• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PERANCANGAN

2.1 Tinjauan umum

2.1.3 Studi Kasus

Studi kasus merupakan menganalisa data obyek yang ada di lapangan maupun pada literatur. Dengan syarat, fungsi obyek sebanding dengan obyek yang akan dirancang. Data yang di analisa sebuah studi obyek berkaitan dengan penganalisaan rancangan arsitektur dan persyaratan khusus sesuai dengan fungsi bangunan. Antara lain :

a. Balai Sarbini

Balai Sarbini merupakan gedung kesenian yang cukup ternama di Jakarta. Lokasinya terletak ditengah kota Jakarta, tepatnya di Plaza Semanggi. Gedung ini sering digunakan untuk pertunjukan konser, opera, drama dan musik kelas dunia. Balai Sarbini masih berada pada area Plaza Semanggi. Luas lahannya mencapai 70.239 m². Area lobby dengan luas 835 m², sedangkan pada hall utama 1.450 m².

Balai Sarbini ini memiliki kapasitas sebanyak 1300 sheet, dengan kapasitas tempat duduk VIP sebanyak 46 sheet. Fasilitas yang terdapat di gedung Balai Sarbini ini dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu :

a. Fasilitas Utama : Main hall :

 Stage (± 261,54 m²)

 Tempat duduk penonton

 Hall (± 242,70 m²)

 Ruang ganti (± 242,70 m²)

 Toilet (± 11,27 m²)

 Ruang kontrol (± 25 m²)

 Ruang proyektor (± 17,46 m²)

 Ruang penyimpanan sound system (± 10,73 m²)

 Ruang electrical (± 19 m²) b. Fasilitas Penunjang :

 Lobby

 Function room  Ruang pengelola c. Fasilitas Pelengkap :  Ruang AHU  Pantry  Toilet

Kapasitas penonton dalam ruang ini 1330 orang, dengan pembagian kelas VIP (166 kursi), kelas A (398 kursi), kelas B (484 kursi), kelas C (285 kursi). Gedung kesenian ini sudah dilengkapi dengan system akustik yang baik, stage yang besar, hi-tech multimedia system, dan professional sound and lighting system.

Gubahan Bentuk Bangunan

Bentuk geometri dasar dari bangunan ini adalah lingkaran. Bentuk yang lingkaran ini diaplikasikan menjadi lingkaran yang melengkung atau cembung keatas, yang menyerupai sebuah topi yang terbuat dari baja, memberikan kesan yang menonjol diantara bangunan - bangunan yang mengapitnya.

Tampilan Bangunan

Dengan wujudnya yang lingkaran, gedung yang berfungsi sebagai gedung pertunjukan ini sangat bagus. Karena dengan bentuk yang melingkar, maka pemfokusan pengunjung terhadap pentas yang disajikan menjadi lebih fokus dan terarah.

Penyelesaian Interior

Lapisan kayu yang terpasang di dinding lobby dan bagian muka gedung memiliki fungsi berbeda dengan yang terdapat di dalam ruang pertunjukan. Di dalam ruang pertunjukan fungsinya sebagai pendukung kualitas akustik, sedangkan yang di luar lebih sebagai penyelesaian dekoratif ruang.

Permukaan atap bagian dalam digambar biru langit, awan - awan putih, dan bintang besar, kontras dengan warna interior ruangan di bawahnya.

Detail

Dengan bentuk ruang yang bundar, berpotensi untuk adanya gema. Untuk meredam gema yang timbul tersebut dipasang piringan lebar di bawah kubah sebagai peredam gema, selain fungsinya lainnya sebagai lampu.

Bentuk panggung Balai Sarbini bersusun tiga. Ukuran panggung mulai dari jarak ketinggian antar panggung yaitu 104 cm dengan total 532 cm

Gambar 2.11. Entrace lobby Gambar 2.12. Ruang pertunjukan

sehingga dapat membuat jangkauan pandangan mata penonton tenuju di area panggung. Lebar panggung Balai Sarbini ini bervariasi yaitu 7 m (panggung terbawah), 2,75 m (panggung tengah), 2,90 m (panggung paling atas). Material panggung berlapis kayu.

Pada area duduk juga terdapat antidom yang dibuat tepat di pusat ruangan dengan diameter 16 in untuk meredam gema vertikal. Adapula bahan khusus yang disemprotkan merata pada langit - langit tebalnya 7 cm. Bahan ini dapat menimbulkan tekstur yang berguna untuk mengoptimalkan peredaman gema. Dinding menggunakan material kayu sebagai pelapis, fungsinya sebagai pendukung kualitas akustik. Pada dinding dibuat bidang maju mundur untuk memecah gema horisontal melingkar. Lantai yang terdapat pada area duduk menggunakan material karpet sehingga dapat meredam gema.

b. Royal Albert Hall

Salah satu gedung konser musik klasik yang terkenal di Inggris adalah Royal Albert Hall, di London yang selesai dibangun pada tahun 1871. Gedung konser ini mampu menampung penonton sebanyak 5080 orang yang duduk di kursi dan 1000 orang penonton berdiri. Sampai saat ini gedung konser ini telah mengalami beberapa kali renovasi dan juga perbaikan di bagian interiornya agar mampu menghasilkan kondisi medan suara yang lebih baik bagi penontonnya.

Fasilitas yang terdapat di Royal Albert Hall ini dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu :

a. Fasilitas Utama :

Main hall :

 Stage

 Tempat duduk penonton

 Hall

 Ruang ganti

 Toilet

 Ruang kontrol

 Ruang penyimpanan sound system

 Ruang electrical b. Fasilitas Penunjang :  Lobby  Ruang pengelola  Ruang AHU  Toilet

Gubahan Bentuk Bangunan

Bentuk geometri dasar dari bangunan ini adalah lingkaran. Bentuk yang lingkaran ini diaplikasikan menjadi sebuah bentuk dome, karena bangunan ini terletak di daerah eropa yaitu tepatnya di london maka mempunyai ciri khas tersendiri seperti cendelanya yang berbentuk lengkung serta pilar-pilarnya yang besar.

Tampilan Bangunan

Dengan wujudnya yang lingkaran, gedung yang berfungsi sebagai gedung pertunjukan ini sangat bagus. Karena dengan bentuk dome bangunan ini dapat terlihat fokus waktu pertunjukan di adakan.

Penyelesaian Interior

Bagian interior Royal Albert hall nampak jelas bahwa pada tempat duduk penonton berbentuk melingkar,ini dikarenakan semua penonton dapat melihat dengan jelas dan fokus pada pertunjukan yang digelar. Dan juga jarak antara lantai bawah dengan atap cukup tinggi, ini juga dapat mengurangi pantulan yang berlebih dan juga mengatur penghawaan yang bagus.

Untuk pembagian kelas seperti VIP, Kelas A, Kelas B, dan Kelas C maka di gedung ini ditandai dengan beberapa tingkat, seperti VIP berada di circle dekat stage sedangkan Kelas B berada circle atasnya VIP dan seterusnya.

Gambar 2.17. Denah Main Hall Gambar 2.16. Tempat Duduk Penonton

Detail

Untuk mengurangi pantulan lebih besar maka langit-langit lebih tinggi dan menggunakan bahan material yang dapat menyerap pantulan yang terjadi. Langit-langit tidak berbentuk persegi karena pantulan yang ada bisa terjadi dari samping maka untuk menyiasati itu langit-langit berbentuk lingkaran yang cembung.

Dokumen terkait