• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perusahaan dalam menghadapi berbagai masalah dalam mencapai tujuan harus dapat menentukan strategi pemasaran yang tepat agar menempatkan diri pada posisi yang menguntungkan.Dalam menetapkan strategi pemasaran yang tepat

bagi perusahaan, dilakukan identifikasi terhadap faktor-faktor internal dan eksternal yang berpengaruh bagi perusahaan.

Melalui faktor internal dapat diketahui kekuatan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan untuk meningkatkan kemampuan pada perusahaan. Sedangkan melalui faktor-faktor eksternal dapat diketahui perusahaan yang dapat berubah pada setiap saat dengan cepat yang melahirkan berbagai peluang dan ancaman baik yang datang dari perusahaan pesaing maupun kurangnya pengetahuan pengusaha tahu isi goreng akan teknologi yang mendukung perkembangan agroindustri tahu isi goreng secara kontiniu.

Berdasarkan hasil wawancara dan pengolahan data yang diperoleh dari agroindustri tahu isi goreng di daerah penelitian, dapat dilihat faktor-faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor-faktor eksternal (peluang dan ancaman) yang mempengaruhi pemasaran agroindustri tahu isi goreng di kecamatan Medan Polonia sebagai berikut :

Tabel 9. Kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman pemasaran agroindustri tahu isi goreng di kecamatan Medan Polonia

Faktor-Faktor Parameter

Faktor Internal

- Kekuatan 1. Penggunaan modal usaha pada

agroindustri

Tahu isi goreng

2. Jumlah tenaga kerja pada agroindustri tahu isi goreng

2. Harga jual produk tahu isi goreng

3. Transportasi dalam pemasaran produk tahu isi goreng

- Kelemahan 1. Jumlah produksi tahu isi goreng per hari 2. kualitas produk tahu isi goreng

3.Promosi produk tahu isi goreng Faktor Eksternal

- Peluang 1. Ketersediaan bahan baku dalam

agroindustri

tahu isi goreng 2. Pangsa pasar produk tahu isi goreng

3.Tingkat selera masyarakat terhadap produk tahu isi goreng

4. Daya beli masyarakat terhadap produk tahu isi goreng

- Ancaman 1. Perusahaan pesaing agroindustri tahu isi goreng

2. teknologi pada agroindustri tahu isi goreng

Sumber : Analisa data primer

Setelah diketahui faktor-faktor internal dan eskternal pada pemasaran agroindustri tahu isi goreng di daerah penelitian, tahap selanjutnya adalah tahap pengumpulan data. Model yang digunakan adalah Matriks Faktor Strategi Internal (IFAS) dan Matriks Faktor Strategi Eksternal (EFAS).

Hasil identifikasi faktor-faktor internal yang merupakan kekuatan dan kelemahan, rating dan pembobotan dipindahkan ke tabel matriks IFAS untuk diberi skoring (rating x bobot) seperti tabel berikut :

Tabel 10. Matriks Evaluasi Faktor Strategi Internal (IFAS)

Faktor-Faktor Strategi Internal Rating Bobot Skor Strength (Kekuatan)

1. Penggunaan modal usaha pada 4 13.4 53.6 Agroindustri tahu isi goreng

2. Harga jual produk tahu isi goreng 4 13.4 53.6 3. Jumlah tenaga kerja pada 3 9.8 29.4

Agroindustri tahu isi goreng

4. Transportasi dalam pemasaran 4 13.4 53.6 Produk tahu isi goreng

Weakness (Kelemahan)

1. Jumlah produksi produk 3 15 45 Tahu isi goreng per hari

2. Kualitas produk tahu isi goreng 4 20 80 3. Promosi produk tahu isi goreng 3 15 45

TOTAL 25 100 360.2

Sumber : Analisis data primer

Hasil pembobotan faktor internal yang paling tinggi pada kekuatan adalah penggunaan modal usaha pada agroindustri tahu isi goreng, harga jual produk tahu isi goreng per potong dan transportasi dalam pemasaran produk tahu isi goreng. Sedangkan hasil pembobotan faktor internal yang paling tinggi pada kelemahan adalah kualitas produk tahu isi goreng.

