BAB III STANDAR PEMBELAJARAN
C. Standar Penilaian Pembelajaran
1. Penilain proses dan hasil belajar mahasiswa mencakup: prinsip penilaian, teknik dan instrumen penilaian, mekanisme dan prosedur penilaian, pelaksanaan penilaian, laporan penilaian dan kelulusan mahasiswa.
2. Prinsip penilaian: Setiap Dosen harus melakukan penilaian dengan prinsip edukatif, otentik, objektif, akuntabel, dan transparan yang dilakukan secara terintegrasi.
a. Prinsip edukatif: Dosen melakukan penilaian yang memotivasi mahasiswa agar mampu memperbaiki perencanaan, cara belajar dan meraih capaian pembelajaran lulusan.
b. Prinsip otentik: Dosen melakukan penilaian yang berorientasi pada proses belajar yang berkesinambungan dan hasil belajar yang mencerminkan kemampuan mahasiswa pada saat proses pembelajaran berlangsung.
Pedoman Pembelajaran dan Monitoring Evaluasi Pembelajaran UHAMKA 19 c. Prinsip objektif: Dosen melakukan penilaian yang didasarkan pada standar yang disepakati antara dosen dan mahasiswa serta bebas dari pengaruh subjektivitas penilai dan yang dinilai.
d. Prinsip akuntabel: Dosen melakukan penilaian yang dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan kriteria yang jelas, disepakati pada awal kuliah, dan dipahami oleh mahasiswa.
e. Prinsip transparan: Dosen melakukan penilaian yang prosedur dan hasil penilaiannya dapat diakses oleh semua pemangku kepentingan.
3. Teknik penilaian: Setiap Dosen dapat melakukan penilaian dengan teknik observasi, partisipasi, unjuk kerja, tes tertulis, tes lisan, atau angket.
a. Observasi: Dosen melakukan penilaian pada saat proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan instrumen yang telah ditetapkan dan dipahami oleh mahasiswa, mengacu kepada keterlibatan dan keaktifan pada saat proses pembelajaran.
b. Unjuk kerja: Dosen melakukan penilaian atas proses dan hasil pekerjaan mahasiswa yang menuntut mahasiswa mendemostrasikan kemahirannya ke dalam berbagai konteks tergantung pada karakteristik materi yang dinilai dan kompetensi yang diharus dicapai oleh mahasiswa dengan menggunakan instrument yang telah ditetapkan dan dipahami oleh mahasiswa.
c. Penugasan: Dosen melakukan penilaian atas kegiatan tertentu di luar kegiatan di kelas. Penugasan dapat diberikan dalam bentuk individual (Pekerjaan Rumah) atau kelompok (Proyek).
d. Tes tertulis: Dosen melakukan penilaian dengan mencermati jawaban mahasiswa atas tes tertulis dengan kriteria, skor, dan bobot yang telah ditetapkan dan dipahami oleh mahasiswa. Tes yang digunakan adalah objektif tes dan/atau uraian: objektif tes sebab akibat, asosiasi dll., uraian terstruktur dan tidak terstruktur.
Pedoman Pembelajaran dan Monitoring Evaluasi Pembelajaran UHAMKA 20 e. Tes lisan: Dosen melakukan penilaian dengan mencermati jawaban mahasiswa atas tes lisan dengan kriteria, skor, dan bobot yang telah ditetapkan dan dipahami oleh mahasiswa dengan kemampuan komunikasi interpersonal, konten materi, logika berpikir terhadap materi, dan etika berbicara.
f. Portofolio: penilaian yang dilakukan dengan cara menilai kumpulan karya-karya peserta didik dalam bidang tertentu yang diorganisasikan untuk mengetahui minat, perkembangan, prestasi, dan/atau kreativitas mahasiswa kurun waktu tertentu.
g. Jurnal: catatan Dosen selama proses pembelajaran yang berisi informasi kekuatan dan kelemahan mahasiswa yang berkait dengan kinerja ataupun sikap mahasiswa yang dipaparkan secara deskriptif.
