• Tidak ada hasil yang ditemukan

Strategi Pengembangan Pertamanan Berbasis Komunitas

STRATEGI PENGEMBANGAN PERTAMANAN BERBASIS KOMUNITAS

VI. HASIL DAN PEMBAHASAN

6.5. Strategi Pengembangan Pertamanan Berbasis Komunitas

Strategi pengembangan pertamanan berbasis komunitas dapat terwujud dengan adanya kerjasama yang baik antar pihak-pihak yang berkepentingan dengan masalah pertamanan. Adapun hal-hal yang harus dilakukan untuk dapat mengembangkan pertamanan yang berbasis komunitas di Kecamatan Pontianak Kota yaitu sebagai berikut:

a) Kondisi pertamanan di Kecamatan Pontianak Kota. b) Aspirasi pengguna.

c) Pengelolaan taman.

d) Kebijakan yang terkait dengan pertamanan.

Dari keempat hal tersebut maka untuk mengembangkan pertamanan berbasis komunitas dapat dilakukan dengan cara pengelolaan kolaborasi antara

stakeholder. Pengelolaan kolaboratif diartikan sebagai kesepakatan dua atau lebih pemangku kepentingan untuk membagi informasi, peran, fungsi, dan tanggung jawab dalam suatu hubungan dan mekanisme kemitraan (partnership) yang disetujui secara bersama. Seluruh proses-proses mulai dari penyusunan rencana, pelaksanaan, dan evaluasi hasil-hasil proyek dikelola sendiri. Partisipasi hanya akan berjalan jika ada hak seluruh pemangku kepentingan untuk mengakses dan mendapatkan informasi, rencana penyusunan kebijakan publik, dan rencana-rencana kegiatan pembangunan lainnya, menyatakan pendapat serta menyampaikan usulan-usulan agar kegiatan proyek, kebijakan publik dan rencana pembangunan dapat memberikan manfaat dan keuntungan untuk seluruh pemangku kepentingan.

Pengelolaan taman oleh pihak swasta yang dilimpahkan dari pemerintah masih sebatas pada taman khusus seperti jalur hijau dan pulau jalan. Pihak swasta bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan pemeliharaan taman di Kota Pontianak khususnya yang berada di Kecamatan Pontianak Kota dalam jangka waktu yang telah disepakati. Pihak swasta hanya menyedia dana untuk pemeliharaan taman yang telah dilimpah oleh pemerintah kepada swasta untuk membantu melakukan pemeliharaan taman. Dana yang dikeluarkan oleh swasta, bukan dana CSR (Corporate Social Responsibility) ataupun dana BL (Bina Lingkungan). Setiap tahun pihak swasta telah menyediakan anggaran untuk pemeliharaan taman. Terjalinnya kerjasama pihak swasta dalam mengelola taman karena pemerintah mengajukan proposal untuk menjalin kerjasama pengelolaan taman yang berada di depan kantor pihak swasta setempat. Oleh

karena itu pihak swasta dapat membina kerjasama dengan pemerintah atau masyarakat jika ada proposal yang diajukan kepada pihak swasta untuk ditelaah oleh pimpinan kota. Masyarakat tidak memiliki pengetahuan terkait pengajuan kerjasama dengan pihak swasta dan pemerintah dalam hal pengelolaan taman seperti pemeliharaan dan penyediaan fasilitas taman. Kondisi tersebut memerlukan peran aktif pemerintah untuk dapat mengajukan negosiasi pengelolaan taman di Kota Pontianak khususnya di Kecamatan Pontianak Kota.

Pelaksanaan untuk menjalin kolaborasi antara stakeholder baik itu masyarakat, pemerintah, dan swasta dalam mengelola taman. Adapun pembagian pengelolaan dalam pengembangan pertamanan berbasis komunitas yaitu:

1. Tersedianya fasilitor yang memfasilitasi kerjasama antar stakeholder untuk pengelolaan taman. Adapun alternatif pembagian kerjasama yang dapat dilakukan untuk setiap stakeholder berdasarkan wewenang yang dimilik berdasarkan kebijakan yang berlaku yaitu:

a) Pihak pemerintah yang dapat berfungsi sebagai fasilitator dalam menjalin kerjasama antar stakeholder. Pihak pemerintah dapat memberikan izin pengelolaan taman, penentu lokasi pertamanan dan sebagai pengawas dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pemeliharaan taman serta pembuat kebijakan yang mengatur tentang pengelolaan taman.

b) Pihak swasta sebagai pihak yang merencanakan dan melaksanakan pembangunan pertamanan baik dari segi penyediaan fasilitas dan pembiayaan taman. Taman yang dibangun pihak swasta dapat dijadikan sebagai sarana promosi dan pemasukan bagi perusahaan dengan kegiatan yang ada didalam taman tersebut.

c) Pihak masyarakat dapat sebagai sumber informasi dalam perencanaan dan dapat sebagai pemelihara taman yang ada. masyarakat dapat memberikan kontribusi kepada pihak pemerintah dan pihak swasta dengan pemasukan dari kegiatan yang terdapat didalamnya seperti keberadaan pedagang, hiburan, dan lain-lain yang disediakan pihak swasta.