Selanjutnya, hasil identifikasi faktor-faktor eksternal yang merupakan peluang dari ancaman. Rating dan pembobotan dipindahkan ke tabel matriks EFAS untuk di beri skoring (rating x bobot) seperti tabel berikut :

Tabel 11. Matriks Evaluasi Faktor Strategi Eksternal (EFAS)

Faktor- Faktor Strategi Eksternal Peluang Bobot Skor Oppurtunity (Peluang)

1. Ketersediaan bahan baku dalam 4 14.29 57.2 Agroindustri tahu isi goreng

2. Pangsa pasar produk 4 14.29 57.2 Tahu isi goreng

3. Tingkat selera masyarakat terhadap 3 10.71 32.1 Produk tahu isi goreng

4. Daya beli masyarakat terhadap 3 10.71 32.1 produk tahu isi goreng

Threats (Ancaman)

5. Perusahaan pesaing agroindustri 3 25 75 Tahu isi goreng

6. Pengaruh teknologi pada agroindustri 3 25 75 tahu isi goreng

TOTAL 20 100 328.6

Sumber : Analisis data primer

Hasil pembobotan faktor eksternal yang paling tinggi pada peluang adalah ketersediaan bahan baku dalam agoindustri tahu isi goreng dan pangsa pasar produk tahu isi goreng, sedangkan hasil yang paling tinggi pada ancaman adalah perusahaan pesaing agroindustri tahu isi goreng.

Selanjutnya dilakukan penggabungan antara faktor strategi internal dan faktor strategi eksternal sebagai berikut :

Tabel 12. Penggabungan matriks evaluasi faktor strategis internal dan eksternal pemasaran agroindustri tahu isi goreng

Faktor-Faktor Strategis Rating Bobot Skor Faktor Strategi Internal

Strength (Kekuatan)

1. Penggunaan modal usaha pada 4 13.4 53.6 Agroindustri tahu isi goreng

2. Harga jual produk tahu isi goreng 4 13.4 53.6 3. Jumlah tenaga kerja pada agroindustri 3 9.8 29.8

Tahu isi goreng

4. Transportasi dalam pemasaran 4 13.4 53.6 Produktahu isi goreng

Total Skor Kekuatan 15 50 190.2 Weakness (Kelemahan)

1. Kualitas produk tahu isi goreng 4 20 80

2. Jumlah produksi produk 3 15 45

Tahu isi goreng per hari

3. Promosi produk tahu isi goreng 3 15 45 Total Skor Kelemahan 10 50 170

Selisih (Kekuatan – Kelemahan) 20

Faktor Strategis Eksternal Oppurtunity (Peluang)

1. Ketersediaan bahan baku dalam 4 14.29 57.2 Agroindustri tahu isi goreng

2. Pangsa pasar produk 4 14.29 57.2 Tahu isi goreng

3. Tingkat selera masyarakat terhadap 3 10.71 32.1 produk tahu isi goreng

4. Daya beli masyarakat terhadap 3 10.71 32.1 Tahu isi goreng

Total Skor Peluang 14 50 178.6 Threats (Ancaman)

1. Perusahaan pesaing agroindustri 3 25 75 Tahu isi goreng

2. pengaruh teknologi terhadap 3 25 75 agroindustri tahu isi goreng

Total Skor Ancaman 6 50 150 Selisih (Peluang – Ancaman) 28.6 Sumber : Analisis data primer

Tabel 12 menunjukkan bahwa selisih faktor strategis internal (kekuatan – kelemahan) adalah sebesar 20 yang artinya pengaruh kekuatan lebih besar

dibandingkan pengaruh kelemahan terhadap pemasaran agroindustri tahu isi goreng di kecamatan medan polonia. Sedangkan selisih faktor strategis eksternal (peluang – ancaman) sebesar 28.6 yang artinya pengaruh peluang lebih besar dibandingkan pengaruh ancaman terhadap pemasaran agroindustri tahu isi goreng di kecamatan medan polonia .

