METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian
B. Model Pengembangan Ekowisata Gunung Api Purba
4. Stratregi Pengembangan Ekowisata Gunung Api Purba
Setelah melakukan analisis faktor internal, faktor internal dan kuadran, selanjutnya untuk menentukan strategi dalam pengembangan ekowisata dapat di ambil dengan langkah-langkah sebagai berikut : a. Strategi Strenght-Opportunity (SO)
Dengan melihat faktor kekuatan dan kelemahan, maka dapat ditentukan strategi SO sebagai berikut :
1) Mempertahankan Keasrian Gunung Api Purba
Suatu destinasi wisata akan berkembang seiring dengan berjalanya waktu. pada saat ini banyak destinasi wisata yang keasriannya bagus, tidak lagi terjaga karena banyak wisatawan yang datang dan bersikap tidak baik terhadap lingkungan destinasi wisata. Oleh karena itu pengelola haruslah membuat strategi untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan seperti paket wisata penanaman pohon, atau membatasi jumlah pengunjung yang datang sesuai dengan daya dukung lingkungan.
2) Memberikan peluang kepada investor untuk berinvestasi.
Untuk membuat destinasi wisata agar lebih dikenal oleh mancara negara tentunya membutuhkan dana yang tidak sedikit maka dari itu diperlukan investor yang ingin berinvestasi, namun dalam memberikan peluang investasi, masyarakat sekitar harus banyak diuntungkan karena tujuan utama mengembangkan pariwisata adalah mensejahterakan masyarakat sekitar.
3) Membuat rencana jangka panjang mengenai destinasi wisata Gunung Api Purba.
Membuat rencana jangka panjang suatu destinasi wisata sangat penting, karena nantinya akan menentukan posisi
destinasi wisata tersebut. Untuk membuat rencana jangka panjang yang harus dilakukan pengelola adalah membuat visi-misi yang ingin dicapai, membuat rencana induk pengembangan pariwisata Gunung Api Purba. Dengan demikian pengelola nantinya akan mengembangkan suatu destinasi wisata sesuai dengan visi misi atau rencana induk pengembangan yang telah dibuat.
3) Melakukan promosi pariwisata
Promosi sangatlah penting dalam pariwisata karena tujuan dari promosi adalah mendatangkan wisatawan.Strategi promosi yang harus digunakan adalah melakukan promosi sesuai dengan keadaan destinasi wisata yang sebenarnya jangan ditambah ataupun dikurang, sehingga wisatawan yang datang tidak kecewa karena kondisinya sesuai dengan promosi. strategi yang dilakukan dalam mempromosikan ekowisata adalah dengan memanfaatkan media cetak dan elektronik off-line maupun on-line. Selain itu wisatawan juga dapat dijadikan media promosi yang sangat efektif untuk menyampaikan kepada keluarga, teman dan koleganya. oleh karena itu pengelola hendaknya memberikan kesan yang bagus kepada wisatawan agar tujuan strategi tersebut berhasil.
Adapun materi promosi yang dilakukan menjelaskan produk ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran, jadwal kunjungan, jumlah anggota minimal dalam rombongan, jumlah antrian, jumlah akomodasi, dan kemampuan penduduk lokal
dalam menerima wisatawan. Sasaran yang dilakukan ketika promosi yaitu, kepada wisatawan yang ingin menikmati manfaat produk ekowisata,wisatawan yang memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan dan wisatawan yang menyumbangkan insentif ekonomi yang bertujuan untuk konservasi lingkungan. b. Strategi Strengt – Weakness (ST)
Strategi ST adalah penggabungan dari kekuatan dan ancaman, dimana akan dihasilkan strategi sebagai berikut :
1) Meningkatkan keamanan dan kenyamanan kepada wisatawan Keamanan dan kenyamanan merupakan kebutuhan bagi wisatawan, apabila destinasi wisata aman dan nyaman tentunya wisatawan akan tinggal lebih lama pada destinasi wisata dan dapat meninggalkan kesan yang baik sehingga wisatawan tersebut nantinya akan mengunjungi destinasi wisata lagi di kemudian hari. Masyarakat sekitar sangat berperan penting bagi keamanan dan kenyamanan wisatawan, karena masyarakat merupakan stakeholder yang utama sebagai pelaku wisata. 2) Meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam
bidang ekowisata
Destinasi wisata yang bagus tentunya harus didukung oleh kualitas Sumber Daya Manusia yang bagus pula. kualitas sumber daya manusia di Gunung Api Purba masih kurang sehingga perlu adanya pelatihan mengenai Ekowisata yang nantinya dapat memberikan kontribusi pada obyek wisata yang dikelola.
