V. ANALISIS KAWASAN PERBATASAN DAN LINTAS BATAS
5.4 Strategi Pengembangan Kawasan Perbatasan Dan Lintas Batas
Menurut (Rangkuti, 2009) proses perumusan strategi dapat dilakukan melalui 3 (tiga) tahap analisis yaitu tahap pengumpulan data, tahap analisis dan tahap pengambilan keputusan. Strategi yang akan diterapkan pada pengembangan potensi wilayah desa-desa dalam penelitian ini mengacu pada 3 (tiga) tahapan tersebut dengan mempertimbangkan dan mengkombinasikan hasil analisis beberapa tahapan penelitian yang dilakukan seperti analisis potensi dan kendala pengembangan kawasan perbatasan dan analisis lintas batas.Berdasarkan hasil dari analisis perkembangan kawasan perbatasan dan interaksi litas batas, maka disusun menjadi faktor internal dan faktor eksternal sehingga diperoleh kekuatan, ancaman, peluang kelemahan (SWOT). Rumusan SWOT kemudian ditanyakan kembali responden ahli (expert) pada penelitian terkait kawasan perbatasan. Persepsi para ahli kemudian diolah dengan menggunakan AHP (software: expert choice) sehingga menjadi rumusan strategi- pengembangan kawasan dan lintas batas antar negara.
5.4.1 Strategi Pengembangan Kawasan Perbatasan di Kabupaten Kapuas Hulu
Perumusan strategi pengembangan kawasan perbatasan di Kabupaten Kapuas Hulu melalui tahapan analisis factor internal dan eksternal, tahap pengambilan keputusan serta arahan program pengembangan kawasan perbatasan.
1. Analisis FaktorInternal dan Eksternal Kawasan Perbatasan
Perumusan strategi pengembangan Kawasan Perbatasan di Kabupaten Kapuas Hulu diawali dengan mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh baik faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor Internal dan eksternal merupakan sintesa dari hasil analisa potensi dan kendala pengembangan kawasan perbatasan. Faktor internal dan eksternal disajikan pada Tabel 31.
Tabel 31 Faktor internal dan eksternal pengembangan kawasan perbatasan Faktor Internal
Kekuatan (Strenght) Kelemahan (Weakness)
1. Letak Geografis Kapuas Hulu yang berbatasan langsung (pintu gerbang) dengan negara tetangga (Malaysia) 2. Kebijakan Nasional sebagai Kawasan
Strategis Nasional dan Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN Badau) 3. Komoditas unggulan pertanian dan
perkebunan
4. Pontensi wisata alam di Danau Sentarum (Kecamata Batang Lupar)
5. Ketersediaan lahan untuk pengembangan komoditas unggulan
1. Rendahnya pelayanan infrastruktur transportasi dalam mendukung interaksi dan konektifitas lokal (antar kec) dan regional menuju PKW dan PKN) Kalimantan Barat
2. Minimnya akses dan pelayanan sarana dan prasarana dasar di Kawasan Perbatasan Kabupaten Kapuas Hulu
3. Minimnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Kawasan Perbatasan
4. Belum optimalnya pengolahan dan nilai tambah produksi komoditas unggulan
Belum optimalnya penyelenggaraan perencanaan, pemanfaatan, dan pengendalian pemanfaatan ruang di kawasan perbatasan
Faktor Eksternal
Peluang (Opportunity) Ancaman (Threats)
1. Interaksi dan konektifitas lokal, regional dan antar negara
2. Pengembangan Komoditas unggulan berbasi pertanian dan perkebunan 3. Potensi pemasaran komoditas unggulan
untuk pasar lokal kabupaten, regional serta nasional
1. Degradasi lingkungan dan ancaman terhadap Taman Nasional Betung Karihun dan Danau Sentarum (TNDS)
2. Kompetisi Kualitas SDM Lokal dan pendatang
3. Persaingan komoditas unggulan dengan daerah lainya
Faktor internal maupun faktor eksternal diberikan bobot dengan menggunakan bobot skala perbandingan Saaty. Adapun hasil identifikasi setiap faktor baik internal maupun eksternal dan pembobotannya selengkapnya disajikan pada Gambar 31.
