• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN

5.1. Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif semua variabel yang dioperasikan dalam penelitian ini tersaji dalam Tabel 5.1. Dari 710 observasi, rata-rata price to earnings ratio sebagai variabel terikat adalah 17,80 kali. Hal ini bermakna bahwa secara rata-rata harga pasar saham per lembar saham 17,80 kali lebih tinggi dari laba bersih per lembar saham. Variabel price to earnings ratio memiliki deviasi standar sebesar 105,73 kali. Deviasi standar yang cukup besar ini mengonfirmasi perbedaan yang cukup besar antara nilai maksimum (2.132,72 kali) dan minimumnya (-482,37 kali). Mean (rata-rata aritmatika) variabel price to earnings ratio sebesar 17,80 lebih besar dari pada median (nilai tengah) sebesar 9,14 dan variabel price to earnings ratio memiliki kurtosis sebesar 232,76 yang lebih besar dari 3,0. Berdasarkan ukuran kecondongan dan keruncingan kurva distribusi normal, kurva distribusi normal variabel price to earnings ratio condong ke kanan (skewed to the right) dan

leptokurtic yaitu bagian tengah distribusi data memiliki puncak yang lebih runcing

(nilai keruncingan atau kurtosis lebih dari 3).

Audit tenure sebagai salah satu variabel bebas memiliki rata-rata

aritmetika sebesar 2,85 periode (dibulatkan menjadi 3 periode audit) dengan deviasi standar sebesar 1,5 periode (dibulatkan menjadi 2 periode audit). Periode audit terlama adalah 6 periode dan periode tersingkat adalah 1 periode. Mean (rata-rata

aritmatika) variabel audit tenure sebesar 2,85 lebih kecil dari pada median (nilai tengah) sebesar 3,0 dan variabel audit tenure memiliki kurtosis sebesar 2,21yang lebih kecil dari 3,0. Berdasarkan ukuran kecondongan dan keruncingan kurva distribusi normal, kurva distribusi normal variabel audit tenure condong ke kiri (skewed to the left) dan platykurtic yaitu bagian tengah distribusi data memiliki puncak yang lebih datar (nilai keruncingan atau kurtosis kurang dari 3).

Dua variabel bebas lainnya yaitu ukuran kantor akuntan publik dan opini audit berbentuk dummy variable. Jumlah observasi klien yang laporan keuangannya diaudit oleh KAP besar sebanyak 281 observasi dari 710 observasi, sedangkan jumlah observasi klien yang laporan keuangannya diaudit oleh KAP kecil sebanyak 429 observasi dari 710 observasi. Rata-rata aritmetika variabel ukuran kantor akuntan publik sebesar 0,40 artinya sekitar 40 persen observasi diaudit oleh KAP besar. Variabel ukuran kantor akuntan publik memiliki deviasi standar sebesar 0,49, artinya penyimpangan dari rata-ratanya yaitu sebesar 49 persen. Mean (rata-rata aritmatika) variabel ukuran kantor akuntan publik sebesar 0,40 lebih besar dari pada

median (nilai tengah) sebesar 0,0 dan variabel ukuran kantor akuntan publik

memiliki kurtosis sebesar 1,18 yang lebih kecil dari 3,0. Berdasarkan ukuran kecondongan dan keruncingan kurva distribusi normal, kurva distribusi normal variabel ukuran kantor akuntan publik condong ke kanan (skewed to the right) dan

platykurtic yaitu bagian tengah distribusi data memiliki puncak yang lebih datar

Statistik deskriptif variabel opini audt menunjukkan bahwa dari 710 observasi, terdapat 503 observasi yang laporan keuangannya mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian dan sisanya 207 observasi yang laporan keuangannya mendapatkan opini selain wajar tanpa pengecualian. Rata-rata aritmetika variabel opini audit sebesar 0,71 artinya sekitar 71 persen observasi mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian. Variabel opini audit memiliki deviasi standar sebesar 0,45, artinya penyimpangan dari rata-ratanya yaitu sebesar 45 persen. Mean (rata-rata aritmatika) variabel opini audit sebesar 0,71 lebih kecil dari pada median (nilai tengah) sebesar 1,0 dan variabel opini audit memiliki kurtosis sebesar 1,84 yang lebih kecil dari 3,0. Berdasarkan ukuran kecondongan dan keruncingan kurva distribusi normal, kurva distribusi normal variabel opini audit condong ke kiri (skewed to the left) dan platykurtic yaitu bagian tengah distribusi data memiliki puncak yang lebih datar (nilai keruncingan atau kurtosis kurang dari 3).

