• Tidak ada hasil yang ditemukan

Struktur Organisai

Dalam dokumen TINJAUAN PERKEMBANGAN INDUSTRI GULA PADA PT (Halaman 50-61)

BAB III. METODE PENELITIAN

F. Sistimatis Pembahasan

3. Struktur Organisai

Organisasi merupakan suatu kerangka yang berstruktur berisi tentang wewenang, tanggung jawab, serta pembagian tugas untuk menjalankan suatu fungsi tertentu. Pabrik Gula Takalar dipimpin oleh seorang administratur dibantu oleh empat kepala bagian, susunan organisasi Pabrik Gula Takalar adalah sebagai berikut:

Bagan II. Struktur Organisasi

PT. Perkebunan Nusantara XIV (Persero) Pabrik Gula Takalar

Struktur organisasi tersebut dapat diuraikan tugas dan tanggung jawab masing-masing dari perangkat PT. Perkebunan Nusantara XIV (Persero) Pabrik Gula Takalar. Berikut uraian tugas dan fungsi tersebut:

Administratur

Kepala Dusun Pa’bulaengang

Suwarso Ka. Tanaman Ka. Instalasi Ka. Pengolahan Ka. TUK/Umum

SKK

SKW

Mandor

Masinis

Mandor

Chemiker Keuangan

SDM

Akutansi/

Pembukuan

Gudang

Ka. Sub. Risbag

Ka. Sub. Peltek

a. Kepala bagian tata usaha keuangan 1) Tugas dan tanggung jawab:

a) Memimpin, mengorganisasikan dan merencanakan tugas-tugas bagian tata usaha keuangan dan umum sesuai dengan sistem dan peraturan yang berlaku dengan berpedoman kepada rencana kerja dan anggaran perusahaan.

b) Bertanggung jawab atas tercapainya kegiatan bagian tata usaha keuangan/umum dengan lancar dan tertib.

2) Uraian tugas:

a) Mengkordinir penyusunan rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) dan permintaan modal kerja (PMK) dari seluruh bagian.

b) Membuat laporan pertanggung jawaban keuangan (neraca), serta mengcopylasi pembuatan laporan dan memanajemenkan laporan tahunan dari semua bagian.

c) Mengadakan pengendalian biaya, serta membuat evaluasi terhadap pengeluaran modal kerja, biaya neraca dan laporan manajemen.

d) Mengadakan pengawasan terhadap penerimaan, pengeluaran dan penyimpanan dana secara fisik, administrasi maupun finansial.

e) Mengawasi pelaksanaan pengadaan barang, penyimpanan pencatatan dan penggunaan barang sesuai ketentuan yang berlaku dalam ruang lingkup BUMN perkebunan pada umumnya, PT.PN XIV (Persero) pada khususnya,

f) Menyelenggarakan administrasi dan tata tertib penyimpanan dan pengeluaran hasil produksi gula, tetes dan hasil samping lainnya.

g) Mengawasi pengupahan dan santunan sosial karyawan dan menampung usulan-usulan tentang ketenaga kerjaan dari bagian-bagian lainnya.

h) Menyelenggarakan administrasi tata usaha keuangan sistem akuntansi lainnya yang berhubungan dengan tugas-tugas dibagian tata usaha keuangan umum.

i) Merencanakan, mengorganisasikan serta mengatur pemanfaatan sumber daya manusia dibagian tata usaha keuangan/umum serta mengusulkan promosi/mutasi dan sanksi bagi karyawan bawahannya.

j) Memberikan masukan kepada administrasi dan melaksanakan tugas-tugas lain yang dibebankan kepadanya sesuai urgensi perusahaan.

3) Hubungan tugas:

a) Hubungan ke atas, bertanggung jawab kepada administrasi.

b) Hubungan horisontal, dengan para kepala bagian pabrik.

c) Hubungan ke bawah, kepada TUK/umum membawahi : i. Pemegang buku

ii. Staf keuangan iii. Staf PTK/HAK

iv. Dokter administrasi gudang finansial (KVA)

v. Staf administrasi material (MVA), vi. Staf administrasi hasil/silinder timbang vii. Kepala gudang

viii. Staf keamanan, serta

ix. Seluruh karyawan pelaksana bagian TUK.

b. Kepala bagian tanaman

1) Tugas dan tanggung jawab:

a) Memimpin, merencanakan, mengorganisasikan dan mengawasi tugas-tugas bidang tanaman dan angkutan tebu sesuai kebijaksanaan dan penggarisan administrasi dan direksi.

b) Bertanggung jawab atas tercapainya produksi dan produktifitas yang optimal berdasarkan saran yang telah ditentukan.

