Faktor-Faktor Lingkungan Internal
Faktor-faktor lingkungan internal pada industri sirup markisa diperoleh berdasarkan wawancara yang mendalam dengan para pakar dan tinjauan langsung ke lokasi penelitian. PT Pintu Besar Selatan mempunyai kontrol langsung terhadap faktor-faktor internal dan perusahaan dapat memanfaatkan faktor-faktor internal yang menjadi kekuatan guna meningkatkan keuntungan serta mengatasi kelemahan agar tidak merugikan bagi perusahaan. Faktor-faktor ini dilihat dari berbagai aspek internal, yaitu pemasaran, produksi dan operasi, keuangan dan sumberdaya manusia. Adapun faktor-faktor lingkungan internal tersebut dapat dilihat pada Tabel 33 di bawah ini :
Tabel 33 Faktor-Faktor Lingkungan Internal
No Faktor-Faktor Lingkungan Internal Bobot
Kekuatan
1 Alat angkut pemasaran milik sendiri 0.0653
2 Lokasi usaha yang strategis 0.0715
3 Pengiriman produk tepat waktu 0.0800
4 Kegiatan promosi produk melalui pameran 0.1011 5 Sistem operasi dan produksi yang baku 0.1950 6 Terjaminnya ketersediaan bahan baku 0.1674
7 Penanganan bahan baku yang baik 0.2487
8 Harga yang bersaing 0.0710
Kelemahan
1 Merek produk belum begitu dikenal 0.1287
2 Teknologi produksi masih sederhana 0.0909
3 Tenaga penjual yang terbatas 0.0650
4 Mutu produk yang belum memuaskan 0.2133
5 Keterbatasan dalam pendanaan 0.1377
6 Sistem sanitasi yang belum berjalan dengan baik 0.3644
Berdasarkan tabel terlihat bahwa terdapat 14 faktor lingkungan internal yang terdiri dari delapan faktor yang menjadi kekuatan dan enam faktor yang menjadi kelemahan. Kekuatan yang dimiliki perusahaan menjadi faktor yang sangat menguntungkan bagi aktivitas perusahaan, sedangkan kelemahan yang dimiliki perusahaan merupakan faktor yang bisa merugikan aktivitas perusahaan jika tidak ditangani dengan baik. Tiga faktor kekuatan yang memiliki bobot tertinggi secara berurutan adalah penanganan bahan baku yang baik (0.2487), sistem operasi dan produksi yang baku (0.1950) dan terjaminnya ketersediaan
bahan baku (0.1674), sedangkan untuk faktor kelemahan adalah sistem sanitasi yang belum berjalan dengan baik (0.3644), mutu produk yang belum memuaskan (0.2133) dan keterbatasan dalam pendanaan ( 0.1377).
Faktor-Faktor Lingkungan Eksternal
Faktor-faktor lingkungan eksternal dikaji dari berbagai aspek eksternal yang ada, seperti ekonomi, sosial, teknologi, politik, konsumen, pesaing dan pemasok. Berdasarkan hasil wawancara yang mendalam dengan para pakar dan tinjauan langsung di lokasi penelitian, diperoleh 13 faktor eksternal yang terdiri tujuh faktor menjadi peluang dan enam faktor menjadi ancaman. Peluang merupakan suatu kondisi yang berada diluar perusahaan yang dapat dimanfaatkan perusahaan dengan sebaik-baiknya untuk menjadi sesuatu yang menguntungkan bagi perusahaan, sedangkan ancaman merupakan suatu kondisi yang berada di luar perusahaan yang harus dihindari perusahaan karena secara langsung ataupun tidak langsung dapat merugikan perusahaan. Perusahaan tidak mempunyai kontrol langsung terhadap faktor-faktor eksternal ini, oleh karena itu perusahaan harus bisa memanfaatkan peluang dan menghindari ancaman yang ada. Adapun faktor- faktor lingkungan eksternal dapat dilihat pada Tabel 34 di bawah ini :
Tabel 34 Faktor-Faktor Lingkungan Eksternal
