• Tidak ada hasil yang ditemukan

Struktur Organisasi K.KASBI

Sumber: AD/ART Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia Periode 2011-2015

Bagan VI

Struktur Pengurus Pusat K.KASBI

Sumber: AD/ART Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia Periode 2011-2015

Dewan Buruh Nasional Pengurus Pusat K.KASBI Pengurus Wilayah K.KASBI Pengurus Serikat Buruh Anggota K.KASBI Ketua Umum Sekertaris Jendral Departemen Pendidikan Departemen Hubungan Internasional

Departemen Organisasi Departemen Hubungan Migran

Departemen Litbang Departemen Keuangan Departemen Hukum & Advokasi Departemen Propagandan & Terbitan

PENGURUS PUSAT K.KASBI PERIODE 2011-2015

KETUA UMUM : NINING ELITOS

SEKERTARIS JENDRAL : ABDULRAHCMAN

DEPARTEMEN PENDIDIKAN : SUMARTO

DEPARTEMEN HUBUNGAN INTERNASIONAL: SIMON SH

DEPARTEMEN ORGANISASI : BENO WIDODO

DEPARTEMEN BURUH MIGRAN : DARTO

DEPARTEMEN LITBANG : YAHYA

DEPARTEMEN KEUANGAN : EKA PANGULIMARA H

DEPARTEMEN HUKUM & ADVOKASI : MURSIANTO DEPARTEMEN PROPAGANDA dan TERBITAN : AGUSTINUS

DEPARTEMEN KESEKRETARIATAN : SUNARNO

Adapun daftar Serikat-Serikat Buruh anggota K.KASBI adalah:38 Propinsi Jawa Timur

1. Serikat Perjuangan Indonesia (SPBI). 2. Serikat Buruh Kerakyatan (SBK).

3. Serikat Buruh Payung Demokrasi (SBPD). Propinsi Jawa Tengah

4. Federasi Serikat Buruh Setia Kawan (FSBSK). 5. Serikat Buruh Solo Raya (SBSR).

6. Federasi Serikat Buruh Independen (FSBI).

38Kasbi Indonesia, “

Propinsi Jawa Barat

7. Federasi Persatuan Perjuangan Buruh (FPPB). 8. Serikat Buruh Jabotabek – Perjuangan (SBJP). 9. Serikat Perjuangan Buruh Purwakarta (SPBDI). 10. Serikat Buruh Mandiri (SBM).

11. Serikat Buruh Indramayu (SBI). 12. Angkatan Pemuda Kelautan (APK).

13. Federasi Serikat Pekerja Karawang (FSPEK). 14. Persatuan Buruh Kontrak Menggugat (PKBM). 15. Serikat Buruh Hitec Indonesia (SBHI).

Propinsi DKI Jakarta

16. Serikat Buruh Indonesia Perjuangan (SBIP). 17. Gabungan Serikat Buruh Mandiri (GSBM).

18. Serikat Buruh Maritim Nasional Indonesia (SBMNI). 19. Solidaritas Buruh Pelabuhan Indonesia (SBPI). 20. Serikat Pekerja Carrefour Indonesia (SPCI). 21. Serikat Buruh Air Minum (SBAM).

Propinsi Banten

22. Federasi Serikat Buruh Karya Utama (FSBKU). 23. Serikat Buruh Nusantara (SBN).

Propinsi Sumatera Utara

24. Serikat Buruh Kebun (SERBUK).

26. Perhimpunan Buruh Kebun Indonesia (PERBBUNI). Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)

27. Komite Persiapan Serikat Buruh Yogyakarta (KP SBY). Sulawesi Selatan

28. Gabungan Serikat Buruh Nusantara (GSBN).

29. Federasi Serikat Perjuangan Buruh Indonesia (FSPBI). Batam

30. Forum Buruh Batam (FORBI). 3. Visi dan Misi K.KASBI Visi

Terwujudnya organisasi buruh yang memperjuangkan nasib buruh dari penindasan pemilik modal, sehingga adanya keadilan bagi seluruh rakyat dan kaum buruh tanpa ada perbedaan ras, agama, jabatan. Dengan kata lain, menyelamatkan buruh dari penindasan dan penghisapan pemilik modal, sehingga dapat meraih kesejahteraan, keadilan dan kemakmuran bagi buruh.39

Misi

1. Mempersatukan dan memperjuangkan kepentingan ekonomi dan politik kaum buruh Indonesia untuk mencapai kesejahteraan dan melawan semua bentuk penindasan.

