IV METODE PENELITIAN
V. GAMBARAN UMUM
5.7 Strategi Promosi (Promotion)
Suatu usaha dalam pelaksanaannya, sangat memerlukan strategi promosi.
Tujuan dari kegiatan promosi itu sendiri adalah mengkomunikasikan keunggulan yang terdapat pada suatu produk serta meyakinkan dan membujuk masyarakat untuk membeli produk tersebut. Usaha yang baru berdiri akan lebih memerlukan kegiatan promosi. Strategi promosi yang diterapkan harus dapat dilakukan seefektif mungkin agar dapat menghemat biaya promosi. Kegiatan promosi akan mendatangkan penjualan dan keuntungan. Akan tetapi manfaat dari kegiatan promosi ini tidak akan langsung terasa.
Death by Chocolate & Spageti Restaurant termasuk usaha yang masih terbilang baru. Oleh karena itu, strategi promosi yang dilakukan pun harus dilakukan secara gencar dan tepat sasaran supaya efektif. Sampai saat ini, kegiatan promosi yang sudah dijalankan oleh DBC & Spageti Restaurant masih bersifat konvensional dan tidak kontinu. Frekuensi promosi yang tidak kontinu dan lebih bersifat spontanitas menyebabkan kegiatan promosi di DBC & Spageti
4 2 3
Bahan Baku Adonan Spageti
Gambar 9 Proses Produksi Frittata dan Spageti
Restaurant belum optimal. Selain itu juga, terkadang masalah keterlambatan yang bersifat teknis dapat menghambat terlaksananya kegiatan promosi yang sudah direncanakan.
Bentuk-bentuk promosi yang dijalankan oleh DBC & Spageti Restaurant diantaranya sebagai berikut :
1) Periklanan
a. Brosur Death by Chocolate (DBC) dan Flower by Chocolate (FBC) Bentuk promosi berupa brosur DBC dilakukan pada awal pendirian DBC & Spageti Restaurant. Kegiatan promosi ini dilakukan selama satu minggu dan disebar di depan pintu tol Baranang Siang, gereja Katedral, sekitar kawasan kebun raya, Balai Kota, Botani Square, Pia Apple Pie, dan Macaroni Panggang. Brosur yang disebar sebanyak 3000 lembar.
Sebenarnya jumlah brosur DBC yang siap disebar adalah 10.000 lembar.
Akan tetapi, 7.000 lembar brosur DBC harus dimusnahkan karena mendapat teguran dari pihak Death by Chocolate (DBC) Jakarta yang merupakan cabang DBC International Limited yang ada di New Zealand.
Teguran tersebut disebabkan oleh brosur yang disebar oleh DBC &
Spageti Restaurant hanya menggunakan nama DBC. Selain itu, sekitar dua puluh kaos pun harus dimusnahkan karena penggunaan istilah DBC pada kaos tersebut. Pihak DBC & Spageti Restaurant dianggap telah melanggar hak paten yang dimiliki oleh DBC yang ada di Pondok Indah Mal (PIM) Jakarta tersebut. Oleh karena itu, sangsi berupa pemusnahan bentuk-bentuk promosi itu pun tidak dapat dihindari.
Pada saat launching produk FBC, pihak manajemen juga melakukan kegiatan promosi berupa penyebaran brosur FBC. Brosur ini disebar di tempat-tempat strategis seperti tempat penyebaran brosur DBC oleh karyawan DBC & Spageti Restaurant selama satu minggu.
b. Mini Banner FBC
Pemasangan bentuk promosi berupa mini banner ini dilakukukan di sekitar Lapangan Sempur dan Jalan Pajajaran. Bentuk promosi ini dijalankan sebanyak tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada saat Hari Raya Idul Fitri, Hari Natal, dan Tahun Baru. Biasanya pemasangan mini banner ini dilakukan pada satu minggu sebelum hari-hari besar tersebut.
c. Papan Reklame
Papan reklame DBC & Spageti Restaurant terdiri dari dua buah berukuran 1 m x 1,5 m.. Satu buah papan reklame dipasang di Taman Kencana dan satu buah lagi dipasang di Lokasi Restoran.
d. Spanduk
DBC & Spageti Restaurant memiliki dua buah spanduk yang terdiri dari satu buah spanduk yang dipasang secara paten di atas atap bangunan restoran dan satu buah spanduk FBC yang dipasang di depan restoran.
2) Humas dan Publisitas a. Wawancara di RRI
Jenis promosi ini, berupa wawancara selama sepuluh menit melalui telepon yang dilakukan secara langsung pada saat siaran radio. Radio Republik Indonesia (RRI) merupakan satu-satunya stasiun radio yang pernah memberitakan DBC & Spageti Restaurant.