h. Penilaian diri: mahasiswa mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya berkaitan dengan kompetensi yang menjadi tujuan pembelajaran.
i. Penilaian antarteman: mahasiswa mengemukakan kelebihan dan kekurangan temannya dalam berbagai hal dengan pedoman penilaian antar teman yang memuat indikator perilaku yang dinilai.
j. Penilaian untuk ujian karya ilmiah/skripsi/ tesis/ disertasi ditetapkan tersendiri. Kriteria penilaian karya ilmiah/skripsi/ tesis/ disertasi:
Penilaian Pembimbing: 1) penilaian pembimbing diberikan sejak mahasiswa melakukan bimbingan, 2) penilaian terhadap sistematika penulisan, 3) konten materi, 4) metodologi, 5) teknik analisis data, 6) pembahasan hasil penelitian, 7) refrerensi tiap variable minimal 5 teori (pendidikan), untuk penelitian murni disesuaikan dengan disiplin dan karakteristik keilmuan, 8) sikap mahasiswa ketika melakukan bimbingan. Penilaian dosen penguji: 1) penilaian terhadap kesesuaian judul karya ilmiah/skripsi/ tesis/ disertasi dengan isi mulai dari
Pedoman Pembelajaran dan Monitoring Evaluasi Pembelajaran UHAMKA 21 pendahuluan sampai saran hasil penelitian, 2) kesesuaian antara metodologi penelitian dengan teknik analisis data, 3) presentasi penyajian materi atau hasil penelitian, 4) sikap mahasiswa ketika mengikuti ujian.
4. Instrumen penilaian terdiri atas:
a. Penilaian proses dalam bentuk rubrik dan/atau penilaian hasil dalam bentuk portofolio atau karya desain.
b. Penilain sikap dapat menggunakan teknik penilaian observasi.
c. Penilaian penguasaan pengetahuan, keterampilan umum, dan keterampilan khusus dilakukan dengan memilih satu atau kombinasi dari berbagai teknik dan instrumen penilaian.
5. Hasil akhir penilaian merupakan integrasi antara berbagai teknik dan intrumen penilaian yang digunakan.
6. Mekanisme penilaian terdiri atas:
a. menyusun, menyampaikan, menyepakati tahap, teknik, instrumen, kriteria, indikator, dan bobot penilaian antara penilai dan yang dinilai sesuai dengan rencana pembelajaran semester (RPS);
b. melaksanakan proses penilaian sesuai dengan tahap, teknik, instrumen, kriteria, indikator, dan bobot penilaian yang memuat prinsip penilaian;
c. memberikan umpan balik dan kesempatan untuk mempertanyakan hasil penilaian kepada mahasiswa;
d. mendokumentasikan penilaian proses dan hasil belajar mahasiswa secara akuntabel dan transparan.
7. Prosedur penilaian mencakup tahap perencanaan, kegiatan pemberian tugas atau soal, observasi kinerja, pengambalian hasil observasi, dan pemberian nilai akhir.
8. Pelaksanaan penilaian dilakukan sesuai dengan rencana pembelajaran yang dapat dilakukan oleh:
Pedoman Pembelajaran dan Monitoring Evaluasi Pembelajaran UHAMKA 22 a. Dosen pengampu atau tim dosen pengampu;
b. Dosen pengampu atau tim dosen pengampu dengan mengikutsertakan mahasiswa; dan/atau
c. Dosen pengampu atau tim dosen pengampu dengan mengikutsertakan pemangku kepentingan yang relevan.
