• Tidak ada hasil yang ditemukan

STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang (Halaman 46-54)

Visi dan Misi yang telah dirumuskan dan dijelaskan tujuan serta sasarannya perlu dipertegas tentang upaya atau cara untuk mencapai tujuan dan sasaran misi tersebut melalui strategi pembangunan daerah yang akan dilaksanakan selama lima tahun hingga tahun 2015.

Kebijakan pembangunan merupakan penjabaran tujuan dan sasaran misi yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya. Kebijakan pembangunan tersebut menjadi pedoman dalam melaksanakan program dan kegiatan selama periode tahun 2011 – 2015 berdasarkan urusan pemerintahan.

Misi 1.

Meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat yang cerdas, sehat, berbudaya dan religius yang Harmonis

Kebijakan:

1. Bidang Pendidikan

a. Mengalokasikan anggaran untuk meringankan beban biaya pendidikan; b. Peningkatan mutu dan kesejahteraan tenaga pendidik;

c. Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan yang berstandar; d. Pengembangan layanan perpustakaan;

e. Meningkatkan pemerataan dan mutu pendidikan luar sekolah;

f. Penguatan dan pelaksanaan regulaisi, pranata serta norma standar pedoman dan ketentuan (NSPK) bidang pendidikan;

g. Penguatan kelembagaan dan manajemen sumberdaya manusia;

h. Penguatan fungsi perencanaan, evaluasi dan pengendalian program kerja penyelenggaraan pendidikan yang berbasis data dan informasi. i. Pembangunan Institut Kelautan dan Perikanan Nasional (IKPN) 2. Bidang Perpustakaan

Pengembangan layanan perpustakaan. 3. Bidang Kesehatan

a. Pengembangan desa siaga menuju desa sehat;

b. Pelayanan Kesehatan Masyarakat Miskin dan Asuransi Semesta (Universal Coverage);

d. Pelayanan vaksinasi dasar lengkap;

e. Mewujudkan sistem surveillans dan monitoring;

f. Pengadaan dan pemerataan obat serta perbekalan kesehatan; g. menurunkan prevalensi gizi kurang dan gizi lebih;

h. Penanggulangan Gizi Kurang;

i. Peningkatan sarana kesehatan yang terstandar dan terakreditasi; j. Evaluasi dan Pengembangan Standar Pelayanan Kesehatan; k. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dasar dan rujukan.

4. Bidang Keluarga Berencana

Penyediaan pelayanan, penyuluhan dan advokasi kesehatan reproduksi. 5. Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

a. Meningkatkan upaya-upaya pemberdayaan perempuan;

b. Penyediaan pelayanan rehabilitasi, penyuluhan dan advokasi terhadap tindak kekerasan dan trafficking.

6. Bidang Sosial

a. Meningkatkan fungsi sosial penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) penerima manfaat;

b. Sinkronisasi kebijakan dan pelaksanan upaya-upaya penanggulangan kemiskinan.

7. Bidang Kepemudaan dan Olahraga a. Pembinaan kelembagaan kepemudaan;

b. Pengembangan prestasi atlet daerah dan pembangunan sarana olahraga;

c. Peningkatan prestasi olah raga. 8. Bidang Kebudayaan

a. Pengembangan kapasitas pelaku budaya;

b. Pengembangan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal; c. Pelestarian situs sejarah dan budaya.

9. Bidang Pengembangan nilai-nilai keagamaan

a. Pembinaan kehidupan antar dan inter umat beragama; b. Fasilitasi dan pembinaan aktifitas kehidupan keagamaan.

50 Misi 2:

Penguatan struktur dan kelembagaan ekonomi daerah Kebijakan:

1. Bidang Pertanian

a. Pengembangan usaha-usaha agribisnis pertanian komoditas tanaman pangan dan hortikultura melalui penyediaan sarana dan prasarana produksi, pemberdayaan kelembagaan, penerapan inovasi dan teknologi pertanian, pengembangan industri pengolah hasil pertanian; b. Pengembangan sistem dan sumberdaya penyuluh pertanian;

c. Pengembangan sektor peternakan diarahkan pada peningkatan skala usaha melalui rintisan pola agribisnis, fasilitasi desain produk, penanganan produksi dan pengendalian penyakit ternak.

d. Rintisan pengembangan one village one product sektor pertanian. e. Pembangunan terminal agribisnis daerah.

2. Bidang Kelautan dan Perikanan

a. Pengembangan sentra-sentra produksi perikanan menuju pengembangan kawasan minapolitan.

b. Pembangunan Rumah Potong Hewan berbasis tata ruang. 3. Bidang Industri

a. Pengembangan regulasi, fasilitasi dan iklim usaha bagi masuknya investasi sektor industri;

b. Pengembangan Industri Kecil dan Menengah yang mampu memanfaatkan posisi dalam rantai nilai industri dan potensi sumber daya lokal melalui pengembangan sentra IKM, kemitraan usaha, pengembangan kelembagaan dan kewirausahaan IKM.

c. Rintisan pengembangan one village one product sektor industri 4. Bidang Perdagangan

a. Pengembangan regulasi, fasilitasi dan iklim usaha serta sarana prasarana perdagangan dalam mendukung sistem distribusi barang produksi dan konsumsi;

b. Pengembangan kerjasama perdagangan dalam rangka mendukung promosi produk unggulan daerah.

