VI. PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH
6.1. Strategi Perancangan Kebijakan Umum APBD
Kebijakan umum APBD merupakan gambaran umum mengenai kebijakan pembangunan yang akan dijalankan dengan menggunakan APBD sebagai sumber pendanaan. Gambaran umum kebijakan yang disusun meliputi kebijakan untuk memperoleh pendapatan daerah, kebijakan belanja daerah dan pembiayaan daerah. Kebijakan yang berkaitan dengan belanja daerah sangat penting terutama dalam rangka meningkatkan kualitas pembangunan manusia di setiap daerah.
Kebijakan umum APBD yang berkaitan dengan belanja daerah harus ditetapkan dengan strategi yang tepat. Hal tersebut berkaitan dengan adanya sejumlah kendala seperti ketersediaan dana APBD yang terbatas, waktu pelaksanaan APBD yang singkat (1 tahun) dan lain sebagainya. Strategi perancangan kebijakan umum APBD harus dapat menciptakan kebijakan belanja daerah yang efektif meskipun terdapat sejumlah kendala yang mesti dihadapi.
Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menyusun strategi perancangan kebijakan umum APBD adalah analisis SWOT. Metode analisis SWOT yang digunakan untuk menyusun strategi perancangan kebijakan umum APBD di Kabupaten Bogor menggunakan data dan informasi yang telah dikaji dalam bab sebelumnya. Hasil kajian tersebut menjadi bahan masukkan bagi penetapan faktor- faktor internal dan eksternal yang akan dianalisis dengan analisis SWOT. Bahan masukan yang lainnya berasal dari kuesioner yang diberikan kepada responden yang
merupakan stakeholder pembangunan di Kabupaten Bogor. Analisis SWOT pada
kajian ini ditujukan untuk menetapkan strategi perancangan kebijakan umum APBD di sektor pendidikan, kesehatan dan perekonomian.
Berdasarkan kajian terhadap faktor-faktor yang berkaitan dengan kualitas pembangunan sektor pendidikan, kesehatan dan perekonomian di Kabupaten Bogor dapat diketahui bahwa masing-masing faktor memiliki keadaan yang berbeda-beda. Untuk keperluan analisis SWOT, masing-masing faktor dikelompokkan dalam kelompok SWOT (kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman). Penilaian dari para stakeholder terhadap faktor-faktor yang dimuat dalam kuesioner SWOT (Lampiran 2) menjadi masukan untuk penentuan strategi perancangan kebijakan umum APBD di Kabupaten Bogor.
Penilaian para stakeholder yang menjadi responden terhadap faktor-faktor
internal yang berpengaruh dalam pembangunan di sektor pendidikan memperlihatkan bahwa unsur kekuatan lebih dominan dari pada unsur kelemahan. Penilaian terhadap faktor-faktor eksternal memperlihatkan bahwa unsur ancaman lebih besar dari pada unsur peluang. Rekapitulasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap sektor pendidikan di Kabupaten Bogor setelah dikelompokkan berdasarkan analisis SWOT dapat dilihat pada Tabel 28.
Tabel 28. Analisis SWOT Sektor Pendidikan di Kabupaten Bogor. K o m p o n e n Bobot Rating Nilai
Kekuatan
Rasio Guru dan siswa memadai 0,20 4 0,80
Alokasi anggaran pendidikan memadai 0,30 3 0,90
Kelemahan
APM SLTP dan SLTA kurang 0,35 3 1,05
Rasio ruang kelas dan siswa SLTP kurang 0,15 3 0,45
Peluang
Kelembagaan masyarakat yang potensial 0,25 3 0,75
Aksesibilitas sarana SD yang baik 0,10 4 0,40
Ancaman
Daya beli masyarakat rendah 0,45 4 1,80
Berdasarkan Tabel 28 diketahui bahwa sektor pendidikan di Kabupaten Bogor memiliki unsur kekuatan dengan nilai 1,7 poin, unsur kelemahan dengan nilai 1,5 poin, unsur peluang dengan nilai 1,15 poin, dan unsur ancaman dengan nilai 2,2 poin. Hasil ini memperlihatkan bahwa unsur internal yang lebih besar adalah unsur kekuatan dan unsur eksternal yang lebih besar adalah unsur ancaman. Pada situasi tersebut strategi yang dapat dilakukan untuk memperbaiki sektor pendidikan di Kabupaten Bogor adalah strategi S-T atau strategi diversifikasi. Strategi diversifikasi ditujukan untuk memanfaatkan kekuatan yang ada dalam menghadapi ancaman. Kekuatan yang dapat dioptimalkan antara lain adalah : menyeimbangkan rasio guru dan siswa terutama untuk tingkat SLTP dan SLTA di mana pada saat ini masih banyak guru di kedua tingkatan ini yang kekurangan jam mengajar, meningkatkan alokasi anggaran untuk sektor pendidikan. Ancaman yang harus ditanggulangi antara lain adalah : meningkatkan daya beli masyarakat dan menekan angka putus sekolah.
