• Tidak ada hasil yang ditemukan

STANDAR PELAYANAN NON MEDIS

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG (Halaman 101-105)

Standar Pelayanan Non Medis adalah ukuran waktu yang ditetapkan untuk penyelesaian pembayaran tagihan pada Fasilitas Kesehatan dan Peserta.

A. TUJUAN

1.

Memenuhi harapan pelanggan terhadap pelayanan admnistrasi yang murah, mudah dan cepat, sesuai dengan perkembangan dan kondisi perusahaan.

2.

Diperolehnya waktu penyelesaian pelayanan administrasi yang sama di seluruh Indonesia sesuai dengan beban kerja.

B. LANDASAN HUKUM

1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial wajib membayar fasilitas kesehatan atas pelayanan yang diberikan kepada peserta paling lambat 15 (lima belas) hari sejak permintaan pembayaran diterima.

2. Peraturan Presiden Nomor … tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2013

(1) BPJS wajib membayar Fasilitas Kesehatan atas pelayanan yang diberikan kepada Peserta:

a. paling lambat tanggal 15 (lima belas) setiap bulan berjalan bagi Fasilitas Kesehatan tingkat pertama yang menggunakan cara pembayaran praupaya berdasarkan kapitasi; dan

b. paling lambat 15 (lima belas) hari sejak dokumen klaim diterima lengkap bagi Fasilitas Kesehatan rujukan tingkat lanjutan.

(2) BPJS Kesehatan wajib membayar ganti rugi kepada Fasilitas Kesehatan sebesar 1% (satu persen) dari jumlah yang harus dibayarkan untuk setiap 1 (satu) bulan keterlambatan.

3. Permenkes No 71 Tahun 2013 tentang Pelayanan Kesehatan Pada Jaminan Kesehatan Nasional Pasal 12

Kewajiban BPJS Kesehatan: melakukan pembayaran klaim kepada Fasilitas Kesehatan atas pelayanan yang diberikan kepada Peserta paling lambat 15 (lima belas) hari kerja sejak dokumen klaim diterima lengkap.

C. KETENTUAN UMUM

Dokumen klaim diterima lengkap adalah:

− berkas administrasi penagihan klaim (hardcopy maupun softcopy) diterima lengkap olehBPJS Kesehatan (Kantor Cabang maupun Kantor Operasional Kabupaten/Kota − Formulir Pengajuan Klaim yang berisi besar biaya yang diajukan telah ditandatangani

Pimpinan Rumah Sakit.

C. UKURAN WAKTU

1.

Ukuran waktu pembayaran tagihan pada faskes adalah 15 (lima belas) hari kerja dengan memperhitungkan jumlah hari libur

2.

Pelayanan Tingkat Pertama a. Rawat jalan

Pembayaran kapitasi dilakukan paling lambat tanggal 15 (lima belas) setiap bulan berjalan

b. Rawat inap, darah, persalinan, paket ambulan, gawat darurat di faskes yang tidak bekerjasama dengan BPJS Kesehatan

Ukuran waktu pembayaran tagihan pada faskes adalah 15 (lima belas) hari dihitung sejak persyaratan berkas administrasi penagihan klaim (hardcopy maupun softcopy) diterima lengkap oleh BPJS Kesehatan (Kantor Cabang maupun Kantor Operasional Kabupaten/Kota.

c. Obat Rujuk Balik

ü Ukuran waktu pembayaran tagihan pada faskes adalah 15 (lima belas) hari dihitung sejak persyaratan berkas administrasi penagihan klaim diterima lengkap oleh BPJS Kesehatan (Kantor Cabang maupun Kantor Operasional Kabupaten/Kota)

ü Berkas administrasi penagihan klaim obat rujuk balik diterima lengkap adalah kondisi tagihan klaim pelayanan obat telah diverifikasi oleh verifikator dan telah dibuat Formulir Pengajuan Klaim oleh Apotek.

ü Proses verifikasi oleh Verifikator tidak dihitung dalam perhitungan SPNM karena proses ini dilakukan sehari-hari.

d. Kompensasi di daerah tidak tersedia faskes yang memenuhi syarat

Ukuran waktu pembayaran tagihan pada faskes adalah 15 (lima belas) hari dihitung sejak persyaratan berkas administrasi penagihan klaim (hardcopy maupun softcopy) diterima lengkap oleh BPJS Kesehatan (Kantor Cabang maupun Kantor Operasional Kabupaten/Kota

3.