Gambar 31 Hasil Analisis AHP Faktor Internal dan Eksternal Pengembangan Kawasan Perbatasan di Kabupaten Kapuas Hulu.
Setelah dilakukan pembobotan terhadap faktor SWOT dengan menggunakan metode AHP langkah selanjutnya adalah membuat matriks IFAS dan EFAS Penyusunan matriks IFAS dan EFAS bertujuan untuk mengetahui tingkatan kepentingan dan pengaruhnya dalam penentuan strategi pengembangan kawasan perbatasan. Matrik IFAS dan EFAS dapar dilihat pada Tabel 32.
Tabel 32 Internal Strategic Factor Anaysis Summary (IFAS)
Faktor Strategi Internal Bobot Rating Skor
Kekuatan (Strenght)
S1
Letak Geografis Kapuas Hulu yang
berbatasan langsung (pintu gerbang) dengan negara tetangga (Malaysia)
0.1635 4 0.654
S2
Kebijakan Nasional sebagai Kawasan Strategis Nasional dan Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN Badau)
0.1026 4 0.4104
S3 Komoditas unggulan pertanian dan
perkebunan 0.0767 3 0.2301
S4 Pontensi wisata alam di Danau Sentarum
(Kecamata Batang Lupar) 0.0819 3 0.2457
S5 Ketersediaan lahan untuk pengembangan
komoditas unggulan 0.0655 3 0.1965
Jumlah A 1.7367
Kelemahan (Weakness)
W 1
Rendahnya pelayanan infrastruktur
transportasi dalam mendukung interaksi dan Konektifitas Lokal (antar kec) dan regional Menuju PKW dan PKN) Kalimantan Barat
0.1134 4 0.4536
W 2
Minimnya akses dan pelayanan sarana dan prasarana dasar di Kawasan Perbatasan Kabupaten Kapuas Hulu
0.1054 4 0.4216
W 3
minimnya kualitas Sumber Daya Manusia
(SDM) di Kawasan Perbatasan 0.0929 3 0.2787
W 4
Belum optimalnya pengoloahan dan nilai
tambah produksi komoditas unggulan 0.0876 3 0.2628
W 5
Belum optimalnya penyelenggaraan
perencanaan, pemanfaatan, dan pengendalian pemanfaatan ruang di kawasan perbatasan
0.0811 3 0.2433
Jumlah B 1.6600
Jumlah A+B 3.3967
Tabel diatas menujukan matrisk IFAS Kawasan Perbatasan di Kabupaten Kapuas Hulu menunjukkan bahwa skor total perkalian bobot dan rating dari semua faktor kekuatan dan kelemahan bernilai 3.3967. Nilai ini berasal dari skor faktor kekuatan yaitu 1.7367 dan skor faktor kelemahan dengan nilai 1.6600. Dalam kolom bobot diketahui bobot masing-masing faktor yang merupakan hasil pengolahan data kuisioner dengan metode AHP. Bobot yang diperoleh masing- masing faktor dikalikan 0,5 agar bobot total faktor kekuatan dan kelemahan bernilai 1,000 (Rangkuti 2009).