9. Pelaksanaan penilaian untuk program doktor wajib menyertakan tim penilai eksternal dari Perguruan Tinggi lain.
10. Pelaporan penilaian berupa kualifikasi keberhasilan mahasiswa dalam menempuh suatu mata kuliah yang dinyatakan dalam kisaran:
a. Huruf A setara dengan angka 4 (empat) berkategori sangat baik dengan kriteria nilai akhir mata kuliah pada interval 85 – 100;
b. Huruf B setara dengan angka 3 (tiga) berkategori baik dengan kriteria nilai akhir mata kuliah pada interval 70 – 84,99;
c. Huruf C setara dengan angka 2 (dua) berkategori cukup dengan kriteria nilai akhir mata kuliah pada interval 58 – 69,99;
d. Huruf D setara dengan angka 1 (satu) berkategori kurang dengan kriteria nilai akhir mata kuliah pada interval 40 – 57,99; atau
e. Huruf E setara dengan angka 0 (nol) berkategori sangat kurang dengan kriteria nilai akhir mata kuliah pada interval 0,00 – 39,99;
11. Hasil penilaian diumumkan kepada mahasiswa setelah satu tahap pembelajaran sesuai dengan rencana pembelajaran secara online.
12. Hasil penilaian capaian pembelajaran lulusan di tiap semester dinyatakan dengan indeks prestasi semester (IPS) sedangkan hasil penilaian capaian pemebalajaran lulusan pada akhir Program Studi dinyatakan dengan indeks prestasi kumulatif (IPK).
13. Indeks Prestasi Semester (IPS) dinyatakan dalam besaran yang dihitung dengan cara menjumlahkan perkalian antara nilai huruf setiap mata kuliah
Pedoman Pembelajaran dan Monitoring Evaluasi Pembelajaran UHAMKA 23 yang ditempuh dan sks mata kuliah bersangkutan dibagi dengan jumlah sks mata kuliah yang diambil dalam satu semester.
14. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dinyatakan dalam besaran yang dihitung dengan cara menjumlahkan perkalian antara nilai huruf setiap mata kuliah yang ditempuh dan sks mata kuliah bersangkutan dibagi dengan jumlah sks mata kuliah yang diambil yang telah ditempuh.
15. Mahasiswa program Diploma dan Sarjana dinyatakan lulus apabila telah menempuh seluruh mata kuliah termasuk laporan tugas akhir/skripsi/karya ilmiah dengan IPK lebih besar atau sama dengan 2,76 (dua koma tujuh enam) dan bagi mahasiswa yang belum mencapai IPK yang dimaksud diwajibkan mengulang mata kuliah.
16. Kelulusan mahasiswa dari program diploma dan program sarjana dinyatakan dengan predikat memuaskan, sangat memuaskan, atau pujian dengan kriteria:
a. Mahasiswa dinyatakan lulus dengan predikat memuaskan apabila mencapai indeks prestasi kumulatif (IPK) 2,76 (dua koma tujuh enam) sampai dengan 3,00 (tiga koma nol nol).
b. Mahasiswa dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan apabila mencapai indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,01 (tiga koma nol satu) sampai dengan 3,50 (tiga koma lima nol).
c. Mahasiswa dinyatakan lulus dengan predikat dengan pujian apabila mencapai indeks prestasi kumulatif (IPK) lebih dari 3,50 (tiga koma lima nol).
17. Mahasiswa program profesi, spesialis, magister, magister terapan, doktor, dan doktor terapan dinyatakan lulus apabila telah menempuh seluruh mata kuliah termasuk laporan tugas akhir/karya ilmiah/tesis/disertasi dengan IPK lebih besar atau sama dengan 3,00 (tiga koma nol nol) dan bagi
Pedoman Pembelajaran dan Monitoring Evaluasi Pembelajaran UHAMKA 24 mahasiswa yang belum mencapai IPK yang dimaksud diwajibkan mengulang mata kuliah.