2. Memperjuangkan kesejahteraan buruh beserta keluarganya.

3. Melindungi kepentingan kaum buruh dari sistem kapitalisme dan imperialisme.

39

4. Melawan sistem kapitalisme dan imperialisme.40 4. Program Perjuangan

K.KASBI membagi program kerja yang disebut sebagai program perjuangan dalam tiga kategori yaitu dalam tataran teori, dalam tataran politik dan dalam tataran organisasi.

Adapun program yang masuk dalam tataran teori adalah:41 a. Membuat terbitan

Dalam jangka pendek, membuat Bintang Buruh terbit dalam satu kali tiap bulannya. Jangka panjang, Bintang Buruh terbit dalam satu bulan dua kali. Bintang Buruh diharapkan dapat dipahami dan dimengerti oleh setiap anggota K.KASBI. Dari setiap Bintang Buruh terbit, anggota K.KASBI diwajibkan untuk mengadakan diskusi tiap-tiap wilayahnya masing-masing agar anggota mempelajari dan memahami. Bahsa sederhana adalah keharusan yang dipakai untuk menulis Bintang Buruh untuk membuat anggota memahami. Dari setiap Bintang buruh yang terbit, anggota K.KASBI harus menggati ongkos cetak Bintang Buruh agar sirkulasi keuangan organisasi dapat berjalan dan digunakan untuk kegiatan organisasi.

b. Membuat dan merumuskan kurikulum pendidikan buruh

Adapun dalam pendidikan meliputi dari pendidikan untuk pemula, diberikan kepada massa aktif dibasis pabrik dengan materi: pengorganisasian, hak-hak normatif, sejarah gerakan buruh Indonesia, dilakukan dalam waktu minimal 3 bulan sekali. Pendidikan untuk lanjutan diberikan kepada kader maju, pengurus

40

Wawancara dengan Nining Elitos (Ketua Umum K.KASBI) Jakarta, 22 Oktober 2013. 41Kasbi Indonesia, “

pabrik untuk melakukan pengorganisasian, dengan materi: filsafat, ekonomi politik, sejarah perkembangan masyarakat, sejarah gerakan buruh internasional, gerakan buruh dan gerakan politik. Pendidikan lanjutan ini dilakukan minimal 3 bulan sekali dalam satu wilayah.

c. Selebaran dan pamlet

Tidak hanya buletin dan pamlet yang harus diterbitkan K.KASBI, melainkan selembaran yang memang perlu untuk diterbitkan. Hal ini sejalan dengan kepentingan K.KASBI agar angota-angota mengetahui hak-hak buruh, karena dalam buletin dan pamlet itu berisikan penyadaran terhadap hak-hak buruh. Selembaran dan pamlet berguna untuk menyebarluaskan informasi yang lebih mudah dimengerti oleh anggota-anggota K.KASBI atau bahkan buruh yang berada di pabrik dan di luar K.KASBI.

d. Pendidikan kader buruh nasional

Pendidikan kader buruh nasional adalah pendidikan yang sentral, agar organisasi ini dapat memperluas jaringan dan anggota. Pendidikan ini dilakukan dalam enam bulan sekali, dengan materi pendalaman filsafat, ekonomi politik, gerakan buruh internasional, gerakan buruh, dan juga gerakan politik.