Matriks EFAS menunjukkan bahwa skor total perkalian bobot dan rating dari semua faktor peluang dan ancaman bernilai 3.4609 (lihat tabel 35) Nilai ini berasal dari skor faktor peluang yaitu 1.832 dan skor faktor ancaman dengan nilai 1.6289. Dalam kolom bobot diketahui bobot masing-masing faktor yang merupakan hasil pengolahan data kuisioner dengan metode AHP. Bobot yang diperoleh masing- masing faktor dikalikan 0,5 agar bobot total faktor kekuatan dan kelemahan bernilai 1,000 . Tabel 33 menunjukan External Strategic Factors Analysis Summary (EFAS)
Tabel 33 External Strategic Factors Analysis Summary (EFAS)
Faktor Strategi Eksternal Bobot Rating Skor
Peluang (Opportunity)
O1
interaksi dan konektifitas lokal, regional
dan antar Negara 0.102 4 0.408
O2
Pengembangan Komoditas unggulan
berbasis pertanian dan perkebunan 0.23 4 0.92
O3
Potensi pemasaran Komoditas unggulan untuk pasar lokal kabupaten, Regional
serta Nasional 0.168 3 0.504
Jumlah A 1.832
Ancaman (Threats)
T1
Degradasi lingkungan dan ancaman terhadap Taman Nasional Betung Karihun
dan Danau Sentarum (TNDS) 0.1292 4 0.5168
T2
Kompetisi Kualitas SDM Lokal dan
pendatang 0.196 3 0.588
T3
Persaingan komoditas unggulan dengan
daerah lainya 0.1747 3 0.5241
Jumlah B 1.6289
Jumlah A+B 3.4609
2. Tahap Pengambilan Keputusan Strategi Utama
Tahap terakhir dari perumusan strategi (Rangkuti, 2009) adalah tahap pengambilan keputusan. Tahap ini dapat dilakukan dengan menggunakan matriks analisis SWOT. Berbagai hasil analisis tahap pertama dan kedua akan menjadi pertimbangan dan masukan dalam merumuskan analisis SWOT pada tahap pengambilan keputusan ini. Untuk menentukan Strategi utama dalam pengembangan kawasan perbatasan maka hasil skor pada matriks IFAS dan EFAS, selanjutnya disusun analisis matriks space. Selisih skor kekuatan dan kelemahan pada matriks IFAS dan selisih skor peluang dan ancaman pada matriks EFAS akan mengisi posisi nilai x dan y dari kuadran di matriks space-nya. Dengan demikian, dapat diketahui posisi kuadran strategi pengembangan kawasan perbatasan dengan berbagai faktor internal dan eksternal yang sudah dianalisis sebelumnya.
Berdasarkan analisis IFAS dan EFAS, maka diperoleh selisih skor kekuatan dan kelemahan padamatriks IFAS yaitu -0,0767 dan selisih skor peluang dan ancaman pada matriks EFAS -0.2030 Kombinasi nilai ini akan menghasilkan posisi di kuadran IV (Gambar 32)
Gambar 32 Matriks Strategi Pengembangan Kawasan Perbatasan
Berdasarkan matriks SWOT, terdapat empat kuadran strategi yang dapat diterapkan dengan mengkolaborasikan berbagai faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dengan faktor eksternal (peluang dan ancaman), yaitu :
a. Strategi SO yaitu memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya.
b. Strategi ST yaitu menggunakan kekuatan yang dimiliki untuk mengatasi segala ancaman yang mungkin timbul.
c. Strategi WO yaitu pemanfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada.
d. Strategi WT yaitu strategi yang bersifat defensif dan berusaha meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman.
Tabel 34 Hasil analisis matriks SWOT Pengembangan Kawasan Perbatasan
Kekuatan (Strenght) Kelemahan (Weakness)
1. Letak Geografis Kapuas Hulu yang berbatasan langsung (pintu gerbang) dengan negara tetangga (Malaysia)
2. Kebijakan Nasional sebagai Kawasan Strategis Nasional dan Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN Badau) 3. Komoditas unggulan pertanian dan perkebunan
4. Pontensi wisata alam di Danau Sentarum (Kecamata Batang
1. Rendahnya pelayanan infrastruktur transportasi dalam mendukung interaksi dan Konektifitas Lokal (antar kec) dan regional Menuju PKW dan PKN) Kalimantan Barat 2. Minimnya akses dan pelayanan
sarana dan prasarana dasar di Kawasan Perbatasan Kabupaten Kapuas Hulu
3. Minimnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Kawasan Perbatasan
4. Belum optimalnya pengolahan dan nilai tambah produksi komoditas unggulan
5. Belum optimalnya
penyelenggaraan perencanaan, pemanfaatan, dan pengendalian
Lupar)
5. Ketersediaan lahan untuk pengembangan komoditas unggulan
pemanfaatan ruang di kawasan perbatasan
Peluang
(Opportunity) S-O W-O
1. Interaksi dan konektifitas lokal, regional dan antar negara 2. Pengembangan Komoditas unggulan berbasi pertanian dan perkebunan 3. Potensi pemasaran Komoditas unggulan untuk pasar lokal kabupaten, Regional serta Nasional 1. Pembangunan infrastruktur transportasi untuk meningkatkan interaksi dan konektifitas lokal (antar kecamatan) dan regional (menuju PKW dan PKSN)
2. Optimalisasi lahan- lahan produktif pada kawasan budidaya untuk pengembangan komoditas unggulan. 3. Pengembangan simpul
kegiatan perkotaan dan Pusat Kegiatan Perkotaan dan pusat pertumbuhan ekonomi dan penguatan simpul kegiatan di kawasan perbatasan Kabupaten Kapuas Hulu
1. Mengembangkan industri pengolahan dan nilai tambah produksi komoditas unggulan untuk pasar lokal regional dan nasional
2. Pemenuhan pelayanan sarana dan prasarana dasar
Ancaman (Threats) S-T W-T 1. Degradasi lingkungan dan ancaman terhadap Taman Nasional Betung Karihun dan Danau Sentarum (TNDS) 2. Kompetisi Kualitas SDM Lokal dan pendatang 3. Persaingan komoditas unggulan dengan daerah lainya 1. Peningkatan kuantitas dan kualitas produksi komoditas unggulan 2. Membangun jaringan
pemasaran dan perdagangan untuk produk pertanian dan perkebunan 3. Pengembangan potensi pariwisata alama berwawasan lingkungan di Taman Nasional Danau Sentarum dan TNBK 4. Peningkatan kualitas
pelayanan dasar dan jaringan transportasi
1. Peningkatan kualitas perencanaan, pemanfaatan, dan pengendalian penataan ruang kawasan perbatasan
2. Pengendalian SDA dan kualitas lingkungan dikawasan perbatasan 3. Meningkatkan kualitas SDM dan
daya saing masyarakat perbatasan melalui penyelenggaraan
Berdasarkan hasil analisis matriks space, dimana strategi utama pengembangan kawasan perbatasan ada pada kuadran IV, maka strategi utama yang digunakan dalam matriks SWOT adalah strategi S-T (Strengths-Threats).
3. Arahan Program Pengembangan Kawasan Perbatasan
Arahan program kawasan perbatasan merupakan turunan dari strategi yang digunakan. Penyusunan program dilakukan berdasarkan strategi yang akan digunakan dalam pengembagan kawasan perbatasan. Strategi yang disusun telah berdasarkan potensi dan kendala pengembangan pada kawasan perbatasan. Tabel 35 menjelaskan mengenai strategi dan arahan program yang digunakan untuk melaksanakan strategi tersebut.
Tabel 35 Program pengembangan kawasan perbatasan di Kabupaten Kapuas Hulu
No STRATEGI PROGRAM S-O 1 Pembangunan infrastruktur transportasi untuk meningkatkan interaksi dan konektifitas lokal (antar Kecamatan) dan regional (menuju PKW dan PKSN)
a) Penyusunan kebijakan terkait percepatan pembangunan jaringan jalan dan jaringan transportasi
b) Pembangunan dan peningkatan kualitas jalan dan jembatan di ruas jalan nasional (arteri primer dan kolektor primer) menuju perbatasan dari putussibau utara hingga nanga badau c) Pembangunan dan peningkatan kualitas Jalan dan Jembatan
di ruas jalan Non Status antar desa di kecamatan perbatasan d) Pembangunan dan peningkatan kualitas jaringan jalan
terutama jalan pararel, jalan poros, dan jalan non status baru e) Pembangunan Terminal Barang dan Penumpang Type A, B
dan C di kawasan perbatasan
f) Peningkatan Jumlah, Frekuensi dan kualitas pelayanan Moda Transportasi Darat
g) Optimalisasi pelayanan transportasi sungai di kawasan perbatasan
2
Optimalisasi lahan-lahan produktif pada kawasan budidaya untuk pengembangan
komoditas unggulan.