Berdasarkan penggabungan matriks evaluasi faktor internal dan eksternal tersebut, maka dapat diketahui posisi strategi pemasaran agroindustri tahu isi goreng di kecamatan medan polonia. Posisi strategis pemasaran dianalisis menggunakan matriks posisi, sehingga akan menghasilkan titik koordinat (x,y). Nilai x diperoleh dari selisih faktor internal (kekuatan – kelemahan) dan nilai y diperoleh dari selisih faktor eksternal (peluang – ancaman). Posisi titik koordinatnya dapat dilihat sebagai berikut :

Y ( + )

Kuadran III 28.6 Kuadran I Strategi Turn Around Strategi Agresif

X ( - ) X ( + )

20

Kuadran IV Kuadran II

Strategi Defensif Strategi Diversifikasi Y ( - )

Gambar 3. Matriks Posisi Strategi Pemasaran Agroindustri Tahu Isi Goreng

Posisi perusahaan agroindustri dalam pemasaran produk tahu isi goreng di daerah penelitian berada di kuadran I, artinya posisi ini menandakan bahwa situasi perusahaan sangat menguntungkan, perusahaan tersebut memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada.

Setelah menyusun hasil pada gambar di atas, maka perlu dilakukan analisis dengan menyusun faktor-faktor strategis dalam matriks SWOT.

Faktor Eksternal F a k t o r i n t e r n a l

Tabel 13. Matriks SWOT INTERNAL EKSTERNAL KEKUATAN (S)

1. Penggunaan modal usaha pada agroindustri tahu isi goreng. (S1)

2. Harga jual produk tahu isi goreng. (S2)

3. Jumlah tenaga kerja pada agroindustri tahu isi goreng. (S3)

4. Transportasi dalam pemasaran produk tahu isi goreng. (S4)

KELEMAHAN (W)

1. Jumlah produksi produk tahu isi goreng per hari. (W1) 2. Kualitas produk tahu isi

goreng. (W2)

3. Promosi produk tahu isi goreng . (W3)

PELUANG (O)

1. Ketersediaan bahan baku dalam agroindustri tahu isi goreng. (O1)

2. Pangsa pasar produk tahu isi goreng. (O2)

3. Daya beli masyarakat terhadap produk tahu isi goreng. (O3)

4. Tingkat selera masyarakat terhadap produk tahu isi goreng. (O4)

STRATEGI SO

1. Meningkatkan modal usaha dengan ketersediaan bahan baku. (S1,O1)

2. Memanfaatkan peluang pasar dengan harga jual produk. (S2,02)

3. Meningkatkan peluang pasar dengan memanfaatkan

kekuatan transportasi. (S4,O3)

STRATEGI WO

1.Memanfaatkan peluang tingkat selera masyarakat dengan meningkatkan kualitas produk. (W2,O4)

2. Memanfaatkan peluang pasar dengan meningkatkan produksi. (W1,O2,)

3. Memanfaatkan peluang daya beli masyarakat dengan meningkatkan promosi produk. (W3,O3)

ANCAMAN (T) 1. Perusahaan pesaing

agroindustri tahu isi goreng. (T1)

2. Pengaruh teknologi terhadap agroindustri tahu isi goreng. (T2)

STRATEGI ST

1.Mengadopsi teknologi dalam proses pemasaran .

(S2,S3,S4,T2)

2. Diversifikasi harga jual dan ukuran produk. (S1,S2,T1) STRATEGI WT 1.Melakukan promosi ke perusahaan besar. (W3,T1) 2.Meningkatkan kualitas produk. (W2,T1)

3. Peningkatan produksi produk dengan teknologi tepat guna. (W1,T2)

Matriks ini menghasilkan empat kemungkinan alternatif strategis yaitu strategis SO (Strenghts – Opportunities), Strategi ST (Strenghts – Threats).Strategi WO (Weakness – Opportunities) dan Strategi WT (Weakness – Threats).