Sedangkan program-program K.KASBI yang berkaitan dengan tataran politik antara lain ialah:42

42Kasbi Indonesia, “

a. Kampanye anti neo liberal

Kampanye ini juga harus dapat dipahami oleh anggota-angoota K.KASBI dan massa buruh yang lain. Pada hal ini kampanye dapat dilakukan dengan menggunakan cara aksi massa, rapat akbar, selembaran. Kampanye ini berupa sebuah tulisan yang menjelaskan tentang sebuah kebijakan yang merugikan rakyat adalah merupakan turunan dari program neoliberal, dan dalam tunututan aksi seperti, Tolak UUK 13/2003, Tolak sistem kontak dan outsourcing, Tolak upah murah, Tolak kenaikan BBM, Stop PHK.

b. Membangun aliansi/front yang terencana (baik sektoral maupun multi sektor)

Solidnya gerakan buruh adalah ketika sebuah aliansi/front dapat terbentuk dengan baik, baik tingkat sektoral, pusat, wilayah/kota. Adapun aliansi multi sektoral meliputi serikat petani, rakyat miskin kota, mahasiswa serta sektor lain yang memahami bahwa kebijakan neoliberal harus dilawan.

c. Solidaritas aksi

Aksi solidaritas dibangun ketika kaum buruh baik anggota K.KASBI atupun tidak, menghadapi kasus perburuhan.

d. Hub international

Hubungan internasional haruslah dibangun, karena dengan terbangunnya hubungan internasional dapat memahami kondisi, situasi perburuhan dunia. Disampin itu, untuk mengukuhkan eksistensi K.KASBI.

Adapun Program perjuangan dalam tataran organisasi meliputi:43

43Kasbi Indonesia, “

a. Pengakuan Konfederasi oleh intasi pemerintah

Secara de yure K.KASBI sudah diakui disnakertrans Jakarta Timur dengan dikeluarkannya SK Nomer 514/N/P/VII/2005 pada tanggal 4 Agustus 2005. Tetapi, de facto K.KASBI tidak didapatkan, misalnya seperti masuk dalam Tripartit nasional dan juga Dewan Pengupahan Nasional, atau pertemuan yang diadakan depnakertrans yang membahas persoalan buruh, pengambilan kebijakan.

Maka salah satu usaha K.KASBI adalah dengan meminta perlindungan dan dukungan dari anggota DPR RI yang berkaitan dengan perburuhan yakni komisi IX DPR RI agar K.KASBI masuk dalam tripartit Nasional dan daerah, Dewan Pengupahan Nasional dan pengambilan kebijakan ketenagakerjaan.44

b. Perluasan struktur dan anggota

Perluasan struktur adalah perluasan wilayah kerja, utamanya wilayah yang belum ada anggota K.KASBI. Pada perluasan ini diperlukan tenaga organizer (full time), membuat geopolitik wilayah, pendataan wilayah yang menjadi prioritas.

c. Terlibat dalam penyelesaian kasus anggota

Ketika anggota mengalami kasus, maka yang menyelesaikan kasus adalah pengurus pusat, pengurus wilayah, pengurus pabrik bidang pendidikan dan propaganda. Sesuai dengan tingkat dan keberadaan kasusnya.

d. Pembentukan litbang

Litbang (lembaga penelitian dan pengembangan) berperan untuk dapat tertatanya sebuah data yang akurat tentang industri, geopolitik serta menganalisis agar semua yang direncanakan organisasi dapat berjalan dengan baik.

44

e. Pembuatan dan penyebaran buku organisasi dan identitas organisasi

Hal ini adalah untuk dapat dipahami oleh anggota-anggota K.KASBI dari program-program organisasi yang sebelumnya sudah pernah dibuat, dan saat ini diperbaharui.

f. Penggalian sumber dana

Pada dasarnya prinsip organisasi K.KASBI adalah independen dan mandiri, karena dibentuk dan dijalankan oleh buruh itu sendiri untuk kepentingannya. Dalam mencari suber dana meliputi dua sektor yaitu internal dan eksternal.

Untuk dana internal, dengan cara membangun jiwa kemandirian organisasi melalui iuran anggota dan dana lainnya. Iuran anggota diusahakan dengan rutinitas pembayaran. Sementara dana lainnya meliputi dari anggota baru, dana mogok, dana darurat (seperti adanya bencana). Adapun untuk dana eksternal, ini harus dipahami sebagai jalan alternatif mencari dana, dan tidak boleh melanggar prinsip-prinsip organisasi dan tidak boleh mempengaruhi program perjuangan organisasi. Penggalangan dana ini bisa berupa kerja sosial ekonomi, pendidikan.