5. Bidang Pariwisata

a. Penyediaan fasilitasi, regulasi dan iklim usaha kepariwisataan daerah; b. Pengembangan sarana dan prasarana obyek daya tarik wisata

(ODTW);

c. Pembinaan dan Pemberdayaan pelaku usaha serta kemitraan sektor pariwisata daerah.

6. Bidang Ketenagakerjaan

a. Peningkatan kualitas angkatan kerja daerah yang berbasis kebutuhan pasar tenaga kerja;

b. Penyediaan informasi ketenagakerjaan;

c. Pengembangan kebijakan, pembinaan dan pengawasan regulasi bidang ketenaga kerjaan.

7. Bidang Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah

a. Meningkatkan kemampuan kewirausahaan UMKM dan sistim kelembagaan Koperasi;

b. Meningkatkan skala usaha KUMKM melalui faslitisasi pembiayaan, pengembangan kerjasama, promosi dan akses pasar, pengembangan inovasi dan teknologi serta standarisasi desain produk;

c. Membangun dan meningkatkan lembaga ekonomi mikro dan menengah dengan system bagi hasil yang proporsional. Strategi yang direncanakan adalah membangun lembaga lembaga ekonomi mikro dan menengah dengan sistim bagi hasil.

Misi 3

Meningkatkan Pelayanan Ketersediaan Infrastruktur Wilayah Kebijakan

1. Bidang Tata Ruang

a. Melaksanakan percepatan penyelesaian regulasi daerah, standar dan pedoman bidang penataan ruang;

b. Meningkatkan koordinasi dan pemantapan keterpaduan pemanfaatan serta pengendalian ruang wilayah yang selaras dengan pola dan struktur ruang wilayah.

c. Menetapkan kawasan rawan bencana dan mengembangkan sistem penanganan bencana.

52 2. Bidang Pekerjaan Umum

a. Mengembangkan ruas jalan Kolektor primer penghubung antar pusat kegitan (PKW - PKL, dan antar PKL) pada ruas jalan kabupaten diarahkan pada :

1). Meningkatkan kualitas konstruksi jalan sesuai dengan kelas dan fungsi jalan (persyaratan lebar minimal perkerasan 7 m, bahu jalan 1,5 m, drainase 1m);

2). Meningkatkan status jalan kabupaten menjadi jalan provinsi dan nasional;

3). Membangun ruas jalan baru yang mendukung pengembangan wilayah, sesuai ketentuan teknis, kelas dan fungsi jalan yang direncanakan;

4). Meningkatkan segmen jalan lintas yang masih di bawah standar untuk memenuhi persyaratan lebar minimum (6 m dengan memperhatikan kondisi lokasi).

b. Meningkatkan infrastruktur jalan penghubung pusat pengembangan wilayah (kolektor sekunder PKL/PPL dan antar PPL) pada ruas jalan Kabupaten:

1). Meningkatkan kualitas konstruksi jalan sesuai dengan kelas dan fungsi jalan (persyaratan lebar minimal perkerasan 4 m, bahu jalan 1 m, drainase 1 m);

2). Meningkatkan segmen jalan Lintas yang Masih di Bawah Standar untuk memenuhi persyaratan lebar minimum (4 m dengan memperhatikan faktor lokasi).

c. Meningkatkan infrastruktur jalan pedesaan dengan diarahkan pada meningkatkan infrastruktur jalan poros desa penghubung PPK/PPL dengan desa, diarahkan pada Peningkatan kemantapan struktur konstruksi jalan rigid/hotmix (persyaratan lebar minimal perkerasan 3,5 m, bahu jalan 0,75 m, drainase 0,5 m);

d. Mempertahankan kondisi konstruksi jembatan sesuai rencana umur teknis yang telah ditetapkan:

1). Membangun jembatan penghubung pada lokasi strategis; 2). Optimalisasi manajemen pemeliharaan konstruksi jembatan.

e. Meningkatkan koordinasi pemanfaatan, efisiensi penyaluran, pengembangan dan pemeliharaan jaringan irigasi dengan memperhatikan kualitas,kuantitas dan kontiunitas aliran;

f. Meningkatkan upaya-upaya konservasi sumberdaya air dan keterpaduan pengelolaan daerah aliran sungai;

g. Mengembangkan sistim prasarana pengendalian banjir dan penanganan abrasi pantai;

h. Kajian Data Teknis jalan, jembatan dan pengairan;

i. Mengembangkan pelayanan jaringan air bersih bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan wilayah rawan air bersih;

j. Meningkatkan kapasitas dan akuntabilitas kinerja pelayanan air bersih; k. Mengembangkan kebijakan pengolahan air limbah secara partisipatif; l. mengembangkan sistim regulasi, manajemen dan sarana prasarana

