• Tidak ada hasil yang ditemukan

Stasiun Kernel

Dalam dokumen LAPORAN MAGANG kernel (Halaman 29-33)

Stasiun kernel adalah stasiun akhir untuk memperoleh inti sawit atau tempat proses pemisahan serabut dan biji. Pengolahan inti pada dasarnya adalah sebagai berikut:

1. Pemisahan serabut dan biji 2. Pemisahan cangkang

3. Pemisahan inti dari cangkangnya 4. Pengeringan.

Alat-alat yang digunakan di stasiun ini diantaranya cake breaker conveyor (CBC), deperikarper, nut silo, ripple mill, hidrosyclon, dan kernel silo.

2.3.2.8.1 Cake Breaker Conveyor

Cake Breaker Conveyor adalah alat yang digunakan untuk mengirimkan nut dan fiber kepada proses selanjutnya yaitu proses pengolahan kernel. Selain untuk mengirim nut dan fiber alat ini juga berfungsi untuk mengikis fiber-fiber yang masih melekat pada nut dan untuk memecahkan bongkahan Press Cake serta mengangkutnya ke Deperycarper. Alat ini dilengkapi denganconveyor dengan kecepatan putar 23 rpm dengan kemiringan 600. Kemiringan ini berfungsi untuk memperlambat gerakan dari cake breaker conveyor, perlambatan ini mengakibatkan semakin banyaknya perputaran conveyor sehingga nut yang dihasilkan lebih besir. Cara kerja alat ini adalah bergerak secara sentrifugal, selain berfungsi untuk mengirimkan nut juga mengikis fiber yang masih melekat pada nut. Pemberian steam pada proses press akan mempermudah kerja CBC, memudahkan pemecahan gumpalan saat presshing.

Deperycarper adalah alat yang digunakan untuk memisahkan fibre dan nut , fibre yang memiliki densitas yang lebih ringan akan dihisap ke atas oleh fiber cyclone sedangkan nut yang mempunyai densitas yang lebih berat akan jatuh kebawah dan masuk ke polisshing drum untukmemisahkan benda-benda lain ataupun memisahkan serabut yang masih menempel pada nut. Fiber yang dihisap oleh fiber cyclone akan ditampung dihoper sebagai bahan bakar boiler. Pada saat pengepresan adanya loses yaitu pecahnya nut yang mengakibatkan kernel menjadi pecah. Pecahan kecil yang dibawa oleh cake breaker conveyor akan terhisap oleh fiber syclon, hal ini dianggap sebagai loses, loses yang terhisap oleh depericarter adalah maksimal 2%.

2.3.2.8.3 Polishing Drum

Nut polising drum berupa drum berlubang-lubang yang berputar, fungsi dari polising drum adalah sebagai penyaringan nut dan bahan-bahan lain. Lubang dari polisshing drum memiliki ukuran sehingga nut besar dan batu akan terlempar pada ujung dan nut kecil akan jatuh ke bawah dan masuk ke nut convenyor.

Kapasitas alat ini yaitu 30 ton/jam dengan kecepatan putaran polishing drum ini berkisar 28 rpm.Fungsi dari polishing drum juga sebagai pembersih pada nut dimana nut akan saling bergesekan satu sama lain dan juga bergesekan dengan dinding polising drum. Karena adanya perputaran polising drum tersebut dangesekan maka sisa-sisa serabut yang masih melekat pada biji akan terlepas dan terhisap ke deperycarper dan nut akan di bawa oleh nut elevator menuju nut silo.

Nut Elevator adalah alat yang digunakan untuk membawa nut (kernel) yang sudah dibersihkan dari polishing drum tersebut ke Nut Silo.

2.3.2.8.5 Nut Silo

Fungsi dari alat ini adalah untuk tempat penampungan nut sementara sebelum masuk ke tahap pengolahan nut pada unit ripple mill yang dibawa oleh nut conveyor. PT. Brahma BinaBakti memiliki dua nut silo dengan kapasitas alat masing-masing yaitu 45 ton.Nut silo pada PT Brahma BinaBakti dilengkapi oleh inject steam yang berfungsi untuk pengeringan nut sehingga proses pemecahan oleh ripple mill mudah dilakukan, namun steam tersebut tidak lagi dioperasikan karena memiliki resiko yang tinggi yaitu kebakaran.

2.3.2.8.6 Ripple Mill

Nut yang masuk dari nut silo ke riple mill akan dipecah sehingga terpisah antara inti dan cangkangnya, jadi dari ripple mill adalah untuk memecahkan nut dengan sistem rotary dimana nut yang masuk ke riple mill akan digerakkan oleh rotor bar yang berputar, akibat dari perputaran maka nut akan saling bergesekan dengan rotor plate pada dinding ripple mill.