Keempat berbagai kemungkinan strategi di atas tidak di gunakan seluruhnya dalam pemasaran agroindustri tahu isi goreng di daerah penelitian melainkan disesuaikan dengan posisi yang telah diketahui dalam matriks posisi SWOT. Di

daerah penelitian, posisi perusahaan agroindustri dalam pemasaran tahu isi goreng berada di kuadran I, sehingga strategi yang tepat digunakan dalam posisi tersebut adalah strategi agresif.

Strategi agresif merupakan strategi yang fokus pada strategi SO (Strenghts- Oppurtunities) yaitu menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang. Sehingga strategi-strategi yang tepat digunakan perusahaan agroindustri dalam pemasaran pancake durian di daerah penelitian adalah

1. Meningkatkan modal usaha dengan ketersediaan bahan baku. (S1,O1)

Modal merupakan hal yang sangat penting dalam mengembangkan suatu usaha.Modal usaha yang digunakan pengusaha agroindustri tahu isi goreng ialah modal pribadi, maka dari itu pengusaha agroindustri tahu isi goreng dapat membeli alat atau teknologi untuk mengembangkan produk serta menambah tenaga kerja yang terampil untuk memproduksi tahu isi goreng dalam jumlah besar.

2. Memanfaatkan peluang pasar dengan harga jual produk. (S2,O2)

Tingginya permintaan akan produk tahu isi goreng merupakan peluang bagi para pengusaha agroindustri tahu isi goreng untuk meningkatkan produksinya serta menjual produknya ke para konsumen atau perusahaan-perusahaan besar dibawah harga dari perusahaan pesaing yang mempunyai usaha lebih besar. Untuk itu perlu adanya kerja sama antara pengusaha tahu isi goreng dengan pihak pemerintah supaya dapat membantu pengusaha tahu isi goreng mendapatkan akses ke perusahaan-perusahaan yang lebih besar.

3. Meningkatkan peluang daya beli masyarakat dengan memanfaatkan kekuatan transportasi. (S4,O3)

Meningkatkan daya beli masyarakat bukan hanya dengan meningkatkan kualitas produk saja. Tetapi juga bisa dilakukan dengan penambahan transportasi berupa armada sepeda motor dengan memperbanyak karyawan penjual keliling dengan alasan semakin banyak transportasi yang digunakan maka secara bersamaan perkenalan produk atau promosi produk tahu isi goreng dan tingkat daya beli masyarakat akan berbanding lurus. Artinya semakin banyak masyarakat mengenal produk tahu isi goreng maka akan semakin tinggilah daya beli masyarakat.

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan

1. Kekuatan agroindustri dalam pemasaran agroindustri tahu isi goreng di daerah penelitian adalah penggunaan modal usaha pada agroindustri tahu isi goreng, harga jual produk tahu isi goreng, jumlah tenaga kerja pada agroindustri tahu isi goreng dan transportasi dalam pemasaran produk tahu isi goreng.

2. Kelemahan agroindustri tahu isi goreng di daerah penelitian adalah jumlah produksi tahu isi goreng, kualitas produk pada agoindustri tahu isi goreng, dan promosi pada produk tahu isi goreng.

3. Peluang agroindustri tahu isi goreng di daerah penelitian adalah ketersediaan bahan baku dalam agroindustri tahu isi goreng, pangsa pasar produk tahu isi goreng, selera masyarakat terhadap produk tahu isi goreng dan daya beli masyarakat terhadap produk tahu isi goreng.

4. Ancaman agroindustri tahu isi goreng di daerah penelitian adalah perusahaan pesaing agroindustri tahu isi goreng, dan pengaruh teknologi dalam agroindustri tahu isi goreng.

5. Strategi yang diperoleh untuk meningkatkan pemasaran agroindustri tahu isi goreng di daerah penelitian adalah strategi agresif atau strategi SO (Strengths – Oppurtunities) yaitu menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada dengan kegiatan sebagai berikut :

2. Meningkatkan peluang pasar dengan memanfaatkan harga jual produk. 3. Meningkatkan peluang pasar dengan memanfaatkan kekuatan transportasi.

Dokumen terkait