18. Kelulusan mahasiswa dari program profesi, spesialis, magister, magister terapan, doktor, dan doktor terapan dinyatakan dengan predikat memuaskan, sangat memuaskan, atau pujian dengan kriteria:
a. Mahasiswa dinyatakan lulus dengan predikat memuaskan apabila mencapai indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,00 (tiga koma nol nol) sampai dengan 3,50 (tiga koma lima nol).
b. Mahasiswa dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan apabila mencapai indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,51 (tiga koma lima satu) sampai dengan 3,75 (tiga koma tujuh lima).
c. Mahasiswa dinyatakan lulus dengan predikat dengan pujian apabila mencapai indeks prestasi kumulatif (IPK) lebih dari 3,75 (tiga koma tujuh lima).
19. Rata-rata IPK semua lulusan di Program Studi minimal 3,01.
20. Mahasiswa yang dinyatakan lulus berhak memperoleh:
a. Ijazah, bagi lulusan program diploma, sarjana, magister, magister terapan, doktor, dan doktor terapan;
b. Sertifikat profesi bagi lulusan program profesi, yang diterbitkan oleh UHAMKA bersama dengan Kementerian, Lembaga Pemerintah Non Kementerian, dan/atau organisasi profesi;
c. Sertifikat kompetensi bagi lulusan program pendidikan sesuai dengan keahlian dalam cabang ilmunya dan/atau memiliki prestasi di luar Program Studinya, yang diterbitkan oleh UHAMKA bekerja sama dengan organisasi profesi, Lembaga pelatihan, atau Lembaga sertifikasi yang terakreditasi;
d. Gelar;
Pedoman Pembelajaran dan Monitoring Evaluasi Pembelajaran UHAMKA 25 e. Surat keterangan pendamping ijazah, kecuali ditentukan lain oleh
peraturan perundangan-undangan.
Pedoman Pembelajaran dan Monitoring Evaluasi Pembelajaran UHAMKA 26 BAB IV
MONITORING DAN EVALUASI PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
A. Tujuan Monitoring dan Evaluasi Pembelajaran
1. Menyediakan informasi yang relevan dan tepat waktu pada pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang akan membantu pembuatan keputusan manajemen yang efektif dan merencanakan berbagai tindakan yang diperlukan.
2. Mendorong diskusi mengenai kemajuan pelaksanaan pembelajaran bersama para dosen.
3. Mengetahui bahwa kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan sesuai dengan yang direncanakan.
4. Mengetahui rencana pembelajaran yang dibuat dan kesesuaiannya dengan kurikulum.
5. Memberikan masukan terhadap pengambilan keputusan berkaitan dengan perlu atau tidaknya inovasi dan revisi dalam kegiatan pembelajaran.
B. Ruang Lingkup Monitoring dan Evaluasi Pembelajaran 1. Isi Pembelajaran
2. Proses kegiatan pembelajaran 3. Proses penilaian pembelajaran
C. Hakikat Monitoring Pelaksanaan Pembelajaran
Monitoring pelaksanaan pembelajaran adalah kegiatan monitoring yang menyertakan proses pengumpulan, pengalasisisan, pencatatan, pelaporan dan penggunaan informasi manajemen tentang pelaksanaan kegiatan pembelajaran.
Fokus kegiatan monitoring pelaksanaan pembelajaran ada pada kegiatan dan tingkat capaian dari perencanaan pembelajaran yang telah dibuat berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan.
Pedoman Pembelajaran dan Monitoring Evaluasi Pembelajaran UHAMKA 27 Kegiatan monitoring pelaksanaan pembelajaran berkaitan dengan penilaian terhadap pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan pengidentifikasian tindakan untuk memperbaiki kekurangan dalam kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan.
D. Kerangka Monitoring Pelaksanaan Pembelajaran
Kerangka kegiatan monitoring pelaksanaan pembelajaran adalah untuk menyediakan sebuah basis konseptual dan metodologi bagi pelaksanaan pemantauan/monitoring sewaktu pelaksanaan kegiatan pembelajaran berlangsung, dan untuk menjelaskan instrumen tertentu yang akan digunakan untuk memfasilitasi pengumpulan informasi dan pelaporan.
