• Tidak ada hasil yang ditemukan

Struktur Organisasi pelayanan Bimbingan Konseling MTs Negeri Grabag Tahun Pelajaran 2014/2015

Keterangan:

: Hubungan Administrasi

: Hubungan kejasama atau koordinator : Hubungan Pelayanan TENAGA AHLI INSTANSI KOMITE MADRASAH KEPALA MADRASAH WAKIL KEPALA MADRASAH TATA USAHA KOORDINATOR BK GURU BK GURU MATA PELAJARAN WALI KELAS/ GURU PEMBINA SISWA

B. Data Informan

Dalam kesempatan kali ini penulis mengadakan wawancara dengan beberapa narasumber yang telah memberikan informasi kepada penulis berkenaan dengan judul penelitian yang diambil. Para informan tersebut adalah beberapa konselor bimbingan konseling yang ada di Madrasah Tsanawiyah Negeri Grabag, sample dari murid kelas satu, dua, dan tiga yang pernah mendapatkan layanan bimbingan konseling, serta tidak lupa Kepala Madrasah dan wali kelas yang turut andil dalam mensukseskan tujuan kinerja layanan bimbingan konseling di Madrasah ini. Di bawah ini akan diuraikan data beberapa informan yang berkenan memberikan informasi. Informan-informan tersebut adalah sebagai berikut:

1. AG (58 tahun)

AG adalah seorang laki-laki kelahiran Magelang, yang beralamatkan di Dusun Sampangan, Desa Bumirejo, Kecamatan Kaliangkrik, kota Magelang. AG menjabat sebagai Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri Grabag sejak tahun 2013. Awalnya AG mengabdi menjadi guru wiyata di MTs Kaliangkrik sampai tahun 1981, kemudian pada bulan maret 1981 beliau mendapatkan SK, dan pada tanggal 1 April 2003 beliau mendapatkan SK Kepala Madrasah dan sekaligus menjabat sebagai Kepala Marasah Tsanawiyah Kaliangkrik samapai tahun 2013, jadi beliau sudah mengabdi di MTs Kaliangkrik selama 38 tahun yaitu sejak tahun 1976- 2013. Namun sejak tanggal 1 April 2013

AG mendapat alih tugas yaitu di MTs Negeri Grabag dan sampai sekarang.

2. K (45 tahun)

K adalah seorang laki-laki kelahiran Magelang yang beralamatkan di Desa Kanigoro, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang. K juga merupakan seorang guru Agama Islam di Madrasah Tsanawiyah Negeri

Grabag yang mengampu pelajaran Qur‟an Hadist, selain itu beliau dipercaya untuk menjabat sebagai Waka Kesiswaan di sekolah tersebut.

K menempuh pendidikannya sampai S-1 di IAIN Walisongo dan lulus tahun 1994, setelah lulus beliau menjadi guru wiyata di desanya, dan sampai tahun 1999, tepatnya tanggal 1 Mater 1999 beliau diangkat sebagai PNS dan mendapatkan SK sekaligus ditempatkan di MTs Negeri Grabag sampai sekarang. K dikenal sebagai guru yang humoris, meskipun tampang beliau yang serius terkadang membuat siswa-siswa merasa takut kepdanya, akan tetapi beliau sangat humoris, bahkan tidak sedikit siswa yang sangat menyukai beliau.

3. ADS (34 tahun)

ADS adalah seorang perempuan kelahiran magelang, tepatnya 12 januari 1980. ADS adalah seorang konselor atau di sekolah menjabat sebagai guru bk, sejak januari ADS mengajar di MTs sebagai guru bk yang melayani dan membimbing semua siswa-siswi MTs Negeri Grabag sampai sekarang. Beliau merupakan lulusan S-1 BK dari UMM

(Universitas Muhammadiyah Magelang), meskipun beliau dalam mengajar harus dilaju dari magelang tepatnya dari Mertoyudan Magelang, kalau ditempuh sekitar 45 menit, tetapi ADS sangat mencintai pekerjaannya itu dan ADS sangat bangga bisa mengajar di

MTs Negeri Grabag. “cintai pekerjaanmu sekarang dan jangan sampai

menyesal dengan apa yang kamu peroleh sekarang” itulah pesan beliau.

Hal ini dibuktikan oleh beliau yaitu dengan peningkatan pangkat dari yang dulu hanya membantu BK tetapi sekarang menjadi koordinator dari BK itu sendiri, yang sekaligus tugasnya lebih berat tetapi beliau sangat menikmatinya, sehingga pekerjaan itu bisa berjalan dengan lancar sampai sekarang.