Sejalan dengan waktu, diadakan kongre K.KASBI yang ke-II di Malang, pada tanggal 24-27 Januari 2008, masa bakti 2008-2011. Pada kongres kali ini ada yang berbeda dari kepemimpinan, yakni dari pemimpin laki-laki ke kepemimpinan perempuan.45

Dengan hasil kongres K.KASBI yang diadakan di Malang melahirkan Nining Elitos sebagai ketua umum K.KASBI. Terpilihnya Nining Elitos menjadi

45

Wawancara dengan Simon SH (Departemen Hubungan Internasional K.KASBI) Jakarta, 27 September 2013.

banyak pertanyaan dikalangan internal K.KASBI ataupun di luar K.KASBI. periode ini juga tidak mengubah garis perjuangan politik dari yang sebelumnya

dipimpin Anwar ‘Sastro ‘Ma’Aruf. Hanya saja periode ini menambahkan program

perjuangan sesuai dengan masa diantaranya adalah:46 a. Penolakan revisi UUK 13/2003 dan UU PPHI

Revisi terhadap UUK 13/2003 yang diketahui buruh informasinya ialah hilangnya nilai dari pesangon bagi buruh yang di PHK dan akan dihilangkan syarat-syarat sistem kontrak dan outsourcing. Kondisi ini yang akan memperburuk kelangsungan hidup buruh masa sekarang dan masa yang akan datang, karena buruh tidak lagi memiliki kepastian kerja serta jaminan atas kesejahteraannya.

b. Tolak Upah Murah

Saat ini, upah yang diterima buruh belumlah mencukupi kehidupannya sehari-hari. Jika upah yang diterima buruh selalu rendah, tidak sesuai dengan KHL, maka akan mempengaruhi kondisi makro ekonomi negara yang berdampak pada daya daya beli dan tingkat tabungan masyarakatnya.

Adapun solusi dari upah murah, dengan membuat sebuah kebijakan Upah Layak Nasional (ULN) dengan dilandasi argumen:

Pertama, kebutuhan sekala nasional rakyat Indonesia, dalam hal ini buruh adalah sama dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI, POLRI. Maka dengan itu pola pengupahan buruh haruslah sama dengan PNS, TNI, POLRI. Kedua, kebutuhan hidup buruh dalam menggapai hidup layak dan sejahtera haruslah

46

memenuhi kebutuhan pangan, sandang, papan, kesehatan dan pendidikan. Ketiga, dengan upah layak nasional dapat terciptanya industri dan ekonomi yang kuat secara nasional, dikarenakan tidak adanya ketimpangan penghasilan.

c. Tolak Kenaikan BBM dan Listrik dan Tolak Privatisasi

Kenaikan harga BBM dan listrik hanya akan mengakibatkan kesulitan dan keterpurukan bagi buruh. Karena upah yang didapatnya tidak meningkat, secara bersamaan semua harga kebutuhan naik diakibatkan BBM dan listrik harganya naik tiap tahunnya. Solusinya ialah bahwa pemerintah haruslah menasionalisasikan seluruh aset-aset strategis Negara.

d. Tolak Sistem Kontrak dan Outsourching

Sistem ini (Sistem Kerja Kontrak dan Outsourcing) adalah sumber penderitaan buruh, karena tidak adanya sebuah kepastian kerja dan perlindungan kesejahteraan buruh. Buruh dapat diperjual belikan oleh perusaha ke penyedia jasa

e. Stop PHK

PHK adalah sumber derita rakyat, karena dengan di PHK membuat banyaknya rakyat yang menjadi pengangguran. PHK dapat terjadi karena lemahnya pengawasan dari badan pemerintah dalam hal ini Depnakertrans dan juga kebijakan negara yang lemah dalam melindungi buruh.

Program-program ini hanyalah sebagian dari program K.KASBI yang dihasilkan pada kongres ke-II di Malang taggal pada tanggal 24-27 Januari 2008, masa bakti 2008-2011. Program ini adalah program yang akan dijalankan dan melibatkan keaktifan anggota K.KASBI.

Selanjutnya, empat tahun berjalan dengan mengawal gerakan K.KASBI yang independen sebagai gerakan terdepan memperjuangkan nasib buruh menandakan masa bakti kepengurusan K.KASBI 2008-2011 berakhir, ditandai dengan dilaksanakannya kongres K.KASBI ke-III yang diadakan di Bandung pada 23 Januari 2011.