Kerangka kegiatan monitoring pelaksanaan pembelajaran terfokus pada pelaksanaan pembelajaran yang mengacu pada standar yang telah ditetapkan.
Kegiatan monitoring pelaksanaan pembelajaran lebih menekankan pada isi pembelajaran, proses pembelajaran, proses penilaian pembelajaran ditambah dengan kehadiran dosen. Kerangka kegiatan monitoring pelaksanaan pembelajaran berisi indikator-indikator standar pembelajaran, seperti yang tertera pada tabel 1 berikut:
Tabel 1 Kerangka dan Indikator Monitoring Pembelajaran
NO STANDAR INDIKATOR
1. Isi Pembelajaran Tingkat kedalaman dan keluasan materi pembelajaran mengacu pada deskripsi capaian pembelajaran lulusan dari KKNI Tingkat kedalaman dan keluasan materi pembelajaran dituangkan dalam bahan kajian, distrukturkan dalam mata kuliah Materi kuliah disusun oleh kelompok dosen dalam satu bidang ilmu, dengan memperhatikan masukan dari dosen lain atau dari pengguna lulusan
Pedoman Pembelajaran dan Monitoring Evaluasi Pembelajaran UHAMKA 28
NO STANDAR INDIKATOR
2. Proses Kegiatan Pembelajaran
Memenuhi Karakteristik Proses Pembelajaran Yang Bersifat: interaktif, holistic, integrative, saintifik, kontekstual, tematik, efektif, kolaboratif dan berpusat pada mahasiswa.
Memiliki perencanaan proses pembelajaran disusun untuk setiap mata kuliah dan disajikan dalam rencana pembelajaran semester (RPS)
RPS ditetapkan dan dikembangkan oleh dosen secara mandiri atau bersama dalam kelompok keahlian suatu bidang ilmu pengetahuan dan/ teknologi dalam program studi dan wajib ditinjau serta disesuaikan secara berkala dengan perkembangan IPTEKS.
RPS paling sedikit memuat:
a. Nama program studi, nama dan kode mata kuliah, semester, sks, nama dosen pengampu;
b. Capaian pembelajaran lulusan yang dibebankan pada mata kuliah;
c. Kemampuan akhir yang direncanakan pada tiap tahap pembelajaran untuk memenuhi capaian pembelajaran lulusan;
d. Bahan kajian yang terkait dengan kemampuan yang akan dicapai;
e. metode pembelajaran;
f. Waktu yang disediakan untuk mencapai kemampuan pada tiap tahap pembelajaran;
g. Pengalaman belajar mahasiswa yang diwujudkan dalam deskripsi tugas
Pedoman Pembelajaran dan Monitoring Evaluasi Pembelajaran UHAMKA 29
NO STANDAR INDIKATOR
yang harus dikerjakan oleh mahasiswa selama satu semester;
h. Kriteria, indikator, dan bobot penilaian;
i. Daftar referensi yang digunakan.
Proses pembelajaran dilaksanakan sesuai Rencana pembelajaran
Alokasi waktu pembelajaran sesuai dengan bobot SKS mata kuliah (termasuk di dalamnya seminar, praktikum, praktik studio, praktik bengkel, atau praktik lapangan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan/atau bentuk pembelajaran lain yang setara).
Jumlah tatap muka sesuai dengan ketentuan yang berlaku yaitu minimal 16 pertemuan (termasuk di dalamnya UTS dan UAS)
3. Proses Penilaian Pembelajaran
Memenuhi prinsip penilaian yang mencakup: prinsip edukatif, prinsip otentik, prinsip objektif, prinsip akuntabel, dan prinsip transparan.
Hasil akhir penilaian sudah merupakan integrasi berbagai teknik dan instrumen penilaian yang digunakan.
Menyusun, menyampaikan, menyepakati tahap, teknik, instrumen, kriteria, indikator, dan bobot penilaian antara penilaian dan yang dinilai sesuai dengan rencana pembelajaran.
