• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II PROFIL PERUSAHAAN

D. Struktur Organisasi Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi

Struktur organisasi adalah salah satu fungsi pembagian kerja atau tanggungjawab serta wewenang dan penetapan unsur-unsur organisasi sehingga dapat berjalan sesuai dengan sistem yang berlaku untuk mencapai tujuan dan sasaran yang didukung oleh sarana dan prasarana.

Organisasi dalam perusahaan merupakan tempat untuk melakukan tugas-tugas atau pekerjaan dalam menetapkan tanggungjawab dalam suatu badan atau inti usaha guna terealisasinya rencana yang telah ditetapkan sebelumnya.

Prinsip faktor penilaian organisasi adalah: a. Rumusan yang jelas

b. Pembagian kerja

c. Pendelegasian wewenang dan tanggung jawab d. Rentang kekuasaan

e. Pengawasan

Struktur organisasi adalah satu bagan yang menggambarkan secara skematis penetapan tugas-tugas, fungsi wewenang serta tanggung jawab masing-masing dengan tujuan yang telah ditentukan sebelumnya sesuai dengan bakat, pendidikan, pengalaman, dan keahlian. Struktur organisasi berfungsi untuk menyelenggarakan tugas kedinasan untuk mewujudkan tujuan yang diinginkan oleh kantor, staf, dan pegawai, sehingga mereka mengetahui kewajiban, tugas, wewenang dan tanggung jawab serta pegawai dapat mengerjakan tugas yang dibebankan kepadanya dengan baik dan penuh tanggungjawab.

Gambar 2.2 Struktur Organisasi Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Sumatera Utara

Sumber: Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Sumatera Utara, 2014 Kepala Dinas Sekertaris KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Sub Bagian Program Sub Bagian Umum Sub Bagian Keuangan BIDANG LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI BIDANG MINYAK DAN GAS BUMI BIDANG GEOLOGI

DAN SUMBER DAYA MINERAL BIDANG PERTAMBANGAN UMUM Seksi Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Seksi Perizinan Seksi Sumber Daya Mineral Seksi perizinan pertambangan umum Seksi pembina usaha pertambangan umum Seksi Distribusi Minyak dan Gas Bumi Seksi Energi Baru Seksi Hidrogeologi Seksi Minyak dan Gas Bumi Seksi pertambangan umum Seksi Ketenagaanlistrik an Seksi Geologi Lingkungan

E. Job Description Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Sumatera Utara

Berdasarkan struktur organisasi Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Sumatera Utara maka tugas dan fungsi jabatan yang berbeda pada organisasi Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Sumatera Utara dapat dijabarkan sebagai berikut:

1. Kepala Dinas

Uraian tugas Kepala Dinas:

1. Memimpin, membina, mensinkronisasi, mengendalikan tugas dan funsgi tugas.

2. Menyelenggarakan penetapan program kerja dan rencana kegiatan dinas, sesuai dengan arahan pembangunan nasional dan pembangunan daerah.

3. Menyelenggarakan penetapan pengkajian dan menetapkan penetapan pemberian dukungan dengan kebijakan umum dan kebijakan Pemerintah Daerah.

4. Menyelenggarakan dan menetapkan pemberian dukungan tugas atas penyelenggaraan Pemerintah Daerah dibidang Pertambangan dan Energi.

5. Menyelenggarakan fasilitas yang berkaitan dengan penyelenggaraan program pertambangan umum, geologi, dan sumber daya mineral, listrik dan pemamfaatan energi, minyak dan gas bumi.

6. Menyelenggarakan pemberian saran pertimbangan dan rekomendasi mengenai pertambangan dan energi sebagai bahan penetapan kebijakan umum pemerintahan daerah.

7. Menyelenggarakan telahan staf sebagai bahan pertimbangan pengembalian kebijakan.

8. Menyelenggarakan koordinasi kerja sama dengan Instansi/ lembaga terkait lainnya untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan dinas.

9. Penyelenggaraan koordinasi penyusunan tugas-tugas teknis serta evaluasi dan pelaporan yang meliputi sekertaris, pertambangan umum, geologi dan sumber daya mineral, listrik dan pemamfaatan energi, minyak bumi dan gas bumi. 10.Menyelengarakan koordinasi kegiatan teknis dalam rangka penyelenggaraan

pelayanan dibidang Pertambangan dan Energi.

11.Menyelenggarakan koordinasi dengan dinas/ lembaga Pertambangan dan Energi lintas Kabupaten/ Kota.

12.Menyelenggarakan pengkoordinasian dan membina unit pelaksanaan teknis dinas.

13.Menyelenggarakan koordinasi dengan unit kerja lain.