Pada kongres ini nyatanya pendapat-pendapat tentang seorang perempuan mampu memimpin gerakan buruh terejawantahkan dengan kembali terpilihnya Nining Elitos sebagai ketua umum K. KASBI untuk kedua kalinya. Selanjutnya, terjadi perubahan untuk mengadakan kongres pemilihan, untuk periode 2011- 2015 dilakukan 5 (lima) tahun sekali.47 Kongres ini telah melahirkan susunan kepengurusan pusat K.KASBI, garis besar haluan organisasi, tujuan, asas, sifat. Semua terangkum di dalam AD/ ART K.KASBI periode 2011-2015.

Dari segi program K.KASBI saat ini tidak ada perubahan dari apa yang di rencanakan pada masa kepengurusan periode tahun lalu. Hanya saja yang dilakukan K.KASBI saat ini lebih memaksimalkan mengatasi dan merespon dari setiap kasus perburuhan yang dialami anggota ataupun buruh di luar K.KASBI. sehingga dengan itu K.KASBI dapat menjadi organisasi buruh yang independen, lebih progresif dalam menangani kasus perburuhan, dan terus berjuang membela kepentingan buruh.

47

Keputusan Kongkres III Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia Nomor:

013-Kongres III KASBI-I-2011 Tentang: Susunan Dan Nama Personalia Pengurus Pusat Konfederasi KASBI Periode Tahun 2011-2015.

BAB IV

PERAN KSPSI DAN K.KASBI DALAM MENUNTUT PENGHAPUSAN SISTEM OUTSOURCING DAN KENAIKAN UMP DKI JAKARTA 2013 A. Peran Buruh Sebagai Kelompok Kepentingan

Sebuah kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah memunculkan pro dan kontra dikalangan masyarakat atau kelompok tertentu. Ada yang menilai keputusan pemerintah baik dan berpihak, ada juga yang menilai keputusan pemeritah tidak adil dan tidak berpihak bagi masyarakat dan kelompok tertentu.

Ini semua dikarenakan banyaknya kelompok yang memiliki maksud dan kepentingan masing-masing. Ada yang dengan keputusan pemerintah sudah terwakilkan tuntutan kepentingannya, ada pula dengan keputusan pemerintah belum terpenuhi tuntutannya.

Di Indonesia, terdapat beragam kelomok-kelompok kepentingan, seperti kelompok agama, kelompok politik, kelompok pengusaha, kelompok buruh, kelompok mahasiswa, dll.

Semua kelompok tersebut mempunyai kepentingan, tujuan dan cita-cita masing-masing, kelompok tersebut berusaha keras untuk mencapai kepentingan dari kelompoknya masing-masing. Adapun cara atau pola, semua kelompok memiliki cara atau pola yang berbeda.

Secara sederhana, kelompok kepentingan dapat diartikan sebagai kelompok/organisasi yang berupaya mempengaruhi kebijakan publik dalam suatu bidang yang penting untuk anggotanya. Kelompok kepentingan memusatkan perhatian pada situasi pada bagaimana mengartikulasikan kepentingan tertentu

pada pemerintah yang membuat keputusan atau kebijakan publik. Sehingga diharapkan pemerintah dapat menyusun sebuah kebijakan yang menampung kepentingan dari kelompok itu sendiri. Jadi dapat dismpulkan bahwa kelompok kepentingan memfokuskan kerjanya pada perumusan kebijakan umum yang dibuat oleh pemerintah.1

Penjelasan di atas menandakan bahwa kelompok pekerja/buruh merupakan kelompok kepentingan karena organisasi pekerja/buruh berusaha mempengaruhi sebuah kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah yang dianggapnya tidak berpihak kepada kepentingan pekerja/buruh.

Dalam mempengaruhi sebuah kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah kelompok pekerja/buruh mempunyai cara yakni dengan pengajuan permohonan, diskusi, berunding, negosiasi, bahkan aksi demonstrasi turun ke jalan untuk menyuarakan kepentingan. Harapannya dengan pola-pola tersebut dapat mempengaruhi kebijakan pemerintah.