a) Pelaksanaan land reform di kawasan perbatasan
b) Pemanfaatan sumber daya lahan berbasis komoditas unggulan
3
Pengembangan simpul kegiatan perkotaan dan Pusat Kegiatan Perkotaan dan pusat pertumbuhan ekonomi dan penguatan simpul kegiatan di Kawasan Perbatasan Kabupaten Kapuas Hulu
a) Pembangunan infrastruktur pendukung pusat dikawasan perbatasan
b) Pengembangan aktifitas perkotaan hunian, pelayanan pemerintahan, perdagangan dan jasa, pergudangan dsb c) Peningkatan Simpul transportasi dan pergerakan di pusat
kegiatan (menjadi hub)
d) Pemenuhan Standar Pelayanan Minimum Pusat Kegiatan Strategi perkotaan (PKSN)
e) Pembangunan pusat produksi dan koleksi berbasis industry pengolahan
f) Pembangunan pasar/outlet lokal dan internasional
S-T (Program Prioritas)
1
Peningkatan Kuantitas dan Kualitas Produksi Komoditas Unggulan
a) Pelaksanaan pendampingan/penyuluhan petani, peternak (integated farming)
perbatasan
c) Penyediaan bibit unggul, pupuk dsb
d) Pembangunan sarana pendukung produksi (saprotan) e) Pengembangan koperasi dan UKM
f) Pemberian dan penguatan modal/Stimulan usaha
g) Penyediaan bantuan alat TTG kepada masyarakat perbatasan
2
Membangun jaringan pemasaran dan perdagangan untuk produk pertanian dan perkebunan
a) Penyusunan regulasi kemudahan investasi industri dan perekonomian
b) Perbaharuan dan pengaturan tata niaga di kawasan perbatasan c) Pembangunan pasar perbatasan/pasar internasional
d) Fasilitasi penyediaan dukungan perbankan e) Pengembangan koperasi dan UKM
f) Pemberian dan penguatan modal/Stimulan usaha pengelolaan potensi SDA di kawasan perbatasan
3
Pengembangan potensi pariwisata alama berwawasan lingkungan di Taman Nasional Danau Sentarum dan TNBK
a) Penyusunan Masterplan / konsep pengelolaan pariwisata berbasis ekologi/lingkungan
b) Pendidikan SDM berbasis pengelolaan pariwisata
c) Peningkatan Saranan dan Prasarana pendukung obyek wisata TNDS dan TNBK
d) Promosi pariwisata kawasan perbatasan
e) Pelaksanaan festival/event dengan karekteristik lokal melalui promosi nasional dan internasional
W-O
1
Mengembangkan industri pengolahan dan nilai tambah produksi komoditas unggulan untuk pasar lokal regional dan Nasional
a) Pembangunan industri pengolahan kawasan perbatasan berbasis potensi unggulan
b) Penyediaan alat dan teknologi industri pengolahan c) Penyediaan sarana prasarana dasar pendukung industri
pengolahan kawasan perbatasan berbasis potensi unggulan d) Pendidikan SDM berbasis industri pengolahan
e) Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna
2
Pemenuhan pelayanan sarana dan prasarana dasar
a) Pembangunan dan peningkatan Sarana Prasarana Irigasi dan Drainase di kawasan perbatasan
b) Pembangunan dan penyediaan bantuan pembangunan prasarana perumahan di kawasan perbatasan
c) Pembangunan dan Peningkatan kualitas Sarana Prasarana jalan lingkungan yang sudah ada
d) Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik dan jaringan listrik di kawasan perbatasan
e) Pembangunan Energi Baru Terbarukan (PLTS, PLTA dan PLTMH)
f) Pembangunan Sarana Prasarana Telekomunikasi (BTS) di kawasan perbatasan
g) Pembangunan Sarana Prasarana Informatika di kawasan perbatasan
h) Pembangunan Unit Sekolah Baru beserta
i) Peningkatan Kualitas Sarana dan Prasarana Pendukung Kegiatan Belajar dan Mengajar di Sekolah
j) Peningkatan kualitas sarana dan parasaran pendukung siswa dan tenaga pendidik di kawasan perbatasan (asrama, rumah dinas)