14.Menyelenggarakan tugas lain sesuai bidang tugas dan fungsinya

1.1. Sekretaris

Sekretaris Dinas menyelenggarakan fungsi sebagai berikut:

1. Penyusunan koordinasi rencana program kerja sekretariat, bidang-bidang dan unit pelaksana teknis dinas

2. Pengkajian dan koordinasi perancanaan dan program dinas, perencanaan dan program kesekretariatan dan anggaran belanja.

3. Penyelenggaraan administrasi perencanaan, keuangan, umum, kepegawaian, dan pelayanan umum sesuai ketentuan dan standart yang diberikan.

4. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Kepala Dinas sesuai bidang tugas dan fungsinya.

5. Pemberian masukan yang perlu kepada Kepala Dinas sesuai bidang tugas dan fungsinya.

6. Pelaporan dan pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas dan fungsinya kepada Kepala Dinas, sesuai standart yang ditetapkan.

7. Penyusunan bahan rancangan pendokumentasian peraturan perundang-undangan, pengelolaan perpustakaan, dan hubungan masyarakat.

8. Penyelenggaraan fasilitas dan pengaturan pengamanan kantor. 9. Menyelenggarakan dan mengatur rapat-rapat internal dinas.

Untuk melaksanakan tugas dan fungsinya sekretaris dibantu oleh: a) Sub Bagian Umum

b) Sub Bagian Keuangan c) Sub Bagian Program

1.2. Sub Bagian Umum

Sub bagian umum mempunyai tugas sebagai berikut:

1. Melaksanakan pengumpulan data/ bahan untuk kebutuhan pelaksanaan tugas dan fungsi sekretaris.

2. Melaksankan penyusunan perencanaan/ program kerja sekretaris dan sub bagian umum.

3. Melaksanakan penyusunan dan pengelolaan data-data pegawai.

4. Melaksanakan penyiapan dan pengusulan kenaikan pangkat, kenaikan gaji berkala dan pensiunan pegawai, peninjauan masa kerja dan pemberian penghargaan, serta tugas/ izin belajar, pendidikan dan pelatihan kepemimpinan/ stuktural fungsional dan teknis.

5. Melaksanakan penyusunan bahan pembinaan kedisplinan pegawai.

6. Melaksanakan penyiapan bahan pengembangan karir dan mutasi serta pemberhentian pegawai.

7. Melaksanakan penyiapan bahan pembinaan, kelembagaan dan ketatalaksanaan kepada unit dilingkungan dinas.

8. Melaksanakan penyusunan bahan rancangan serta pendokumentasian peraturan perundang-undangan.

9. Melaksanakan administrasi/ penatausahaan, penerimaan, pendistribusian surat-surat naskah dinas dan arsip.

10.Melaksankan penyusunan rencana kebutuhan sarana dan prasarana pengurusan rumah tangga, pemeliharaan/ perawatan lingkungan kantor, kendaraan dan aset lainya serta ketertiban, keindahan, keamanan dan layanan kantor.

1.3. Sub Bagian Keuangan

Sub bagian keuangan mempunyai uraian tugas:

1) Melaksanakan pengumpulan data/ bahan untuk kebutuhan pelaksanaan tugas dan fungsi sekretaris.

2) Melaksanakan penyusunan perencanaan/ program kerja sekretaris dan sub bagian keuangan.

3) Melaksanakan penyusunan bahan dan penyiapan anggaran dinas. 4) Melaksanakan pengadministrasian dan pembukuan keuangan dinas. 5) Melaksanakan penyusunan pembuatan daftar gaji dan tunjangan daerah. 6) Melaksanakan pembinaan pembendaharaan keuangan.

7) Melaksanakan penyiapan bahan dan pembinaan pengelolaan teknis administrasi keuangan.

8) Melaksanakan pembayaran gaji pegawai dan penghasilan tambahan lainnya. 9) Melaksanakan penatausahaan belanja langsung dan belanja tidak langsung

pada dinas dan unit pelaksana teknis.

1.4. Sub Bagian Program

Sub bagian program mempunyai uraian tugas sebagai berikut:

1. Melaksanakan pengumpulan data/ bahan untuk kebutuhan pelaksaan tugas dinas dan fungsi sekretaris.

2. Melaksanakan penyusunan perencanaan/ program kerja sekretaris dan sub bagian program.

3. Melaksanakan koordinasi penyusunan perencanaan program kerja sekretaris dan sub bagian program yang meliputi pertambangan dan energi.

4. Melaksanakan penyusunan pengkoordinasian evaluasi dan monitoring. 5. Melaksanakan penyusunan pengelolaan data pertambangan dan energi.