No Faktor-Faktor Lingkungan Eksternal Bobot
Peluang
1 Ketersediaan kredit bagi IKM 0.2049
2 Peningkatan pola hidup sehat 0.2264
3 Kebijakan tentang pengembangan IKM 0.1925
4 Perkembangan teknologi 0.0796
5 Jumlah penduduk Indonesia yang besar 0.0437
6 Peningkatan tingkat pendidikan 0.0369
7 Tersedianya pemasok bahan baku di beberapa lokasi 0.2165
Ancaman
1 Kondisi perekonomian Indonesia 0.1070
2 Kebijakan tentang perdagangan 0.0390
3 Loyalitas konsumen terhadap merek tertentu 0.3243
4 Keberadaan perusahaan sejenis 0.2056
5 Adanya substitusi produk yang sejenis 0.2032 6 Tuntutan konsumen terhadap mutu yang semakin tinggi 0.1209
Berdasarkan tabel diatas terlihat bahwa terdapat tiga faktor peluang utama yaitu peningkatan pola hidup sehat (0.2264), tersedianya pemasok bahan baku di berbagai lokasi (0.2165) dan ketersediaan bagi kredit IKM (0.2049), sedangkan tiga faktor ancaman utama yang mempengaruhi perusahaan adalah loyalitas konsumen terhadap merek tertentu (0.3243), keberadaan perusahaan sejenis (0.2056) dan adanya substitusi produk yang sejenis (0.2032).
Analisis Matriks Internal Factor Evaluation (IFE) dan External Factor Evaluation (EFE)
Matriks IFE dan EFE merupakan alat analisa yang menggunakan faktor- faktor lingkungan internal dan faktor-faktor lingkungan eksternal yang dimiliki perusahaan untuk menentukan total nilai posisi internal dan total nilai posisi eksternal. Nilai posisi internal dan nilai posisi eksternal tersebut dapat menentukan posisi suatu perusahaan. Posisi perusahaan dapat berada pada kuadran I memiliki peluang dan kekuatan, kuadran II menghadapi berbagai ancaman tapi masih memiliki kekuatan internal, kuadran III menghadapi peluang yang besar tapi memiliki beberapa kelemahan dan kuadran IV menghadapi berbagai ancaman dan kelemahan internal. Adapun Internal Factor Evaluation (IFE) dan External Factor Evaluation (EFE) dapat terlihat pada Tabel 35 di bawah ini :
Tabel 35 Internal Factor Evaluation (IFE) dan External Factor Evaluation (EFE) No Faktor Lingkungan Internal dan Eksternal Bobot Rating Nilai
A 1 2 3 4 5 6 7 8 Kekuatan
Alat angkut pemasaran milik sendiri Lokasi usaha yang strategis
Pengiriman produk tepat waktu
Kegiatan promosi produk melalui pameran Sistem operasi dan produksi yang baku Terjaminnya ketersediaan bahan baku Penanganan bahan baku yang baik Harga yang bersaing
Total nilai faktor kekuatan
0.0653 0.0715 0.0800 0.1011 0.1950 0.1674 0.2487 0.0710 3 3 3 4 4 4 4 3 0.1959 0.2145 0.2400 0.4044 0.7800 0.6695 0.9948 0.2130 3.4976 B 1 2 3 4 5 6 Kelemahan
Merek produk yang belum terkenal Teknologi produksi masih sederhana Tenaga penjual yang terbatas
Kualitas produk yang belum memuaskan Keterbatasan dalam pendanaan
Sistem sanitasi yang belum berjalan baik Total nilai faktor kelemahan
0.1287 0.0909 0.0650 0.2133 0.1377 0.3644 2 1 2 2 2 2 0.2574 0.0909 0.1300 0.4266 0.2754 0.7288 1.9909
Nilai Posisi Internal 1.5067
A 1 2 3 4 5 6 7 Peluang
Ketersediaan kredit bagi IKM Kesadaran akan pola hidup sehat Kebijakan tentang pengembangan IKM Perkembangan teknologi
Jumlah penduduk Indonesia yang besar Peningkatan tingkat pendidikan
Tersedianya pemasok bahan baku diberbagai lokasi
Total nilai faktor peluang
0.2165 0.2264 0.1925 0.0796 0.0437 0.0369 0.2049 4 4 3 3 2 2 4 0.8660 0.9056 0.5775 0.2388 0.0874 0.0738 0.8196 3.5687 B 1 2 3 4 5 6 Ancaman