k) Perkrutan tenaga pendidik di Kawasan perbatasan l) Pembangunan Rumah Sakit dan Puskesmas Internasional
dikawasan perbatasan
m)Pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan Puskesmas, Poskesdes di Kawasan perbatasan
n) Pembangunan sarana dan prasarana penunjang tenaga kesehatan di kawasan perbatasan (rumah dinas dokter, tenaga paramedis lainya)
o) Pembangunan Puskesmas keliling di kawasan perbatasan p) Perkrutan tenaga kesehatan di Kawasan perbatasan
W-T 1 Peningkatan kualitas perencanaan, pemanfaatan, dan pengendalian penataan ruang kawasan perbatasan
a) Penyusunan dan Penetapan Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi Kecamatan Perbatasan di Kabupaten Kapuas Hulu
b) Penyusunan Ketentuan Perizinan, Insentif & Disinsentif, dan Sanksi Administratif dalam Pemanfaatan Ruang Kawasan Perbatasan
c) Koordinasi dan Sinkronisasi Program Pemanfaatan ruang di kawasan perbatasan
d) Pemenuhan Standar Pelayanan Minimum Penataan Ruang e) Pembaharuan RTR kawasan perbatasan
f) Pelaksanaan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kawasan Perbatasan melalui Pengaturan Zonasi, Perizinan, Pemberian Insentif & Disinsentif, serta Pengenaan Sanksi
g) Sosialisasi peraturan Zonasi, Perizinan, Pemberian Insentif & Disinsentif, serta Pengenaan Sanksi pada masyarakat
perbatasan
2
Pengendalian SDA dan Kualitas Lingkungan dikawasan perbatasan
a) Penyusunan regulasi terkait ketentuan Pengendalian SDA dan Kualitas Lingkungan
b) Koordinasi dan Sinkronisasi Program pemanfaatan SDA dan Kualitas Lingkungan
c) Sosialisasi pengendalian lingkungan
d) Pemberian sangsi bagi kegiatan illegal dan eksploitasi yang menyebabkan pencemaran dan pengrusakan lingkungan
3
Meningkatkan kualitas SDM dan Daya Saing masyarakat perbatasan melalui
penyelenggaraan pendidikan formal dan non formal
a) Pelatihan dan peningkatan kualitas tenaga pengajar/pendidik b) Rekrutmen tenaga pengajar/pendidik
c) Pelatihan dan peningkatan keahlian dan keterampilan SDM sesuai kompetensi lokal
d) Penyediaan sarana prasarana pendukung kegiatan pelatihan keahlian dan keterampilan SDM (formal dan non formal) e) Penyediaan beasiswa bagi guru dan pelajar asal kawasan
perbatasan
5.4.2 Strategi Pengembangan Lintas Batas Antarnegara
Perumusan strategi pengembangan kawasan perbatasan di Kabupaten Kapuas Hulu melalui tahapan analisis faktor internal dan eksternal, tahap pengambilan keputusan serta arahan program pengembangan lintas batas antar negara
1. Analisis faktor Internal dan Eksternal Pengembangan Lintas Batas Antarnegara
Perumusan strategi pengembangan lintas batas antar negara di Kabupaten Kapuas Hulu diawali dengan mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh baik Tabel 35 (Lanjutan)
faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor Internal dan eksternal merupakan sintesa dari hasil analisa potensi dan kendala pengembangan kawasan perbatasan yang disajikan pada Tabel 36.
Tabel 36 Faktor Internal dan Eksternal Pengembangan Lintas Batas antar negara di Kabupaten Kapuas Hulu
FAKTOR INTERNAL
Kekuatan (Strenght) Kelemahan (Weakness)
1. Kabupaten Kapuas Hulu sebagai pintu gerbang perbatasan di Kalimantan Barat
2. Arahan kebijakan nasional sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN) dan Pusat Kegiatan Strategis Nasional (KSN) di Kecamatan Badau