ADS terkenal sebagai guru wanita yang cantik, anggun, dan ramah. Tidak sedikit siswa yang menyukai beliau, walaupun terkadang ada juga siswa yang berani kepada beliau, tapi seperti hanya tugas beliau sebagai koordinator bimbingan konseling untuk selalu membimbing dan mengarahkan siswa-siswinya.

4. TAP

TAP adalah seorang laki-laki kelahiran Magelang yang menjadi salah satu guru bimbingan konseling di Madrasah Tsanawiyah Negeri Grabag sejak 2010. Meskipun beliau terhitung masih baru bergabung menjadi koneslor di Madrasah, tetapi pengalaman beliau satu langkah lebih tinggi dibandingkan dengan guru bimbingan konseling yang lain, hal ini terlihat dari status sarjana beliau yaitu sampai S-2 BK. Meskipun

sarjana beliau lebih tinggi dibandingkan guru-guru yang lainnya, tetapi beliau tidak pernah merasa lebih tinggi, atau pun sombong, semua guru bimbingan konseling saling membantu dan selalu bersama-sama dalam menyelesaikan suatu permasalahan yang menyangkut siswa-siswinya. 5. S (48 tahun)

S adalah seorang perempuan kelahiran porworjo yang kini beliau tinggal di desa Gowak, kecamatan Grabag. S mulai bergabung di MTs Negeri Grabag tepatnya sebagai guru bimbingan konseling yaitu sejak januari tahun 2005. S menempuh sarjananya sampai S-1 BK di UMM (Universitas Muhammadiyah Magelang). Kini S memegang peranan sebagai guru BK untuk kelas IX.

6. TH (39 tahun)

TH adalah seorang laki-laki kelahiran magelang, tepatnya pada tanggal 17 juni 1975. TH kini tinggal di Dusun Kauman, Desa kauman, kecamatan Grabag, kabupaten Magelang. Beliau menyelesaikan studinya yaitu sampai S-1 Tarbiyah di UMM (Universitas Muhammadiyah Magelang) dan lulus tahun 2001. “BEJO” itulah yang pantas untuk menyebut beliau, karena setelah beliau lulus dari pendidikannya beliau langsung diminta untuk mengajar di Madrasah Tsanawiyah Negeri Grabag, anehnya meskipun beliau lulusan Tarbiyah tetapi beliau diminta untuk mengajar Olahraga dan itu sampai sekarang. Namun TH menerima tawaran pekerjaan tesebut meskipun mengajarnya tidak sesuai dengan jurusannya saat kuliah, karena

kecintaannya dengan olahraga terlebih “sepak bola”, beliau tidak merasa kesulitan untuk mengajar olahraga dan hal itu beliau buktikan dengan tugasnya sebagai guru olahraga sampai sekarang.

TH terkenal sebagai orang yang humoris, ramah, menyenangkan, jadi tidak heran kalau banyak anak-anak yang menyukai beliau, dalam artian menjadikannya guru favorit bagi siswa-siswinya. TH tidak keberatan dengan semua itu, karena kecintaannya dengan olahraga, menjadikan beliau tidak merasa kesulitan dalam mengajarkan olahraga di Madrasah meskipun studi beliau adalah tarbiyah. Adapun penulis melakukan wawancara kepada beliau yaitu sebagai perwakilan sebagai wali kelas, guna mendapatkan informasi yang berkaitan dengan penelitian yang penulis teliti.

7. MHW (16 tahun)

MHW adalah seorang siswa laki-laki kelas IX yang masih berusia 16 tahun. Ia sebenarnya anak yang aktif dan rajin dalam belajar, akan tetapi ia pernah berurusan dengan pelayanan BK karena masalah dengan tata tertib di Madrasah maupun masalah pribadinya seperti kurang memanfaatkan waktu untuk belajar. MHW yang tinggal di dusun Kalibendo, desa banyusari, kecamatan grabag, kabupaten magelang. Cita-citanya sangat tinggi yaitu ingin menjadi seorang Polisi. Setelah mendapatkan pelayanan BK kini ia lebih berhati-hati dan lebih rajin.