Pelayanan Rujukan Tingkat Lanjutan

ü Ukuran waktu pembayaran tagihan pada faskes adalah 15 (lima belas) hari dihitung sejak persyaratan berkas administrasi penagihan klaim diterima lengkap oleh BPJS Kesehatan (Kantor Cabang maupun Kantor Operasional Kabupaten/Kota)

ü Berkas administrasi penagihan klaim diterima lengkap adalah kondisi tagihan klaim pelayanan telah diverifikasi oleh verifikator dan telah dibuat Formulir Pengajuan Klaim yang ditandatangani Pimpinan Rumah Sakit.

ü Proses verifikasi oleh Verifikator di Faskes tidak dihitung dalam perhitungan SPNM karena proses ini dilakukan sehari-hari

Lampiran 1

DAFTAR PENYAKIT YANG DAPAT DITANGANI DI LAYANAN TINGKAT PERTAMA Sesuai dengan Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia nomor 11 tahun 2012 tentang Standar Kompetensi Dokter Indonesia, didapatkan daftar penyakit yang dikelompokkan ke dalam tingkat kompetensi untuk menjadi acuan bagi institusi pendidikan dokter agar dokter yang dihasilkan memiliki kompetensi yang memadai untuk membuat diagnosis yang tepat, member penanganan awal atau tuntas, dan melakukan rujukan secara tepat dalam rangka penatalaksanaan pasien. Tingkat kompetensi setiap penyakit merupakan kemampuan yang harus dicapai pada akhir pendidikan dokter.

Adapun tingkat kemampuan yang harus dicapai adalah : Tingkat  Kemampuan  1:  mengenali  dan  menjelaskan  

Lulusan dokter mampu mengenali dan menjelaskan gambaran klinik penyakit, dan mengetahui cara yang paling tepat untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai penyakit tersebut, selanjutnya menentukan rujukan yang paling tepat bagi pasien. Lulusan dokter juga mampu menindaklanjuti sesudah kembali dari rujukan.

Tingkat  Kemampuan  2:  mendiagnosis  dan  merujuk  

Lulusan dokter mampu membuat diagnosis klinik terhadap penyakit tersebut dan menentukan rujukan yang paling tepat bagi penanganan pasien selanjutnya.Lulusan dokter juga mampu menindaklanjuti sesudah kembali dari rujukan.

Tingkat  Kemampuan  3:  mendiagnosis,  melakukan  penatalaksanaan  awal,  dan  merujuk   3A.  Bukan  gawat  darurat  

Lulusan dokter mampu membuat diagnosis klinik dan memberikan terapi pendahuluan pada keadaan yang bukan gawat darurat.Lulusan dokter mampu menentukan rujukan yang paling tepat bagi penanganan pasien selanjutnya.Lulusan dokter juga mampu menindaklanjuti sesudah kembali dari rujukan.

3B. Gawat  darurat  

Lulusan dokter mampu membuat diagnosis klinik dan memberikan terapi

pendahuluan pada keadaan gawat darurat demi menyelamatkan nyawa atau mencegah keparahan dan/atau kecacatan pada pasien.Lulusan dokter mampu menentukan rujukan

yang paling tepat bagi penanganan pasien selanjutnya.Lulusan dokter juga mampu menindaklanjuti sesudah kembali dari rujukan.

Tingkat  Kemampuan  4:  mendiagnosis,  melakukan  penatalaksanaan  secara  mandiri  dan   tuntas  

Lulusan dokter mampu membuat diagnosis klinik dan melakukan penatalaksanaan penyakit tersebut secara mandiri dan tuntas.

a. 4A.  Kompetensi yang dicapai pada saat lulus dokter

b. 4B.  Profisiensi (kemahiran) yang dicapai setelah selesai internsip dan/atau Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan (PKB)

Dengan demikian didalam Daftar Penyakit ini level kompetensi tertinggi adalah 4A.  Adapun   daftar  Penyakit  yang  termasuk  dalam  tingkat  kemampuan  4A  adalah  :  

No   NAMA  PENYAKIT   No   NAMA  PENYAKIT  

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG (Halaman 101-105)