3. Sudah terjalinya hubungan kerjasama dan interaksi lintas batas secara formal maupun non formal.
4. Komoditas unggulan pertanian dan perkebunan berpotensi ekspor 5. Potensi wisata alam Danau Sentarum
(TNDS) dan Taman Nasional Betung Karihun (TNBK)
1. Rendahnya pelayanan infrastruktur transportasi dalam mendukung interaksi dan konektifitas antar negara
2. Rendahnya tingkat daya saing sumber daya manusia di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia
3. Belum efektifnya pengembangan kerjasaman formal maupun non formal Indonesia-Malaysia di Kabupaten Kapuas Hulu (dalam kerangka ASEAN Community)
4. Belum optimalnya kualitas pelayanan serta pemanfaatan sarana dan prasarana (CIQS) di Pos Lintas Batas
5. Belum optimalnya aspek pengawasan pada pintu dan garis batas Indonesia- Malaysia di Kabupaten Kapuas Hulu
FAKTOR EKSTERNAL
Peluang (Opportunity) Ancaman (Threats)
1. Peningkatan interaksi dan konektifitas antar negara
2. Pengembangan komoditas unggulan ekonomi dan perdagangan lintas batas (ekspor-impor)
3. Peningkatan kerjasama lintas batas antar negara.
1. Degradasi ideologi dan nasionalisme masyarakat
2. Persaingan produk dan komoditas unggulan dengan Malaysia.
3. Aktifitas illegal seperti : penyeludupan barang, perdagangan orang, narkoba, dsb)
Hasil identifikasi setiap faktor baik internal maupun eksternal dan pembobotannya disajikan pada Gambar 33
Gambar 33 Hasil analisis AHP faktor internal dan eksternal pengembangan lintas batas kawasan perbatasan di Kabupaten Kapuas hulu.
Berdasarkan hasil analisis AHP disusun matriks IFAS dan EFAS untuk mengetahui tingkatan kepentingan dan pengaruhnya dalam penentuan strategi lintas batas. Matrik IFAS dan EFAS dapat dilihat pada Tabel 37 dan Tabel 38
Tabel 37 Internal Strategic Factor Anaysis Summary (IFAS)
Faktor Strategi Internal Bobot Rating Skor
Kekuatan (Strenght)
S1 Kabupaten Kapuas Hulu sebagai pintu gerbang
perbatasan di Kalimantan Barat 0.0963 4 0.3852 S2
Arahan kebijakan nasional sebagai Kawasan Strategis Nasional dan Pusat Kegiatan Strategis Nasional di
Kecamatan Badau 0.1124
4
0.4496 S3 Sudah terjalinya hubungan kerjasama dan interaksi
lintas batas secara formal maupun non formal. 0.1501 4 0.6004 S4
Komoditas unggulan pertanian dan perkebunan berpotensi ekspor
0.052 3
0.156 S5 Potensi wisata alam Danau Sentarum (TNDS) dan
Taman Nasional Betung Karihun (TNBK) 0.0891 3 0.2673
Kelemahan (Weakness) W1 Rendahnya pelayanan infrastruktur transportasi dalam
mendukung interaksi dan konektifitas antar negara 0.1392 4 0.5568 W2 Rendahnya tingkat daya saing sumber daya manusia di
kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia 0.0769 4 0.3076 W3
Belum efektifnya pengembangan kerjasaman formal maupun non formal Indonesia-Malaysia di Kabupaten
Kapuas Hulu (dalam kerangka ASEAN Community) 0.0593 3
0.1779 W4
Belum optimalnya kualitas pelayanan serta pemanfaatan sarana dan prasarana (CIQS) di Pos
Lintas Batas 0.1211
4
0.4844 W5
Belum optimalnya aspek pengawasan pada pintu dan garis batas Indonesia- Malaysia di Kabupaten Kapuas
Hulu 0.1034
3
0.3102
1.8369
1 3.6954
Tabel 38 External Strategic Factors Analysis Summary (EFAS)
Faktor Strategi Eksternal Bobot Rating Skor
Peluang (Opportunity)
O1 Peningkatan interaksi dan konektifitas antar negara 0.2265 4 0.906 2 Pengembangan komoditas unggulan ekonomi dan
perdagangan lintas batas (ekspor-impor) 0.0872 3 0.2616 O3 Peningkatan kerjasama lintas batas antar negara. 0.1859 3 0.5577
Ancaman (Threats) 1.7253
T1 Degradasi ideologi dan nasionalisme masyarakat 0.101 3 0.303 T2 Persaingan produk dan komoditas unggulan dengan
Malaysia. 0.215 3 0.645
T3
Aktifitas illegal dikawasan perbatasan seperti : penyeludupan barang, perdagangan orang, narkoba, dsb)
0.184 4 0.736 1.684
Jumlah 1 3.4093
Matriks IFAS lintas batas antarnegara menunjukkan bahwa skor total perkalian bobot dan rating dari semua faktor kekuatan dan kelemahan bernilai 3,694. Nilai ini berasal dari skor faktor kekuatan yaitu 1,858 dan skor faktor kelemahan dengan nilai 1,8369. Matriks EFAS menunjukan nilai kekuatan 3.4093. Nilai ini berasal dari peluang yaitu 1.7253 dan skor ancaman 1.684.
