• Tidak ada hasil yang ditemukan

IMPLEMENTASI UU NO. 23 TAHUN 2011 TENTANG PENGELOLAAN ZAKAT DI PROVINSI SUMUT

A. Pengelolaan Zakat Profesi Di BAZNAS Provinsi Sumut 1. BAZNAS Provinsi Sumut: Gambaran Singkat

III. BADAN PELAKSANA

3. Strategi Distribusi Zakat Profesi Di BAZNAS Provinsi Sumut

Pendistribusian adalah kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan terhadap penyaluran dan pendayagunaan. Penyaluran dana zakat,

299Ahmad Hanafi, Staff Keuangan BAZNAS Provinsi Sumatera Utara, wawancara di Medan, tanggal 12 Oktober 2012.

infak dan sedekah boleh dibilang gampang-gampang susah. Kalau bentuk penyalurannya tanpa target apapun, ibarat kata hanya bagi-bagi bantuan, itu mudah. Tapi itu tidaklah cukup. Lembaga zakat sebagai pendamping kaum dhuafa tentunya tidak cukup hanya melakukan hal yang demikian. Apalagi kesulitan hidup masyarakat Indonesia tidak akan bisa diatasi jika hanya dengan membagi-bagikan bantuan seperti itu. Oleh karenanya lembaga zakat dituntut mampu merancang program pemberdayaan masyarakat yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat dan bisa tepat sasaran. Sehingga keberadaan zakat, infak dan sedekah benar-benar berarti bagi perbaikan taraf hidup masyarakat dhuafa.300

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 menjelaskan bahwa hasil pengumpulan zakat wajib didistribusikan kepada mustahik sesuai dengan syariat Islam.301 Pendistribusian zakat tersebut dilakukan berdasarkan skala prioritas dengan memperhatikan prinsip pemerataan, keadilan dan kewilayahan.302 Dan hasil pengumpulannya dapat didayagunakan untuk usaha produktif dalam rangka penanganan fakir miskin dan peningkatan kualitas umat.303 Tetapi dengan syarat kebutuhan dasar mustahik telah terpenuhi dan masih ada kelebihan dana zakat.304

Bentuk pendistribusian dan pendayagunaan harta zakat yang telah direalisasikan BAZNAS Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2012 sebagai berikut:

Tabel 7

Penyaluran Zakat oleh BAZNAS Provinsi Sumut Tahun 2012

No Sasaran

Penyaluran Keterangan

Jumlah Keseluruhan

1 Fakir Miskin Bantuan Konsumtif, meliputi: a. Bantuan untuk Jompo b. Bantuan Anak Yatim

Rp 577.871.080

300

Noor Aflah, Arsitektur Zakat Indonesia (Jakarta: Universitas Indonesia, 2009), h. 156.

301

Undang-undang Nomor 23 Tahun 2011, pasal 25.

302

Ibid., pasal 26.

303

Ibid., pasal 27 angka 1.

asuhan BAZNAS c. Bantuan untuk keluarga

miskin

Bantuan Produktif, meliputi: a. Pendidikan 9 Tahun paket

perlengkapan sekolah b. Tingkat Aliyah/ SMU c. Tingkat Mahasiswa S1

2 Amil Zakat - -

3 Muallaf Bantuan Pembinaan Muallaf Rp 4.300.000

4 Gharim - Rp 28.165.000 5 Sabilillah Meliputi: a. Honorarium Da’I BAZNAS Provsu b. Bantuan untuk pembangunan Mesjid/Langgar/Mushalla Rp 505.501.200

6 Ibnu Sabil Bantuan untuk Musafir Rp 8.830.000

Jumlah Rp 1.124.667.280

Sumber: Data Penyaluran Dana Zakat BAZNAS Povinsi Sumut Tahun 2012

Dari table di atas diketahui bahwa jumlah keseluruhan dana zakat yang disalurkan oleh BAZNAS Provinsi Sumut pada tahun 2012, sebesar Rp 1.124.667.280. Dan telah disalurkan sesuai dengan amanat undang-undang yang mengatakan bahwa pendistribusian zakat harus sesuai dengan syariat Islam. Asnaf yang mendapat bantuan dari BAZNAS adalah mustahiq yang tersebut dalam al-Qur’an. Selanjutnya disalurkan berdasarkan skala prioritas, dalam hal ini prioritas utama yang paling membutuhkan adalah fakir miskin. BAZNAS telah mengalokasikan dana zakat terbanyak untuk golongan tersebut, yaitu sebesar Rp

577.871.080,- (Lima Ratus Tujuh Puluh Tujuh Juta Delapan Ratus Tujuh Puluh Satu

Ribu Delapan Puluh Rupiah), termasuk di dalamnya bantuan secara konsumtif dan

produktif.

