• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB XII HAK SUARA

STRUKTUR ORGANISASI SRIKANDI PEMUDA PANCASILA SUMUT

Ketua Hj. Umi Kalsum, SH

Wakil Ketua Ratnawati, SE

Sekretaris Hj. Irmayani S. Btbr, SE

Wakil Sekretaris Defi Yarnila AR

Bendahara Hj. Aidah Fitri

Wakil Bendahara Hj. Gemawati Lubis

Ketua Bidang Organisasi & Keanggotaan Hj. Rita Nasution Ketua Bidang Kajian Study Gender Hj. Erlina, SH Ketua Bidang Pembinaan & Ketrampilan

SDM

Hj. Habibah, SP.d Ketua Bidang Sosial Kemasyarakatan Risdawati Saragih

Anggota Bidang Organisasi & Keanggotaan Hj. Duma Lumongga Nasution Ronauli Pinem

Elly Arsida Anggota Bidang Kajian Study Gender Fatimah Hasan

Tri Wahyuni Sekar Yuli Harahap Anggota Bidang Pembinaan & Ketrampilan

SDM

Fitri Nurhayati Mahli Hayani Irlin Dani Zein Maimunah

Anggota Bidang Sosial Kemasyarakatan Dr. Novindy F Lubis Dr. Desy Aswira Dr. Kartika Puji Astuti

Lampiran 15

Catatan Ringkas Perjalanan Karir Politik Syamsul Arifin

Syamsul Arifin lahir di Medan, Sumatera Utara, 25 September 1952. Anak dari H. Hasan Perak ini, awalnya dikenal sebagai pengusaha yang mengikuti profesi ayahnya. Ayahanda Syamsul Arifin adalah seorang pejuang veteran yang aktif di organisasi sosial di Kabupaten Langkat. Selain berprofesi sebagai pengusaha, Syamsul Arifin aktif di organisasi kepemudaan di Sumatera Utara. Sumber kehidupannya sebagai pengusaha tidak begitu dikenal oleh masyarakat Sumatera Utara. Justru, Syamsul lebih menekuni aktivitasnya sebagai pekerja organisasi pemuda. Berawal dari anggota Pemuda Pancasila kemudian menjadi pengurus FKPPI di Kabupaten Langkat dan Provinsi Sumatera Utara serta terpilih menjadi Ketua KNPI Sumatera Utara pada masa Orde Baru (1998-2001). Syamsul Arifin juga aktif di organisasi tinju dan menjadi Ketua Pengurus Cabang Pertina Kabupaten Langkat tahun 1976-1979. Pada saat itu, para pemuda yang menjadi anggota Pemuda Pancasila memiliki hubungan yang cukup baik dengan kalangan militer. Para pemuda tersebut diberikan bantuan untuk mengurusi cabang olah raga tertentu yang dapat mengembang minat dan bakat pemuda di daerah. Cabang tinju di Kabupaten Langkat menjadi salah satu cabang olah raga yang aktif dan sering mengirim atlet tinju untuk mengikuti pelatihan tingkat daerah maupun nasional.

Aktivitas organisasi Syamsul Arifin lebih banyak dilakukan di Kabupaten Langkat karena ia tinggal di daerah tersebut. Langkat adalah salah satu daerah di Indonesia penghasil minyak terbesar yang berada di Pangkalan Berandan. Di daerah tersebut, Pertamina mendirikan pabrik minyak terbesar di luar Pulau Jawa. Fasilitas untuk para manajer Pertamina yang bertugas di Langkat sangat baik dan terkadang menimbulkan kesenjangan dengan warga sekitar. Syamsul Arifin menjadi salah satu pemborong pengadaan barang dan jasa untuk Pertamina. Sumber ekonomi Syamsul Arifin, pada saat itu, berasal dari kegiatan usahanya di Pertamina Langkat. Selain minyak, sektor perkebunan menjadi potensi yang dimiliki di Kabupaten Langkat. Perusahan perkebunan negara seperti PTPN II, PTPN III, PTPN IV, dan milik swasta lainnya memiliki lahan perkebunan sawit di Kabupaten Langkat. Sebagai Bupati Langkat, Syamsul Arifin, sangat diperlukan dukungan politiknya untuk perusahaan perkebunan tersebut terutama bagi sektor swasta. Dukungan tersebut terkait dengan izin pengelolaan tanah dan dukungan masyarakat di sekitar lokasi perkebunan.