2. Tahap Pengambilan Keputusan Strategi Utama
Berdasarkan analisis IFAS dan EFAS, maka diperoleh selisih skor kekuatan dan kelemahan pada matriks IFAS yaitu 0,216 dan selisih skor peluang dan ancaman pada matriks EFAS 0,413. Kombinasi nilai ini akan menghasilkan posisi dikuadran I sebagai strategi utama (Gambar 34)
Gambar 34 Matriks strategi pengembangan lintas batas antar negara
Tahap terakhir dari perumusan strategi adalah tahap pengambilan keputusan. Tahap ini dapat dilakukan dengan menggunakan matriks analisis SWOT. Berdasarkan matriks SWOT, terdapat empat kuadran strategi yang dapat diterapkan dengan mengkolaborasikan berbagai faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dengan faktor eksternal (peluang dan ancaman). Hasil analasis Matriks SWOT dapat dilihat pada Tabel 39.
Tabel 39 Matriks SWOT untuk strategi pengembangan lintas batas
Kekuatan (Strenght) Kelemahan (Weakness)
1. Kabupaten Kapuas Hulu sebagai pintu gerbang perbatasan di Kalimantan Barat
2. Arahan kebijakan nasional sebagai Kawasan Strategis Nasional dan Pusat Kegiatan Strategis Nasional di Kecamatan Badau
3. Sudah terjalinya hubungan kerjasama dan interaksi lintas batas secara formal maupun non formal. 4. Komoditas unggulan
pertanian dan perkebunan berpotensi ekspor
1. Rendahnya pelayanan infrastruktur
transportasi dalam mendukung interaksi dan konektifitas antar negara
2. Rendahnya tingkat daya saing sumber daya manusia 3. Belum efektifnya
pengembangan kerjasama formal maupun non formal Indonesia-Malaysia di Kabupaten Kapuas Hulu (dalam kerangka ASEAN Community)
1. Potensi wisata alam Danau Sentarum (TNDS) dan Taman Nasional Betung Karihun (TNBK)
4. Belum optimalnya kualitas pelayanan serta pemanfaatan sarana dan prasarana (CIQS) di Pos Lintas Batas
5.Belum optimalnya aspek pengawasan pada pintu dan garis batas Indonesia- Malaysia di Kabupaten Kapuas Hulu
Peluang Opportunity) S-O W-O
1. Peningkatan interaksi dan konektifitas antar negara
2. Pengembangan komoditas unggulan ekonomi dan
perdagangan lintas batas (ekspor-impor)
3. Peningkatan kerjasama lintas batas antar negara.
1. Meningkatkan hubungan kerjasama lintas batas antar negara di bidang Sosial, Budaya,
Keamanan, perdagangan antar negara, dsb 2. Pengembangan pusat
pertumbuhan (KW Putussibau Utara) dan simpul strategis pintu gebang perbatasan (PKSN Badau) 3. Meningkatkan arus
perdaganganekspor- impor dan kerjasama perdagangan
4. Pengembangan potensi wisata alam Danau Sentarum (TNDS) dan Taman Nasional Betung Karihun (TNBK)
1. Meningkatkan interaksi dan konektifitas antar negara melalui pembangunan Infrastruktur dan jaringan pendukung 2. Meningkatkan
pengelolaan dan nilai tambah produksi komoditas unggulan