Perlu diketahui bahwa saat ini BAZNAS Provinsi Sumatera Utara memiliki beberapa asnaf mustahiq zakat tahunan, dapat dilihat tabel 8 di bawah ini:305

Tabel 8

Mustahiq Tahunan BAZNAS Provinsi Sumatera Utara

No Ket. Penerima Bantuan BAZNAS PROVSU Jumlah Orang Jumlah Bantuan/ Bulan (Rp) Jumlah Bantuan/ Tahun (Rp) 1

Jompo miskin asuhan BAZNAS PROVSU Rp 100.000/orang/bulan

128 12.800.000,- 153.600.000,-

2

Pendidikan anak yatim miskin asuhan BAZNAS PROVSU Rp

75.000/orang/bulan

172 12.500.000,- 154.800.000,-

3

Honor Da’i di desa terpencil Rp

400.000/orang/bulan

70 28.000.000,- 336.000.000,-

Jumlah 370 53.700.000,- 644.400.000,-

Sumber: Data Penyaluran Zakat BAZNAS Povinsi Sumut Tahun 2012

Dari table di atas diketahui bahwa setiap tahunnya BAZNAS Provinsi Sumatera Utara harus menyediakan dana tahunan untuk kategori asnaf mustahiq di atas. Adapun asnaf selebihnya adalah kondisional, maksudnya penyalurannya tergantung kondisi dan keadaan ataupun tergantung permohonan yang datang. Dana zakat profesi yang terkumpul tahun 2012 hanya berjumlah Rp 182.587.160,- berarti

305

manfaat zakat profesi hanya bisa membantu salah satu asnaf tahunan BAZNAS Provinsi Sumut.

Dalam hal penyaluran zakat profesi seperti yang diungkapkan oleh Bapak Syu’aibun:

“dalam hal penyaluran, dana zakat yang terkumpul di BAZNAS baik itu zakat profesi, zakat uang, atau zakat yang lain semua itu masuk dalam dana zakat, dan penyalurannya untuk mustahiq sesuai dengan asnaf yang ada dalam al-Qur’an, tanpa membeda-bedakan misalnya, dana zakat profesi untuk asnaf yang ini, dana zakat yang lain untuk yang lain”.306

Selanjutnya dalam penyaluran dana zakat secara konsumtif atau produktif, Bapak Syahrul Jalal menjelaskan:

“untuk penyaluran dana zakat kita lakukan sesuai petunjuk al-Qur’an dan UU Zakat, yaitu untuk asnaf yang delapan dan diprioritaskan sesuai kebutuhan mustahiq, untuk tahun 2012 ini mustahiq yang mendapatkan bantuan dari BAZNAS ini hanya 6 asnaf, karena memerdekakan budak tidak dihitung lagi dan gaji Amil sudah ditangani oleh pemerintah. Sebagian besar penyaluran dana zakat ini secara konsumtif, tapi dana yang disalurkan untuk bantuan anak asuh miskin BAZNAS yang ada saat ini, itu masuk dalam penyaluran bantuan produktif karena dana tersebut dikeluarkan perbulan secara terus menerus untuk bantuan biaya pendidikan mereka, supaya anak-anak miskin tersebut tidak bodoh.307

Amanat undang-undang yang menyatakan bahwa pendayagunaan zakat untuk usaha produktif harus dengan syarat adanya dana lebih setelah kebutuhan dasar mustahik terpenuhi. Bapak Syahrul Jalal melanjutkan penuturannya:

“dana zakat untuk usaha produktif belum bisa disalurkan, karena kebutuhan mustahik secara konsumtif saja belum tercukupi. Misalnya, jumlah dana zakat yang didistribusikan pada tahun 2012 sebesar Rp 1.124.667.280,- sedangkan dana zakat yang terkumpul sebesar Rp 1.099.380.929,- nah itulah sebabnya saldo dalam kas tidak boleh langsung dihabiskan, gimana kalau misalnya seorang mustahik datang minta bantuan, dia sangat membutuhkan, tidak mungkinkan kita bilang tidak, kasihan dia sudah datang jauh-jauh tapi pulang dengan tangan kosong, sementara dia adalah mustahik. Kas tidak boleh

306

Syu’aibun, Wakil Sekretaris umum BAZNAS Provinsi Sumatera Utara, wawancara di Medan, tanggal 12 Oktober 2012

307 Syahrul Jalal, Bendahara Muhammadiyah Kota Medan dan Bendahara BAZNAS Provinsi Sumatera Utara, wawancara di Medan tanggal 12 Oktober 2012

kosong, jadi kekurangan sekarang bisa ditutupi dengan dana yang tersimpan. Untuk bantuan usaha produktif bukan tidak ada, tapi dana yang dialokasikan adalah dana infak yang ada.”308

Dari uraian di atas dapat dikatakan bahwa BAZNAS Provinsi Sumatera Utara dalam menyalurkan dana zakat sudah sesuai dengan amanat undang-undang.

B. Dampak Pelaksanaan UU No. 23 Tahun 2011 Terhadap Pengelolaan