IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Perusahaan
4.1.2. Struktur Organisasi Perusahaan
Struktur organisasi merupakan suatu kerangka yang menggambarkan hubungan kerjasama orang-orang dalam seluruh kegiatan untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Struktur organisasi yang baik menggambarkan pembagian tugas, rentang kekuasaan dan jenjang pengawasan, pendelegasian wewenang dan tanggung jawab.
Berdasarkan Undang-undang nomor tahun 1971, Pertamina dipimpin satu orang direktur utama, lima orang direktur dengan pengawasan dari komisaris pemerintah. Dalam rangka penertiban dibidang organisasi dan tata laksana, pemerintah mengeluarkan keputusan Presiden nomor 44 tahun 1975 yang kemudian diperbaharui dengan keputusan presiden nomor 11 tahun 1990 dimana ditegaskan kembali tentang kedudukan, tugas pokok, fungsi dan susunan organisasi Pertamina agar dapat mencapai tujuan sebagaimana ditentukan dalam Undang-undang nomor 8 tahun 1971 dengan efektif dan efisien. Tugas pokok dan tanggung jawab unit usaha perkapalan meliputi :
1. Unit usaha perkapalan adalah unsur pelaksana kegiatan usaha hilir yang mempunyai tugas sebagai berikut:
a. Penyelenggaraan pengangkutan di laut dan sungai untuk minyak dan gas bumi, bahan bakar minyak dan gas bumi, hasil olahannya dan produk-produk petrokimia.
b. Penyelenggaraan pengelolaan kapal milik dan kapal yang disewa oleh perusahaan untuk pengangkutan minyak dan gas bumi, hasil olahannya dan produk-produk petrokimia.
2. Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), unit usaha perkapalan mempunyai tugas sebagai berikut:
a. Pembinaan pekerja dan kegiatan usaha dalam bidang jasa dan pelayanan angkutan di laut dan sungai untuk minyak dan gas bumi, bahan bakar minyak dan gas bumi, produk-produk petrokimia dan hasil olahannya.
b. Penanganan teknis atas pelaksanaan tugas sesuai kebijakan perusahaan yang ditetapkan Direktur Pemasaran dan Niaga berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. c. Pengelolaan unsur penunjang terkait.
3. Unit usaha perkapalan dipimpin oleh seorang Deputi Direktur Perkapalan yang melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada Direktur Pemasaran dan Niaga.
PT Pertamina (Persero) Perkapalan memiliki tujuh divisi unit kerja dibawah Deputi Direktur Perkapalan, yaitu : K3LL dan SMR, Pembangunan Kapal, Layanan Umum, Komersial dan Charter, Bina Armada Milik, Operasi Perkapalan dan Pengembangan Usaha. Untuk lebih lengkapnya mengenai struktur organisasi dapat dilihat pada Lampiran 1.
Tugas dan wewenang dari masing-masing bagian adalah sebagai berikut:
1. Deputi Direktur Perkapalan
Deputi Direktur memimpin dan mengendalikan sesuai dengan bidang kewenangannya, memimpin dan mengawasi operasi unit usaha, pelaksanaan kebijakan dan keputusan Direktur dengan memperhatikan petunjuk direktur, Deputi Direktur mengambil keputusan sesuai bidang kewenangannya sepanjang keputusan tersebut berada dalam garis kebijakan dan keputusan Direktur, Deputi Direktur bertugas dan berkewajiban membantu direktur sesuai bidang kewenangannya dalam rangka pelaksanaan bisnis, Deputi Direktur bertanggung jawab kepada Direktur sesuai bidang kewenangannya dan Deputi Direktur memberi petunjuk, membimbing dan mengawasi unit operasi dan pejabat dibawahnya.
2. Manajer K3LL dan SMR
Manajer K3LL dan SMR (Keselamatan, Kesehatan, Lingkungan dan Lindungan Kerja) bertugas mengkoordinasikan dan menyelenggarakan pemeliharaan dan pengawasan dokumen K3LL, mengkoordinasikan dan menyelenggarakan pengawasan pelaksanaan tindakan perbaikan atas ketidaksesuaian sistem manajemen K3LL serta mengkoordinasikan dan menyelenggarakan internal dan eksternal audit.