8. AA (15 tahun)

AA adalah seorang anak perempuan kelahiran magelang yang masih menduduki kelas VIII di Madrasah Tsanawiyah Negeri Grabag. Sebenarnya ia adalah anak yang sangat aktif bahkan pintar, serta mempunyai cita-cita yang unik diantara anak seusiannya, yaitu untuk bisa menjadi seorang motivator dan psikolog. Karena ada masalah pada dirinya, kini ia harus berurusan dengan layanan bimbingan konseling, bukan karena kesalahan atau pelanggaran, akan tetapi karena masalah pribadinya.

9. MAM (14 tahun)

MAM adalah seorang anak laki-laki yang duduk dikelas VII yang tinggal di Gabahan, Banaran, Grabag, Magelang. Ia pernah berurusan dengan BK karena masalah berantem, walaupun niatnya hanya bercanda tetapi teman lain yang diajak bercanda itu tidak terima jadinya dia harus berurusan dengan BK, namun selain itu siswa yang mempunyai cita-cita sebagai pemain sepak bola ini ternyata juga pernah datang ke BK, tidak karena melanggar aturan atau masalah lain, akan tetapi atas keinginanya sendiri untuk berbagi cerita alias sharing/ konsultasi. Kini ia merasa dekat dengan semua guru BK di Madrasahnya tersebut. Anak yang hobinya bermain sepak bola ini diharapkan nantinya bisa menjadi seorang pemain sepak bola yang jujur, sportif, dan juga bertanggung jawab.

C.

Temuan Penelitian

1. Program Bimbingan dan Konseling di MTs Negeri Grabag tahun pelajaran 2014/2015

Dalam pelaksanaan program bimbingan konseling di Madrasah Tsanawiyah Negeri Grabag, guru bimbingan konseling menerapkan beberapa bentuk program yang diadakan di Madrasah tersebut guna mencapai tujuan daripada visi dan misi bimbingan konseling. Berkaitan dengan hal itu, program bimbingan konseling antara lain mereka terapkan sebagai wujud kontribusi layanan bimbingan konseling terhadap tercapainya tujuan Madrasah. Para narasumber menjelaskan ada beberapa program layanan yang diadakan di sekolah ini. Mereka dengan penuh semangat memberikan segala tenaga, fikiran, waktu, serta tanggung jawabnya sebagai seorang konselor untuk aktif dalam memberikan yang terbaik untuk pelayanan bimbingan konseling tersebut. Pernyataan-pernyataan mereka tidak jauh berbeda mengenai hal pemberian program bimbingan konseling di sekolah ini. Adapun program-program bimbingan konseling yang dijalankan di MTs Negeri Grabag ini ada berbagai macam dan bentuk, seperti pada awal peneliti masuk untuk mencari data di Madrasah ini, AG mengungkapkan,

Kebetulan Mbak, dalam pelaksanaan bimbingan konseling di Madrasah ini kita mengikuti pola 17 plus yang didalamnya berisi mengenai empat program yaitu mencakup program bimbingan kepribadian, kemudian program bimbingan belajar, program bimbingan sosial, dan yang terakhir yaitu program bimbingan karier. Sebelum itu tentunya kita memberikan pelayanan orientasi ketika siswa awal masuk ke Madrasah, yaitu untuk memperkenalkan

tentang Madrasah dan tata tertibnya. Selain itu juga program- program ini kita jalankan di madrasah ini pada dasarnya untuk membantu menyelesaikan masalah pada siswa mbak, baik di sekolah maupun di masyarakat, beberapa pendataan kita lakukan mulai dari data pribadi siswa, inventoring lainnya untuk mengetahui kasus atau masalah siswa serta untuk dicarikan solusi dari pemecahan masalahnya tersebut, akan tetapi dalam hal ini kita lebih menekankan kepada bimbingan belajar dan juga bimbingan karier mbak, melihat siswa-siswa masih dalam usia belajar maksudnya mereka masih menempuh sekolah menengah pertama jadi masih banyak peluang belajar kedepannya, juga untuk mengantisipasi mereka yang mungkin tidak bisa melanjutkan pendidikannya, karena keterbatasan dana atau yang lainnya,seperti itu mbak.

