• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penjelasan mengenai mekanisme pendanaan Bio-rights

Kotak 3.2. Sejarah Bio-rights

3.5. STRUKTUR ORGANISAS

Bio-rights pada dasarnya berfungsi sebagai sebuah kesepakatan bisnis antara pembeli yang memiliki kepentingan tertentu dalam pemeliharaan ataupun pelestarian pelayanan ekosistem dan masyarakat setempat sebagai pihak penjual yang memberikan pelayanan ini untuk mendapatkan dukungan dalam pembangunan berkelanjutan. Agar mencapai keberhasilan negosiasi kontrak dan penerapan proyek, sebuah kerangka kerja yang kuat namun sederhana telah dikembangkan (lihat Gambar 3.5.). Kerangka kerja ini memastikan pertimbangan penuh untuk

kriteria-kriteria penting seperti persamaan kedudukan bagi para kelompok pemangku kepentingan, persyaratan dan kepastian. Kerangka kerja dibangun di sekitar sejumlah pelaku kunci untuk pengembangan proyek dan penerapan hariannya. Persamaan dianggap sangat penting, bukan hanya dari perspektif etika, tetapi juga dari sudut pandang praktis karena pendekatan ‘top-down’ sulit memberikan hasil konservasi dan pembangunan seperti yang diharapkan. Penyelarasan Bio-rights dengan kebijakan setempat dan proritas dari para pemangku kepentingan yang lain sangat mungkin difasilitasi melalui pembentukan hubungan secara aktif dengan misalnya lembaga-lembaga pemerintah setempat, kelompok kepentingan dan sektor perusahaan.

Dua pelaku kunci yang memainkan peranan penting dalam penerapan Bio-rights adalah Manajer Proyek Bio-rights dan Manajer Program Lokal (Tabel 3.2.). Manajer Proyek Bio-rights biasanya adalah perwakilan lembaga pemerintah atau LSM. Tugas ini dipenuhi oleh seorang individu dalam proyek skala kecil, sedangkan proyek-proyek yang lebih besar mungkin memerlukan sebuah tim koordinasi proyek. Kadang-kadang Manajer Proyek Bio-rights merupakan pihak pembeli, misalnya dalam kasus-kasus ketika suatu LSM membayar pengadaan pelayanan ekosistem tertentu. Namun demikian, pada umumnya Manajer Proyek Bio-rights berperan sebagai penghubung antara pihak yang berinvestasi (misalnya perusahaan atau staf lembaga donor) dan masyarakat setempat (beserta perwakilannya). Satu tugas penting dari Manajer Proyek Bio-rights adalah memperkirakan pencapaian proyek dan memfasilitasi pembangunan proyek. Hal ini memerlukan penciptaan minat dan pendanaan dari para investor (dalam hal ini Manajer Proyek Bio- rights bukan sebagai pihak pembeli), pemilihan lokasi proyek yang tepat dan kepastian pemenuhan atas kewajiban-kewajiban kontrak. Manajer Proyek Bio-rights juga berfungsi sebagai seorang ‘perwakilan pihak pembeli’, dengan memastikan bahwa kebutuhan para investor dikomunikasikan dengan baik kepada masyarakat setempat dan disatukan dalam perancangan proyek serta penyusunan kontrak. Oleh karena itu, manajer proyek bertanggung jawab untuk memastikan bahwa pihak pembeli mendapatkan sesuatu yang telah dibayarnya. Manajer Program Lokal biasanya adalah sebuah LSM setempat atau CBO/KSM dengan pengalaman kerja yang kuat di wilayah tersebut dan memiliki pengetahuan tentang kondisi ekologi serta sosial ekonomi daerah setempat. Tugas utamanya adalah mengarahkan penerapan Bio-rights sehari-hari, yang salah satunya dilakukan dengan cara peningkatan kapasitas dan kesadaran di antara masyarakat, memastikan ketepatan