Seperti misalnya kebijakan pemerintah tentang perburuhan melalui Undang- Undang Ketenagakerjaan yang memperbolehkan adanya penyediaan jasa tenaga kerja, perusasahaan menyerahkan penerimaan pekerja kepada jasa penyalur kerja, sistem ini dikenal dengan sistem outsourcing.2

Kebijakan ini tercantum pada Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan pasal 64. Bahwa sistem outsourcing merupakan penyedian jasa tenaga kerja yang di mana badan penyedia jasa tersebut melakukan proses

1

Surbakti, Memahami Ilmu Politik, 109.

2

administrasi dan manajemen berdasarkan definisi atau kriteria yang sudah disepakati oleh para pihak (perusahaan dan penyedia jasa).3

Tujuan dari undang-undang ini adalah untuk mempermudah pekerja mencari pekerjaan melalui jasa penyalur kerja. Sistem ini juga bermaksud untuk mengurangi biaya perusahaan dengan cara memberikan pekerjaan untuk para ahli saja, agar pekerjaan lebih efektif sehingga perusahaan akan lebih fokus dalam menjalani aktifitas pekerjaan yang pekerjaannya itu dipegang oleh para ahli dibidangnya. Dengan kata lain perusahaan ingin mengefesiensikan tenaga kerja.

Pada praktiknya, penerapan sistem outsourcing di perusahaan hanya memindahkan pekerja dari satu perusahaan ke perusahaan lain dengan pekerjaan yang sama selama bertahun-tahun. Untuk menghindari tuntutan hukum maka nama perusahaan dan manajemen diubah berkali-kali dengan pemilik modal yang sama.

Selain itu, sistem outsourcing juga berdampak pada pekerja/buruh outsourcing itu sendiri. Mereka harus merasakan gaji di bawah upah minimum karena gajinya dipotong oleh penyedia jasa pekerja, tidak adanya tunjangan, tidak adanya asuransi, tidak adanya jaminan sosial, juga terjadinya pemotongan gaji. Kondisi yang seperti ini menyulut terjadinya PHK besar-besaran terhadap pekerja/buruh tetap dan mengganti sistem kontrak terhadap buruh.

Selanjutnya pekerja/buruh harus bergulat dengan masalah upah yang tiap tahun menjadi isu sentral terhadap gerakan buruh. Selama ini upah yang didapatkan pekerja/buruh tidak mampu menutupi kebutuhan sehari-hari bagi

3

Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan Pada Bab IX Hubungan Kerja. Pasal. 64.

pekerja/buruh, dikarenakan kebutuhan pokok di Indonesia tiap tahun harganya meningkat seperti biaya sewa rumah, biaya makan, tagihan listrik yang setiap tahunnya naik, mereka juga harus memikirkan kelangsungan hidup.4

Itu semua terjadi karena kebijakan ekonomi politik pemerintah Indonesia dari zaman Orde Baru sampai saat ini posisi buruh hanya dijadikan komoditi, yang tenaganya digunakan tetapi buruh diberikan upah hanya sekedar untuk dapat makan saja.5

Dari dua kasus di atas (outsourcing dan UMP), kelompok pekerja/buruh selalu merespon kebijakan dengan cara dan gayanya. Itu semua dilakukan karena kelompok pekerja/buruh mempunyai kepentingan yang harus dicapai. Seperti misalnya kelompok pekerja/buruh melakukan demosntrasi menuntut pemerintah agar kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah seperti sistem outsourcing dihapuskan, karena sistem itu membuat nasib pekerja/buruh dalam bekerja mengalami ketidakpastians dalam bekerja.

Tidak hanya itu, kelompok pekerja/buruh juga harus berjuang mengatasi persoalan upah yang menjadi isu sentral perburuhan di Indonesia. Kepentingan dari kelompok pekerja/buruh adalah bagaimana pemerintah dapat meralisasikan tuntutan pekerja/buruh terkait upah. Karena selama ini menurut pekerja/buruh upah yang didapatnya belumlah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup layak bagi pekerja/buruh itu sendiri.

Semua protes atau tanggapan dari kelompok pekerja/buruh terangkum dalam sebuah keadaan ruang publik, di mana warga negara bebas menyampaikan

4

Wawancara dengan MuhammadAdlan (Ketua Bidang Humas KSPSI) Jakarta, 18 September 2013.