Dari pernyataan AG terdapat beberapa program bimbingan konseling yang bisa dilaksanakan di Madrasah ini. AG menjelaskan bahwa bimbingan belajar dan bimbingan karier adalah bimbingan yang lebih ditekankan, mengingat mereka masih duduk di sekolah menengah pertama dan kemungkinan masih banyak peluang untuk mereka sekolah yang lebih tinggi. Selain itu dengan menekankan bimbingan karier untuk mengantisipasi mereka yang mungkin tidak bisa melanjutkan sekolahnya, sehingga mereka punya pandangan mau apa dan bagaimana setelah mereka lulus nanti. Pernyataan AG ini diperkuat dengan ungkapan K dan S yang menyatakan,

Ya memang ada beberapa program bimbingan konseling yang dijalankan di Madrasah ini mbak, salah satunya adalah bimbingan belajar, karena pada dasarnya belajar itu kadang kala siswa belum begitu memahami sehingga intensitas belajar siswa kurang, peranan bimbingan konseling disamping bapak/ ibu guru secara umum bimbingan konseling mempunyai kompetensi yang dominan dalam memberi bimbingan belajar terhadap siswa. Dengan hal ini diharapkan nantinya proses belajar anak ada suatu peningkatan, juga melihat anak-anak ini kan masih duduk dibangku menengah

pertama jadi peluang mereka untuk melanjutkan kejenjang pendidikan tinggi itu masih sangat lebar,

Pernyataan dari narasumber S menyatakan,

“program bimbingan konseling yang dijalankan di Madrasah ini sesuai dengan lembaga daripada Madrasah itu sendiri mbak,, seperti program bimbingan kepribadian, sosial, belajar, dan juga karier.. nah kebetulan saya sendiri mengajar atau mendampingi anak-anak kelas IX, dimana disini kita lebih menekankan bimbingan karier,..

Ya karena gini mbak, kita mengantisipasi kemungkinan adanya anak-anak yang memang tidak bisa melanjutkan sekolahnya sampai ke perguruan tinggi, dari sini kita bimbing mereka, kita arahkan mereka, kita gali potensi dan bakat mereka untuk bagaimana sih atau apa yang harus mereka lakukan setelah lulus nanti, sehingga anak-anak itu mempunyai pandangan kedepannya dan tidak hanya menjadi pengangguran saja,,seperti itu mbak,,” Dari pernyataan beberapa narasumber diatas, dapat disimpulkan bahwa banyak sekali yang mendapatkan palayanan dari program bimbingan konseling ini mengenai masalah-masalah pribadi, baik masalah dari dirinya sendiri atau masalah yang datang dari lingkungan sekolah itu sendiri, akan tetapi sejauh ini di MTs Negeri Grabag diberikan secara khusus program bimbingan konseling, diantaranya bimbingan belajar dan juga bimbingan karier, mengingat siswa- siswinya yang masih duduk di sekolah menengah pertama mempunyai peluang untuk melanjutkan sekolahnya ke jenjang yang lebih tinggi, sehingga mereka diberikan bimbingan belajar untuk bisa mempunyai semangat dalam belajar, juga meningkatkan prestasinya atau mempertahankan prestasinya. Kemudian selain itu siswa-siswi MTs Negeri Grabag juga diberikan pelayanan bimbingan karier, hal ini untuk

mengantisipasi kemungkinan mereka yang tidak bisa melanjutkan sekolahnya sampai perguruan tinggi, dengan diberikan bimbingan karier ini diharapkan nantinya mereka bisa menjadi pribadi yang mandiri.

Pada dasarnya semua program bimbingan konseling adalah sangat penting dan memerlukan penanganan khusus mulai dari masalah pribadi, sosial, belajar dan juga karier. Meskipun di Madrasah lebih menekankan bimbingan belajar dan juga bimbingan karier, tetapi mereka para konselor tidak mengesampingkan program-program yang lainnya, karena program bimbingan konseling ini sama-sama dilakukan dan dijalankan untuk bisa mencapai tujuan dari bimbingan konseling di Madrasah ini.

Macam-macam program bimbingan konseling yang dijalankan di Madrasah Tsanawiyah Negeri Grabag, dari hasil wawancara oleh peneliti dapat memberikan gambaran mengenai program bimbingan konseling apa saja yang dijalankan di MTs ini, diantaranya yaitu:

a. Pelayanan Orientasi

b. Bimbingan pribadi/ individual c. Bimbingan sosial/ kelompok d. Bimbingan belajar, dan e. Bimbingan karier

Dari keterangan di atas, jelaslah bahwa beberapa program layanan bimbingan konseling yang dijalankan di Madrasah tersebut

dilaksanakan untuk memberikan bantuan kepada siswa agar mampu mengikuti pembelajaran dengan baik, dan juga berorientasi kedepan setelah nantinya lulus dari Madrasah tersebut. Para konselor atau guru bimbingan konseling di Madrasah saling bekerja sama dalam menyelesaikan permasalahan yang dialami siswa-siswinya. Setiap konselor mempunyai jatah konseli yang berbeda-beda, akan tetapi jika terdapat masalah yang benar-benar sulit, mereka mengadakan musyawarah bersama untuk memecahkan permasalahan tersebut serta usaha tindak lanjutnya.

