• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V GAMBARAN UMUM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

5.3 Komitmen dan Strategi Universitas Sumatera Utara

5.3.2 Strategi-Strategi Universitas Sumatera Utara

Dalam mewujudkan komitmennya, USU menerapkan beberapa strategi sebagai berikut:

1) Strategi Pengembangan a. Bidang Pendidikan

Pengembangan yang dilakukan meliputi pengembangan fakultas dan penambahan program studi dan sekolah pascasarjana, penguatan peran dan fungsi departemen, pengembangan proses belajar-mengajar (e-learning), pengembangan indikator mutu dan indikator kinerja, akreditasi universitas dan program studi, dan pengembangan system seleksi mahasiswa.

b. Bidang Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Pengembangan yang dilakukan meliputi pengembangan roadmap penelitian dan pengembangan roadmap pengabdian pada masyaraakat.

c. Bidang Sumber Daya Manusia

Pengembangan yang dilakukan meliputi pengembangan tenaga akademik dan non-akademik baik dari profesionalisme kerja maupun kesejahteraan, pengembangan mahasiswa melalui perbaikan terhadap faktor-faktor yang mempengarusi program-program kemahasiswaaan,

dan pengembangan alumni sebagai potensi yang dapat diandalkan dalam pembangunan/pengembangan USU.

d. Pengembangan sarana dan prasarana uang meliputi semua fasilitas yang digunakan untuk mendukung manajemen dan operasional USU.

e. Pengembangan organisasi dan manajemen yang berfokus pada tata pamong baru dengan harapan dapat mengatasi berbagai rintangan manajemen dan ketidakpuasan para pemangku kepentingan.

f. Pengembangan informasi yang terintegrasi yang memungkinkan USU melaksanakan seluruh tugasnya secara profesianal.

g. Pengembangan sumber daya keuangan.

h. Pengembangan unit usaha sebagai sumber pendapatan, yang meliputi usaha komersial, akademik, dan penunjang.

i. Pengembangan kolaborasi universitas dan industri. Kolaborasi dengan universitas bertujuan untuk memperkuat kurikulum, sharing sumber daya dan informasi, kerjasama penelitian, seminar bersama, dan lain-lain. Kolaborasi dengan dunia industri bertujuan untuk menguji dan mengembangkan kurikulim, memahami budaya kerja sektor rill, dan lain-lain.

j. Pengembangan sistem promosi/ pemasaran USU dengan membuat unit pelaksana promosi/pemasaran secara eksplisit dalam struktur organisasi yang didukung oleh system dan mekanisme yang tegas anggaran yang jelas.

2) Strategi Pembiayaan

USU menerapkan strategi untuk mendapatkan dana dari sumber konvensional maupun non-konvensional. Dana konvensional dari pemerintah bersumber dari :

a. Pembiayaan untuk kegiatan dan usaha pendidikan tinggi b. Administrasi umum atau dana rutin

c. DIPA Dikti. Sumber dana lain ialah bantuan pemerintah provinsi /kabupaten/ kota dan APBD. Kecuali administrasi umum, besarnya penerimaan yang bersumber dari masyarakat ialah penerimaan dari mahasiswa dan kelompok masyarakat lainnya yang diperoleh dari jasa kontrak. Pendapatan dari sumber dana non-konvensional ialah dari usaha akademik/ usaha penunjang.

3) Strategi Implementasi a. Sosialisasi Sistem Baru

Dua kelompok target yang menjadi fokus sosialisasi adalah organisasi internal universitas dan institusi eksternal. Sasaran strategi untuk kelompok pertama adalah membangun suatu pemahaman menyeluh bagi sivitas akademika dan staf administratif dalam rangka mengembangkan persepsi yang lebih baik tentang status baru universitas, dan memotivasi para dosen untuk mengambil bagian dalam memasyarakatan system baru tersebut pada para mahasiswa secara bebas dan berkelanjutan.