1.5. Bidang Pertambangan Umum

Kepala bidang pertambangan umum mempunyai tugas membantu Kepala Dians dalam menyelenggarakan urusan pemerintah dibidang pelayanan perizinan, pembinaan usaha, pengawasan pertambangan umum dan panas bumi. Untuk melaksanakan tugas tersebut, Kapala Sub bagian Pertambangan Umum menyelenggarakan fungsi:

1. Menyelenggarakan pembuatan peraturan perundang-undangan daerah provinsi dibidang mineral, batu bara dan gas bumi.

2. Menyelenggarakan penyusunan data dan informasi usaha pertambangan mineral dan batu bara serta panas bumi lintas Kabupaten/ Kota.

3. Menyelenggarakan pemberian izin usaha pertambangan mineral, batubara dan gas bumi dan wilayah lintas Kabupaten/ Kota dan paling jauh 12 mil dilaut diukur dari garis pantai ke arah laut lepas dan/ atau kearah perairan kepulauan. 4. Menyelenggarakan pembinaan dan pengawasan pelaksanaan izin usaha

pertambangan mineral, batu bara dan panas bumi pada wilayah lintas Kabupaten/ Kota dan paling jauh 12 mil di laut diukur dari garis pantai ke arah laut lepas dan/ atau ke arah perairan kepulauan.

5. Menyelenggarakan pengelolaan, pembinaan dan pengawasan pelaksaan izin usaha jasa pertambangan mineral, batu bara dan panas bumi dalam rangka penanaman modal lintas Kabupaten/ Kota.

6. Menyelenggarakan pembinaan dan pengawasan keselamatan dan kesehatan kerja, lingkungan pertambangan termasuk reklamasi dan pasca tambang, konservasi dan peningkatan nilai tambah terhadap usaha pertambangan mineral, batu bara, dan panas bumi pada wilayah Kabupaten/ Kota atau yang berdampak regional.

7. Menyelenggarakan pembinaan dan pengawasan pengusahaaan KP lintas Kabupaten/ Kota.

8. Menyelenggarakan pembinaan dan pengawasan pelaksanaan izin usaha pertambangan mineral, dan batu bara untuk operasi produksi, serta panas bumi yang berdampak lingkungan langsung lintas Kabupaten/ Kota.

9. Menyelenggarakan pengelolaan data dan informasi mineral, batu bara, dan panas bumi serta pengusahaan dan SIG wilayah kerja pertambangan di wilayah Provinsi.

10.Menyelenggarakan penetapan potensi panas bumi serta neraca sumber daya dan cadangan mineral dan batu bara di wilayah Provinsi.

11.Menyelenggarakan pengangkatan dan pembinaan inspektur tambang serta pembinaan jabatan fungsional Provinsi.

12.Menyelenggarakan evaluasi rencana pengelolaan lingkungan dan rencana pemantauan lingkungan serta analisis mengenai dampak lingkungan.

13.Menyelenggarakan pengkoordinasian perizinan dan pengawasan penggunaan bahan peledak di wilayah tambang sesuai dengan kewenangannya.

14.Menyelenggarakan pemberian bimbingan dan konsultasi terhadap pemegang IUP, IPR atau IPK lintas Kabupaten/ Kota.

15.Menyelenggarakan proses pengesahan kepala teknik tambang yang diangkat oleh perusahaan sebagai pihak yang bertanggungjawab terhadap semua kegiatan di lapangan.

16.Menyelenggarakan proses pemberian izin Kartu Izin Meledakkan (KIM). 17.Menyelenggarakan proses perizinan gudang bahan peledak untuk kegiatan

usaha pertambangan mineral, batu bara dan panas bumi.

1.6. Bidang Geologi dan Sumber Daya Mineral

Kepala Bidang Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai uraian tugas sebagai berikut:

1) Menyelenggarakan penyusunan rencana program kerja Bidang Geologi dan Sumber Daya Mineral.

2) Menyelenggarakan pengkajian dan pengkoordinasian perencanaan program kerja Bidang Geologi dan Sumber Daya Mineral dengan bidang lain dan Sekretariat.

3) Menyelenggarakan pengkajian perencanaan pembuatan peraturan daerah dibidang air tanah.

5) Menyelenggarakan pengelolaan pemberian rekomendasi teknis untuk izin pengeboran, izin penggalian, dan izin penyerapan mata air, pemakaian air tanah atau pengusahaan air tanah lintas Kabupaten/ Kota.

6) Penyelenggaraan pengkajian penetapan wilayah konservasi air tanah lintas Kabupaten/ Kota.

7) Menyelenggarakan pengelolaan data dan informasi mineral, batu bara panas bumi, dan air tanah.

8) Menyelenggarakan penetapan potensi panas bumi dan air tanah, neraca sumber daya dan cadangan mineral dan batu bara di wilayah Provinsi.

9) Menyelenggarakan penetapan nilai perolehan air tanah pada cekungan air tanah lintas Kabupaten/ Kota.

10)Menyelenggarakan pengkajian inventaris Geologi dan Sumber Daya Mineral, batubara, panas bumi, dan air tanah pada wilayah Provinsi.