Melaksanakan proses penilaian sesuai dengan tahap teknik, instrumen, kriteria, indikator, dan bobot penilaian antara penilaian yang memuat prinsip penilaian.
Pedoman Pembelajaran dan Monitoring Evaluasi Pembelajaran UHAMKA 30
NO STANDAR INDIKATOR
Memberikan umpan balik dan kesempatan untuk mempertanyakan hasil penilaian kepada mahasiswa
Mendokumentasikan penilaian proses dan hasil belajar mahasiswa secara akuntabel dan transparan.
Pelaksanaan penilaian dilakukan sesuai dengan rencana pembelajaran yang dapat dilakukan.
Pelaporan nilai dilakukan tepat waktu sesuai jadwal yang ditetapkan.
Hasil penilaian diumumkan kepada mahasiswa setelah satu tahap pembelajaran sesuai dengan rencana pembelajaran.
E. Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi Pembelajaran
1. Membentuk tim monitoring dan evaluasi pembelajaran yang terdiri dari:
a. Tingkat universitas
1) Penanggung Jawab : Rektor
2) Ketua : Wakil Rektor I
3) Sekretaris : Ketua Lembaga Penjaminan Mutu
4) Anggota : Ketua Biro Akademik dan Kemahasiswaan Ketua Biro Umum
Ketua Biro Aset
Ketua Divisi Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran
b. Tingkat fakultas/SPs
1) Penanggung Jawab : Dekan/Direktur
2) Ketua : Wakil Dekan I/Sekretaris Direktur
Pedoman Pembelajaran dan Monitoring Evaluasi Pembelajaran UHAMKA 31 3) Sekretaris : Ketua Gugus Penjaminan Mutu
4) Anggota : Kepala Sub Bagian Akademik Kepala Sub Bagian Umum c. Tingkat program studi
1) Penanggung Jawab : Ketua Program Studi
2) Ketua : Ketua Unit Penjaminan Mutu
3) Sekretaris : Sekretaris Program Studi/Koordinator
Akademik/sesuai kebutuhan (yang menguasai standar pendidikan)
4) Anggota : sesuai kebutuhan (yang menguasai standar pendidikan)
d. Penetapan Tim Monitoring dan Evaluasi Pembelajaran
1) Tingkat universitas ditetapkan dengan Surat Keputusan (SK) Rektor 2) Tingkat fakultas/SPs dan tingkat program studi ditetapkan dengan
Surat Keputusan (SK) Dekan/Direktur
2. Menyusun rencana kegiatan monitoring dan evaluasi pembelajaran a. Tingkat universitas
Menyusun rencana kegiatan monitoring dan evaluasi pembelajaran terkait pengelolaan pembelajaran di tingkat fakultas/SPs
b. Tingkat fakultas/SPs
Menyusun rencana kegiatan monitoring dan evaluasi pembelajaran terkait pengelolaan pembelajaran di tingkat program studi yang terdiri dari: kompetensi lulusan, isi pembelajaran, proses pembelajaran, hasil pembelajaran, dosen dan tenaga kependidikan, pengelolaan pembelajaran, sarana dan prasarana, dan pembiayaan.
c. Tingkat program studi
Pedoman Pembelajaran dan Monitoring Evaluasi Pembelajaran UHAMKA 32 Menyusun rencana kegiatan monitoring dan evaluasi pembelajaran terkait pelaksanaan pembelajaran di program studi, terdiri dari:
1) Perencanaan pembelajaran: penilaian perangkat pembelajaran (RPS, RTM, bahan ajar, dan media pembelajaran) pada semua mata kuliah di awal semester sebelum perkuliahan dimulai (format penilaian perangkat pembelajaran) ;
2) Supervisi kelas: penilaian proses pembelajaran dengan observasi secara langsung untuk menilai kesesuaian antara perencanaan dalam RPS dengan pelaksanaan pembelajaran baik berupa kuliah di kelas, maupun praktik di laboratorium. Supervisi kelas dapat dilakukan melalui Lesson Study;
3) Kehadiran dosen dan mahasiswa;
4) Suasana akademik: penilaian suasana akademik dilakukan dengan observasi secara langsung dan berkelanjutan terkait kegiatan mahasiswa dan dosen yang menunjang akademik.
