2.5 Marketing and Sales Strategy
2.5.4 Strategi Pemasaran
d. Ancaman
• Ancaman bagi lembaga kursus ini adalah adanya substitusi dari fungsi lembaga kursus bahasa inggris. Mengingat adanya kursus‐ kursus privat yang menawarkan jasa pengajaran bahasa inggris door to door atau mengajar dengan datang ke rumah konsumen yang dianggap lebih ekonomis.
• Masuknya lembaga‐lembaga bahasa yang sudah memiliki nama seperti EF, LIA atau TBI ke daerah Cilacap menjadi ancaman tersendiri bagi ESL. • Selain itu, adanya peraturan pemerintah yang mengharuskan sistem
pendidikan disekolah diperbaiki, dapat membuat keberadaan lembaga kursusan menjadi berkurang mengingat intelejensi para siswa sudah mengalami kemajuan dalam berbahasa Inggris.
• Ancaman lainnya adalah market driven akibat dari posisi bahasa Inggris sebagai bahasa internasional tergantikan dengan bahasa mandarin, sehingga pasar lebih menginginkan untuk belajar bahasa mandarin.
2.5.4 Strategi Pemasaran
Merancang strategi pemasaran digunakan untuk mencapai sasaran dan tujuan dari suatu perusahaan, (Kotler,2000:91) :
Tujuan pemasaran dari suatu usaha adalah memaksimalkan profit. Untuk mencapai profit yang diinginkan maka ditentukan sasaran dan strategi yang sesuai agar tujuan pemasaran benar‐benar dapat diimplementasikan dan memberi keuntungan kepada perusahaan.
Untuk tercapainya tujuan dari ESL, maka dilakukan strategi pemasaran berdasarkan 4P yang meliputi Product, Price, Place and Promotion, selain itu khusus produk berupa jasa terdapat tambahan 3P meliputi People, Process, dan Physical Evidence (Kotler, 2000:493) yang dijelaskan secara rinci dibawah ini :
Product
Memberikan layanan pendidikan bagi anak‐anak usia sekolah dasar dengan metode “Learning by Doing (Fun)” yang dikemas dalam kurikulum penyaluran bakat. Prinsip utama dari ESL adalah siswa dapat aktif berbicara. Hal ini juga didukung oleh pendapat para orang tua siswa yang menyatakan motivasinya dalam memasukkan anak ke lembaga bahasa sesuai dengan gambar dibawah ini Alasan (a) 22% (e) 30% (d) 16% (c) 20% (b) 12% (a) Membiasakan (b) Sosialisasi (c) Tuntutan Zaman (d) Wawasan (e) Dapat Berbicara
Gambar 2.13 Motivasi Responden
Price
Harga agak lebih tinggi diatas pesaing dengan diimbangi oleh kualitas dan layanan jasa yang unggul. Selain itu menawarkan value‐added berupa pemberian diskon apabila pembayaran dilakukan cash pada awal pendaftaran.
Place
Pemilihan lokasi berada di dalam perumahan Gumilir Indah yang aman dan kondusif serta sangat strategis, karena bersebrangan dengan target pasar. Selain itu akses menuju lokasi sangat mudah, karena hanya berjarak beberapa meter dari jalan utama.
Promotion
Sebagai pendatang baru, perusahaan akan memfokuskan kegiatan komunikasinya untuk pembentukan awareness dan pembentukan image konsumen terhadap ESL untuk menstimulasi pembelian.
Pendekatan yang dilakukan ESL adalah penetrasi pasar yang akan diupayakan melalui :
1. Penguasaan pasar
• Meningkatkan dan membentuk awareness yang kuat pada target segmen yang dituju, dengan komunikasi yang tepat dan intensif.
• Membuka cabang (dalam jangka panjang) di lokasi‐lokasi strategis lainnya untuk memberikan alternative lokasi untuk menjangkau lebih banyak konsumen baru.
2. Memaksimalkan jumlah target pasar yang berkunjung. Dengan meningkatkan awareness pasar, maka semakin banyak pengunjung yang ingin mencari informasi lebih mengenai program kursus bahasa inggris ini.
3. Memaksimalkan penjualan jasa : Agar para pengunjung yang awalnya hanya survey produk menjadi pelanggan tetap, maka dilakukan berbagai program pemasaran untuk meningkatkan penjualan jasa yang akan dijelaskan secara rinci pada kategori promotion dibawah ini.
Komponen promotion mix yang dipilih untuk berkomunikasi dengan konsumen adalah personel selling, advertising, sales promotion, dan publicity.