2. Faktor-faktor yang mendukung kolaborasi yaitu:

a) Pemerintah menyambut baik partisipasi masyarakat untuk menjalin kerjasama. Pihak swasta memiliki dana BL atau dana CSR yang dapat

digunakan untuk menyediakan fasilitas dan lainnya untuk meningkatkan fungsi taman sesuai dengan harapan masyarakat.

b) DPRD menyetujui penyelenggaraan pengelolaan taman sesuai dengan permintaan masyarakat dalam persetujuan anggaran Dinas Kebersihan dan Pertamanan khususnya anggaran dibidang pertamanan.

c) Walikota Pontianak menyetujui penyelenggaraan kerjasama dengan swasta dan masyarakat dalam penyelenggaraan/pengelolaan taman yang membutuhkan dana dari pemerintah karena kebijakan jumlah anggaran setiap dinas ditentukan oleh Walikota Pontianak.

Berdasarkan hasil penjelasan diatas, pencapaian pengembangan pertamanan berbasis komunitas di Kecamatan Pontianak Kota dapat dilakukan melalui kolaborasi antar pihak (stakeholder) dalam pengembangan pertamanan yang menyangkut pada pengelolaannya. Rekomendasi program terkait rencana strategis pengembangan pertamanan berbasis komunitas di Kecamatan Pontianak Kota tersaji pada Tabel 36. Pola distribusi taman diharapkan mengikuti pola ruang Kota Pontianak agar dapat terbagi merata pada setiap lingkungan (Gambar 20).

Tabel 36 Rencana Program Strategis Pengembangan Pertamanan Berbasis Komunitas di Kecamatan Pontianak Kota

No. Program/

Kegiatannya Tujuan Waktu

Pihak yang Terlibat Tempat Pelaksanaan Mekanisme 1. Koordinasi antar instansi pemerintah oleh Walikota Pontianak - Kewenangan pengembangan pertamanan berbasis masyarakat dilakukan oleh beberapa instansi pemerintah

- Penyatuan program dari setiap instansi yang memberikan kontribusi terhadap tumbuhnya partisipasi masyarakat dalam perencanaan pertamanan

Akhir tahun agar penentuan penganggaran pembangunan untuk tahun berikutnya - Bappeda - Dinas PU - Dinas Kebersihan dan Pertamanan - Dinas Tata Kota dan Perumahan - Kecamatan dan Kelurhan Ruang rapat walikota

- Walikota Pontianak sebagai pemimpin rapat koordinasi beberapa instansi pemerintah yang memiliki wewenang yang terkait dengan perencanaan pertamanan.

- Dalam rapat membahas tentang perencanaan

pertamanan yang difokuskan kepada mekanisme kerja antara instansi sesuai dengan kewenangan yang ada pada instansi masing-masing sehingga terjadi sinergi pembangunan taman berbasis komunitas.

- Ada rencana kerja setiap instansi untuk pembangunan taman yang ada dalam beberapa tahap.

- Kecamatan dan Kelurahan yang menggerakkan pihak masyarakat dalam melakukan perencanaan pertamanan berbasis Komunitas.

No. Program/

Kegiatannya Tujuan Waktu

Pihak yang Terlibat Tempat Pelaksanaan Mekanisme 2. Kerjasama dengan swasta - Mendapat dukungan dana dalam pengembangan taman - Menutupi kekurangan anggaran yang dimiliki pemerintah dalam pengembangan taman

Akhir tahun agar penentuan penganggaran pembangunan untuk tahun berikutnya - Perusahaan yang dekat dengan taman yang akan dibangun - Dinas kebersihan dan Pertamanan

- Dinas Tata Kota dan Perumahan

Ruang rapat walikota

- Walikota Pontianak memimpin rapat untuk menjalin kerjasama dengan swasta sehingga

mendapatkan bantuan dana. Dan menguntungkan bagi pihak swasta dengan mempromosikan perusahaannya.

- Dilakukan pembanguanan atau pemeliharaan taman yang akan mendapatkan bantuan dari pihak swasta

- Pembangunan pertamanan dilakukan oleh Dinas Tata Kota dan Perumahan untuk

pembangunan fasilitas taman seperti Taman Alun-Alun Kapuas atau taman yang lainnya

- Dinas kebersihan dan pertamanan yang mengelola pertamanan yang ada.

Sumber: Hasil Olahan, 2010 No. Program/

Kegiatannya Tujuan Waktu

Pihak yang Terlibat Tempat Pelaksanaan Mekanisme 3. Kerjasama dengan Masyarakat - Masyarakat dapat memelihara fasilitas taman - Masyarakat memiliki rasa memilki taman yang ada - Masyarakat sadar bahwa pemeliharaan taman adalah tanggun jawab pengguna taman - Masyarakat dapat menyalurkan pendapat dalam pengembangan taman

Akhir tahun agar penentuan penganggaran pembangunan untuk tahun berikutnya - Masyarakat - Kelurahan - Kecamatan - Satuan pamong praja Kelurahan atau RT setempat

- Kecamatan dan Kelurahan melakukan sosialisasi dan menampung pendapat warga setempat melalui RT setempat dimana tempat fokus pembangunan taman yang akan dilaksanakan agar dapat menampung aspirasi

perencanaan taman yang dibutuhkan oleh masyarakat

- Sosialisasi penggunaan taman yang ada agar pemeliharaannya dapat terlaksana dengan baik. Hal ini didukung dengan sangksi bagi pengunjung yang merusak taman atau mengotori taman yang ada. Pemberian sanksi dilakukan oleh satuan pamong praja.

Dokumen terkait