5) Bimbingan dan konseling: Koordinasi dengan Dosen Penasehat Akademik terkait hasil konsultasi akademik mahasiswa yang dilakukan minimal 4 (empat kali) dalam satu semester.
3. Monitoring dan evaluasi pembelajaran di tingkat program studi oleh Ketua Program Studi
Monitoring dan evaluasi pembelajaran di tingkat program studi dilakukan oleh Ketua Program Studi, di tingkat fakultas oleh Wakil Dekan I dan di tingkat universitas oleh Wakil Rektor I. Pelaksanaan monitoring hendaknya dilaksanakan pada tengah semester dan akhir semester. Di samping itu monitoring pembelajaran juga dilakukan pada saat melaksanakan perkuliahan.
Pedoman Pembelajaran dan Monitoring Evaluasi Pembelajaran UHAMKA 33 Berdasarkan temuan pada hasil monitoring dilakukan evaluasi dan tindak lanjut dalam rangka perbaikan layanan kualitas pendidikan. Hasil evaluasi di tingkat program studi dilaporkan kepada Fakultas untuk kemudian diteruskan ke tingkat universitas melalui Wakil Rektor I sebagai bahan informasi dan masukan terhadap pengambilan keputusan berkaitan dengan perlu atau tidaknya inovasi dan revisi dalam kegiatan pembelajaran. Selain dilakukan oleh atasan, monitoring dan evaluasi pembelajaran juga dilakukan melalui penilaian persepsi dari mahasiswa. Khusus persepsi mahasiswa, Dosen dievaluasi secara menyeluruh dari empat kompetensi yang harus dimiliki oleh Dosen, sehingga diperoleh informasi sebagai bahan kajian untuk perbaikan layanan akademik terhadap mahasiswa.
F. Instrumen Monitoring dan Evaluasi Pembelajaran 1. Jadwal kuliah masing-masing program studi 2. Jadwal penggunaan laboratorium
3. Kalender akademik sesuai tahun akademik 4. Daftar dosen mengajar tiap program studi 5. Format monitoring pembelajaran oleh kaprodi
6. Format monitoring pembelajaran oleh Wakil Dekan 1 7. Format monitoring pembelajaran oleh Wakil Rektor 1 8. Format monitoring pembelajaran oleh mahasiswa
Pedoman Pembelajaran dan Monitoring Evaluasi Pembelajaran UHAMKA 34
LAMPIRAN
Pedoman Pembelajaran dan Monitoring Evaluasi Pembelajaran UHAMKA 35 Lampiran 1. Standar Operasional Prosedur Monitoring Perkuliahan
SOP MONITORING PERKULIAHAN
A. Tujuan
Standar operasional ini bertujuan untuk:
