VI HASIL DAN PEMBAHASAN
2) Penilaian Risiko Produksi Pada Kegiatan Diversifikasi
6.2 Strategi dalam Mengatasi Risiko Produksi PT PDMA
PT PDMA dalam menjalankan usahanya mempunyai berbagai macam masalah yang ditimbulkan oleh risiko. Risiko yang dihadapi oleh PT PDMA adalah risiko produksi pada kegiatan usahanya dimana terdapat fluktuasi produksi yang dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Untuk itu perlu dilakukan manajemen risiko produksi yang baik agar risiko tersebut dapat diminimalkan, namun PT PDMA saat ini belum mempunyai manajemen risiko yang tepat untuk meminimalkan risiko, hal ini dapat dilihat dari penurunan produksi yang terjadi apabila menghadapi musim kemarau. PT PDMA saat ini belum mengenali dan mengetahui kapan risiko tersebut menjadi ancaman yang nyata bagi perusahaan. Maka dari itu, perusahaan harus peka dengan berbagai perubahan dalam lingkungan operasinya yang dapat menyebabkan risiko-risiko yang ada dalam perusahaan.
Manajemen risiko adalah cara-cara yang digunakan manajemen untuk menangani berbagai permasalahan yang disebabkan oleh adanya risiko. Keberhasilan perusahaan ditentukan oleh kemampuan manajemen menggunakan berbagai sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan yang diinginkan berupa keuntungan yang dapat tercapai secara efektif dan efisien. Penanganan risiko dapat dianggap sebagai salah satu fungsi dari manajemen yaitu perencanaan, mengorganisasi, mengarahkan dan melakukan pengendalian atau planning, organizing, actuating, controling (POAC).
Besarnya risiko produksi yang dihadapi PT PDMA diantisipasi dengan menerapkan manajemen risiko. PT PDMA dalam menerapkan manajemen risiko memiliki strategi dalam mengatasi risiko produksi yang terjadi yaitu dengan cara diversifikasi dimana terdapat dua jenis komoditas yang ditanam dalam satu luasan lahan. Dengan adanya diversifikasi produk maka akan dapat menutupi kegiatan produksi yang mengalami penurunan. Dalam hal ini dapat dilakukan pola tanam yakni kegagalan pada salah satu kegiatan usahatani masih dapat ditutupi dari kegiatan usahatani lainnya. Oleh karena itu diversifikasi usahatani merupakan salah satu strategi untuk meminimalkan risiko sekaligus melindungi dari fluktuasi produksi. Selain itu strategi yang dilakukan oleh PT PDMA yaitu dengan pola kemitraan produksi antara pihak perusahaan dengan petani. Hal ini dimaksudkan apabila perusahaan mengalami kekurangan produksi maka dapat dipasok dari petani tetapi sebelumnya telah disepakati standart kualitas yang dimiliki oleh perusahaan agar produk yang dihasilkan tidak jauh berbeda. Namun dalam hal ini strategi dalam mengatasi risiko produksi yang dilakukan oleh PT PDMA belum begitu baik, hal ini dapat dilihat dari masih adanya fluktuasi produksi dan belum bisa memenuhi permintaan konsumen.
Berdasarkan analisis yang dilakukan menyatakan bahwa diversifikasi dapat mengurangi risiko produksi yang ada. Tetapi dengan melakukan diversifikasi usahatani, tidak membuat risiko produksi menjadi nol. Artinya meskipun perusahaan telah melakukan diversifikasi, tetapi perusahaan akan tetap menghadapi risiko produksi. Hal ini dapat dilihat pada hasil perbandingan risiko produksi yang diperoleh yakni nilai variance, standard deviation, coefficient variation tidak sama dengan nol.
