KLINIK BENGKEL ROHANI CIPUTAT
D. Struktur Organisasi
Struktur kepengurusan dalam sebuah organisasi sangat diperlukan guna mengetahui kedudukan dari masing-masing anggota atau pegawai. Berikut adalah struktur kepengurusan Bengkel Rohani Ciputat:
1. Penanggung jawab (Pimpinan) yaitu ustadz Abu Aqila. Selain sebagai penganggung jawab, ustadz Abu Aqila juga berkedudukan sebagai terapis, mengingat beliaulah yang mendirikan Klinik Bengkel Rohani dan tentunya sudah ahli dalam bidangnya yakni terapi itu sendiri.
2. Kepala Cabang yaitu Ustadz Mahfudi. Beliau juga bertugas sebagai terapis di Klinik Bengkel Rohani Ciputat.
3. Staf. Di mana pada bagian ini mempunyai garis horizontal (mempunyai kedudukan yang sama) antara satu dan yang lainnya, yaitu:
xlix
a. Terapis, yang mempunyai tugas melakukan konseling, melakukan terapi pijatan di sekitar leher dan kaki pasien serta menentukan titik-titik bekam.
b. Pembekam dan pemelihara alat medis, yang bertugas membekam pasien pada titik-titik yang telah ditentukan oleh penterapi. Ia juga bertugas mensterilkan peralatan bekam dan pemeliharaan alatmedis lainnya.
c. Kasir, yang bertugas menerima pembayaran dari pasien-pasien yang datang untuk melakukan terapi
d. Receptionist dan operator telepon, yang bertugas menerima teleon yang masuk dan mendata pasien yang datang.
e. Office boy, yang bertugas membersihkan dan merawat sarana Bengkel Rohani.
Umumnya karyawan Bengkel Rohani sebagian besar berasal dari para alumni pelatihan SSQ ( Spiritual Science Quantum) yang telah dilaksanakan di Bengkel Rohani Ciputat dari beberapa angkatan (saat ini SSQ telah mencapai angkatan ke duabelas). Materi yang didapat dalam pelatihan SSQ adalah ilmu-ilmu keislaman (aqidah, ibadah dan akhlak) dan dakwah, psikologi pasien, dasar-dasar sistem aliran darah dan saraf tubuh manusia, dan juga dasar-dasar patologi. Mereka juga telah diikutsertakan sebagai peserta magang (sistem asistensi) selama kurang lebih dua bulan di Bengkel Rohani Ciputat.62
62
l E. Pelayanan Medis dan Terapi.
Bengkel Rohani yang merupakan Organisasi Perawatan Kesehatan secara Islami (Islamic Health Maintenance Organization) saat ini mampu memberikan pelayanan dan produk-produk sebagai berikut:
a. Ruqyah Syari’ah/Terapi Gangguan Jin
Pengobatan dengan membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an dan do’a dari Nabi Saw, untuk mengobati gangguan kejiwaan/jin dan membantu mempercepat kesembuhan penyakit fisik.
b. Al Hijamah/Bekam
Yaitu pengobatan dengan cara mengeluarkan darah kotor/zat-zatyang tidak berguna bagi tubuh, berguna untuk melenturkan syaraf-syaraf yang tegang, melancarkan peredaran darah dan menetralisir zat-zat yang tidak dibutuhkan dalam darah seperti kolestrol, asam urat, diabetes dan penyakit kronis lainnya. “Pengobatan yang terbaik dan paling utama adalah berbekam.” (HR. Bukhari)
c. Refleksi & Akupressure
Tubuh kita ada suatu system yang disebut dengan system meridian yaitu system yang mengatur lalu lintas energi vital di dalam tubuh, saluran energi vital yang melintasi seluruh bagian tubuh tersebut seperti jaringan laba-laba, membujur melintang dan menghubungkan semua tubuh, titik-titik inilah yang ditekan agar darah yang membeku diuraikan energi vital menjadi normal sehingga peredaran darah menjadi lancar, badan menjadi segar kembali.
d. Sauna
Pola hidup yang tidak teratur dan pola makan yang tidak sehat dan seimbang akan menimbulkan penimbunan kolesterol dan lemak di
li
dalam tubuh. Sauna adalah inovasi baru yang disediakan di Klinik Bengkel Rohani untuk lebih mendapatkan kenyamanan di dalam pengobatan.