2) Uraian tugas:

a) Memimpin, merencanakan, mengkordinir segala aktivitas kegiatan dalam bidang kultur teknik, kebijaksanaan tanaman, administrasi tanaman dan pembinaan karyawan dibidangnya.

b) Menyusun konsep RKAP, permintaan modal kerja, daftar kebutuhan bahan/barang perlengkapan dalam bidangnya dan mengadakan evaluasi dan pengendalian atas penggunaannya.

c) Mengawasi dan mengatur pelaksanaan teknis tanaman/tebangan dan transportasi kebun/tebangan untuk menjaga kwalitas dan kelancaran supply tebu.

d) Merencanakan, mengorganisasikan dan mengatur pemanfaatan sumber daya manusia dalam bidang tanaman tebang angkut tebu, serta mengusulkan promosi/mutasi dan sanksi bagi karyawan bawahannya.

e) Mengevaluasi, realisasi segala kegiatan bagian tanaman/tebang angkut dan memberikan petunjuk pelaksanaan selanjutnya.

f) Mencari peluang peningkatan produksi dan produktifitas tanaman.

g) Membina, mengembangkan dan mendorong karyawan, staf dan seluruh jajaran (SDM), agar dapat mencapai prestasi kerja yang optimal.

h) Mengantisipasi kemungkinan kegagalan rencana panen dibidang tanaman dan mencarikan jalan keluar/alternatif lain yang lebih menguntungkan perusahaan.

i) Memberikan laporan dan masukan kepada administrasi mengenai bidang tanaman dan menjalankan tugas-tugas lain yang diberikan kepadanya.

3) Hubungan tugas:

a) Hubungan ke atas, kepala tanaman betanggung jawab kepada administratur.

b) Hubungan horisontal, para kepala bagian pabrik.

c) Hubungan ke bawah, mengawasi staf : i. Sinder kebun kepala

ii. Sub bagian tebang dan angkut iii. Sinder kebuh wilayah (SKW) c. Kepala bagian instalasi

1) Tugas dan tanggung jawab:

a) Memimpin, merencanakan, mengorganisasikan serta mengawasi pelaksanaan tugas bidang instalasi sesuai kebijaksanaan dan rencana kerja yang digariskan oleh administratur dan direksi secara berdaya guna dan berhasil guna.

b) Bertanggung jawab atas kelancaran dan tercapainya produktivitas yang tinggi di bidang instalasi.

2) Uraian tugas:

a) Memimpin, merencanakan, mengkordinir serta mengendalikan semua aktifitas bidang instalasi, serta melakukan pembinaan dan pengorganisasian terhadap karyawan bawahannya.

b) Membantu secara aktif administratur dalam membuat study kelayakan untuk rencana investasi, rehabilitasi serta melaksanakan pengawasan pada waktu pelaksanaannya.

c) Menyiapkan, merawat/memelihara dan mengamankan semua peralatan/mesin pabrik, bangunan serta semua peralatan/peltek/

mekanisasi dalam keadaan siap pakai guna menunjang penyediaan bahan baku tebu dan kelancaran giling.

d) Membuat administratur dalam menyusun RKAP bidang instalasi dan paltek.

e) Menyusun permintaan modal kerja, daftar kebutuhan bahan/barang instalasi dan peltek, serta mengadakan penilaian dan pengawasan penggunaannya.

f) Membuat daftar koulte karyawan bawahannya dan mengusulkan promosi/mutasi serta sanksi.

g) Menyelenggarakan bidang administrasi gundang instalasi dan peltek.

h) Mengendalikan dan mengarahkan karyawan agar senantiasa memperhatikan K-3.

i) Melaksanakan tugas-tugas lain yang dibebankan administratur sesuai urgensi perusahaan.

3) Hubungan tugas:

a) Hubungan ke atas, bertanggung jawab kepada administratur.

b) Hubungan horisontal, bekerja sama dengan kepala bagian lainnya.

c) Hubungan ke bawah, kepala bagian teknik membawahi : i. Masinis I peltek beserta stafnya

ii. Mandor

d. Kepala bagian pabrikasi/pengolahan 1) Tugas dan tanggung jawab:

a) Memimpin, merencanakan, mengkoordinir, seta mengawasi pelaksanaan semua kegiatan bidang pengolahan sesuai kebijaksanaan dan rencana kerja yang telah ditetapkan administratur sesuai penggarisan direksi.

b) Bertanggung jawab atas pelaksanaan fungsi pabrikasi mulai tebu tertimbang sampai menjadi gula ditimbang agar dapat mencapai mutu produksi secara efektif dan efisien.

