• Tidak ada hasil yang ditemukan

STRATEGI W-T 1 Evaluasi kerja harus sering

diadakan (W3;T4,T6,T8)

Hasil analisis matriks SWOT yang didapatkan beberapa alternatif strategi SO (Strenghts-Opportunities), strategi WO (Weaknessess-Oppotunities), strategi ST (Strengths-Threats), dan strategi WT (Weaknesess-Threats). Beberapa alternatif strategi sebagai berikut :

1. Strategi SO

Strategi ini memanfaatkan kekuatan-kekuatan yang berada di Restoran MAM untuk dapat merebut dan memanfaatkan peluang yang ada. Berdasarkan analisis matriks SWOT menghasilkan alternatif, yaitu:

a. Membuka cabang restoran baru diluar daerah Bogor

Adanya kekuatan-kekuatan internal yang dimiliki Restoran MAM yang didukung dengan adanya peluang eksternal, maka melihat hal ini sudah seharusnya pihak restoran melakukan pengembangan membuka cabang baru. Pembukaan cabang baru ini bertujuan untuk memperluas pangsa pasar dan memperkenalkan makanan khas untuk martabak dari Bogor.

Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak restoran MAM, untuk membuka cabang baru menjadi suatu wacana bagi pihak restoran. Pihak restoran telah berencana juga untuk membuka cabang di daerah Cibubur dan Depok. Pada daerah ini dianggap memiliki peluang pasar yang cukup baik dan gaya hidup konsumen atau masyarakatnya lebih modern. Hal ini dapat diihat dari pembangunan ekonomi yang lebih maju dari sebelumnya dan daerah-daerah ini masih dapat terjangkau oleh pihak manager MAM untuk diawasi. Pemilihan daerah pembukaan cabang baru ini didasarkan pada konsumen yang sering membeli martabak MAM di jalan Sudirman banyak berasal dari daerah ini.

Salah satu yang dilakukan adalah menambakan konsep baru pada cabang yang akan dibuka. Pada konsep ini, ketika pihak restoran MAM telah membuka cabang baru diluar kota Bogor, maka sebaiknya ditambahkan suatu konsep yang berbeda. Konsep yang berbeda disini adalah tidak menghilangkan ciri khas dari restoran MAM yang sudah ada tetapi menambahkan nuansa baru. Tujunnya adalah menangkap pangsa pasar di wilayah tempat cabang yang baru didirikan, sehingga dapat berkompetisi dengan restoran sejenis yang sudah ada.

Sebagai contoh untuk membuat suatu paket lengkap dengan minum seharga 25 sampai 30 ribu, untuk ukuran produknya bisa dibuat sama dengan ukuran martabak porsi setengah. Hal ini dapat meningkatkan ketertarikan konsumen untuk membeli dan sebagai salah satu alternatif tempat bersantai.

2. Strategi WO

Strategi ini adalah memperbaiki kelemahan yang terjadi di internal dan mencoba untuk dapat memanfaatkan peluang yang ada. Berdasarkan analisis matriks SWOT menghasilkan dua alternatif, yaitu:

a. Meningkatkan promosi dan marketing

Strategi peningkatan akan promosi dan marketing ini dilihat adanya kelemahan terhadap intensitas kegiatan promosi dan marketing. Hal ini dilakukan untuk menunjang pengenalan Restoran MAM ini ke masyarakat yang lebih luas. Program promosi yang bisa dilakukan adalah dengan menjadi sponsor kegiatan sosial dan umum, untuk sistem marketingnya dapat dilakukan dengan peningkatan sales call atau sistem delivery.

b. Pelatihan pengembangan SDM

Sumber daya manusia menjadi suatu kekuatan utama dalam menggerakan suatu bisnis. Diperlukan pengetahuan dan keterampilan khusus untuk dapat mengatur kegiatan dalam usaha ini. Pengembangan SDM yang dilakukan khususnya untuk para karyawan yang sudah lama bekerja. Tujuannya adalah untuk dapat meningkatkan kemampuan karyawan dalam menjalankan bisnis kuliner ini. Kegiatan pengembangan dapat dilakukan berupa pembelajaran yang diberikan pihak pengelola tentang bagaimana melakukan pengaturan manajemen waktu dalam pembuatan adonan martabak dan yang lainnya.

