuat dengan artikel, jurnal, dan buku.
3. Triangulasi Metode
Triangulasi metode dilakukan dengan cara membandingkan informasi atau data dengan cara yang berbeda. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Peneliti melakukan wawancara yang didukung dengan observasi pada saat wawancara dilakukan pada Sekolah Menengah Atas Negeri 13 Medan.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Karakteristik Informan
Informan pada penelitian ini adalah tiga orang pegawai perpustakaan di SMA N 13 Medan. Wawancara dilakukan melalui pendekatan dan perkenalan terlebih dahulu dengan informan. Kemudian diminta waktunya untuk bersedia wawancarai, dengan menjelaskan terlebih dahulu maksud dan tujuan dilakukannya wawancara tersebut. Berikut daftar karakteristik informan :
Tabel 4.1 Informan
No. Informan Kode
1 Kepala Perpustakaan SMA N 13 Medan I1
2 Pustakawan Perpustakaan SMA N 13 Medan I2
3 Staf Perpustakaan SMA N 13 Medan I3
Sebelum melakukan wawancara, peneliti menjelaskan maksud dan tujuan obeservasi ini. Wawancara dilakukan berdasarkan pedoman wawancara yang telah dibuat lalu dikembangkan lebih dalam sesuai dengan jawaban informan, dan wawancara berlangsung secara informal.Suasana dan kondisi selama wawancara bersifat alamiah, tidak dibuat-buat atau tidak diatur sedemikian rupa untuk tujuan tertentu. Begitu juga dengan bahasa yang digunakan adalah bahasa yang tidak formal. Wawancara dilakukan secara berulang apabila peneliti merasa kurang mengerti atau ada yang perlu ditambahi dari wawancara sebelumnya.
4.2 Kategori
Dalam melakukan wawancara peneliti tentunya membutuhkan pedoman dalam melaksanakan wawancara, agar wawancara terlaksana dengan baik dan peneliti dapat memperoleh informasi yang betul-betul dibutuhkan secara relevan dengan penelitiannya. Adapun pedoman yang ditentukan penulis adalah Standar Perpustakaan Nasional Perpustakaan (SNP) 009:2011, dengan ruang lingkup sebagai berikut :
1. Standar Koleksi
2. Standar Sarana Prasarana 3. Standar Layanan
4. Standar Tenaga
5. Standar Pengorganisasian Bahan Pustaka 6. Standar Perawatan Bahan Pustaka
4.2.1 Standar Koleksi
1. Jenis Koleksi
Standar koleksi berdasarkan SNP 009:2011 perpustakaan memiliki jenis koleksi buku (buku teks, buku penunjang kurikulum, buku bacaan, buku referensi dan buku biografi), surat kabar, majalah, audio visual, dan layanan teknologi informasi dan komunikasi. Namun pada Perpuskaan SMA Negeri 13 Medan belum menyediakan layanan teknologi dan informasi. Hal ini sesuai dengan pernyataan informan sebagai berikut:
I1 : “Koleksi mulai dari buku teks pelajaran, ada LKS juga. Lalu ada novel, buku cerita dongeng, buku tentang sejarah daerah, buku biografi, kamus, atlas, dan walaupun tidak banyak, ada beberapa video kaset DVD sama audio kaset pelajaran.
“Terbitan berkala itu ada surat kabar, kalau majalah ngga ada. Dan layanan TI ya? Di perpustakaan ini belum ada. Komputernya cuman satu, ini juga untuk petugas saja”
I2 : “Buku teks pelajaran, buku fiksi dongeng sama cerita-cerita daerah, koleksi referensi kamus-kamus, biografi pahlawan-pahlawan, sama beberapa koleksi audio visualnya.”
“Terbitan berkala ada, tapi untuk layana TI nya belum tersedia di perpustakaan.
Dari pendapat informan diatas dapat diketahui bahwa jenis koleksi Perpustakaan SMA Negeri 13 Medan belum memenuhi SNP 009:2011. Karena hanya menyediakan jenis koleksi buku teks, buku penunjang kurikulum, buku bacaan, buku referensu, buku biografi, dan surat kabar. Dan belum memiliki langganan koleksi majalah layanan teknologi informasi dan komunikasi.
