BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.3 Hasil Penelitian
4.3.3 Strategi Penggunaan Metode yang dilakukan
Seperti telah di uraikan di atas, bahwa mencapai efektifitas dari suatu komunikasi selain akan tergantung dari kemantapan isi pesan, yang di selaraskan dengan kondisi khalayak dan sebagainya, maka peneliti akan
menggambarkan strategi komunikasi yang digunakan BKKBN Provinsi Banten dalam pembentukan kesadaran program keluarga berencana ke dalam beberapa tahapan strategi, dimana pada pembahasan kali ini akan di uraikan bagaimana strategi penggunaan metode komunikasi yang di gunakan oleh BKKBN Provinsi Banten dalam mensosialisasikan program KB atau penyampaian tujuan dari isi pesan kepada khalayak.
Dengan adanya metode komunikasi maka tujuan akan lebih mudah tercapai, yang dikarenakan dapat dilihat dari segi pelaksanaannya dan bentuk pernyataannya atau isi pesan dan bentuk pesan sesuai dengan tujuannya. Hal ini serupa dengan peryataan Agus Rakhmat :
“Metode juga merupakan hal yang penting bagi kami, dari sini kami dapat menentukan atau melaksanakan pesan yang sudah dibuat untuk khalayaknya , metode yang kami gunakan tidak hanya satu melainkan bermacam – macam informatif salah satu metode yang kami gunakan untuk memberikan informasi kepada masyarakat dan mendapatkan timbal balik dari informasi tersebut biasanya berupa pernyataan dari mereka.”56
Hal ini juga dinyatakan oleh Ade Anwar selaku Kasubid Advokasi dan KIE yang menyatakan bahwa :
“Metode yang kami gunakan pertama informatif yaitu memberikan informasi kepada masyarakat tentang pentingnya program keluarga berencana”57
56
Wawancara dengan Agus Rakhmat selaku bagian Umum dan Humas BKKBN Provinsi Banten pada tanggal 30 April 2012
57
Wawancara dengan Ade Anwar selaku Kasubag.Umum dan Humas BKKBN Provinsi Banten pada tanggal 25 April 2012
Berdasarkan uraian diatas, bahwa BKKBN memakai metode informatif yang salah satunya digunakan oleh lembaga ini untuk menyampaikan pesan kepada khalayaknya. Tetapi tidak hanya metode informatif saja yang digunakannya untuk membuat kesadaran masyarakat mengikuti program keluarga berencana. BKKBN juga menggunakan Metode persuasif untuk mengajak masyarakat ber-KB , Metode edukatif untuk memberikan pengatahuan yang luas kepada masyarakat tentang pentingnya mengikuti keluarga berencana, dan redundancy atau pengulangan untuk membuat masyarakat teringat dan sadar arti pentingnya keluarga berencana dengan begitu tujuan tersebut dapat mudah tercapai. Yang hal ini juga di ungkapkan oleh Ade Anwar :
“Selain mengunakan metode informatif kita juga menggunakan metode persuasif yang dimana kita mengajak masyarakat untuk mengikuti program keluarga berencana, didalam metode ini kita tidak memaksa masyarakat, tetapi mangajak masyarakat untuk mengikuti program tersebut. Dan metode edukatif juga kita gunakan di setiap pesan yang kami berikan agar masyarakat mengetahui dengan jelas arti pentingnya program keluarga berencana dan untuk membuat masayarat selalu mengingat pesan tersebut ada juga kami menggunakan metode pengulangan agar pesan tersebut tidak akan terlupakan dari benak masyarakat dan tujuan pesan kami dapat tecapai”58
Hal tersebut juga Senada dengan pernyataan Napis selaku pengendalian penduduk, yang menyatakan bahwa :
“Metode edukatif sangat penting di gunakan dalam BKKBN Provinsi Banten karena masyarakat di Banten ini harus menjadi masyarakat yang berkualitas tinggi dalam
58
arti lain harus diarahkan, khususnya pada genre (generasi remaja), jangan sampai menikah pada usia dini, karena semakin banyak orang yang menikah muda maka semakin banyak bayi yang akan keluar dan penduduk yang akan semakin banyak. Maka pentinglah para remaja untuk mempunyai pendidikan yang tinggi dan menjadi masyarakat berkualitas diBanten. Edukasi saja mungkin tidak cukup, jadi kami juga menggunakan metode persuasif untuk menunjang masyarakat Banten yang berkualitas dan mengajak masyarakat untuk mengikuti program keluarga berencana, dan di perkuat oleh metode redundancy atau pengulangan agar dapat selalu teringat dengan arti pentingnya program keluarga berencana”59
Hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa metode komunikasi yang digunakan BKKBN Provinsi Banten dalam strategi komunikasinya selalu mengacu pada siapa yang akan menjadi komunikan atau penerima pesannya, hal tersebut dapat mempermudah pencapaian tujuan pesan tersebut dan BKKBN tidak hanya menggunakan satu metode untuk mensosialisasikan program keluarga berencana, artinya tidak hanya menggunakan metode informatif, melainkan menggunakan metode persuasif,edukasi dan redundancy demi tercapainya tujuan pesan tersebut.
Berikut ini adalah opersional dari langkah-langkah strategi penggunaan metode yang dilakukan oleh BKKBN :
Bagan 4.3 Strategi Penggunaan Metode
59
Wawancara dengan Napis selaku Kasubid. Kerjasama Kepengendalian Kependudukan BKKBN Provinsi Banten, pada tanggal 10 Mei 2012
Membujuk Tujuan Pesan
Menanamkan dalam ingatan Memberikan informasi Mendidik
Sumber : Hasil Penelitian dan dimodifikasi oleh Peneliti
Keterangan :
Tujuan pesan merupakan hal penting dari strategi penggunaan metode karena langkah awal dalam menentukan sebuah metode komunikasi adalah dengan terlebih dahulu memetakan apa saja yang menjadi tujuan dari pesan yang akan disampaikan oleh BKKBN kepada khalayaknya.
Tujuan pesan BKKBN dalam hal diantaranya adalah, untuk memberikan informasi yang cukup kepada masyarakat, cukup maksudnya adalah memberikan semua informasi yang dibutuhkan, dari mulai apa itu KB, apa saja alat kontrasepsi, bagaimana cara
ber-KB hingga manfaat KB bagi kehidupan mereka. Mendidik, tujuan pesan yang disampaikan oleh BKKBN Provinsi Banten yang kedua adalah untuk mendidik masyarakat, melalui pesan-pesan tersebut diharapkan masyarakat akan memiliki pengetahuan lebih akan KB. Menanamkan dalam ingatan, pesan dibuat untuk menjadi top of mind sehingga akan selalu ingat tentang apa yang disampaikan oleh BKKBN. Yang keempat adalah untuk membujuk, BKKBN melalui pesan-pesan komunikasinya berupaya untuk dapat membujuk khalayak melakukan apa yang mereka harapkan.
Langkah selanjutnya adalah menentukan penggunaan metode komunikasi apa yang akan digunakan dengan mengacu pada tujuan pesan yang telah ditetapkan.
Berdasarkan hasil penelitian, BKKBN mengakomodasi keempat tujuan pesan di atas melalui : metode infomatif untuk pesan-pesan yang bersifat infomasi, metode edukatif untuk pesan-pesan yang bertujuan mendidik, metode redundancy digunakan untuk menyampaikan pesan yang bersifat pengulangan dan metode persuasif digunakan untuk pesan yang bertujuan membujuk khalayak.
4.3.4 Strategi Seleksi Dan Penggunaan Media Yang Dilakukan Oleh