3. Strategi ST

Strategi ini adalah menggunakan kekuatan yang ada di Restoran MAM untuk menghindari dampak dari ancaman eksternalnya. Berdasarkan analisis matriks SWOT menghasilkan dua alternatif, yaitu:

a. Menjaga kualitas produk

Ancaman yang berasal dari pihak luar sangat beragam, akan tetapi kemampuan pihak pengelola restoran MAM dalam menggunakan dan

memaksimalkan kekuatan yang dimiliki. Strategi yang dapat dilakukan dari keadaan ini adalah menjaga kualiatas produk dengan rasa yang tetap enak. Pembuatan kuliner martabak ini khususnya terletak pada keahlian karyawan dalam menggabungkan semua bumbu untuk menjadi suatu hidangan yang memiliki kesan berbeda ketika dilakukan pembelian ditempat lain. Selain menjaga kualitas bahan makanan juga kuantitas produk juga harus diperhatikan.

b. Menjaga hubungan baik dengan pemasok

Restoran MAM saat ini telah memiliki pemasok yang tetap dalam menyediakan kebutuhan barang dan bahan baku berkualitas. Pada bisnis makanan hal penting utamnya adalah terletak dari kualitas barang dan bahan baku yang digunakan. Strategi ini mampu menjamin ketersediaan dan kontinuitas bahan baku sesuai dengan SOP dan kesepakatan harga antar kedua belah pihak. Hal ini juga dapat membantu ketika terjadi penurunan kualitas barang.

4. Strategi WT

Strategi ini mengurangi kelemahan yang ada di internal dan menghindari ancaman eksternalnya. Berdasarkan analisis matriks SWOT menghasilkan satu alternatif, yaitu:

a. Evaluasi kerja yang sering diadakan

Strategi ini untuk menjaga citra dan eksistensi Restoran MAM, dengan tujuan untuk menghindari adanya hal-hal yang tidak diinginkan. Kegiatan evaluasi terlebih dahulu dinilai dari lngkungan internal perusahaan yang berlanjut pada keadaan eksternalnya. Proses evaluasi dapat dilakukan pada saat pagi hari (satu bulan sekali) sebelum Restoran MAM membuka gerainya untuk setiap karyawan yang bekerja di shift pagi sedangkan untuk karyawan yang bekerja pada shift siang dilakukan breafing sebelum memulai bekerja. Bentuk evaluasinya membahas setiap kejadian yang dirasakan atau dialami oleh setiap SDM dan memberikan solusi terhadap permasalahan yang terjadi secara bersama. Tujuan dibentuknya evaluasi

ini untuk memberikan keterbukaan antara setiap karyawan dan meningkatkan pelayanan kepada konsumen.

7.3. Tahap Strategi Prioritas Dengan Matriks QSPM

Alternatif strategi ini berasal dari hasil pencocokan matriks SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats). Pada tahapan QSPM ini melakukan prioritas strategi yang lebih utama untuk dilakukan. Matriks ini sebagai suatu cara dalam perencanaan secara kuantitatif dalam menentukan nilai daya tarik relatif (Attractiveness Score-AS) yang terdapat pada faktor-faktor eksternal dan internal pada matriks SWOT sebagai alternatif tindakan yang layak.

Analisis QSPM dilakukan berdasarkan enam alternatif strategi yang ada. Penilaian dilakukan oleh tiga orang responden yang ada di Restoran Martabak Air Mancur. Hasil total TAS dari setiap responden untuk masing-masing strategi akan dirata-ratakan untuk menentukan urutan prioritas strategi yang akan dilaksanakan. Berdasarkan hasil analisis QSPM. Urutan prioritas strategi pengembangan Restoran Martabak Air Mancur adalah sebagai berikut :

1. Membuka cabang restoran baru (STAS =23,01).

2. Menjaga kualitas produk dan pelayanan ke konsumen(STAS = 21,13). 3. Meningkatkan promosi dan marketing (STAS = 20,38).

4. Evaluasi kerja yang diadakan seminggu atau sebulan sekali (STAS = 17,40). 5. Pelatihan pengembangan SDM (STAS = 17,09).

6. Menjaga hubungan baik dengan pemasok untuk mendapatkan kualitas bahan baku (STAS = 15,20).

Pemilihan strategi dengan QSPM melakukan pemilihan terhadap hasil penilaian dengan nilai STAS semakin tinggi akan menunjukkan bahwa strategi tersebut semakin menarik. Pada setiap strategi yang telah dipetakan ini dalam pengimplementasiannya diserahkan sepenuhnya kepada pihak Restoran Martabak Air Mancur, panduan dari matriks QSPM untuk menentukan prioritas strategi yang dilakukan terlebih dahulu dapat dijadikan sebagai acuan.

BAB VIII

Dokumen terkait