• Tidak ada hasil yang ditemukan

Balanced scorecard

STRATEGI WT 1 Pinjaman anggota secara

progresif (W2, W3, T1) 2.Selektif terhadap

persediaan stok di warung (W2, T1)

4. Strategi WT

a. Pinjaman angota secara progresif sesuai produksi

Usaha Mandiri memerlukan strategi defensif atau bertahan dikarenakan kondisi keuangan Usaha Mandiri yang saat ini menurun, anggota yang menarik simpanan dan keluar dari UKM, serta kondisi harga karet yang saat ini anjlok. Strategi defensif yang dapat dilakukan Usaha Mandiri adalah memberikan pinjaman kepada anggota secara progresif. Apabila selama ini dari tahun 2011- 2015 anggota dapat melakukan pinjaman dengan jumlah tak terbatas, maka saat ini perlu adanya pembatasan pinjaman anggota agar Usaha Mandiri tetap memiliki tabungan atau simpanan dan tidak bangkrut. Pembatasan pinjaman pada setiap anggota dapat berbeda-beda, disesuaikan dengan jaminan karet yang dimilikinya.

Semakin banyak karet yang dijual ke UKM setiap bulannya, maka semakin besar pula pinjaman yang didapatkan anggota, dan sebaliknya.

b. Selektif terhadap persediaan stok barang di warung

Selain memberikan pinjaman secara progresif, strategi defensif lainnya yang dapat dilakukan Usaha Mandiri adalah menyeleksi persediaan stok barang di warung. Apabila selama ini waserba Usaha Mandiri menyediakan stok yang berlimpah untuk keperluan sarana produksi karet dan kebutuhan rumah tangga, baik kebutuhan pokok maupun tambahan, maka saat ini stok tersebut harus dikurangi agar tidak terlalu banyak aset dalam bentuk barang yang kemungkinan lama, bahkan tidak dapat diputar lagi.

Arsitektur Strategi Visi dan Misi UKM Usaha Mandiri

Seperti yang telah dijelaskan pada gambaran umum UKM Usaha Mandiri sebelumnya, adapun visi UKM Usaha Mandiri adalah mensejahterakan masyarakat Desa Air Petai dengan meningkatkan pendapatan masyarakat dan menciptakan lapangan kerja di Desa Air Petai. Sedangkan Misi UKM Usaha Madiri adalah sebagai berikut:

1. Pembinaaan petani karet Desa Air Petai dengan penyuluhan

2. Memasarkan hasil karet masyarakat Desa Air Petai dengan harga sesuai pasar 3. Memenuhi kebutuhan masyarakat Desa Air Petai, baik kebutuhan budidaya

karet maupun kebutuhan rumah tangga. Industry Foresight

Industry foresight merupakan gambaran tentang hal-hal potensial dalam UKM Usaha Mandiri untuk dikembangkan dimasa depan. Gambaran masa depan koperasi dan UKM pada umumnya dan UKM Usaha Mandiri pada khususnya dinilai cukup baik. Kesadaran pemerintah akan pentingnya koperasi dan UMKM dalam mensejahterakan masyarakat Indonesia menyababkan banyaknya program pemerintah yang mendukung pengembangan koperasi dan UMKM di Indonesia. Dengan kata lain, pemerintah menganggap sangat penting hadirnya koperasi dan UMKM di Indonesia, termasuk UKM Usaha Mandiri.

Selain itu, jika dilihat dari komoditas yang diusahakan, gambaran masa depan komoditas karet juga cukup baik. Hal ini disebabkan karena banyak industri hilir yang menggunakan bahan baku karet, baik dari getahnya maupun kayunya. pengembangan usaha agribisnis karet cukup terbuka pada hampir semua subsistem, baik pada subsistem agribisnis hulu (on farm), maupun subsistem hilir. Besarnya potensi sumberdaya yang dimiliki, seperti sumberdaya alam (lahan dan iklim yang sesuai), teknologi, tenaga ahli, serta plasma nutfah bahan tanaman yang cukup memadai akan meningkatkan usaha agribisnis karet (Litbang 2009). Sasaran

Sasaran yang digunakan dalam arsitektur strategi mengacu pada sasaran strategis balanced scorecard. Adapun sasaran strategis UKM Usaha Mandiri adalah sebagai berikut:

2. Meningkatkan pendapatan dan SHU (Sisa Hasil Usaha)

3. Meningkatkan jumlah anggota pelanggan UKM Usaha Mandiri

4. Meningkatkan kepuasan anggota pelanggan UKM Usaha terhadap kinerja karyawan

5. Mengembangkan usaha yang ada dan membangun unit usaha yang baru 6. Menambah mitra bisnis UKM Usaha Mandiri

7. Meningkatkan produktifitas karyawan 8. Meningkatkan kepuasan karyawan 9. Penambahan jumlah karyawan

Dari sembilan sasaran strategis tersebut, maka sasaran utama yang ingin dicapai UKM Usaha Mandiri adalah mampu bertahan pada segala kondisi dan meningkatkan pendapatan petani anggota.