Kondisi perekonomian Indonesia Kebijakan tentang perdagangan
Loyalitas konsumen terhadap merek tertentu Keberadaan perusahaan sejenis
Adanya produk substitusi
Tuntutan konsumen terhadap mutu yang semakin tinggi
Total nilai faktor ancaman
0.1070 0.0390 0.3243 0.2056 0.2032 0.1209 2 1 3 4 2 3 0.2140 0.0390 0.9729 0.8224 0.4064 0.3627 2.8174
Nilai Posisi Eksternal 0.7513
Berdasarkan Tabel 35 terlihat bahwa total nilai kekuatan yang diperoleh sebesar 3.4976 dan total nilai kelemahan 1.9909. Hal ini memperlihatkan bahwa kekuatan internal perusahaan lebih besar daripada kelemahan internal perusahaan, sedangkan hasil evaluasi faktor eksternal memperlihatkan bahwa total nilai
peluang yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan sebesar 3.5687 dan total nilai ancaman sebesar 2.8174. Hal ini memperlihatkan bahwa perusahaan memiliki peluang yang besar dibandingkan ancaman yang dihadapinya. Adapun hasil evaluasi faktor internal dan evaluasi faktor eksternal dapat dilihat pada Tabel 35.
Berdasarkan evaluasi faktor internal dan eksternal dapat diketahui bahwa posisi perusahaan berada pada kuadran I, dimana nilai posisi internal (total nilai kekuatan-kelemahan) adalah 1.5067 dan nilai posisi eksternal (total nilai peluang- ancaman) adalah 0.7513. Posisi perusahaan dapat dilihat pada Gambar 26 di bawah ini :
Berbagai Peluang Kuadran I Kuadran III Posisi Perusahaan
(1.5067 ; 0.7513) Kelemahan Kekuatan Internal Internal Kuadran IV Kuadran II Berbagai Ancaman
Gambar 26 Posisi Perusahaan Pintu Besar Selatan.
Gambar 26 memperlihatkan bahwa posisi perusahaan berada pada petumbuhan yang agresif (growth oriented strategy) di kuadran I. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan berada pada situasi yang sangat menguntungkan, dimana perusahaan memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memenfaatkan peluang yang ada. Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan petumbuhan yang agresif (growth oriented strategy).
Perumusan Alternatif Strategi dan Struktur Hirarki Strategi Peningkatan Mutu Sirup Markisa
Analisa terhadap lingkungan perusahaan memperlihatkan bahwa perusahaan dalam menjalan berbagai aktivitas perusahaan sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan internal seperti pemasaran, keuangan, produksi dan operasi serta SDM. Perusahaan juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan eksternal seperti kondisi ekonomi, kebijakan pemerintah dan teknologi. Faktor-faktor lingkungan tersebut sangat erat kaitannya dengan aktor atau lembaga yang terkait dengan faktor tersebut, seperti pemasok, distributor, lembaga keuangan, pemerintah, pesaing atau industri produk substitusi dan konsumen atau pengguna produk sari buah dan konsentrat markisa.
Analisis matriks IFE dan EFE memberikan hasil bahwa posisi perusahaan Pintu Besar Selatan berada pada kuadran I, posisi perusahaan ini mendukung untuk strategi agresif misalnya dengan melakukan ekspansi baik secara vertikal maupun secara horizontal. Ekspansi secara horizontal dapat dilakukan perusahaan dengan memperluas jaringan distribusinya, sedangkan ekspansi secara vertikal dapat dilakukan dengan memiliki pemasok atau melakukan kontrak kerjasama dengan pemasok bahan baku.
