Strategi adalah pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan pelaksanaan gagasan, perencanaan, dan eksekusi sebuah aktivitas dalam kurun waktu tertentu. Rencana atau strategi pengembangan yang terdapat pada KSU Keluarga Mitra Tani 27 meliputi rencana internal dan eksternal. Rencana internal yang dimaksud adalah rencana pengembangan dalam koperasi dengan mengembangkan kapabilitas para pengurus dan karyawan KSU Keluarga Mitra Tani 27. Kapabilitas adalah kemampuan dalam memanfaatkan kapasitas yang ada. Kapasitas yang banyak tidak ada artinya jika kemampuan dan kualitasnya kurang. Kualitas sumberdaya manusia sering kali menjadi masalah yang klasik dalam suatu perusahaan dan juga dapat menjadi hambatan dalam rencana pelaksanaan
29
pengembangan. Hal yang dilakukan oleh KSU Keluarga Mitra Tani 27 dalam mengatasi masalah tersebut adalah dengan memberikan pelatihan atau pembinaan bagi para karyawan agar dapat menjadi SDM yang berkualitas dan dapat memberikan kontribusi yang besar bagi koperasi, sehingga koperasi dapat terus maju dan berkembang sesuai dengan tujuan yang direncanakan di awal berdirinya. Strategi lain yang dilakukan oleh KSU Keluarga Mitra Tani 27 adalah dengan mengadakan atau mengikuti seminar dan pertemuan yang berkaitan dengan perkoperasian sehingga pengetahuan tentang koperasi dapat terus bertambah. Seminar atau pertemuan ini biasanya diadakan oleh pemerintah dalam rangka meningkatkan pengetahuan tentang perkoperasian bagi insan koperasi. Kunjungan kerja atau study banding ke koperasi lain juga dilakukan untuk mengatasi masalah kurangnya kapabilitas karyawan, karena dengan melakukan kunjungan kerja dapat menyerap pengetahuan dari pihak yang menjadi tujuan kunjungan kerja.
Sumber daya manusia merupakan salah satu kelemahan yang umum dihadapi oleh seluruh perusahaan. KSU Mitra Tani 27 dalam mengatasi masalah tersebut yaitu dengan melakukan pelatihan dan pembinaan sumber daya manusia koperasi yang terlibat di dalam KSU, agar mampu memanfaatkan setiap peluang atau kesempatan usaha dari setiap perubahan yang terjadi ataupun peluang usaha yang diberikan oleh pemerintah. Pelatihan yang diperlukan oleh sumber daya manusia yaitu tentang bagaimana berwirausaha, latihan kepemimpinan, manajemen, dan pemasaran.
Rencana atau strategi pengembangan eksternal KSU Keluarga Mitra Tani 27 adalah rencana yang dimaksudkan untuk pengembangan di luar koperasi. Rencana yang dimaksud tersebut adalah berupa pengembangan jaringan kemitraan dan pengembangan KSU Keluarga Mitra Tani 27 dengan membuka cabang baru. Pengembangan jaringan kemitraan yang terdapat pada KSU Keluarga Mitra Tani 27 ini masih kurang. KSU Keluarga Mitra Tani 27 mempunyai mitra yang terbatas dengan pihak lain. Mitra dari KSU Mitra Tani 27 sebenarnya banyak, namun masih belum dilaksanakan sepenuhnya dengan pihak-pihak mitra dari KSU Keluarga Mitra Tani 27 yang lain. Rencana atau strategi
eksternal lain yang masih ingin dilaksanakan oleh KSU Keluarga Mitra Tani 27 adalah dengan membuka cabang baru. Cabang ini rencananya akan dibangun di tempat yang prospektif dengan melihat prospek pasar dan sasaran konsumen. Rencana pembangunan cabang baru ini merupakan harapan dari pembina (Direksi Perusahaan) agar KSU Keluarga Mitra Tani 27 agar KSU Keluarga Mitra Tani 27 dapat terus berkembang dan dapat menghadapi ancaman persaingan di masa depan seiring dengan munculnya produk-produk baru dan koperasi-koperasi baru.