b. Menjual Nasi Murah dan Pakaian Bekas Layak Pakai
Bentuk promosi ini dilakukan oleh DBC & Spageti Restaurant sebagai salah satu bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat sekitar sekaligus untuk memperkenalkan keberadaannya. Kegiatan ini dilakukan atas nama Apple Pie Group. Kegiatan ini dilakukan dengan sistem pembagian dalam hal penyediaan nasi, sayur, lauk dan buahnya untuk masing-masing unit usaha APG. Adapun tempat penyelenggaraannya dilakukan secara bergiliran pula. Jadi, setiap unit usaha APG termasuk DBC & Spageti Restaurant mendapat giliran sebagai penyelenggara setiap tiga bulan satu kali atau tiga kali dalam satu tahun. Kegiatan ini berupa penjualan paket nasi komplit kepada anak-anak jalanan dan pedagang koran seharga Rp 300. Nasi yang dijual sebanyak 150 bungkus. Teknis dari kegiatan ini adalah pada pagi hari, kupon disebar di lampu merah dan pada siang hari, kegiatan penjualan nasi pun dilakukan dengan menukarkan kupon dan membayar nasi sesuai dengan harga yang telah ditetapkan. Bersamaan dengan hal itu, ada pula bazar yang menjual pakaian bekas layak pakai dengan harga yang murah seperti Rp 300 dan Rp 500. Kegiatan ini terselenggara atas sumbangan dari para donatur atau pengunjung.
c. Tayangan di Televisi
Adanya kegiatan promosi ini bermula dari rekomendasi yang dilakukan oleh manajemen MP. Keunikan produk yang dimiliki oleh DBC & Spageti Restaurant, memberikan daya tarik tersendiri bagi stasiun-stasiun TV lainnya untuk meliput restoran ini juga. Stasiun TV dan acaranya yang pernah meliput DBC & Spageti Restaurant diantaranya Trans TV dalam
acara Wisata Kuliner, Jelang Siang, dan Good Morning; Trans 7 dalam acara Unyil; Metro TV, TPI, dan Indosiar dalam acara berita; serta ANTV dalam acara Planet Remaja. Bentuk promosi ini cukup efektif karena berdampak pada banyaknya pengunjung yang berasal dari luar kota seperti Jakarta ke DBC & Spageti Restaurant menurut supervisornya.
d. Sumbangan
Ketika Aceh dilanda musibah tsunami, APG yang memiliki kepekaan sosial yang tinggi mengirimkan timnya untuk membantu para korban dalam meringankan beban mereka. Bantuan yang diberikan berupa pembagian bubur kacang hijau dan susu coklat.
e. Kunjungan ke Rumah Sakit Jiwa
Bentuk promosi ini dilakukan setiap satu bulan satu kali. Kegiatan ini dilakukan atas nama APG dengan membagi-bagikan 50 bungkus kue kepada para pasien yang ada di Rumah Sakit Jiwa Cilendek. Kegiatan ini terpaksa dihentikan untuk sementara waktu karena APG sedang merencanakan untuk mengganti tempat kunjungan sebagai upaya pemerataan. Saat ini APG masih melakukan survei untuk tempat kunjungan berikutnya.
3) Promosi penjualan a. Discount
Potongan penjualan merupakan salah satu bentuk promosi yang dapat memberikan insentif bagi konsumen. Selain itu, promosi ini juga memiliki daya tarik tersendiri bagi para konsumen dan dapat mempengaruhi keputusan pembelian mereka. Potongan pembelian yang diberlakukan oleh
DBC & Spageti Restaurant adalah sebesar 20 persen untuk semua produk pada awal berdiri; serta 20 persen pada saat peluncuran FBC dan 15 persen pada saat Hari Raya Idul Fitri untuk seluruh produk FBC. Bentuk promosi ini masing-masing dilaksanakan selama satu minggu.
b. Peserta Food Expo
Menjadi peserta Food Expo yang diselenggarakan oleh IPB di IPB International Convention Centre (IICC) dirasa merupakan kegiatan promosi yang cukup efektif dalam memperkenalkan produknya. Produk yang dijual di stand DBC & Spageti pada saat itu adalah DBC dan FBC.
Pameran tersebut berlangsung selama tiga hari dan menghasilkan penjualan yang cukup banyak.
c. Sensasi Death by Chocolate
Bentuk promosi ini merupakan salah satu keunikan yang dimiliki DBC &
Spageti Restaurant dan merupakan kegiatan promosi yang cukup efektif.
Kegiatan ini dilakukan setiap hari Jum’at-Minggu pada pukul 20.00 WIB.
Kegiatan ini berlangsung selama 10-15 menit. Gambaran dari kegiatan ini adalah tepat pada pukul 20.00 WIB, lampu restoran dipadamkan dan hanya lampu lilin yang ada di atas meja pengunjung yang menerangi ruangan restoran. Pada saat itu, tiga sosok tubuh berjubah hitam lengkap dengan memakai capuchon coklat, muncul dari bagian halaman belakang restoran sambil membawa lonceng dan diiringi oleh musik kematian.
Mereka mendatangi meja pengunjung satu per satu dan berusaha mendekati para pengunjung hingga mencapai pintu masuk restoran.
Setelah itu, sensasi tersebut masih berlanjut dengan masuknya kembali
ketiga sosok tersebut ke dalam restoran dan kembali mendatangi meja pengunjung sambil membisikkan kata ”Selamat Datang” kepada setiap pengunjung. Sensasi ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung terutama yang berasal dari luar Kota Bogor untuk datang ke DBC & Spageti Restaurant dan mencicipi produk-produknya.