Strategi agresif jika diaplikasikan dalam matriks TOWS adalah strategi S-O, dimana perusahaan menciptkan strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada. Jika posisi perusahaan bergeser, maka perusahaan harus menyesuaikan strategi yang akan dilaksanakan. Adapun perumusan alternatif strategi dengan menggunakan matriks TOWS dapat dilihat pada Gambar 27 di bawah ini :
INTERNAL
EKSTERNAL
KEKUATAN (S)
1. Alat angkut pemasaran milik sendiri
2. Lokasi usaha yang strategis 3. Pengiriman produk tepat waktu 4. Kegiatan promosi produk melalui pemasaran
5. Sistem operasi dan produksi yang baku
6. Terjaminnya ketersediaan bahan baku
7. Penanganan bahan baku yang baik
8. Harga yang bersaing
KELEMAHAN (W)
1. Merek produk belum dikenal
2. Teknologi produksi masih sederhana 3. Tenaga penjual yang
terbatas
4. Kualitas produk yang belum memuaskan 5. Keterbatasan dalam
pendanaan
6. Sistem sanitasi yang belum berjalan dengan baik
PELUANG (O)
1. Ketersediaan kredit bagi IKM
2. Peningkatan pola hidup sehat
3. Kebijakan tentang pengembangan IKM 4. Perkembangan teknologi 5. Jumlah penduduk
Indonesia yang besar 6. Peningkatan tingkat
pendidikan
7. Tersedianya pemasok bahan baku dibeberapa lokasi
SRATEGI S-O
1. Memperluas jarngan distribusi produk (S1-8 & O1-7) 2. Meningkatkan kualitas produk (S5,7) 3. Meningkatkan teknologi produksi yang digunakan (S5 & O4,6) 4. Membangun kemitraan
dengan pemasok (S2 & O7)
STRATEGI W-O
1. Efisiensi dan efektivitas dalam pelaksanaan produksi (W4,6 & O4,6,7) 2. Meningkatkan sumber
pendanaan (W2,5 & O1,3) 3. Meningkatkan modal
kerja untuk pembiayaan promosi produk (W1,5 & O1,2) 4. Meningkatkan teknologi produksi (W2,4 & O4) 5. Menambah tenaga penjual untuk pengembangan pasar (W1,6 & O2,5) ANCAMAN (T) 1. Kondisi perekonomian Indonesia 2. Kebijakan tentang perdagangan 3. Loyalitas konsumen
terhadap merek tertentu 4. Keberadaan industri
yang sejenis 5. Adanya substitusi
produk yang sejenis 6. Tuntutan konsumen terhadap mutu yang semakin tinggi
STRATEGI S-T
1. Membuat diferensiasi produk melalui merek, karakteristik khusus dan pelayanan pelanggan (S1-3,6 & T1-6) 2. Membuat variasi produk (S6 & T1-5) 3. Meningkat kualitas produk (S6 & T2-6) 4. Meningkatkan
kerjasama yang baik dengan distributor dan retail (S1-3 & T4,5)
STRATEGI W-T
1. Penerapan manajemen kualitas yang baik (W2,4 & T5,6)
2. Bermitra dengan masyarakat setempat dalam hal pendanaan dan tenaga kerja (W1-5 & T3-5)
3. Perencanaan produksi yang matang (W1,24,6 & T1,2,5,6)
4. Meningkatkan promosi produk (W4,5,6 & T2,,3,5) Gambar 27 Matriks SWOT Perusahaan Pintu Besar Selatan.
Berdasarkan kondisi diatas dan analisis matriks SWOT, maka alternatif strategi yang dapat dilakukan oleh pihak perusahaan adalah sebagai berikut :
1. Penerapan GMP dan HACCP. 2. Meningkatkan kualitas produk.
3. Penerapan teknologi pengolahan yang tepat. 4. Membangun kemitraan dengan pemasok. 5. Pelatihan SDM proses pengolahan.