Ukuran perusahaan klien dan usia perusahaan klien dioperasikan sebagai variabel kontrol. Ukuran perusahaan klien diukur dengan logaritma natural total aset perusahaan klien. Rata-rata aritmetika variabel ini adalah 12,03 yaitu sebesar Rp 167.711,41 juta (eksponensial dari 12,03). Dengan kata lain, secara rata-rata keseluruhan 710 observasi memiliki nilai aset sebesar Rp 167.711,41 juta. Variabel ukuran perusahaan klien memiliki deviasi standar sebesar 1,08 yaitu sebesar Rp 2,9 juta (eksponensial dari 1,08). Nilai maksimum dari variabel ukuran perusahaan klien adalah 14,80 yaitu sebesar Rp 2.676.445,06 juta (eksponensial dari 14,80) dan nilai minimumnya adalah 7,90 yaitu sebesar Rp 2.697,28 juta (eksponensial dari 7,90). Mean (rata-rata aritmatika) variabel ukuran perusahaan klien sebesar 12,03

lebih kecil dari pada median (nilai tengah) sebesar 12,09 dan variabel ukuran perusahaan klien memiliki kurtosis sebesar 4,89 yang lebih besar dari 3,0. Berdasarkan ukuran kecondongan dan keruncingan kurva distribusi normal, kurva distribusi normal variabel ukuran perusahaan klien condong ke kiri (skewed to the

left) dan leptokurtic yaitu bagian tengah distribusi data memiliki puncak yang lebih

runcing (nilai keruncingan lebih dari 3).

Statistik deskriptif variabel usia perusahaan klien memiliki nilai rata-rata aritmetika sebesar 32,42 tahun, artinya secara rata-rata usia perusahaan dari 710 observasi yaitu sebesar 32,42 tahun. Variabel usia perusahaan klien memiliki deviasi standar sebesar 17,23 tahun, artinya penyimpangan dari rata-ratanya yaitu sebesar 17,23 tahun. Nilai maksimum dari variabel usia perusahaan klien adalah 107,99, artinya usia perusahaan yang paling tua dari 710 observasi yaitu berumur 107,99 tahun dan nilai minimumnya adalah 4,63, artinya usia perusahaan yang paling muda dari 710 observasi yaitu berumur 4,63 tahun. Mean (rata-rata aritmatika) variabel usia perusahaan klien sebesar 32,42 lebih besar dari pada

median (nilai tengah) sebesar 29,74 dan variabel usia perusahaan klien memiliki kurtosis sebesar 8,66 yang lebih besar dari 3,0. Berdasarkan ukuran kecondongan dan keruncingan kurva distribusi normal, kurva distribusi normal variabel usia perusahaan klien condong ke kanan (skewed to the right) dan leptokurtic yaitu bagian tengah distribusi data memiliki puncak yang lebih runcing (nilai keruncingan atau kurtosis lebih dari 3).

Tabel 5.1

Statistik Deskriptif Keseluruhan Variabel Penelitian

UKURAN TENUREb AUDITOR

SIZEa OPINIONa CLIENTS

IZEc AGEd PERe Jumlah Observasi 710 710 710 710 710 710 Jumlah Observasi D=1a - 281 503 - - - Jumlah Observasi D=0a - 429 207 - - - Rata-Rata Aritmetika 2,85 0,40 0.71 12,03 32,42 17,80 Deviasi Standar 1,51 0,49 0.45 1,08 17,23 105,73 Nilai Tengah 3,00 0,00 1,00 12,09 29,74 9,14 Nilai Maksimum 6,00 1,00 1,00 14,80 107,99 2.132,72 Nilai Minimum 1,00 0,00 0,00 7,90 4,63 -482,37 Kurtosisf 2,21 1,18 1,84 4,89 8,66 232,76 Skewnessg 0,50 0,43 -0,92 -0,83 1,99 11,86

Sumber: Lampiran 3 (dengan pembulatan dua angka di belakang tanda koma) Keterangan:

a) Untuk AUDITORSIZE, jumlah observasi D=1 artinya jumlah observasi yang laporan keuangannya diaudit oleh KAP besar sedangkan jumlah observasi D=0 artinya jumlah observasi yang laporan keuangannya diaudit oleh KAP kecil.

Untuk OPINION, jumlah obeservasi D=1 artinya jumlah observasi yang laporan keuangannya mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian sedangkan jumlah observasi D=0 artinya jumlah observasi yang laporan keuangannya mendapat opini selain wajar tanpa pengecualian.

b) TENURE adalah periode audit laporan keuangan yang dilakukan oleh KAP selama tahun pengamatan (tahun 2008 sampai tahun 2012).

c) CLIENTSIZE adalah logaritma natural dari total aset setiap emiten atau client (dalam jutaan rupiah).

d) AGE adalah usia perusahaan (dalam satuan tahun) sejak didirikan sampai akhir tahun pengamatan (31 Desember 2008, 31 Desember 2009, 31 Desember 2010, 31 Desember 2011, dan 31 Desember 2012).

e) PER adalah price to earnings ratio emiten atau client pada tahun 2008, 2009, 2010, 2011, dan 2012.

f) Kurtosis adalah derajat keruncingan suatu distribusi (diukur relatif terhadap distribusi normal). Leptokurtic yaitu bagian tengah distribusi data memiliki puncak yang lebih runcing (nilai keruncingan atau kurtosis lebih dari 3).

Platykurtic yaitu bagian tengah distribusi data memiliki puncak yang lebih datar (nilai keruncingan atau kurtosis kurang dari 3).

Mesokurtic yaitu bagian tengah distribusi data memiliki puncak diantara Leptokurtic dan Platykurtic (nilai keruncingan atau kurtosis sama dengan 3).

g) Skewness adalah derajat ketidaksimetrisan suatu distribusi (ukuran kecondongan data). Skewed to the left jika nilai mean lebih kecil dari nilai median.

Symetric jika nilai mean sama dengan nilai median.

Dokumen terkait