Syamsul Arifin dikenal oleh masyarakat Langkat sebagai sosok yang mudah bergaul, senang membantu warga sekitar, dan aktif dalam organisasi sosial, politik, dan bisnis di Kabupaten Langkat. Karir organisasi politik Syamsul Arifin dikenal secara nasional ketika menjadi Ketua KNPI Sumatera Utara (1998-2001) dan pengurus Golkar Kabupaten Langkat. Selain itu, dia terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Langkat selama 3 periode. Hubungan Syamsul Arifin dengan para tokoh di Sumatera Utara maupun di Jakarta tejalin dengan sangat baik. Tokoh-tokoh tersebut berasal dari lintas partai, agama, etnis maupun profesi

(politisi, tentara, birokrat) dan lain sebagainya. Modal sosial yang dimiliki Syamsul Arifin, menjadikannya sebagai tokoh di Sumatera Utara yang disegani oleh para elit.

Aktivitas organisasi Syamsul Arifin lainnya adalah Ketua Umum Pengurus Besar Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (PB MABMI) dan memiliki gelar TYT Dato’ Seri Lilawangsa H. Syamsul Arifin. Sebagai pimpinan organisasi etnis di Sumatera Utara, sosok Syamsul Arifin disegani oleh kelompok adat etnis Melayu dan etnis lainnya. Meskipun masyarakat Sumatera Utara yang multikultural, tetapi etnis Melayu dianggap sebagai etnis yang paling tua di antara etnis lainnya.

Profesinya sebagai politisi Golkar dan anggota DPRD Kabupaten Langkat, membuatnya terpilih menjadi Bupati Langkat pertama pasca reformasi yang berasal dari organisasi pemuda. Syamsul Arifin sangat dekat dengan masyarakat di Kabupaten Langkat karena masyarakat tidak begitu sulit untuk bertemu dengan Bupati. Hampir setiap hari, kelompok masyarakat Langkat bertemu dengan Syamsul Arifin di kantor bupati untuk meminta bantuan dan menceritakan masalah-masalah kesehariannya. Setiap kelompok masyarakat yang bertemu dengan Syamsul Arifin selalu ada yang diberikan bantuan walaupun tidak mencukupi jumlah yang diminta. Perlakuan seperti itu pula yang membuat Syamsul Arifin harus menyediakan sejumlah dana untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkannya.

Setelah memimpin Kabupaten Langkat selama 2 periode (1998-2008), Syamsul Arifin mencalonkan diri sebagai Gubernur Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2008. Didukung oleh 11 partai politik dan tidak mendapat dukungan dari Partai Golkar, Syamsul, berpasangan dengan Gatot Pudjonugroho (kader PKS). Pada pemilihan gubernur tersebut, Syamsul berhasil meraih suara sebanyak 28,3% mengungguli 4 pasangan calon gubernur. Syamsul Arifin adalah Gubernur Sumatera Utara pertama yang dipilih secara langsung melalui pemilu sejak 16 Juni 2008 hingga diberhentikan pada 21 Maret 2011. Setelah terpilih menjadi Gubernur Sumatera Utara, ia dipilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Provinsi Sumatera Utara pada Musyawarah Golkar Sumatera Utara tahun 2009.

Pada saat menjadi Gubernur Provinsi Sumatera Utara, Syamsul Arifin, dilaporkan oleh kelompok masyarakat ke penegak hukum (kejaksaan, KPK, dan kepolisian) tentang korupsi terhadap APBD Kabupaten Langkat tahun 2000-2007 yang dilakukan Syamsul Arifin pada saat menjabat sebagai Bupati Langkat. Dalam proses persidangan, Syamsul Arifin telah mengembalikan sejumlah uang lebih dari Rp. 67 miliar ke kas daerah dan Rp 8,4 miliar ke KPK. Sebelum kasus tersebut ditangani oleh KPK, Syamsul Arifin, sudah berkonsultasi dengan Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Medan dan Anwar Nasution selaku Ketua BPK Republik Indonesia. Pengembalian uang tersebut dilakukan Syamsul Arifin setelah

berkonsultasi dengan pihak BPK. Selama menjalani proses persidangan, Syamsul

Arifin mengalami sakit yaitu multy organ function disorder pasca serangan jantung.

Syamsul Arifin juga pernah menjalani operasi pembedahan lambung akibat pencernaan yang sangat parat.