Hasil penilaian responden terhadap pembangunan sektor kesehatan agak berbeda dengan sektor pendidikan. Penilaian responden terhadap faktor-faktor internal yang berpengaruh di sektor kesehatan memperlihatkan bahwa unsur kekuatan lebih dominan dari pada unsur kelemahan. Penilaian terhadap faktor-faktor eksternal memperlihatkan bahwa unsur ancaman memiliki nilai yang sama dengan unsur peluang. Keadaan terebut memungkinkan diterapkannya dua strategi perencanaan pembangunan di sektor kesehatan. Rekapitulasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pembangunan sektor kesehatan di Kabupaten Bogor setelah dikelompokkan berdasarkan komponen SWOT dapat dilihat pada Tabel 29.
Tabel 29. Analisis SWOT Sektor Kesehatan di Kabupaten Bogor. K o m p o n e n Bobot Rating Nilai
Kekuatan
Angka kematian bayi dan ibu yang kecil 0,35 3 1.05
Jumlah persalinan medis yang memadai 0,25 3 0.75
Kelemahan
Fasilitas kesehatan yang kurang memadai 0,20 3 0.6
Jumlah tenaga medis yang kurang memadai 0,20 3 0.6
Peluang
Tingkat gizi balita yang relatif baik 0,35 3 1.05
Kualitas lingkungan hidup yang relatif baik 0,15 3 0.45
Ancaman
Daya beli masyarakat rendah 0,25 4 1
Kelembagaan masyarakat yang kurang 0,25 2 0.5
Berdasarkan hasil analisis SWOT terhadap sektor kesehatan di Kabupaten Bogor diketahui bahwa unsur kekuatan memiliki nilai 1,80 poin, unsur kelemahan memiliki nilai 1,20 poin, unsur peluang dan ancaman masing-masing memiliki nilai 1,50 poin. Keadaan ini menggambarkan bahwa unsur internal yang dominan adalah kekuatan dan unsur eksternal memiliki nilai yang sama antara peluang dan ancaman. Pada situasi seperti ini strategi yang dapat diterapkan untuk membangun sektor kesehatan di Kabupaten Bogor dapat berupa strategi S-T atau strategi diversifikasi dan strategi S-O atau strategi progresif secara bersamaan. Strategi diversifikasi ditujukan untuk memanfaatkan kekuatan yang ada untuk menghadapi ancaman sedangkan strategi progresif ditujukan untuk mengoptimalkan kekuatan yang ada guna memanfaatkan peluang yang tersedia.
Kekuatan sektor kesehatan di Kabupaten Bogor yang dapat dimanfaatkan antara lain adalah keberhasilan pemerintah daerah menekan angka kematian bayi dan ibu serta keberhasilan dalam meningkatkan pelayanan persalinan secara medis. Peluang sektor kesehatan yang dapat dimanfaatkan adalah tingkat gizi balita yang relatif baik serta adanya keinginan masyarakat untuk menjaga kondisi lingkungan
hidup. Unsur ancaman di sektor kesehatan yang harus ditanggulangi adalah rendahnya daya beli masyarakat yang mempengaruhi biaya kesehatan dan kurangnya partisipasi masyarakat dalam kelembagaan sektor kesehatan seperti penyediaan posyandu.
Faktor-faktor yang mempengaruhi sektor perekonomian masyarakat sebagaimana telah dikaji dalam bab sebelumnya juga umum memiliki keadaan yang berbeda satu sama lain. Beberapa faktor terlihat memiliki kecenderungan yang posistif antara lain adalah pertumbuhan ekonomi dan ketersediaan SDM, tetapi beberapa faktor lainnya memiliki kecenderungan negatif. Rekapitulasi faktor-faktor yang mempengaruhi daya beli di Kabupaten Bogor setelah dikelompokkan berdasarkan analisis SWOT dapat dilihat pada Tabel 30.
Tabel 30. Analisis SWOT Sektor Perekonomian di Kabupaten Bogor. K o m p o n e n Bobot Rating Nilai
Kekuatan
Pertumbuhan Ekonomi yang meningkat 0,35 4 1.40
Ketersediaan SDM yang memadai 0,20 3 0.60
Kelemahan
Penyerapan tenaga kerja yang relatif kecil 0,20 3 0.60
Pelayanan perijinan yang kurang optimal 0,25 4 1.00
Peluang
Tingkat investasi yang relatif baik 0,25 3 0.75
Kondisi infrastuktur yang relatif baik 0,25 3 0.75
Ancaman
Tingkat pendapatan masyarakat yang rendah 0,25 4 1.00
Kelembagaan masyarakat yang kurang 0,25 3 0.75
Berdasarkan hasil analisis SWOT terhadap sektor perekonomian di Kabupaten Bogor dapat diketahui bahwa unsur kekuatan memiliki nilai 2,00 poin, unsur kelemahan memiliki nilai 1,60 poin, unsur peluang memiliki nilai 1,50 poin dan unsur ancaman memiliki 1,75 poin. Berdasarkan penilaian tersebut dapat diketahui bahwa unsur internal yang dominan adalah kekuatan dan unsur eksternal yang
dominan adalah kelemahan. Pada situasi tersebut, strategi yang tepat untuk diterapkan dalam pembangunan perekonomian di Kabupaten Bogor adalah strategi S-T atau strategi diversifikasi. Strategi diversifikasi ditujukan untuk mengoptimalkan kekuatan yang dimiliki berupa pertumbuhan ekonomi dan ketersediaan SDM yang memadai untuk menghadapi ancaman yang ada berupa tingkat pendapatan yang rendah dan aspek kelembagaan masyarakat di bidang ekonomi yang relatif kurang berkembang.