e. Herbal Medicine
Berdasarkan pengalaman pengobatan berabad-abad yang lalu yang digali dari al-Qur’an dan Hadits, kemudian digabungkan dengan kekayaan tumbuh-tumbuhan obat di dalam negeri dan secara modern dan higienes serta teruji di laboratorium maka terciptalah herbal yang Insya Allah berkhasiat dan mujarab.
f. Iridiologi
Adalah diagnosis penyakit melalui iris mata untuk mengetahui penyakit apa yang di derita tanpa harus ke laboratorium.
g. Minilab
Kami juga melayani cek darah berupa: kolesterol, asam urat, gula darah dan trigliserida.
h. Konsultasi Keluarga
Bagi pasien yang sedang ada masalah keluarga, Klinik Bengkel Rohani juga melayani konsultasi keluarga untuk memberikan solusi berbagai permasalahan yang dihadapi sesuai syari’at.
i. Dokter/Psikiater
Bagi pasien yang memerlukan bantuan dokter/psikiater (pelayanan kesehatan) obat konvensional, kami menyediakan pelayanan konsultasi jasa dokter/psikiater. 63
Sementara untuk pelayanan terapi baik fisik maupun psikis, ada 5 tahapan terapi yang mesti dilalui diantaranya:
1) Konseling
Konseling merupakan tahapan terapi pertama seorang terapis terhadap pasein, ini bertujuan untuk mendapatkan informasi dari pasien mengenai penyakit yang dikeluhkan atau
63
lii
dirasakannya. Hal ini dilakukan dengan cara yang ramah kepada pasien, agar si pasien mau menceritakan kepada terapis mengenai faktor-faktor pribadinya, seperti nama, latar belakang, kebiasaan hidup dan pola hidup sehat si pasien. Pada tahap ini jelas keterbukaan dan komunikasi dari pasien sangat dibutuhkan terapis
Konseling merupakan tahapan terapi yang paling penting dilalui pasien. Seperti dikatakan oleh Ustadz Abu Aqila:
Konseling ditujukan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menyebabkan pasien terkena penyakit, jadi bukan penyakitnya yang ditanyakan terlebih dahulu tetapi apa penyebab penyakit tersebut. Sehingga pada saat konseling itulah pasien dapat dideteksi penyakitnya. Setelah mengetahui penyebabnya, kemudian pasien diberikan materi-materi seputar aqidah dan motivasi. Barulah setelah proses konseling selesai pasien segera masuk ruang bekam dan melakukan terapi berikutnya.64
2) Ruqyah
Pengobatan dengan membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an dan do’a dari Nabi Saw, untuk mengobati gangguan kejiwaan/jin dan membantu mempercepat kesembuhan penyakit fisik.
Mengenai ruqyah ini, biasanya orang tidak yakin kalau belum pernah coba. Misalnya ada orang mudah emosional, senang berkhayal, bermaksiat, sering mual, dan secara medis tidak diketahui penyakitnya. Orang tidak menyadari bahwasannya di dalam tubuh orang tersebut ada jin, dan tidak akan pernah tau dan sadar bahwa ada jin yang dianggap dirinya sendiri sendiri sebelum diruqyah. Dan setelah diruqyah biasanya mereka baru yakin.65
Dalam pengobatan ruqyah ini tidak selalu pasien yang datang kemudian diruqyah, ini biasanya dilakukan pada pasien-pasien yang lemah fisik dan terganggu rohaninya karena gangguan Jin.
3) Pijat Refleksi
64
Wawancara Pribadi dengan Abu Aqila. Tangerang, 07 Oktober 2008.
65
liii
Tahapan Ketiga adalah pijat refleksi. Pertama kali daerah yang dilakukan pijitan adalah di leher, karena di leher terdapat tiga pembuluh darah yang sangat sensitif, yakni pembuluh darah yang berhubungan dengan nafsufari, otak kecil dan otak besar, yang kesemuanya mampu menghidupkan saraf nafsufari (semangat, gairah, keinginan, dorongan hati dan kehendak), potensi saraf telinga, hidung, mulut, mata, perasaan, daya khayal dan pola pikir.
Pada saat inilah diketahuinya penyakit yang diderita si pasien. Bahkan penyakit apapun dapat dideteksi dengan pembuluh darahnya. Sehingga jika terjadi penegangan pada pembuluh darahnya maka dapat dilenturkan dengan pijat refleksi ini.