Pada saat sekarang ini banyak sekali tulisan mengenai larangan-larangan kepada wisatawan yang tujuannya untuk menjaga kelestarian lingkungan, namun tidak sedikit wisatawan yang melanggar, seolah-olah larangan tersebut merupakan perintah yang harus dilakukan. Dengan memberikan peraturan secara adat masyarakat setempat dapat memberikan solusi bagi wisatawan yang nakal karena hukum adat biasanya lebih di hormati dan harus dijalankan. salah satu contoh peraturan adat misal seperti Gunung Api Purba adalah kawasan yang disakralkan, diharapkan jaga sapan santun.
c. Strategi Weakness- Opportunity (WO)
Strategi WO merupakan penggabungan dari kelemahan dan kekuatan dimana akan dihasilkan strategi pengembangan sebagai berikut 1) Memperbaiki akses masuk ke destinasi wisata Gunung Api purba
Akses jalan yang baik akan mempengaruhi kunjungan wisatawan, karena akan mempermudah wisatawan untuk datang. Pada destinasi wisata ini akses jalan sempit dan masih kurangnya penunjuk jalan, jadi perlu dibangun jalan dan penunjuk jalan supaya aksesnya menjadi mudah. selain itu, transportasi juga sangat penting, hal yang sebaiknya dilakukan adalah dengan memberdayakan masyarakat setempat untuk menjadi ojek wisata kepada wisatawan.
2) Membangun fasilitas yang sesuai dengan lingkungan setempat Jika suatu destinasi wisata telah dikunjungi oleh wisatawan maka fasilitas penunjang pariwisata juga harus ada. Gunung api purba merupakan kawasan ekowisata, jadi dalam
mengembangkan fasilitas harus sesuai dengan karakter lingkungan setempat, agar bangunan dan alam terlihat serasi atau menyatu dengan alam, sehingga keunikan ekowisata dapat terlihat. Fasilitas yang sesuai dengan karakter lingkungan setempat misal dengan membangun suatu jembatan yang bahannya berasal dari daerah lokal misal bambu atau kayu, bukan beton atau baja.
d. Strategi Weakness- Threat (WT)
1) Meningkatkan koordinasi antar stakeholder pariwisata
Dalam pengelolaan suatu organisai atau kelompok sadar wisata perlu adanya koordinasi dan komunikasi, hal ini dalakukan supaya nantinya mengurangi terjadinya konflik antar stakeholder. Oleh karena itu pengelola dapat melakukan pertemuan rutin antar stakeholder pariwisata untuk membahas kepentingan-kepentingan tertentu untuk tujuan bersama.
2) Mengembangkan atraksi wisata
Suatu destinasi wisata agar tetap menjadi pilihan utama bagi wisatawan maka perlu adanya pengembangan produk agar supaya wisatawan tidak jenuh tehadap produk yang sudah ada. Oleh karena itu untuk menarik kembali wisatawan diperlukan pengembangan produk pariwisata agar wisatawan selalu datang. Pengembangan produk pariwisata tentunya harus melihat kondisi lingkungan yang ada sehingga tidak merusak atau mengubah daya tarik ekowisata yang sudah ada. untuk mengembangkan atraksi wisata hal yang harus dilakukan adalah sebagai berikut ;
a) Mengembangkan potensi wisata yang sudah ada seperti gunung api purba sebagi daya tarik utamanya, potensi budaya rasulan dan potensi pertanian dan hutan rakyat
b) Membuat paket wisata yang menarik, seperti paket wisata yang menawarkan aktivitas masyarakat dan outbond.
c) Menyelenggarakan acara yang berhubungan dengan ekowisata seperti treking gunung dengan menanam pohon, lomba lintas alam, dan festival budaya.
d) Membangun daya tarik wisata buatan yang sesuai dengan karakter lingkungan setempat dengan tujuan untuk kelestarian lingkungan, seperti mendirikan museum Ekowisata dan membangun fasilitas Outbond.