2. Jumlah Koleksi
Standar koleksi berdasarkan SNP 009:2011 perpustakaan harus menyediakan buku teks permata pelajaran bagi setiap perserta didik dan satu buku panduan pendidik per guru bidang studi.Perpustakaan SMA Negeri 13 Medan telah menyediakan buku bagi setiap siswa/i dan guru untuk setiap mata pelajaran sesuai dengan SNP 009:2011 Hal tersebut sesuai dengan pernyataan informan sebagai berikut:
I1 : “Iya kita menyediakan buku teks setiap mata pelajaran untuk setiap para siswa/i ditambah adanya lembaran kerja siswa (LKS), dan setiap guru juga diberi satu buku panduan setiap mata pelajaran yang dibawakannya, itu dipinjamkan untuk pengguna kita.”
SNP 009:2011 menentukan perbandingan jumlah buku pengayaan dengan 30% buku fiksi dan 70% buku nonfiksi dengan ketentuan: 3-6 rombongan belajar jumlah buku sebanyak 1.000 judul buku, 7-12 rombongan belajar jumlah buku 1.500 judul buku, 13-18 rombongan belajar jumlah buku 2.000 judul buku, 19-27 rombongan belajar jumlah buku 2.500 judul buku. Belum sesuai dengan jumlah perbandingan buku yang ada di Perpustakaan SMA Negeri 13 Medan berdasarkan dengan pernyataan informan:
I2 : “Di SMA N 13 ada 36 rombongan belajar”
“Jumlah buku pengayaan 1.328 judul dengan buku fiksi 302 judul dan buku nonfiksi 1.026 judul.”
Penambahan koleksi berdasarkan SNP 009:2011 memiliki ketentuan per tahunnya jika 2.000 judul sampai dan seterusnya penambahan sebanyak 6%.
Belum dapat terpenuhi pada perpustakaan SMA Negeri 13 Medan, sesuai dengan pernyataan dari informan berikut:
I1 : “Iya pasti setiap tahunnya kita selalu berusaha menambah jumlah koleksi perpustakaan. Baru tahun lalu saja itu penambahanya yang lumayan banyak karena buku pelajaran sudah dari pemerintah.
Makanya dari Juli 2017 itu sistemnya sudah meminjamkan buku ke siswa/i.”
Tabel 4.2 Jumlah koleksi Perpustakaan SMA N 13 Medan
No. Tahun Jumlah
Judul Eksemplar
1 2015 4.742 65.864
2 2016 4.897 66.241
3 2017 8.750 102.798
4 2018 9.135 105.548
SNP 009:2011 juga menambahkan jika Perpustakaan Sekolah minimal harus melanggan tiga judul surat kabar beserta tiga judul majalah. Hal ini belum memenuhi SNP 009:2011, sesuai dengan pernyataan informan sebagai berikut:
I1 : “Iya.. Kami ada melanggan surat kabar, ada koran SIB sama koran Analisa. Untuk melanggan majalah, kami belum ada melanggannya.”
I2 : “Koran ada, ada dua macam surat kabar yang dilanggan. Langganan majalah tidak ada.”
Dari pernyataan diatas dapat disimpulklan bahwa jumlah koleksi pada Perpustakaan SMA N 13 Medan belum memenuhi SNP 009:2011. Karena hanya dapat menyediakan buku teks mata pelajaran untuk siswa/i dan buku panduan kepada guru bidang studi. Dan hanya memiliki jumlah buku pengayaan hanya 1.328 saja, tidak dapat menambah 6% koleksi perpustakaan pada setiap tahunnya serta perpustakaan hanya melanggan dua judul surat kabar.