4) Bekam
teknik pengeluaran darah kotor yang menyumbat aliran darah bersih dan simpul tenaga dalam tubuh sehingga menimbulkan ketidaknyamanan dan penyakit serius lainnya. Dengan pembekaman syaraf-syaraf yang tegang bisa dilenturkan, peredaran darah yang tersumbat bisa dilancarkan dan zat-zat yang dibutuhkan dalam darah bisa dinetralisasi tanpa menurunkan daya tahan tubuh.
Pembekaman disesuaikan dengan penyakit yang dialami atau dirasakan oleh pasien dan dilakukan kurang lebih 20 menit. Sebelum dan sesudah dibekam, kulit pasien dibersihkan dengan antiseptik. Biasanya tanda merah setelah pembekaman (bekas luka bekam) akan hilang dalam seminggu dan tidak akan menimbulkan efek samping yang membahayakan tubuh.
liv 5) Pemberian Obat
Setelah melalui keempat proses terapi di atas, pemberian obat merupakan tahapan terapi yang terakhir. Terapis menentukan obat-obatan yang perlu dikonsumsi oleh pasien, biasanya madu, obat-obatan herbal yang dikemas dalam bentuk kapsul.66
Kelima layanan tersebut harus dilalui bagi mereka yang mengalami permasalahan/penyakit fisik. Dan untuk penyakit psikis biasanya pasien hanya datang dan melakukan terapi konseling saja, akan tetapi banyak juga pasien-pasien yang mengeluh dan mengalami penyakit psikis melakukan kelima tahapan terapi tersebut.
66
lv BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
1. KesimpulanDari pembahasan pada bab-bab sebelumnya, Penulis memberikan kesimpulan:
Bentuk komunikasi yang digunakan terapis terhadap pasien di Klinik Bengkel Rohani Ciputat dalam pelayanan terapi konseling adalah komunikasi antarpribadi (interpersonal communication), yakni komunikasi diadik dan komunikasi kelompok kecil. Teknik komunikasi yang digunakan ialah teknik persuasif, yang bertujuan pada perubahan sikap, pendapat dan perilaku pasien setelah melakukan konseling.
Dalam penerapannya komunikasi antara terapis dengan pasien dalam penelitian ini menggunakan model komunikasi Wilbur Schramm yang menekankan kesamaan bidang pengalaman terapis dan pasienlah yang sebenarnya dikomunikasikan melalui bahasa.
Faktor pendukung dalam pelayanan terapi konseling di Klinik Bengkel Rohani Ciputat meliputi Sarana dan prasarana yang ada dan memadai, sumber daya manusia yang ahli dan berpengalaman, respon dan antusias yang baik dari masyarakat, adanya dorongan yang kuat dalam diri pasien untuk berubah, serta partisipasi atau peran keluarga dan orang-orang terdekat pasien sehingga pasien merasa mendapatkan dukungan.
Sementara itu faktor penghambat dalam pelayanan terapi konseling ini ialah faktor yang berasal dari dalam diri pasien itu sendiri seperti, hilangnya rasa percaya diri pasien akibat permasalahan yang dihadapinya, ketidakpercayaan pasien terhadap terapis.
2. Saran
Dari kesimpulan di atas, Penulis mencoba memberikan saran sebagai berikut:
1. Dalam pelayanan terapi konseling, komunikasi yang digunakan terapis sudah baik, tetapi akan jauh lebih baik lagi jika terapis bisa memaksimalkan komunikasi yang sudah digunakan tersebut
lvi
beserta dengan teknik-teknik dan bentuk-bentuk komunikasi yang sesuai dengan ilmu komunikasi.
2. Segenap struktur yang terkait dalam pelayanan terapi yang ada di Klinik Bengkel Rohani Ciputat khususnya dalam pelayanan terapi konseling hendaknya meningkatkan dan mengembangkan pemahaman dan pengalamannya, baik dari segi terapi dan pengobatan maupun dari segi psikologi dan komunikasi.
3. Dalam proses pengembangan, Bengkel Rohani sebagai lembaga kesehatan Islami bisa menggunakan media komunikasi baik cetak maupun elektronik sebagai langkah untuk memperluas jaringan yang sudah ada, serta bisa menjadi contoh bagi mereka yang ingin mendirikan sebuah lembaga dakwah yang bergerak dalam bidang kesehatan khususnya terapi Islami.
Pada akhirnya semua jalan yang ditempuh merupakan upaya perubahan dan pengembangan. Namun sebaik dan sebagus apapun sebuah rencana tanpa didukung dengan manajemen dan sumber daya manusia yang baik, semua akan terasa sia-sia.
lvii BAB IV