Tantangan

Tantangan yang dihadapi oleh UKM Usaha Mandiri diperoleh dari analisis eksternal dan faktor-faktor lainnya yang mungkin saja dihadapi oleh Usaha Mandiri berdasarkan literatur lainnya. Adapun tantangan yang mungkin saja dihadapi UKM Usaha Mandiri adalah sebagai berikut:

1. Ketidak merataan harga karet di Indonesia 2. Usaha berbasis internet

3. MEA (Masyarakat Ekonomi Asia)

4. Terlepas dari bantuan dari PT. Air Muring

5. Meyakinkan anggota yang sudah keluar untuk bergabung kembali di UKM Usaha Mandiri

Rencana Program

Alternatif strategi yang dihasilkan dari matriks SWOT kemudian dijabarkan menjadi beberapa rekomendasi program kegiatan yang disusun berdasarkan tantangan yang akan dihadapi dan sasaran yang ingin dicapai. Program-program tersebut menggambarkan langkah-langkah yang harus ditempuh oleh Usaha Mandiri dalam meningkatkan kinerjanya. Adapun program-program yang dimaksud dapat dilihat pada Tabel 27.

Rancangan arsitektur strategik dalam peningkatan kinerja Usaha Mandiri merupakan peta strategi yang dibuat dengan penjabaran program-program kegiatan berdasarkan beberapa pertimbangan tertentu seperti rentang waktu, tantangan yang harus dihadapi, dan sasaran yang ingin dicapai. Program kegiatan yang dihasilkan dibentangkan ke dalam rentang waktu. Rentang waktu ini termasuk ke dalam jangka pendek dan jangka menengah, serta ditetapkan berdasarkan hasil diskusi dengan pengurus Usaha Mandiri dengan pengimplementasian dan realisasi dari program-program yang telah dirancang. Adapun rancangan arsitektur strategi Usaha Mandiri dapat dilihat pada Gambar 20, yang disesuaikan dengan Tabel 27.

Tabel 27 Strategi dan rencana kegiatan UKM Usaha Mandiri

No Strategi Kegiatan Pihak terkait Sasaran

1 Pengembangan unit bisnis baru

a. Pengolahan karet menjadi RSS berbasis home industry Karyawan, anggota, pemerintah Menambah dan meningkatkan aset dan SHU serta usaha berkembang b. Penjualan kayu karet

yang sudah tua

Karyawan, anggota 2 Memperkuat

posisi tawar pasar

a. Mencari pabrik dengan penawaran harga yang lebih tinggi

Karyawan Menambah dan meningkatkan aset dan SHU

3 Pelatihan karyawan berbasis teknologi dan informasi modern a. Pengenalan terhadap internet Karyawan, pemerintah Meningkatkan produktifitas dan kepuasan karyawan b. Mengakses dan memantau informasi pasar melalui internet

Karyawan

4 Mengganti badan hukum

a. Pendaftaran diri menjadi badan hukum koperasi Karyawan, pemerintah Meningkatkan aset dan menambah mitra 5 Memperkuat permodalan diluar simpanan anggota

a. Meminjam modal dari LPDB atau KUR

Karyawan Meningkatkan aset

6 Evaluasi secara rutin

Karyawan, anggota, pemerintah Meningkatkan kepuasan anggota 7 Meningkatkan kualitas dan volume karet anggota a. Melakukan penyadapan secara rutin Anggota Meningkatkan pendapatan dan kepuasan anggota b. Menggunakan ethrel Karyawan,

Anggota c. Penyisipan tanaman baru Karyawan, anggota Meningkatkan kepuasan angggota d. Melakukan peremajaan tanaman Karyawan, anggota 8 Membatasi pinjaman anggota a. Menentukan batas maksimal pinjaman maupun bon barang sesuai produksi karet masing-masing anggota Karyawan, anggota Meningkatkan aset 9 Mengurangi stok barang waserba a. Tidak menambah barang-barang dengan permintaan rendah Karyawan Meningkatkan aset dan kepuasan anggota

Penentuan waktu pelaksanaan program pada Gambar 20 disesuaikan dengan kebutuhan mendesak, kesiapan, dan ketersediaan sumberdaya yang dimiliki oleh UKM Usaha Mandiri. Sebagai contoh, program penggunaan ethrel merupakan program pertama yang dilakukan yaitu pada akhir tahun 2016 sampai awal 2017, dipertimbangkan dari kebutuhan mendesak Usaha Mandiri yaitu meningkatkan produksi karet petani anggota. Selanjutnya program pengolahan menjadi RSS merupakan pogram terakhir untuk 5 tahun mendatang karena mempertimbangkan kesiapan Usaha Mandiri dalam penyediaan sumberdaya yaitu bahan baku, fasilitas, dan tenaga kerja.

STRATEGI

Dokumen terkait