Sasaran strategi untuk kelompok kedua yaitu institusi eksternal adalah membangun opini yang positif dari publik/ pejabat pemerintah, praktisi

dunia usaha, lembaga swadaya masyarakat, media massa, dan pemuka masyarakat tentang system baru universitas. Dengan demikian diharapkan universitas dan masyarakat akan lebih efektif membangun kerjasama/kemitraan yang saling menguntungkan sehingga universitas sebagai center of excellence lebih mampu malaksanakan misinya.

b. Memberdayakan Staf Sasaran strategi adalah :

1. Meningkatkan kemampuan staf dalam perencanaan dan penyusunan program terutama yang berkaitan dengan berbagai isu strategis baik pada tingkat universitas maupun fakultas;

2. Meningkatkan kemampuan belajar dan keterampilan mengajar staf;

3. Meningkatkan keterampilan para staf untuk menangani berbagai tugas mereka; dan

4. Meningkatkan kesadaran akan kualitas dengan menerapkan model sistem penghargaan yang disempurnakan secara berkelanjutan.

Dalam pengelolah sumber daya manusia setelah status badan hukum, universitas akan memiliki kewenangan untuk menerima dan memberhentikan dosen dan staf administrasi, didasarkan pada kontrak kerja dan persyaratan-persyaratan yang ada. Langkah pertama dalam periode transisi adalah membentuk biro kepegawaian yang bersama-sama dengan manajer ini, mengelola:

1) Proyeksi staf 2) Analisis pekerjaan 3) Pusat penelitian

4) Rencana kebutuhan dosen dan staf administrasi 5) Proses perekrutan

6) Sistem penempatan kerja, mutasi, promosi dan pemberhentian

7) Pengembangan sumber daya manusia 8) Aplikasi sistem karier

9) Pendidikan dan pelatihan untuk staf , dan 10) Sistem penghargaan dan sanksi.

c. Restrukturisasi Organisasi Sasaran strategi adalah :

1) Melakukan penyesuaian struktur organisasi termasuk deskripsi tugas dan pengembangan fungsi, spesifikasi pekerjaan yang sejalan dengan kebutuhan entitas badan hukum atas dasar prinsip efisiensi dan fleksibilitas;

2) Menetapkan berbagai institusi pendukung baru dalam organisasi universitas sesuai dengan perundang-undangan tentang universitas yang memiliki otonomi; dan

3) Mengatur kembali serta mengembangkan berbagai peraturan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan kompetisi internal dan kerjasama tim.

d. Pengembangan Sumber Daya Keuangan Sasaran strategi adalah :

1) Mengembangkan kerjasama saling menguntungkan antara universitas dengan sektor industry atau institusi lain yang potensial dapat mendukung sumber keuangan universitas; dan

2) Mengidentifikasikan dan menetapkan unit usaha yang secara finansial memungkinkan untuk dilaksanakan dengan tanpa merusak karakteristik universitas sebagai pusat keunggulan yang berorientasi nirlaba.

Pada saat ini pendanaan universitas terdiri dari empat sumber yaitu: anggaran pemerintah (DIPA), sumbangan pembinaan pendidikan, sumbangan masyarakat melalui yayasan universitas, usaha non akademik dan income generating setelah USU-BHMN.

e. Pengembangan Fasilitas dan Infrastruktur Sasaran strategi adalah:

1) Menyediakan infrastruktur dan fasilitas yang diperlukan sekurang-kurangnya pada suatu tingkatan kebutuhan minimum, untuk memungkinkan para dosen memberdayakan diri dan mengembangkan keterampilan mengajar, dan

2) Mengembangkan fasilitas laboratorium yang memungkinkan universitas dapat mengembangkan kerjasama saling menguntungkan dengan dunia industry. Kuantitas dan kualitas infrastruktur memegang peranan penting dalam operasional universitas dalam rangka mencapai sasarannya.

f. Mengembangkan kurikulum dan Silabus

Sasaran strategi adalah memelihara keterkaitan program pendidikan universitas dengan ektor rill yang mendorong ke arah pengembangan pasar bagi lulusan universitas dan meningkatkan daya saing. Penataan kurikulum meliputi tujuan dan sasaran setiap program studi dan spesifikasi rinci yang akan didokumentasikan.

g. Mengembangkan Manajemen Mutu

System penjaminan mutu program pendidikan universitas mencakup beberapa unsur seperti : perencanaan strategi mutu, kebijakan mutu, tanggung jawab manajemen, organisasi mutu, pemasaran dan publikasi, seleksi penerimaan, penataan kurikulum, implementasi kurikulum, manajemen pengajaran, penyiapan pelatihan dan pengembangan staf, pemantauan dan evaluasi, penataan administrasi, dan peninjauan manajemen kelembagaan.

5.4 Organisasi Sentral