Syamsul Arifin divonis bersalah dalam kasus korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Langkat yang merugikan negara senilai Rp 98,7 miliar dalam penggunaan APBD 2000-2007. Hukuman yang diberikan oleh Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi adalah 2 tahun 6 bulan serta denda uang sebesar Rp 150.000.000. Hukuman yang masih ringan dari keputusan hakim tersebut, membuat jaksa Tipikor mengajukan banding terhadap keputusan hakim Tipikor. Dalam persidangan berikutnya, keputusan hakim Tipikor bertambah menjadi 4 tahun serta denda Rp 200.000.000. Atas hukuman tersebut, Syamsul Arifin mengajukan permohonan kasasi di tingkat Mahkamah Agung. Namun, permohonan kasasi ditolak dan MA menambahkan denda yang harus ditanggung sebesar Rp 500.000.000 serta harus membayar ganti rugi sebesar Rp 8 milyar.

Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono akhirnya memberhentikan Syamsul Arifin sebagai Gubernur Sumatera Utara. Pemberhentian dilakukan menyusul keluarnya putusan Mahkamah Agung terkait kasus hukum Syamsul Arifin. Pemberhentian tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden No. 95/P Tahun 2012 tanggal 12 Oktober 2012 tentang Pemberhentian H Syamsul Arifin SE sebagai Gubernur Sumatera Utara masa jabatan tahun 2008-2013. Sedangkan pertimbangan hukum yang dijadikan landasan, yakni tindak lanjut Putusan Mahkamah Agung No 472/K/Pid.Sus/2012 tanggal 3 Mei 2012 yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap atas tindak pidana korupsi. Penyerahan Keppres tersebut disampaikan Dijen Otonomi Daerah, Djoehermansyah Djohan, kepada Ketua DPRD Sumatera Utara, H Saleh Bangun, dan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Nurdin Lubis, di Kementrian Dalam Negeri Jakarta, Kamis 1 November 2012.

Sesuai ketentuan Pasal 131 ayat (1) Peraturan Pemerintah No 6 Tahun 2005 tentang Pemilihan, Pengesahan Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah menyatakan, apabila kepala daerah diberhentikan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, jabatan Kepala Daerah diganti oleh Wakil Kepala Daerah. Hal itu berlangsung sampai berakhir masa jabatannya dan proses pelaksanaannya dilakukan berdasarkan keputusan rapat paripurna DPRD dan disahkan oleh Presiden.

DPRD Provinsi Sumatera Utara dapat segera menggelar rapat paripurna yang telah diatur dalam Pasal 78 ayat (1) huruf C PP Nomor 16 tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Peraturan DPRD tentang Tata Tertib DPRD. Aturan menyatakan bahwa rapat paripurna memenuhi kourum apabila dihadiri lebih dari setengah jumlah anggota DPRD dan disetujui suara terbanyak. Diterbitkannya Keputusan Presiden tersebut, maka Wakil Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho, yang telah ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur kemudian dilantik sebagai gubernur hingga 16 Juni 2013 atau tepatnya pada saat Gubernur Sumatera Utara terpilih akan dilantik.

Riwayat Organisasi Syamsul Arifin:

1. Ketua KAPPI Rayon SMEP Negeri 1966-1969

2. Pengurus Senat Mahasiswa Kom. FE UISU Pangkalan Berandan 1973-1974. 3. Pengurus Pertina Sumut 1974-1976.

4. Ketua Pengcab Pertina Langkat 1976-1979.

6. Wakil Ketua Kerukunan Usahawan Menengah (KUKMI) Kab. Langkat 1981- 1984.

7. Pembina DP HIPPI Kab. Langkat 1983-1986.

8. Wakil Ketua DPD Golkar Dati II Langkat 1983-1988.

9. Bendahara Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia Sumatera Utara 1985- 1988.

10. Wakil Sekretaris DPD KNPI Tk. I Provinsi Sumatera Utara 1985-1988. 11. Wakil Ketua DPD Kukmi Sumatera Utara 1987-1992.

12. Wakil Ketua DPD KNPI Tk. I Sumatera Utara 1988-1991.

13. Wakil Ketua DPD Golkar Dati II Kabupaten Langkat 1990-1993. 14. Dewan Penasehat DPD AMPI Sumatera Utara 1989-1994.

15. Wakil Ketua Dewan Penasehat Bidang Sospol PD II FKPPI Tk. I Sumatera Utara 1991-1994.

16. Ketua Majelis Pemuda Indonesia KNPI Tk. I Sumatera Utara, 1998-2001. 17. Ketua Umum KONI Langkat 2001-2008.

18. Ketua Forum Konsultasi Daerah Penghasil Migas 2001-sekarang. 19. Ketua PB MABMI, 2005-sekarang.

LAMPIRAN 16

Dokumen terkait