11)Menyelenggarakan pelaksanaan inventarisasi kawasan karst dan kawasan lindung geologi pada wilayah Provinsi.

12)Menyelenggarakan penetapan zona pemanfaatan kawasan karst dan kawasan lindung geologi pada lintas Kabupaten/ Kota.

13)Menyelenggarakan penetapan pengelolaan lingkungan geologi, geologi teknik, kawasan rawan bencana, dan lingkungan geologi.

14)Menyelenggarakan inventaris lingkungan geologi, geologi teknik, kawasan rawan bencana, dan lingkungan geologi pada wilayah Provinsi.

15)Menyelenggarakan pelaksanaan kebijakan mitigas bencana geologi pada wilayah lintas Kabupaten/ Kota.

16)Menyelenggarakan inventaris dan pengelolaan kawasan rawan bencana geologi pada wilayah Provinsi.

17)Menyelenggarkan pelaksanaan koordinasi mitigas bencana geologi pada wilayah lintas Kabupaten/ Kota.

1.7. Bidang Listrik dan Pemanfaatan Energi

Kepala Bidang Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai uraian tugas sebagai berikut:

1) Menyelenggarakan penyusunan peraturan daerah Provinsi di Bidang listrik dan Ketenagalistrikan, penyusunan rencana umum ketenagalistrikan (RUKD), regional, pemberian izin usaha penyediaan tenaga listrik maupun energi listriknya lintas Kabupaten/ Kota.

2) Menyelenggarakan pengaturan harga jual tenaga listrik untuk pemegang Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (IUPTL) yang izin usahanya dikeluarkan oleh Provinsi dan pemberian Izin Operasi Penyediaan Tenaga Listrik (IOPTL) yang sarana instansinya mencakup lintas Kabupaten/ Kota.

3) Menyelenggarakan pembinaan dan pengawasan pelaksanaan usaha ketenagalistrikan yang izinnya diberikan oleh Provinsi.

4) Menyelenggarakan pengangkatan dan pembinaan inspektur Ketenagalistrikan serta pembinaan jabatan fungsional Provinsi.

5) Menyelenggarakan dan mengatur rapat-rapat internal bidang dan juga tugas lain,sesuai tugas dan fungsinya.

1.8. Kepala Seksi Perizinan Ketenagalistikan.

1.9. Kepala Seksi Pengembangan Ketenagalistrikan dan Energi Baru. 1.10. Kepala Seksi Pengawasan Ketenagalistrikan.

1.8. Bidang Minyak dan Gas Bumi

Kepala Bidang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas sebagai berikut:

1. Menyelenggarakan perhitungan produksi dan realisasi lifting minyak dan gas bumi bersama pemerintah dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

2. Menyelenggarakan pemberian rekomendasi penggunaan wilayah kerja kontrak kerja sama untuk kegiatan lain diluar kegiatan migas pada lintas Kabupaten/ Kota jika kontrak wilayah kerja telah berakhir.

3. Menyelenggarakan pengawasan jumlah armada pengangkutan Bahan Bakar Minyak (BBM) di daerah provinsi yang meliputi jumlah armada dan kapasitas pengangkutan BBM.

4. Menyelenggarakan inventarisasi jumlah badan usaha kegiatan hilir yang beroperasi di daerah Provinsi dengan melakukan pendataan.

5. Menyelenggarakan penetapan harga bahan bakar minyak, jenis minyak tanah pada tingkat konsumen rumah tangga dan usaha kecil melalui surat keputusan Gubernur Sumatera tentang Harga Eceran Tertinggi (HET).

6. Menyelenggarakan pengawasan pencantuman Nomor Pelumas Terdaftar (NPT).

7. Menyelenggarakan koordinasi pengawasan, pengendalian, pendistribusian dan tata niaga bahan bakar dari agen dan pangkalan dan sampai di wilayah Provinsi.

8. Menyelenggarakan pemantauan dan inventarisasi penyediaan, penyaluran dan kualitas harga BBM, serta melakukan analisa dan evaluasi terhadap kebutuhan dan penyediaan BBM lintas Kabupaten/ Kota.

9. Menyelenggarakan pemberian rekomendasi pendirian gudang bahan peledak dalam rangka kegiatan usaha migas di daerah operasi daratan dan di daerah operasi paling jauh 12 mil laut diukur dari garis pantai ke arah laut lepas dan/ atau ke arah perairan kepulauan.

10.Menyelenggarakan pengawasan terhadap kegiatan usaha perusahaan jasa penunjang minyak dann gas bumi untuk bidang usaha jasa penyediaan material dan peralatan termasuk pelayanan purna jual yang berdomisili di daerah yang bersangkutan.

11.Menyelenggarakan pengangkatan dan pembinaan inspektur migas serta pembinaan jabatan fungsional Provinsi

Dokumen terkait