2. Implementasi Program Bimbingan dan Konseling dalam Pengembangan Kepribadian Siswa MTs N Grabag Tahun Pelajaran 2014/2015

Bimbingan konseling merupakan bagian integral dan tidak dapat dipisahkan dari proses pendidikan dan pengajaran, sehingga memiliki kontribusi terhadap keberhasilan proses pendidikan di Madrasah. Dalam pelaksanaan bimbingan konseling di Madrasah tentunya tidak terlepas dari kerjasama antara guru bimbingan konseling, guru kelas, wali kelas, kepala sekolah, karyawan, dan pihak sekolah yang terlibat dalam situasi baik kondisi saat pembelajaran maupun di luar pembelajaran. Selain itu pelaksanaan bimbingan konseling membutuhkan suatu rencana atau program secara baik agar pelayanan bimbingan konseling itu bisa berjalan dengan lancar dan sesuai tujuan daripada bimbingan konseling itu sendiri. Berkaitan dengan

pengembangan kepribadian siswa, pelaksanaan pelayanan bimbingan konseling memang ikut berkontribusi, tidak hanya sekedar menyelesaikan permasalahan siswa, akan tetapi bimbingan konseling juga hadir untuk pengembangan kepribadian siswa.

Beberapa langkah pelaksanaan program bimbingan konseling dalam pengembangan kepribadian siswa yang didapat dari para informan, beberapa penuturannya sebagai berikut,

ADS mengatakan “dalam pelaksanaannya kita memberikan

pelayanan kepada siswa untuk memecahkan masalahnya dan mengembangkan kepribadian siswa itu sendiri. Dengan melalui layanan orientasi, penempatan, atau penyaluran konseling individual konseling layanan konten, kelompok konsultasi beberapa layanan tersebut, yang kita berikan kepada siswa untuk membantu meyelesaikan masalah mereka, beberapa pendataan juga dilakukan mulai dari data pribadi, inventoring lainnya untuk mengetahui kasus dan untuk mencari pemecahan masalahnya (dengan melihat DCM atau daftar catatan masalah),,

TAP menambahkan, “pertama kita memberikan layanan orientasi

mbak pada awal ajaran baru untuk memperkenalkan siswa terhadap lingkungan Madrasah, selain itu kita melaksanakan sesuai program yang telah direncanakan, seperti pemberian layanan konseling belajar, pribadi, konseling kelompok, dan

alhmdulillah bisa terlaksana dengan baik mbak,,”

Dalam melaksanakan tugas bimbingan konseling terhadap siswa, tentunya seorang konselor itu berusaha memecahkan masalah atau memberikan solusi serta keputusan terhadap masalah dari siswa tersebut, akan tetapi suatu penggambilan keputusan atau solusi itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, dalam artian seorang konselor

matang dan tentunya dengan persetujuan dari pihak sekolah yang lain, baik itu dari kepala sekolah, waka kesiswaan dan pihak-pihak lain agar dalam mengambil suatu keputusan itu tidak terjadi suatu kesalahan. Beberapa informan memberikan informasi yang hampir sama kaitannya dengan pelaksanaan program bimbingan konseling di Madrasah ini, secara lebih lanjut TH menegaskan,

Sudah sangat bagus mbak, dalam artian penanganan bimbingan konseling disini tidak hanya praktis secara langsung (menegur saja) tetapi juga tercatat dengan baik, karena yang sekarang ini yang dibutuhkan itu adalah fortofolio sebagai bukti, sehingga guru bimbingan konseling di Madrasah ini tidak bertindak sesuai keinginanya atau asal-asalan dalam mengambil suatu keputusan, tetapi dari pihak bimbingan konseling itu selalu berkonsultasi dengan pihak sekolah termasuk kepala sekolah, waka kesiswaan, wali kelas, dan sebagainya, serta memberikan bukti yang akurat mengenai masalah siswa, sehingga seorang konselor itu dalam mengambil suatu keputusan tidak terjadi kesalahan,,”