• Personel selling : Komunikasi “ Word of Mouth”. Menurut survey yang dilakukan oleh Mark Plus & co (2005:35), 3 (tiga) dari 5 (lima) ibu‐ibu mengikuti saran yang diberikan teman satu perkumpulannya. Hal ini sangat membantu karena di dalam perumahan Gunung Simping sendiri para ibu‐ibu sangat rutin melakukan kegiatan perkumpulan seperti arisan Rukun Tetangga (RT), arisan Rukun Warga (RW), arisan bidang, selain itu terdapat perkumpulan ‘Persatuan Wanita Patra’. Sehingga ESL dapat membuat kegiatan‐kegiatan yang melibatkan para ibu tidak hanya berupa kegiatan promosi tetapi juga kegiatan yang bersifat edukatif spt ceramah, seminar dan sejenisnya.
• Advertising : dilakukan dengan cara menyebarkan pamflet atau brosur atau melalui spanduk yang dipasang didaerah perumahan Gunung Simping maupun di jalan raya. Selain itu dapat membuat artikel yang akan dimuat di Buletin PERTAMINA.
• Sales promotion : Memberi undangan ke rumah‐ rumah untuk menghadiri presentasi yang diselenggarakan di ESL (open house) yang juga dihadiri oleh native speaker, dan memberi calendar ESL sebagai buah tangan.
• Publicity : Dalam rangka membangun image, ESL bekerja sama dengan sekolah‐sekolah untuk memberikan diskon bagi anak murid yang selalu masuk dalam ranking 3 (tiga) besar. Selain itu ESL akan mensponsori event‐event yang berkaitan dengan acara anak‐anak yang diadakan di sekolah‐sekolah ataupun di perumahan seperti acara 17 agustusan.
People
ESL menggunakan tim personel dan pelanggan secara efektif untuk mengkomunikasikan posisinya. Tim personel dididik dan dilatih serta diberi motivasi tinggi untuk dapat menangani anak‐anak dengan cara yang “fun”. Selain itu tim personel juga diberi kebebasan berekspresi dalam menciptakan suasana belajar mengajar yang menyenangkan. Dalam penerimaannya didasarkan pada tingkah laku, sikap dan appearance mereka. Selain tim personel, pelanggan juga termasuk unsur penunjang dalam penciptaaan atmosfer yang “fun”. Atmosfer yang “fun” dapat terwujud apabila pelanggan menuruti apa yang diajarkan padanya dan mengimplementasikannya.
Physical Evidence
Physical evidence merupakan segala komponen tangibles yang memfasilitasi kinerja atau komunikasi dari layanan tersebut. Memiliki tampilan warna yang cerah sebagai simbol dari keceriaan yang mengandung makna menyenangkan atau “fun”. Tampilan lainnya yang juga memposisikan “fun” dari ESL adalah tim personalnya berpakaian casual dan sesekali menggunakan kostum yang menggambarkan karakter tertentu. Sebagai salah satu selling uniqueness dari ESL, untuk tampilan ruangan sebagai penunjang kegiatan penyaluran bakat maka ESL membuat ruangan dimana seolah‐olah anak‐anak benar‐benar berada di situasi tertentu. Sebagai contoh, dibuat tampilan seperti di studio televisi atau stasiun radio dengan menyediakan alat‐alat on‐air, antara lain seperti kamera buatan, mic, dan headset. Process Di dalam proses terdapat mekanisme, prosedur, dan aliran kegiatan layanan yang diberikan pada pelanggan. Proses dalam kegiatan operasional merupakan bagian
dari pemasaran layanan yang merupakan upaya pemenuhan janji kepada pelanggan. Aliran operasional ESL sangat sederhana dan tidak melalui proses yang berbelit‐belit. Sebagai salah satu upaya yang menyangkut lancarnya pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, ESL menyediakan locker pribadi untuk anak sebagai tempat penyimpanan buku‐buku maupun alat tulis menulis sehingga dalam proses belajar mengajar tidak mengalami halangan apabila ada anak‐anak lupa membawa buku.
2.5.5 Branding
Pemilihan nama “ESL” dengan tujuan memberikan gambaran pembeda terhadap pesaing. ESL artinya English as a Second Language, karena mother language kita adalah bahasa Indonesia. Terdapat gambar toga pada logo ESL menggambarkan bahwa ESL senantiasa mencetak generasi‐generasi yang pintar dan cerdas, karena toga sendiri melambangkan selesainya masa belajar seseorang dimana dalam pencapaiannya dengan perjuangan dan dengan tingkat intelejensi yang tinggi.