waktu penerapan kegiatan-kegiatan proyek, serta mengawasi dan mengevaluasi pencapaian proyek. Dengan demikian pencapaian tujuan- tujuan proyek serta kewajiban-kewajiban kontrak akan terjamin. Manajer Program Lokal berlaku sebagai seorang perwakilan masyarakat, dengan mengomunikasikan kebutuhan-kebutuhan dan prioritas masyarakat setempat kepada para pemangku kepentingan lain dalam proses pembangunan proyek dan negosiasi kontrak serta selama penerapan kegiatan-kegiatan konservasi dan pembangunan. Untuk memastikan keselarasan Bio-rights ke dalam kebijakan dan perencanaan lokal, Manajer Program Lokal juga berhubungan dengan para pemangku kepentingan lokal yang relevan dengan proyek tersebut.

Tabel 3.2. Tanggung jawab utama Manajer Proyek Bio-rights (kiri) dan Manajer Program Lokal (kanan) dalam penerapan proyek. Manajer Proyek Bio-rights

• Menarik para pembeli (investor)

serta menciptakan pendanaan proyek

• Menilai dan memilih lokasi-

lokasi proyek yang potensial

• Menunjuk Manajer Program

Lokal

• Mewakili pihak pembeli • Mengelola proyek secara

keseluruhan

• Memastikan pemenuhan dan

penguatan kewajiban kontrak

Manajer Program Lokal

• Mengembangkan jaringan (pembentukan

kelompok masyarakat) dan memfasilitasi negosiasi kontrak dengan Kelompok”

• Meningkatkan kapasitas dan kesadaran,

serta memberikan bimbingan teknis kepada kelompok

• Mengawasi dan mengevaluasi kegiatan-

kegiatan proyek

• Mewakili masyarakat setempat • Menghubungkan para pemangku

kepentingan lokal

• Menerapkan proyek sehari-hari

Masyarakat setempat dan para investor juga memiliki peran penting untuk memastikan kelancaran penerapan proyek. Masyarakat setempat merupakan penentu penting bagi keberhasilan karena keterlibatan mereka secara langsung dalam penerapan kegiatan-kegiatan konservasi dan pembangunan. Selain mengandalkan Manajer Program Lokal sebagai seorang fasilitator sekaligus perwakilan, masyarakat setempat juga terlibat secara langsung dalam proyek maupun negosiasi kontrak. Hal ini dimungkinkan melalui konsultasi masyarakat yang berfungsi sebagai sebuah unsur penting untuk mengintegrasikan kebutuhan-kebutuhan setempat. Dengan demikian proyek tersebut diharapkan bisa cocok dengan kondisi sosial ekonomi setempat dan ada jaminan bahwa

pengetahuan lokal (tradisi) dimasukkan dalam perancangan proyek. Selain itu, konsultasi para pemangku kepentingan juga akan memberikan banyak peluang kepada pihak pembeli untuk terlibat dalam pembangunan proyek maupun negosiasi kontrak.

Konsultasi ini juga memungkinkan keterlibatan pihak pemerintah serta para pelaku setempat. Pada awalnya, konsultasi-konsultasi ini melibatkan semua pemangku kepentingan yang relevan, termasuk Manajer Proyek Bio-rights dan pihak pembeli. Jika proyek telah diterapkan dan dukungan setempat sudah dapat dipastikan, maka hubungan dengan para pemangku kepentingan lokal sebaiknya dipelihara oleh Manajer Program Lokal.

3.6. BIAYA

Biaya total penerapan Bio-rights terdiri atas tiga elemen yang berbeda: i) biaya kehilangan peluang; ii) biaya penerapan kegiatan; dan iii)