pelayanan persampahan;

m. Pengembangan kebijakan dan penataan lingkungan kumuh pemukiman;

n. Penataan taman kota dengan memperhatikan aspek estetika, fungsi dan nilai arsitektural;

o. Penyediaan lapang olahraga masyarakat di Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) dan Pusat Kegiatan Lokal (PKL);

p. Penataan bangunan publik yang memiliki nilai histori, religi dan fungsi sosial lainnya;

q. menyediakan instrumen kebijakan, mekanisme dan fasilitasi penyelenggaraan perumahan dan permukiman yang terjangkau baik melalui mekanisme pasar maupun mekanisme yang bertumpu pada keswadayaan masyarakat.

r. Meningkatkan pengelolaan dan pemeliharaan saluran irigasi berbasis partisipasi masyarakat.

3. Bidang Perhubungan

a. Meningkatkan kualitas sarana prasarana perhubungan yang terintegrasi dalam sistem jaringan transportasi;

b. Mengembangkan kebijakan sistim jaringan transportasi daerah; c. Penegakan hukum dan disiplin lalu lintas, angkutan dan jalan.

54 Misi 4 :

Meningkatkan Kualitas Tata Kelola Pemerintahan Daerah Kebijakan :

1. Bidang Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian a. Penyusunan dan pelaksanaan kebijakan manajemen kepegawaian dan

peningkatan kualitas SDM aparatur;

b. Pengembangan kebijakan, penataan struktur organisasi, ketatalaksanaan dan sisitim prosedur kerja berbasis Teknologi Informasi (TI);

c. Pengembangan kebijakan dan pengelolaan pendapatan dan pembiayaan daerah;

d. Pengembangan sistem akuntansi keuangan daerah yang akuntabel; e. Meningkatkan ketersediaan sarana prasarana aparatur sesuai

kebutuhan dan standarisasi yang ditetapkan;

f. Pengembangan kebijakan dan pengelolaan barang milik daerah; g. Pengembangan kebijakan penanaman modal dan pelayanan perizinan; h. Melaksanakan Pemeriksaan dan Pembinaan Secara Komprehensif

Serta Penilaian Terhadap Penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah seluruh OPD;

i. Peningkatan kapasiti legislatif;

j. Fasilitasi peningkatan peran dan fungsi parpol serta orsos/ormas. 2. Bidang Kependudukan dan Catatan Sipil

Meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil.

3. Bidang Perencanaan Pembangunan

a. Pengembangan kebijakan perencanaan, pengendalian dan evaluasi pembangunan berbasis data.

b. Pembuatan master plan sistrm penyediaan air minum se Kabupaten Karawang

c. Pembuatan master plan pembangunan jalan-jalan di Kabupaten Karawang dari jalan-jalan batang-cabang sampai jalan-jalan ranting d. Pembuatan master plan pembangunan dan perbaikan saluran irigasi

4. Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri a. Pembinaan, pendidikan politik dan bela negara;

b. Koordinasi dan Pengendalian Gangguan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat.

5. Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa

a. Pengembangan kebijakan, pelaksanaan pembinaan penyelenggaraan administrasi pemerintahan desa;

b. Pengembangan kebijakan, pelaksanaan pemberdayaan masyarakat desa;

c. Penguatan pembiayaan pembangunan desa.

Misi 5 :

Meningkatkan Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Untuk Pembangunan Yang Berkelanjutan

Kebijakan :

1. Bidang Lingkungan Hidup

a. Meningkatkan upaya-upaya perlindungan, pengendalian pencemaran dan pemantauan kualitas air dan udara;

b. Meningkatkan upaya-upaya rehabilitasi lingkungan hidup dengan melibatkan peran serta masyarakat;

c. Meningkatkan upaya-upaya koordinasi dan penegakan hukum, pengawasan AMDAL, UPL/UKL, pelaksanaan penyusunan KLHS; d. Mengembangkan sistem informasi manajemen lingkungan hidup; e. Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana laboratorium pengujian

Lingkungan Hidup;

f. Mengembangkan sistim regulasi, metode dan sarana prasarana pelayanan persampahan;

g. Mengembangkan penerapan pengelolaan sampah 3R berbasis masyarakat;

h. Peningkatan kapasitas SDM terutama PPNS bidang lingkungan hidup; i. Penanganan lahan kritis dan pesisir pantai.

Dalam rangka pencapaian pada masing-masing misi perlu difokuskan melalui beberapa agenda prioritas :

56 Agenda prioritas Misi Pertama, MENINGKATKAN KUALITAS KEHIDUPAN MASYARAKAT YANG CERDAS, SEHAT, BERBUDAYA DAN RELIGIUS YANG HARMONIS, diarahkan sebagaimana tabel dibawah ini :

Tabel 6.1

AGENDA PRIORITAS 1.1. PENINGKATAN AKSES DAN KUALITAS

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang (Halaman 46-54)

Dokumen terkait