2) Uraian tugas:

a) Mengkoordinir dan mengendalikan seluruh aktifitas dibagian pengolahan, termasuk melakukan usaha pencegahan dan pemecahan masalah teknik dalam pengolahan tebu.

b) Membantu secara aktif administratur dalam menyusun RKAP bidang pengolahan.

c) Bersama-sama kepada teknik merencanakan dan menyeleng-garakan investasi dan rehabilitiasi pabrik.

d) Memberikan informasi kepada bagian lain (keragaan pabrik, mutu tebu).

e) Membuat rencana biaya, rencana kebutuhan bahan, baik mingguan maupun bulanan (PMK) sesuai skala prioritas pekerjaan dengan berpedoman kepada RKAP.

f) Mengamankan dan memelihara harta kekayaan milik perusahaan yang menjadi tanggung jawab bagian pengolahan baik secara fisik maupun administratif.

g) Besama-sama kepada tata usaha keuangan mengkoordinir penyimpanan dan pengeluaran hasil produksi.

h) Menetapkan tata laksana proses pengolahan untuk mencapai standar produksi, serta mengumpulkan semua data dan informasi baginya untuk kepentingan analisa/penelitian perusahaan.

i) Mengendalikan dan mengarahkan karyawan agar selalu memperhatikan K-3

j) Membuat daftar kodulte karyawan bawahannya serta mengusulkan promosi, mutasi serta sanksi.

k) Mengkoordinir proses pengolahan/pengamanan limbah buang pabrik.

l) Mengkoordinir proses pengolahan air bersih untuk kebutuhan pabrik

m) Memberikan masukan dan saran-saran kepada administratur, guna perbaikan dibidang pengolahan.

n) Melaksanakan tugas-tugas lain yang dibedakan administratur sesuai urgensi perusahaan.

3) Hubungan tugas:

a) Hubungan ke atas, bertanggung jawab kepada administrasi b) Hubungan horisontal, bekerja sama dengan para kepala bagian

pabrik gula.

c) Hubungan ke bawah, kepala pabrik membawahi yaitu : i. Ajunct kepala pabrikasi

ii. Beberapa orang chemiker iii. Mandor/laborant.

Adapun status karyawan berdasarkan sifat hubungan kerja dengan perusahaan, karyawan di pabrik gula terdiri dari 2 (dua) kelompok besar yaitu:

a. Karyawan tetap adalah karyawan yang mempunyai hubungan kerja dengan perusahaan untuk jangka waktu tertentu, dimana pada saat dimulainya hubungan kerja didahului dengan masa percobaan maksimal 3 (tiga) bulan sesuai dengan pasal 1603 KUHP perdata. Karyawan tetap terdiri dari:

1) Karyawan tetap bulanan yang pengupahannya diatur dalam SKB.

Menteri Pertanian, Menteri tenaga kerja dan Transmigrasi No.500/KPTS/EKKU/8/1978 beserta peraturan-peraturan penyempurnaanya.

2) Karyawan tetap harian yang pengupahannya diatur dalam SKB.

Menteri Pertanian, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.500/KPTS/EKKU/8/1978 beserta peraturan-peraturannya.

b. Karyawan tidak tetap adalah karyawan yang mempunyai hubungan kerja dengan perusahaan untuk jangka waktu tertentu dimana pada saat dimulainya hubungan kerja tidak didahului dengan masa percobaan sesuai dengan peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 05/Men/1986, tanggal 20 April 1986. karyawan tidak tetap terdiri dari:

1) Karyawan kampanye adalah karyawan yang melaksanakan pekerjaan-pekerjaan dari permulaan tebu diangkat melalui timbangan tebu, pekerjaan digilingan, pekerjaan disekitar emplasemen yang ada hubungannya langsung dengan penggilingan tebu, pekerjaan didalam

pabrik sampai dengan tempat penumpukan gula dalam pabrik (samvioler) dan diupah secara bulanan dan harian.

2) Karyawan musiman tebangan adalah karyawan yang melaksanakan pekerjaan-pekerjaan dari permulaan tebu ditebang sampai diangkut dan ditimbang, termasuk pekerjaan persiapan tebangan pemuata tebu dia tas alat pengangkut dengan mendapat upah secara bulan, harian dan borongan.

3) Karyawan musiman tanaman adalah karyawan yang melaksanakan pekerjaan-pekerjaan dari permulaan pembukaan tanah persiapan tanaman dan pemeliharaan tebu pabrik gula sampai tebu siap ditebang dengan mendapat upah secara bulanan, harian dan borongan.

4) Karyawan musiman lain-lain adalah karyawan yang bekerja emplasemen maupun tidak ada hubungan langsung denga penggilingan tebu.

B. PT. Perkebunan Nusantara XIV (persero) Pabrik Gula Takalar dalam

Dalam dokumen TINJAUAN PERKEMBANGAN INDUSTRI GULA PADA PT (Halaman 50-61)

Dokumen terkait