kalangan konsumen non-muslim yang berada di negara Islam. Konsumen non-muslim sadar akan keberadaan makanan halal, prinsip halal, dan keuntungan dari cara halal dalam penyembelihan hewan. Konsep halal menekankan pada keamanan, kebersihan, dan kemanfaatan dari makanan tersebut. Sekarang ini halal bukan lagi identik dengan masalah keagamaan, tapi juga menjadi pertimbangan sebagai standar pilihan bagi konsumen muslim dan non-muslim secara umum. Konsep halal tidak lagi asing bagi para konsumen non-muslim, khususnya mereka yang tinggal di negara mayoritas muslim seperti Indonesia dan Malaysia.
Canadian Agri-food Trade Service Report mengungkapkan
bahwa adanya permintaan kuat untuk produk halal di negara-negara non-muslim dari konsumen muslim maupun non-muslim (The Honourable Lawrence MacAulay, a. J. C., 2008). Konsep halal juga mulai populer di antara konsumen non-muslim dengan alasan masalah perlakuan hewan secara baik dan persepsi atas produk halal yang lebih sehat dan lebih aman. Nilai halal dapat menjadi populer di antara konsumen non-muslim jika masyarakat secara besar lebih
sadar akan masalah kesehatan, hak hewan, keamanan, lingkungan, keadilan sosial, dan kesejahteraan (Golnaz, R. Z., 2010).
Dalam studi yang dilakukan oleh Mathew, Abdullah, dan Ismail (2014) didapatkan bahwa konsumen non-muslim memiliki sikap positif terhadap konsep halal dan mempunyai maksud untuk membeli makanan halal. Hal ini merupakan peluang besar untuk produsen makanan halal untuk mempertimbangkan lebih serius untuk menjadikan para konsumen non-muslim sebagai target pasar mereka. Selain itu, kepedulian akan masalah makanan halal untuk menarik minat konsumen non-muslim. Nilai halal karena manfaat kesehatan akan menjadi pertimbangan lebih daripada pertimbangan keagamaan.
Seunggul-unggulnya sebuah produk tidak akan bisa merebut hati konsumen tanpa adanya strategi pemasaran yang tepat. Strategi pemasaran merupakan hal penting yang perlu diperhatikan dalam memasarkan suatu produk. Sehingga, produk halal dan thayyib lebih mampu menarik minat dan perhatian konsumen non muslim lebih banyak. Non-muslim Rusia melakukan pembelian dari toko muslim karena mereka percaya produk yang dipsarkan segar, aman, dan bebas infeksi, serta yakin bahwa orang muslim akan taat pada perintah agamanya sehingga tidak akan berbuat curang. Di Filipina, non-muslim juga lebih memilih makanan yang sudah berlogo halal dengan alasan produk tersebut lebih sehat. Orang Filipina sekarang mencari produk halal karena mereka percaya produk halal itu aman, sehat, dan baik untuk dikonsumsi (Kadir, 2017).
Pemasaran Islam memiliki keunggulan bukan hanya dalam hitungan bisnis, namun juga memiliki keunggulan sisi moral bila dibandingkan dengan pemasaran konvensional antara lain dengan adanya nilai keterbukaan, transparansi, kemitraan, dan kejujuran. Nilai-nilai tersebut merupakan nilai yang mampu menembus batas ideologis umat non-muslim sehingga tertarik dan bersedia untuk bergabung dengan pemasaran Islam.
BAB VI
IDENTIFIKASI SEGMEN
DAN TARGET PASAR
DALAM ISLAM
Orientasi dunia pemasaran mengalami perubahan dariprofit-oriented beralih kepada costumer satisfied oriented.
Perusahaan tidak bisa hanya mengharapkan keuntungan maksimal tanpa memperlihatkan kepuasan pada pelanggan/konsumen. Masalah yang sering dihadapi oleh perusahaan meskipun orientasi mereka sudah menganut
consumen satisfied adalah realitas bahwa mereka belum
mampu memberikan kepuasan yang benar-benar diterima oleh konsuman.
Demikian halnya kalau kita tarik dalam wilayah pendidikan. Pendidikan formal dalam hal ini sekolah/ madrasah msedang mengalami perubahan besar berupa lingkungan global pendidikan atau sering disitilahkan dengan globalisasi pendidikan. Globalisasi bermakna suatu proses keterbukaan yang seluas-luasnya, bebas dari keterbelengguan kultural, bebas dari ketertutupan. Globalisasi dengan ciri pasar bebasnya tidak hanya menjual barang hasil produksi industri saja, tetapi juga sumberdaya manusia yang siap kerja. Dalam globalisasi, kualitas menjadi kunci. Barang (produk pendidikan) yang kurang berkualitas akan terpinggirkan. Implikasi dari hal ini adalah fakta bahwa masyarakat sudah mulai mempertanyakan dan memilih sekolah-sekolah bermutu untuk putra putri mereka.
Dengan demikian, sudah saatnya lembaga pendidikan sebagai salah satu bentuk pelayanan jasa menerapkan strategi pemasaran untuk menarik pemakai jasa mereka. Masyarakat sebagai pengguna jasa selalu mengharapkan
sekolah/lembaga pendidikan memberikan penyediaan layanan pendidikan secara maksimal. Dalam kondisi krisis multidimensi yang berkepanjangan, pendidikan telah menarik perhatian berbagai pihak setelah bergeser menjadi salah satu pos pengeluaran yang semakin besar dan memberatkan di sebagian besar anggota masyarakat. Tingginya biaya pendidikan merupakan konsekuensi dari meningkatnya biaya dan ditambah lagi dengan berkurangnya kemampuan para penyandang dana pendidikan.
Pendidikan yang ‘mahal’ akan semakin menjadi relatif ketika kita melihat dari sudut pandang yang berbeda. Apabila pendidikan dianggap sebagai suatu bentuk investasi yang akan memberikan suatu benefit di masa mendatang maka tidak akan terjadi penempatan biaya pendidikan dalam skala prioritas terakhir atau berada di bawah pengeluaran-pengeluaran yang konsumtif. Perspektif inilah yang harus terus diupayakan menjadi sepandang agar tidak terjadi gap pendekatan bagi solusi masalah-masalah seputar pendidikan. Komunikasi yang sering sumbang harus disamakan, paling tidak untuk membuka forum diskusi yang lebih terarah bagi semua pihak yang berkepentingan di dunia pendidikan.
Bermunculannya sekolah-sekolah baru menimbulkan fenomena dalam dunia kependidikan. Bentuk dan pendekatan pendidikan semakin berkembang dan kompleks. Tidak hanya pemain-pemain lama yang mengembangkan sekolah yang sudah ada namun juga dari pelaku usaha non kependidikan dan bahkan penyelenggara pendidikan dari luar negeri. Secara objektif, masyarakat semakin sulit menentukan pilihan lembaga pendidikan formal/sekolah yang akan digunakan.
Untuk keberlangsungan produk berupa jasa layanan pendidikan tersebut, maka perlu lembaga pendidikan perlu mengembangkan sebuah strategi pemasaran produknya di tengah persaingan dengan lembaga-lembaga pendidikan. Strategi pemasaran ini merupakan salah satu bagian yang penting dan punya dampak luas serta kuat terhadap kelancaran produk atau jasa
A. PENGERTIAN DAN TUJUAN SEGMENTASI PASAR