3. Koordinator Pembangunan Kapal
Koordinator Pembangunan Kapal menyelenggarakan dan koordinasi kegiatan pengkajian dan perencanaan pembangunan / pengadaan kapal baru, menyelenggarakan koordinasi kegiatan pengawasan dan pengevaluasian pelaksanaan pembangunan / pengadaan kapal baru, menyelenggarakan dan koordinasi kegiatan tata laksana, penyusunan dan pengendalian rencana kerja/rencana anggaran serta menyelenggarakan dan koordinasi kegiatan pembinaaan sumber daya manusia.
4. Manajer Layanan Umum
Manajer Layanan Umum merumuskan strategi dan sistem pengelolaan kegiatan layanan umum, menyediakan dan memelihara kebutuhan fasilitas gedung/kantor dan sarana, prasarana perkantoran serta rumah tangga kantor, menyediakan kebutuhan alat tulis kantor dan peralatan kantor serta angkutan kedinasan, menyediakan fasilitas kesehatan dan audit kesehatan pekerja, mengimplementasikan ketentuan/peraturan perusahaan (Norma syarat pekerja) dan memberikan layanan hak pekerja serta melaksanakan riset personalia, membina dan menggalang kerjasama dengan pihak Pemda, Polisi/Marinir/Kolinlamil, aparat keamanan dan dinas pemadam kebakaran, mensosialisasikan dan mengimplementasikan organisasi perkapalan, sistem tata kerja, manajemen mutu dan tata laksana administrasi perusahaan, merespon dan menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan kegiatan layanan umum, menyusun kesepakatan kinerja (UKT) semua fungsi di lingkungan perkapalan, Menyusun rencana kerja/rencana anggaran fungsi layanan umum dan melaksanakan pembinaan pekerja di lingkungan kayanan umum.
5. General Manager Komersial dan Charter
General Manager Komersial dan Charter menetapkan strategi kebutuhan armada kapal untuk mencukupi kebutuhan operasi
angkatan laut, menetapkan strategi penyelenggaraan rencana strategis dan pengembangan, menetapkan strategi penyelenggaraan rencana evaluasi dan usaha, informasi usaha, Brokerage, Marketing, Vetting, Kontrak dan Hukum serta klaim dan verifikasi.
6. General Manager Bina Armada Milik
General Manager Bina Armada Milik menetapkan rencana pengelolaan armada kapal untuk mencapai target yang telah ditetapkan Deputi Direktur Perkapalan, mengawasi pelaksanaan sistem pemeliharaan terencana kapal milik dan Bare Boat Hire Purchase (BBHP), mengawasi pengawakan kapal milik dan BBHP agar sesuai dengan kebutuhan operasi kapal, mengawasi penerapan peraturan keselamatan kapal pada kapal milik dan BBHP agar layak dioperasikan, mengawasi pelaksanaan pengadaan provian dan material, agar dapat menunjang pemeliharaan dan perbaikan kapal milik dan BBHP, menetapkan pengembangan pengelolaan armada milik agar dapat mengikuti perkembangan kebutuhan angkatan laut dan membina sumber daya manusia agar dapat mengikuti perkembangan dan tantangan.
7. General Manager Operasi Perkapalan
General manager Operasi Perkapalan mengkoordinir pengoperasian kapal milik/BBHP/TC di dalam negeri/domestik, mengawasi pemberian persetujuan supply bunker dan air tawar bagi kapal-kapal tanker/kapal ringan, menyelenggarakan kerjasama dengan fungsi terkait agar tetap terjalin koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan simplifikasi, memantau stock BBM/Non-BBM di kilang-kilang/depot-depot untuk mengamankan stock nasional dari aspek angkatan laut, menyelenggarakan pelayanan operasi tanker berstatus keagenan, mengawasi penyelesaian surat-surat izin operasi dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Imigrasi, Bea Cukai, Direktorat
Jenderal Minyak, Gas dan instansi terkait dengan pengoperasian kapal, mengkoordinir dan memantau rencana kerja/rencana angggaran fungsi operasi perkapalan dan terakhir yaitu mengkaji dan mengevaluasi kinerja armada.
8. Manajer Pengembangan Usaha
Manajer Pengembangan Usaha merumuskan strategi dan sistem pengelolaan fungsi pengembangan usaha, memasarkan usaha bisnis kemaritiman dan Diklat Pelaut, memperoleh keuntungan/pendapatan bagi perusahaan, meningkatkan investasi dan permodalan kegiatan usaha bisnis kemaritiman dan Diklat Pelaut, mengembangkan jaringan usaha dan meningkatkan layanan usaha bisnis kemaritiman dan Diklat Pelaut serta memelihara dan membina kepuasan pelanggan dan community development dengan instansi pemerintah.