1. Mengetahui pelaksanaan standar perkuliahan;
2. Meningkatkan/memperbaiki kualitas perkuliahan;
3. Memberikan penjelasan tentang tata cara monitoring pelaksanaan perkuliahan termasuk praktikum di lingkungan UHAMKA;
4. Sebagai pedoman civitas akademika UHAMKA dalam menjalankan aktivitas perkuliahan.
B. Ruang Lingkup
SOP monitoring perkuliahan meliputi:
1. Tata cara monitoring pelaksanaan perkuliahan
2. Pihak-pihak terkait yang bertanggung jawab atas pelaksanaan monitoring perkuliahan
C. Definisi
1. Kuliah adalah kegiatan belajar mengajar tatap muka antara dosen dan mahasiswa yang dijadwalkan;
2. Praktikum adalah kegiatan belajar mengajar tatap muka antara dosen (atau dibantu asisten) dan mahasiswa, yang menekankan pada aspek psikomotorik (keterampilan), kognitif (pengetahuan), dan afektif (sikap) dengan menggunakan peralatan di laboratorium yang dijadwalkan;
3. Dosen adalah seorang yang berdasarkan persyaratan pendidikan, keahlian, dan kemampuan menjalankan tugasnya pokoknya pendidikan. Dosen terdiri dari dosen tetap dan dosen tidak tetap;
Pedoman Pembelajaran dan Monitoring Evaluasi Pembelajaran UHAMKA 36 4. Mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar secara sah pada salah satu
program studi masing-masing di UHAMKA;
5. Staf administrasi akademik adalah pegawai yang ditugaskan di fakultas di lingkungan UHAMKA. Tenaga administrasi akademik terdiri dari Pegawai Tetap dan Pegawai Tidak Tetap.
D. Rujukan
1. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.
2. Panduan Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi di Era Industri 4.0 Dirjen Belmawa Kemenristekdikti Tahun 2019.
3. Dokumen SPMI UHAMKA 2016, meliputi Kebijakan Mutu, Manual Mutu, Standar Mutu, dan Formulir Mutu.
4. Keputusan Rektor UHAMKA Nomor 1146/A.04.01/2016 tentang Penetapan Standar Pendidikan Tinggi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA.
5. Buku Acuan Akademik UHAMKA tahun 2019/2020.
E. Garis Besar Prosedur 1. Persiapan
a. Dosen pengampu mata kuliah menyiapkan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), Rencana Tugas Mahasiswa (RTM), kontrak belajar, bahan ajar, media pembelajaran, instrumen dan rubrik penilaian secara digital dan/atau cetak.
b. Pada level Program Studi, Ketua Program Studi memastikan semua dosen pengampu mata kuliah telah menyiapkan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), Rencana Tugas Mahasiswa (RTM), kontrak belajar, bahan ajar, media pembelajaran, instrumen dan rubrik penilaian secara digital dan/atau cetak. Pemantauan ini dilaksanakan oleh Wakil Dekan
Pedoman Pembelajaran dan Monitoring Evaluasi Pembelajaran UHAMKA 37 I/Sekretaris Direktur di tingkat fakultas/SPs dan dilaksanakan oleh Wakil Rektor I di tingkat universitas.
c. Tata usaha dan sub bagian akademik bersama dengan Ketua Program Studi menyiapkan daftar hadir mahasiswa, dosen, berita acara perkuliahan, dan daftar nilai mahasiswa untuk masing-masing mata kuliah pada sistem akademik online UHAMKA dan UHAMKA Mobile.
d. Ketua Program Studi bersama dengan Ketua Unit Penjaminan Mutu Program Studi mempersiapkan instrumen monitoring pembelajaran dan kuesioner persepsi mahasiswa pada proses pembelajaran per mata kuliah per dosen.
e. Ketua Program Studi bersama dengan Ketua Unit Penjaminan Mutu Program Studi menyusun jadwal supervisi kelas.
2. Pelaksanaan
a. Dosen dan mahasiswa melaksanakan perkuliahan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Kuliah minimal dilakukan minimal 14 kali pertemuan dalam setiap semester;
b. Setiap dosen wajib mengisi formulir berita acara perkuliahan, dan mendata kehadiran mahasiswa pada aplikasi UHAMKA Mobile;
c. Staf administrasi akademik mengolah data jumlah pelaksanaan perkuliahan setiap mata kuliah 2 minggu sebelum UTS dan UAS. Hasil pengolahan dan penyajian data disampaikan kepada Ketua Program Studi masing-masing untuk ditindaklanjuti;
c. Staf administrasi akademik mengolah data jumlah pelaksanaan perkuliahan setiap mata kuliah 2 minggu sebelum UTS dan UAS. Hasil pengolahan dan penyajian data disampaikan kepada Ketua Program Studi masing-masing untuk ditindaklanjuti;