Overhead Cost (pembiayaan tetap non operasional). Porsi anggaran yang signifkan disediakan untuk memberikan insentif (butir i dan ii) kepada masyarakat setempat. Insentif tersebut digunakan untuk mengembangkan alternatif-alternatif kegiatan yang bertanggung jawab melawan praktek- praktek yang tidak bertanggung jawab selama ini. Untuk mencapai hal ini, pembayaran harus melingkupi paling tidak biaya kehilangan peluang dan biaya penggunaan potensial, yaitu pendapatan yang akan diterima dalam jangka pendek selama tidak ada ukuran-ukuran konservasi yang diantisipasi (skenario bisnis seperti biasa). Biaya-biaya ini sangat berbeda di suatu lokasi dengan lokasi yang lain. Di lokasi yang padat penduduk dengan potensi pendapatan yang tinggi, sangat mungkin biaya kehilangan peluangnya tinggi. Akan tetapi, di lokasi miskin yang jarang penduduk, biaya ini seringkali rendah. Biaya peluang harus realistis dan sebaiknya diperhitungkan berdasarkan persepsi masyarakat setempat. Perhitungan biaya tersebut bukan semata-mata berdasarkan nilai-nilai berbasis pasar atau nilai-nilai potensial yang belum diinternalisasikan ke dalam pasar yang sedang berlaku atau yang hanya ada dalam pasar global. Total nilai uang dari seekor harimau misalnya, berdasarkan harga pasar (dunia) dan pertimbangan estetis, tentu saja sangat tinggi dibandingkan dengan nilai lokal yang mewakili masyarakat setempat. Jika pembayaran kepada masyarakat dihubungkan dengan penilaian global seperti itu, hal ini bisa menjadi berlebihan dari perspektif lokal dan tidak akan memikat pembeli

Gambar 3.6. Hubungan antara biaya peluang untuk penerapan Bio-rights, keinginan untuk membayar dari pembeli global dan nilai potensial pelayanan ekosistem. Diadaptasi dari Mulder (2004).

eksternal. Namun demikian, dengan menilai komoditas dari perspektif masyarakat, sebuah skema pembayaran yang adil dan layak bisa dipastikan dan dapat memenuhi tuntutan-tuntutan masyarakat setempat. Hal tersebut juga sejalan dengan ‘keinginan untuk membayar’ dari pihak pembeli (lihat Gambar 3.6.). Konsultasi para pemangku kepentingan serta inventarisasi mendasar bisa membantu pembentukan sebuah perkiraan yang akurat mengenai biaya kehilangan peluang. Karena Bio-rights juga bertujuan memperbaiki penghidupan, pembayaran kepada masyarakat setempat tidak hanya harus sesuai dengan biaya kehilangan peluang dalam kaitannya dengan skenario bisnis pada umumnya. Pembayaran sebaiknya juga harus terdiri atas dana tambahan yang akan membantu masyarakat setempat membuat sebuah perbaikan fundamental atas ekonomi setempat mereka. Tingkat penambahan dana yang diperlukan bergantung pada kondisi ekonomi sosial dan kebutuhan tertentu masyarakat sebagaimana dikemukakan dalam tahap pengembangan proyek.

Pendanaan juga harus tersedia untuk biaya-biaya yang berkaitan dengan ukuran-ukuran konservasi aktual. Jika ada patroli berbasis masyarakat, maka biaya bahan bakar dan transportasi juga harus ditanggung. Untuk kegiatan-kegiatan penghijauan kembali, biaya-biaya yang berkaitan dengan pengembangan pemeliharaan, pengadaan benih dan pembenihan serta kadang-kadang upaya-upaya perlindungan/perawatannya juga harus dipertimbangkan. Jika masyarakat setempat menerima pembayaran atas kesediaan mereka mencegah kerusakan lingkungan, maka biaya-biaya itu biasanya rendah. Akan tetapi, jika masyarakat terlibat dalam restorasi ekosistem aktual secara menyeluruh, maka biaya-biaya itu akan jauh lebih tinggi.

Porsi yang kecil dari keseluruhan anggaran proyek dialokasikan untuk

Overhead Cost (biaya tetap non-operasional). Hal ini meliputi biaya sumberdaya manusia dan finansial yang diperlukan oleh Manajer Proyek Bio-rights dalam proses pengembangan (dan mengelola) proyek, negosiasi kontrak dan manajemen kontrak. Demikian juga, Manajer Program Lokal, yang direkrut oleh Manajer Proyek Bio-rights, dibayar dari anggaran Overhead Cost (biaya tetap nonoperasional).