KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN
2.1 Pustaka dan Hipotets Penelitian
2.1.5 Struktur Pengendalian Intern
itu tujuan dari pemeriksaan internal mencakup pengembangan pengawasan yang efektif dengan biaya yang wajar. Untuk mencapai tujuan tersebut, audit internal harus melakukan kegiatan- kegiatan berikut.
1. Menilai penerapan pengendalian internal dan pengendalian operasional memadai atau tidak serta mengembangkan pengendalian yang efektif dengan biaya yang tidak terlalu mahal.
2. Memastikan ketaatan terhadap rencana- rencana dan prosedur- prosedur yang telah ditetapkan manajemen.
3. Memastikan seberapa jauh harta perusahaan dipertanggungjawabkan dan dilindungi dari kemungkinan terjadinya segala bentuk kecurangan, pencuriangn, dan penyalahgunaan yang dapat merugikan perusahaan.
4. Memastikan bahwa pengelilaan data yang dikembangkan dalam organisasi dapat dipercaya.
5. Menilai suatu pekerjaan setiap bagian dalam melaksanakan tugas- tugas yang diberikan manajemen.
Ruang lingkup audit internal menilai keefektifan sistem pengendalian internal serta pengevaluasi terhadap kelengkapan dan kefektifan sistem pengendalian internal yang dimiliki organisasi, serta kualitas pelaksanaan tanggung jawab yang diberikan.
2.1.5 Struktur Pengendalian Intern
Menurut Setya (2013) struktur pengendalian intern adalah kebijakan dan prosedur yang ditetapkan untuk memberikan jaminan yang layak bahwa tujuan
22
khusus organisasi akan dicapai. Struktur pengendalian intern ini memiliki tiga elemen, yaitu:
1. Lingkungan pengendalian
Lingkungan pengendali menggambarkan efek kolektif dari berbagai faktor pada penetapan, peningkatan, atau penurunan efektivitas prosedur dan kebijakan khusus.
2. Sistem akuntansi
Sistem akuntansi terdiri atas metode dan catatan yang ditetapakan untuk mengidentifikasi, merangkai, menganalisis, menggolongkan, mencatat, dan
melaporkan transaksi-transaksi perusahaan dan untuk memelihara
akuntabilitas aktiva dan kewajiban yang terkait. 3. Prosedur pengendalian
Prosedur pengendalian adalah kebijakan dan prosedur yang ditambahkan ke lingkungan pengendalian dan sistem akuntansi yang telah ditetapkan oleh manajemen untuk memberikan jaminan yang layak bahwa tujuan khusus organisasi akan dicapai.
Setya (2013) komponen Struktur Pengendalian Intern masing- masing akan dijelaskan sebagai berikut.
1. Lingkungan pengendalian merupakan dasar dari komponen pengendalian
yang lain yang secara umum dapat memberikan acuan disiplin. Meliputi : Integritas, nilai etika, kompetensi personil perusahaan, falsafah manajemen dan gaya operasional, cara manajemen di dalam mendelegasikan tugas dan
23
tanggung jawab, mengatur dan mengembangkan personil, serta, arahan yang diberikan oleh dewan direksi.
2. Penaksiran resiko merupakan dentifikasi dan analisa atas resiko yang relevan terhadap pencapaian tujuan yaitu mengenai penentuan “bagaimana resiko dinilai untuk kemudian dikelola”. Komponen ini hendaknya mengidentifikasi resiko baik internal maupun eksternal untuk kemudian dinilai. Sebelum melakukan penilain resiko
3. Aktivitas pengendalian merupakan kebijakan dan prosedur yang dapat membantu mengarahkan manajemen hendaknya dilaksanakan. Aktivitas pengendalian hendaknya dilaksanakan dengan menembus semua level dan semua fungsi yang ada di perusahaan.
4. Informasi dan komunikasi merupakan menampung kebutuhan perusahaan di dalam mengidentifikasi, mengambil, dan mengkomukasikan informasi-informasi kepada pihak yang tepat agar mereka mampu melaksanakan tanggung jawab mereka
5. Pengawasan pengendalian intern seharusnya diawasi oleh manajemen dan personil di dalam perusahaan. Ini merupakan kerangka kerja yang diasosiasikan dengan fungsi internal audit di dalam perusahaan (organisasi), juga dipandang sebagai pengawasan seperti aktifitas umum manajemen dan aktivitas supervise.