4.2.2 Standar Sarana Prasarana
1. Gedung/ Ruang
SNP 009:2011 menyebutkan bahwa gedung atau ruang perpustakan harus memiliki luas gedung ketentuan apabila, 3-6 rombongan belajar memiliki luas gedung 112M2, jika 7-12 rombongan belajar memiliki luas gedung 168M2, jika 13-18 rombongan belajar memiliki luas gedung 224M2, jika 19-27 rombongan belajar memiliki luas gedung 280M2. Dengan ketentan penataan ruangan yang
harus mengikuti yang mengikuti Permediknas No. 24 Tahun 2007. Hal tersebut belum sesuai dengan gedung /ruangan beserta tata ruang di Perpustakaan SMA Negeri 13 Medan, sebagaimana diutarakan oleh informan berikut:
I1:“Ruang perpustakaan lebarnya 18M2 dan panjangnya itu 9M2. Jadi luasnya itu 162M2.
“Kalau penataannya ya.. masih seadanya dek. Kalau dibilang ngikutin Permediknas kayanya masih jauhlah, rak buku saja masih banyak yang kurang, makanya masih banyak buku yang belum bisa kita susun di raknya.”
Dapat disimpulkan bahwa gedung atau ruang Perpustakaan SMA N 13 Medan belum memenuni SNP 009:2011, karena perpustakaan memiliki 36 rombongan belajar dengan luas perpustakaan hanya 160m2. Dengan penataan ruangan yang belum sesuai dengan Permediknas No. 24 Tahun 2007.
2.Area
Dalam SNP 009:2011perpustakaan sekolah harus memiliki sekurang-kurangnya beberapa area di dalam gedung perpustakaan, yaitu: area koleksi, area baca, ara kerja, dan area multimedia. Hal tersebut belum sesuai dengan area yang dimiliki Perpustakaan SMA Negeri 13 Medan, sesuai dengan pernyataamn informan sebagai berikut:
I2 : “Area baca, area koleksi buku teks, area koleksi referensi, area sirkulasi, ditambah ada area gudang.”
I3: “Area nya terbagi dari tempat buku-buku, tempat baca, tempat peminjaman & pengembalian buku, penyimpanan buku/gudang.
Dapat diketahui dari wawancara diatas area Perpustakaan SMA N 13 Medan belum sesuai dengan SNP 009:2011, karena hanya memiliki area koleksi, area baca, area kerja, area gudang dan tidak memiliki area multimedia.
3. Sarana
SNP 009:2011 memiliki ketentuan bahwa setiap perpustakaan harus menyediakan sarana: 15 buah rak buku, 1 buah rak majalah, 1 buah rak surat kabar, 15 buah meja baca, 30 buah kursi baca, 3 buah meja kerja, 1 buah lemari katalog, 2 buah lemari, 1 buah meja sirkulasi, 1 buah majalah dinding, 2 buah rak buku referensi, 1 buah komputer, 1 buah meja administrasi, 1 buah komputer untuk pemustaka, 1 buah TV, 1buah VCD/DVD, 3 buah tempat sampah, 2 buah jam dinding. Hal tersebut belum sesuai dengan sarana yang dimiliki Perpustakaan SMA Negeri 13 Medan, berdasarakan pernyataan informan berikut:
I2 : “Sarana untuk perpustakaan ini ada 15 buah rak buku. Ada 10 buah meja baca dua sisi, jadi 1 meja ini untuk 4 pembaca nantinya, karena sisi belakang dan sisi depan itu terbagi 2 tempat. Terus ada 30 buah kursi baca, 3 buah meja kerja untuk administrasi, dan 3 buah kursi untuk petugas. Lalu ada 4 buah lemari buku sudah sama yang di gudang, 2 buah rak buku untuk koleksi referensi, 1 buah TV, 1buah DVD/VCD,1 buah papan pengumuman, 1 buah globe, 1 buah komputer untuk petugas, 1 buah dispenser, 3 buah kipas angin, tambahanya ini ada 16 buah lukisan, 3 buah keranjang sampah sama 2 buah jam dinding”
I3 :“Fasilitas yang tersedia mulai dari rak buku ada 15 buah. Meja
I3 :“Fasilitas yang tersedia mulai dari rak buku ada 15 buah. Meja