Cara kerja alat ini yaitu dengan gaya jepit yang dilakukan oleh 2 silinder agar dapat memecahkan biji tersebut. Silinder tersebut dilengkapi oleh pipa-pipa yang akan menjepit nut sehingga nut menjadi pecah. Pengaturan cone saat operasional harus disesuaikan dengan ukuran nut yang ada, artinya untuk mendapatkan hasil yang maksimal maka cone dari ripple mill harus selalu dalam kontrol operator. Hasil pemecahan biji disebut dengan cracked mixture yang terdiri dari cangkang dan kernel.

PT. Brahma Binabakti memiliki 5 ripple mill, namun tidak semua dioperasikan ada mesin yang stand by bila mesin ripple mill ada yang rusak. Ripple mill yang digunakan yaitu dengan pipa dan aus.

Pipa berfungsi untuk menjepit nut sehingga nut akan pecah, tekanan yang diberikan oleh ripple mill adalah 96-97 bar. Tekanan yang diberikan oleh ripple mill di sama untuk semua ukuran nut, sehingga nut yang kecil akan terlebih dahulu pecah. Ini mengakibatkan banyaknya kernel yang pecah. Semakin rendahnya kadar air dari nut maka pemecahan biji akan lebih cepat.

2.3.2.8.7 Craked Mixture Conveyor

Alat ini berfungsi untuk membawa cracked mixture dari ripple mill ke cracked mixture elevator secara kontinyu selama proses pengolahan berlangsung.

2.3.2.8.8 Craked Mixture fan

Craked Mixture Elevator adalah suatu alat yang berfungsi untuk mentranfer campuran cangkang dan kernel menuju CM fan.CM Fan berfungsi untuk menghisaap shell yang berukuran kecil. Pengambilan shell yang berukuran kecil ini agar tidak mengganggu proses selanjutnya yaitu hidrosyclon. CM Fan juga akan mengangkut atau menghisap kernel yang berukuran kecil, hasil dari pecahan ripple mill. Kernel yang terhisap termasuk loses, loses dari proses ini minimal 1%.

2.3.2.8.9 CM grading

CM gradingadalah suatu alat yang berbentuk seperti polishing drum, memiliki lobang-lobang yang berfungsi sebagai sortasi. Nut yang belum pecah akan kembali ke nut silo yang dibawa oleh conveyor. Cara kerja dari alat ini adalah drum akan berputar dengan gaya sentrifugal. Sehingga kernel dan cangkang yang pecah akan jatuh ke bawah dan di bawa oleh CM Convenyor 2 menuju hidrosyclon.

Hydrocyclone adalah suatu alat yang mempermudah pemisahan material padat melalui media air dengan memamfaatkan efek vortex yang ditimbulkan dari gaya centrifugal. Hydrocyclone terdiri dari sebuah kolom pemisah dan dua buah rotary drum penuh lubang. Dalam kolom pemisah, air akan mengalir dan membentuk pusaran air. Perbedaan densitas kernel dan cangkang membuat keduanya terpisah. Kernel akan tetap berada dipermukaan karena gaya sentrifugal dan cangkang akan tenggelam. Untuk memisahkan kernel dan cangkang dalam air, digunakan rotary drum yang berlubang. Kernel akan dibawa ke kernel silo.

2.3.2.8.11 Kernel Silo

Fungsi kernel silo yaitu sebagai tempat pengeringan kernel dan juga sebagai tempat penurunan kadar air. Alat ini dilengkapi oleh fan yang memberikan panas kering. Ada tiga tahapan pengeringan, suhu pada ketiga tahapan yaitu 20,40 dan 60°C.

Kernel yang sudah terpisah dari cangkangnya dan masih mengandung 12 % kadar airnya, fan di kernel silo akan menurunkan kadar air hingga hingga 7 %. Pengurangan kadar air pada kernel ini selain untuk memenuhi kualitas produksi, juga bertujuan supaya pertumbuhan jamur dapat terhambat. PT. Brahma BinaBakti memiliki 6 unit Kernel Silo dengan volume masing-masing 15 ton.

2.3.2.8.12 Kernel Storage

Kernel Storage berfungsi sebagai tempat penampungan sementara kernel yang telah mengalami proses pengeringan sebelum dipasarkan. Kernel Storage PT Brahma Binabakti berbentuk gudang.

Dalam dokumen LAPORAN MAGANG kernel (Halaman 29-33)

Dokumen terkait