5

pendapat. Sehingga memungkinkan kelompok pekerja/buruh dapat mengeluarkan pandangan, pendapat, kebutuhannya, menyampaikan kegelisahannya, dan kepentingan politiknya kepada pemerintah.

Tidak dapat dipungkiri bahwa ruang publik merupakan prosedur komunikasi yang memungkinkan warga dapat menyatakan sikap,ruang publik juga dapat menciptakan nuansa atau kondisi yang memungkinkan warga dapat menggunakan argumen.6 Dari sinilah lahir sebuah himpunan kekuatan yang solid bagi warga negara (kelompok pekerja/buruh) agar dapat merespon segala keputusan atau kebijakan yang tidak rasional menurut mereka.

B. Strategi gerakan KSPSI dalam menuntut penghapusan sistem outsourcing dan kenaikan UMP DKI Jakarta 2013

KSPSI lahir pada tahun 20 Februari 1973. Sampai saat ini usianya 40 tahun. Dengan umur yang cukup matang menjadikan KSPSI organisasi pekerja tertua di Indonesia dari zaman Orde Baru sampai saat ini. Kematangan usia menjadikan KSPSI sebagai organisasi pekerja yang telah banyak menangani kasus-kasus pekerja.

Sejalan dengan usianya, KSPSI juga telah mengalami banyak masalah perburuhan. Sampai saat ini masalah yang berkaitan dengan pekerja tak kunjung selesai perselisihannya. Itu semua diakibatkan sistem ketenagakerjaan yang ada di Indonesia belumlah berpihak pada pekerja.

6

Dewasa ini semua organisasi pekerja sepakat bahwa isu utama dari gerakan pekerja adalah mengenai tentang sistem outsourcing dan mengenai upah.7 Dua kasus di atas adalah kasus yang tidak ada henti-hentinya didengung-dengungkan oleh kelompok pekerja.

Menurut KSPSI sistem outsourcing atau alih daya adalah sistem di mana pekerja mengalami tekanan sikologis yang berat karena pekerja dapat diperjual belikan, diperas gajinya, diperas dari segala aspek yang berkaitan dengan pekerja, itu semua dilakukan oleh penyedia jasa kerja.8

Ketidakpastian terhadap pekerja semakin nyata, pekerja tidak lagi memilik kepastian bekerja. Kapan pekerja masih dapat bertahan bekerja, kapan pekerja harus berhenti bekerja. Ketidakpastian dalam upah, pekerja yang berstatus outsourcing dalam menerima upah tidaklah utuh, ini disebabkan adanya pemotongan upah kepada jasa penyalur kerja.

Kondis ini yang membuat pekerja dirundung ketidakpastian dalam hidup. Mereka harus memikirkan biaya kebutuhan hidup selama sebulan kedepan dengan gaji yang telah dipotong oleh jasa penyalur kerja. Ketidakpastian dalam jaminan sosial, pekerja outsourcing tidak pernah dapat kepastian dalam jaminan sosial. Ketika pekerja mendapatkan masalah dalam kehidupannya perusahaan dan jasa penyalur pekerjaan enggan tahu masalah yang dihadapi buruh outsourcing.9

7

Wawancara dengan MuhammadAdlan (Ketua Bidang Humas KSPSI) Jakarta, 18 September 2013.

8

Wawancara dengan MuhammadAdlan (Ketua Bidang Humas KSPSI) Jakarta, 18 September 2013.

9

Wawancara dengan MuhammadAdlan (Ketua Bidang Humas KSPSI) Jakarta, 18 September 2013.

Pada pelaksanaannya, pekerjaan yang di-outsourcingkan tidak hanya pada pekerjaan yang tidak berkaitan dengan kegiatan utama, melainkan termasuk juga pada pekerjaan yang merupakan kegiatan utama perusahaan tersebut. Sementara pekerjaan yang dapat di-outsourcingkan adalah cleaning service, catering, security, Usaha penunjang di pertambangan dan perminyakan, Usaha penyediaan angkutan bagi pekerja/buruh.10

Itu semua terjadi karena pengawasan dari sistem outsourcing tidaklah

Dokumen terkait