Manajemen risiko dapat dilakukan dengan adanya kesadaran akan risiko yang dapat dilakukan dengan mengidentifikasi risiko yang ada, mengukur risiko, memikirkan mengenai konsekuensi risiko-risiko yang ada, dan mengkomunikasikan ke seluruh bagian berbagai risiko yang ada sehingga dapat dicari penanganannya. Hal ini meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengolahan serta koordinasi dalam pengelolaan setiap unit produksi pada PT PDMA. Dalam hal ini PT PDMA telah menerapkan manajemen risiko tetapi belum dijalankan dengan baik seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Untuk itu PT PDMA dapat membuat strategi yang tepat agar dapat menangani risiko produksi dengan cara membuat perencanaan produksi mulai pada saat penanaman, perawatan dan pemanenan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas daun potong. Perencanaan produksi pun terkait dengan jadwal tanam, karena saat ini PT PDMA masih memiliki kendala koordinasi dalam menentukan jadwal tanam yang tidak sesuai waktu yang telah ditentukan sebelumnya serta panen daun yang seharusnya belum tepat waktunya. Selain itu, perencanaan pencegahan penyakit harus diperhatikan dengan baik terutama pada saat cuaca dan musim yang kurang baik.
Perencanaan penanaman sebaiknya dilakukan pada saat cuaca tidak hujan karena akan memaksimalkan produksi yang ada. Jika pada saat hujan dilakukan penanaman maka bibit akan rusak dan busuk sehingga hasilnya tidak akan maksimal. Selain itu perawatan yang intensif sangat penting terutama pada saat cuaca tidak mendukung. Perawatan terhadap tanaman yakni dengan memaksimalkan pengendalian terhadap hama dan penyakit tanaman.
Selanjutnya pengorganisasian untuk para karyawan yang terlibat langsung dengan kegiatan produksi sangat penting yakni dengan pembagian tugas-tugas yang jelas. Hal ini dikarenakan agar semua karyawan mempunyai peranan dalam produksi sehingga kebijakan yang diterapkan dapat berjalan sesuai dengan prosedur. Dengan adanya pengorganisasian maka perawatan terhadap tanaman akan semakin terkoordinir. Selain itu pengarahan dan pengolahan serta koordinasi dalam pengelolaan setiap risiko oleh pimpinan PT PDMA terhadap tenaga kerja harus dilakukan dengan baik, terutama supervisor yang terkait langsung dengan produksi daun potong. Pengarahan pada PT PDMA bersifat vertikal dari manajer
kepada supervisor dan kemudian pada karyawan dilapangan. Pengarahan harus dilakukan secara rutin, hal ini akan mengakibatkan komunikasi antara atasan dan bawahan akan terjalin dengan baik. Pengarahan juga berfungsi untuk mengevaluasi risiko yang ada dan bagaimana tindakan untuk meminimalkan risiko yang ada. Sehingga jika terjadi suatu permasalahan maka semua pihak dapat mengetahui serta dapat melakukan pengelolaan denga baik.
PT PDMA terdiri dari beberapa blok produksi sehingga setiap blok harus ada penanggungjawabnya. Hal ini akan mengakibatkan adanya koordinasi yang baik satu dengan yang lainnya. Koordinasi dalam pengelolaan, bertujuan untuk mensinkronkan unit-unit produksi yang terdiri dari beberapa blok produksi dalam masalah perawatan dan pemeliharaan, seperti mengkoordinasikan kegiatan produksi dengan tindakan pencegahan hama dan penyakit. Koordinasi yang baik juga memperhatikan pola tanam yang akan dilaksanakan agar memaksimalkan hasil yang ada.
Untuk mendapatkan hasil yang baik dari penerapan manajemen risiko sebaiknya dilakukan juga evaluasi dan pengawasan untuk mengetahui sejauh mana manajemen risiko telah diterapkan dalam perusahaan. Evaluasi dilakukan oleh pimpinan yang berwenang dalam PT PDMA terhadap manajemen risiko yang sudah dijalankan apakah berdampak pada peningkatan produksi dan keuntungan perusahaan. Manajemen risiko sangat penting dalam pengelolaan suatu perusahaan, yaitu manajemen risiko dapat mengurangi volatilitas pendapatan, dapat memaksimalkan nilai aset pemegang saham dan dapat memperbesar peluang kerja dan jaminan finansial. PT PDMA saat ini belum melakukan penanganan risiko secara optimal untuk mengurangi risiko yang ada. Dengan demikian perlu adanya kesadaran dari perusahaan untuk menjalankan alternatif strategi yang baik dan tepat dalam mengatasi produksi agar risiko produksi yang ada dapat diminimalkan.