24 2.1.6 Piagam Internal Audit
Peranan Unit Audit Internal dalam perusahaan sangat penting mengingat fungsinya membantu semua tingkatan manajemen dalam mengamankan kegiatan operasional perusahaan untuk mewujudkan perusahaan yang sehat dan mampu berkembang secara wajar serta dapat menunjang program pembangunan pemerintah. Sehubungan dengan itu, untuk tercapainya efektivitas fungsi audit, maka perlu diciptakan adanya kejelasan dan kesamaan pemahaman mengenai struktur dan kedudukan, fungsi, tanggung jawab, wewenang serta persyaratan dan kode etik auditor internal.
2.1.6.1 Struktur, Kedudukan dan Fungsi
1. Unit Audit Internal dipimpin oleh seorang Kepala Unit Audit Internal yang diangkat dan diberhentikan oleh Direktur Utama dengan persetujuan Dewan Komisaris.
2. Direktur Utama dapat memberhentikan Kepala Unit Audit Internal, setelah mendapat persetujuan Dewan Komisaris, jika Kepala Unit Audit Internal tidak memenuhi persyaratan sebagai auditor Unit Audit Internal sebagaimana diatur berdasarkan Piagam Unit Audit Internal dan Peraturan No. IX.I.7 dan atau gagal atau tidak cakap menjalankan tugas.
3. Auditor yang duduk dalam Unit Audit Internal bertanggung jawab secara langsung kepada Kepala Unit Audit Internal dan Kepala Unit Audit Internal bertanggung jawab secara administratif dan fungsional kepada Direktur Utama.
25
Unit Audit Internal bertugas membantu Direktur Utama dan Dewan Komisaris untuk melakukan pengawasan atas kegiatan operasional Perseroan. Unit Audit Internal memberikan layanan keyakinan dan konsultasi yang bersifat independen dan obyektif, dengan tujuan untuk meningkatkan nilai dan memperbaiki operasional Perseroan, melalui pendekatan yang sistematis, dengan cara mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas manajemen risiko, pengendalian, dan proses tata kelola perusahaan.
2.1.6.2 Wewenang dan Tanggung Jawab Unit Audit Internal
1. Mengakses seluruh informasi yang relevan tentang perusahaan terkait dengan tugas dan fungsinya.
2. Menilai semua data dan informasi yang menyangkut administrasi,
pembukuan, laporan-laporan baik yang berkaitan dengan masalah operasional, keuangan, maupun Sumber Daya Manusia.
3. Melakukan komunikasi secara langsung dengan Direksi, Dewan Komisaris, dan/atau Komite audit serta anggota dari Direksi, Dewan Komisaris, dan/atau Komite Audit sehubungan dengan tugas dan fungsinya.
4. Mengadakan rapat secara berkala dan insidentil dengan Direksi, Dewan Komisaris, dan/atau Komite Audit.
5. Melakukan koordinasi kegiatannya dengan kegiatan auditor eksternal. Unit Audit Internal bertanggung jawab untuk :
1. Perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan hasil audit serta wajib memantau tindak lanjut hasil audit;
26
2. Menguji dan mengevaluasi pelaksanaan pengendalian internal dan sistem manajemen resiko sesuai dengan kebijakan perusahaan Perseroan;
3. Melakukan pemeriksaan dan penilaian atas efisiensi dan efektifitas di bidang keuangan, akuntansi, operasional, sumber daya manusia, pemasaran, teknologi inforrmasi, dan kegiatan lainnya.
4. Memberikan saran perbaikan dan informasi yang obyektif tentang kegiatan yang diperiksa pada semua tingkat manajemen;
5. Membuat laporan hasil audit dan menyampaikan laporan tersebut kepada Direktur Utama dan Dewan Komisaris.
2.1.6.3 Persyaratan dan Kode Etik Auditor Internal
Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, Auditor Internal harus memenuhi persyaratan pengetahuan dan ketrampilan serta mematuhi Kode Etik berikut.
1. Memiliki integritas dan perilaku yang profesional, independen, jujur, dan obyektif dalam pelaksanaan tugasnya.
2. Memiliki pengetahuan dan pengalaman mengenai teknis audit dan disiplin ilmu lain yang relevan dengan bidang tugasnya;
3. Memiliki pengetahuan tentang peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal dan peraturan perundang-undangan terkait lainnya;
4. Memiliki kecakapan untuk berinteraksi dan berkomunikasi baik lisan maupun tertulis secara efektif.