Rencana atau strategi pengembangan internal dan eksternal KSU Keluarga Mitra Tani 27 bertujuan untuk mewujudkan tuntutan dari anggota koperasi yang menginginkan agar KSU Keluarga Mitra Tani 27 semakin berkembang sehingga pendapatan koperasi juga semakin banyak dan kesejahteraan para anggota juga akan terwujud seiring dilaksanakannya rencana atau strategi pengembangan KSU Mitra Tani 27. Hal lain yang merupakan tujuan dari rencana pengembangan tersebut adalah sesuai dengan harapan dari para pembina (Direksi Perusahaan Mitra Tan) agar KSU Mitra Tani 27 memiliki cabang sehingga dapat dikenal oleh kalangan masyarakat. Target utama dari program pengembangan KSU Mitra Tani 27 adalah agar koperasi semakin besar dan berkembang, baik dari segi omset penjualan maupun pengembangan kualitas karyawan KSU Keluarga Mitra Tani 27. Target lain yang ingin dicapai oleh KSU Keluarga Mitra Tani 27 adalah dapat memberikan manfaat kepada para anggota dan karyawan. Rencana atau strategi pengembangan tidak dapat dilakukan tanpa adanya komunikasi yang lancar dari setiap pihak yang menjadi sasaran dalam proses rencana pengembangan tersebut, namun komunikasi yang dilakukan dalam program rencana pengembangan KSU Keluarga Mitra Tani 27 belum efisien karena butuh proses lebih lanjut untuk melaksanakannya.
Kendala dalam pengembangan perusahaan secara eksternal yaitu adanya ancaman persaingan usaha di masa depan, oleh seperti itu diperlukan pengembangan usaha ke berbagai wilayah. Wilayah-wilayah yang akan digunakan dalam pemasaran produk terlebih dahulu harus dilakukan pengecekan terhadap harga, sistem pembayaran tunai, dan kebutuhan konsumen sekitar akan suatu produk. Pengecekan harga bertujuan untuk mempertimbangkan pengembalian
31
modal yang dikeluarkan apabila terjadi ancaman serta solusi untuk mengatasi ancaman tersebut. Sistem pembayaran tunai adalah pembayaran upah pada anggota baru sesuai dengan harga pasar. Pengecekan pembayaran tersebut bertujuan untuk menarik minat masyarakat di wilayah baru agar bersedia bekerja sama untuk menjadi anggota dari KSU. Koperasi Serba Usaha Keluarga Mitra Tani 27 membutuhkan pengurus yang ahli dalam persoalan jual beli produk serta mengetahui harga pasar dan modal kerja yang akan digunakan. Kebutuhan konsumen akan suatu produk merupakan faktor kunci dalam pengembangan produk. Kebutuhan konsumen akan suatu produk di setiap wilayah berbeda-beda sesuai dengan selera konsumen, oleh sebab itu perusahaan sebisa mungkin memenuhi kebutuhan tersebut dengan melakukan survey pasar untuk mencari tahu apa yang dibutuhkan oleh konsumen.
32 5.1 Kesimpulan
1. Komunikasi internal pada KSU Keluarga Mitra Tani 27 berupa komunikasi formal dan informal. Komunikasi formal terjadi dari atasan kepada bawahan, dari bawahan kepada atasan, dan komunikasi horizontal. Komunikasi dari atasan kepada bawahan berupa pengarahan dari atasan kepada bawahan, sedangkan dari bawahan kepada atasan umumnya berupa komplain mengenai fasilitas yang disediakan perusahaan. Komunikasi horizontal terjadi antar anggota mengenai masalah pekerjaa.
2. Komunikasi eksternal berupa komunikasi formal dan non formal. Komunikasi eksternal yang berbentuk formal terjadi antara perusahaan dengan mitra kerja sedangkan komunkasi informal terjadi antara KSU dengan pelanggan dalam pemasaran produk.
3. Presentasi bisnis yang dilakukan oleh Koperasi Serba Usaha Mitratani 27 jarang dilakukan, biasanya dilakukan ketika ada pameran produk dan kerjasama dengan pihak lain. Presentasi yang dilakukan ditujukan kepada konsumen, pihak luar, dan pihak dalam. Presentasi bisnis kepada konsumen bertujuan untuk memperkenalkan produk secara langsung. Presentasi bisnis kepada mitra kerja dilakukan untuk menjalin kerjasama perdagangan produk. Presentasi binis kepada pihak dalam bertujuan untuk menentukan produk yang akan dibawa keluar dan mengembangkan produk dari KSU sendiri. 4. Strategi pengembangan usaha yang dilakukan oleh Koperasi Serba Usaha
Mitratani 27 yaitu bekerjasama dengan perusahaan lain, seperti toko-toko besar yang ada di Jember. Strategi pengembangan yang dilakukan membutuhkan SDM yang berkualitas dan berkapabilitas.
33
5.2 Saran
1. Bagi pemerintah, diharapkan dapat memberikan kontribusi pada KSU agar dapat berkebang dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.
2. Bagi KSU, diharapkan dapat dijadikan sebagai acuan untuk memperbaiki komunikasi dalam KSU Keluarga Mitra Tani serta dapat mengembangkan lebih lanjut usaha yang telah dijalankan.
3. Bagi mahasiswa, dapat dijadikan sebagai acuan untuk melakukan kegiatan