K menambahkan, “Ya sejauh ini saya amati sudah berjalan

dengan baik mbak, bimbingan konseling dalam menjalankan tugasnya selalu berpedoman dengan tata tertib daripada bimbingan konseling tersebut juga sesuai program yang telah dibuat, selain itu guru bimbingan konseling juga bekerja sama dengan waka kesiswaan mbak, semisal saja apabila bimbingan konseling dalam menangani suatu siswa yang bermasalah mendapatkan kesulitan atau dengan usaha bimbingan konseling tidak bisa berubah atau kurang berhasil, maka saya selaku waka kesiswaan terjun langsung membantu mbak,,, sehingga keputusan yang diambil dari bimbingan konseling khususnya dari sekolah ini tidak terjadi kesalahpahaman dan tentunya diadakan evaluasi kegiatan juga mbak. Seperti itu mbak,, jadi sejauh ini pelaksanaan BK sudah sangat baik..”

Dari hasil wawancara diatas, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan program bimbingan konseling dalam pengembangan kepribadian siswa itu sebagai berikut:

a. Para konselor memberikan pelayanan orientasi kepada siswa b. Konselor melakukan pendataan terhadap siswa-siswinya yang

bermasalah melalui DCM (daftar catatan masalah)

c. Selalu berkonsultasi dengan pihak sekolah ketika mengambil keputusan.

d. Memberikan penyuluhan kelompok sebagai wujud tindakan pencegahan siswa dalam melakukan penyimpangan kembali. e. Mengadakan evaluasi kegiatan pelayanan bimbingan konseling. Dari data yang diperoleh peneliti dari hasil wawancara di atas memberikan pengertian bahwa pelaksanaan bimbingan konseling di Madrasah selalu memberikan banyak sumbangan untuk menyelesaikan suatu permasalahan siswa. Jadi bimbingan konseling mampu membuktikan kinerja secara maksimal dan menuai hasil yang memuaskan.

3. Faktor Pendukung Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling dalam Pengembangan Kepribadian Siswa MTs N Grabag Tahun Pelajaran 2014/2015

Dalam upaya mensukseskan visi dan misi dari bimbingan konseling di Madrasah tentunya membutuhkan suatu dukungan dari semua pihak, baik itu mengenai fasilitas ataupun faktor pendukung lainnya.

Pelaksanaan bimbingan konseling dalam pengembangan kepribadian siswa akan berhasil apabila mendapat dukungan dari semua pihak, baik dukungan itu berasal dari Madrasah, guru bimbingan konseling, siswa itu sendiri, atau pun dukungan yang lain. Berikut penuturan para konselor mengenai faktor pendukung yang mendukung pelaksanaan program bimbingan konseling di Madrasah, dibawah ini penuturan AG, ADS, dan TAP:

AG menyatakan, Ya tentunya faktor yang mendukung pelaksanaan

program BK itu yang pertama tentunya SDMnya mbak, kemudian yang kedua itu ya dari fasilitas, adapun fasilitas itu mbak bisa berupa ruang konseling, karena tidak mungkin kan pelayanan konseling ditengah-tengah guru atau ada yang tahu mengenai masalah siswa tersebut, kemudian setelah itu harus adanya administrasi juga mbak agar pelayanan bimbingan konseling ini bisa berjalan lancar dan juga adanya informasi kepada para siswa mbak, dan faktor yang terakhir yaitu karena adanya kerjasama mbak,, baik itu kerjasama antara guru bimbingan konseling itu sendiri, guru bimbingan konseling dengan siswa, maupun antara konselor, siswa dan juga orang tua siswa mbak, karena tanpa hal

itu tidak mungkin suatu layanan itu bisa berjalan dengan baik.”

ADS menambahkan, “Ya sejauh ini ketika kita masuk ke dalam

kelas ya mbak, anak-anak itu kadang antusias sekali ya dengan program bimbingan konseling ini, itu juga dibuktikan dengan anak-anak sekarang mulai dekat dengan kita ya, mungkin kadang kala anak-anak itu malu atau takut yah kalau datang ke ruang bimbingan konseling ini, maka kami menyediakan kotak konsultasi, SMS, dan juga sosmed dikhususkan untuk mereka yang ingin bercerita tentang masalahnya mungkin dan sebagainya, dan selama ini faktor-faktor tersebut sangat mendukung sekali nduk buat kita,

TAP juga menambahkan, “Oh iya, semuanya mendukung kok

mbak, terlebih dari Madrasah sendiri sangat mendukung, kemudian dari orang tua juga sangat mendukung untuk

mengembangkan potensi anak-anak mereka. Selain itu dari

Dokumen terkait