• Tidak ada hasil yang ditemukan

Studi Kepemimpinan Universitas Michigan, meliputi:

Dalam dokumen DASAR-DASAR MANAJEMEN (Halaman 139-143)

Pemimpin Dan Kepemimpinan

D. Model atau Gaya Kepemimpinan

3. Studi Kepemimpinan Universitas Michigan, meliputi:

a) Terpusat pada pekerjaan (the job-centered)

Gaya kepemimpinan yang terpusat pada pekerjaan (the job-centered) memiliki ciri-ciri yang sama dengan gaya perilaku kepemimpinan struktur tugas (initiating structure) hasil temuan Universitas Ohio.

b) Terpusat pada pegawai (the employee-centered)

Sedangkan gaya atau model kepemimpinan yang terpusat pada pegawai (the employee-centered) memiliki ciri-ciri yang sama dengan gaya perilaku kepemimpinan tenggang rasa (consideration) hasil temuan Universitas Ohio. Perbedaan kedua temuan tersebut terletak pada hubungan antara keduanya. Temuan Universitas Ohio bahwa gaya kepemimpinan perilaku struktur tugas dan tenggang rasa tidak saling bergantung dan tidak saling mempengaruhi (sama-sama berdiri bebas). Sedangkan temuan Universitas Michigan meng-ungkapkan adanya saling berhubungan antara kepemimpinan yang terpusat pada pekerjaan (the job-centered) dan kepemimpinan yang terpusat pada pegawai (the employee-centered) sebagai suatu kontinum. Artinya, seorang pemimpin yang menerapkan gaya kepemimpinan yang terpusat pada pekerjaan dalam derajat yang tinggi, berakibat terhadap perilakunya yang terpusat pada pegawai dalam derajat yang rendah. Seorang pemimpin yang menerapkan gaya kepemimpinan terpusat pada pekerjaan dalam derajat yang rendah, berakibat perilakunya yang terpusat pada pegawai dalam derajat tinggi.

Kontinum merupakan suatu garis yang diawali dengan titik yang me-nunjukkan perilaku kepemimpinan terpusat pada pekerjaan yang diakhiri

16

Ibid. h. 85.

17

dengan titik yang menunjukkan perilaku kepemimpinan terpusat pada pegawai. Hal tersebut dapat digambarkan sebagai berikut ini18:

Perilaku kepemimpinan pada garis kontinum tersebut dapat diperinci sebagai berikut:

1) Pemimpin secara ekstrem hanya berperilaku kepemimpinan terpusat pada pekerjaan.

2) Pemimpin secara ekstrem hanya berperilaku kepemimpinan terpusat pada pegawai.

3) Pemimpin berperilaku kepemimpinan secara madya di titik tengah kon-tinum, perhatian sama besar baik pada pekerjaan maupun pegawai.

4) Pemimpin berperilaku kepemimpinan lebih terpusat pada pekerjaan dari-pada pegawai. 18 Ibid. h. 86. Terpusat pada pekerjaan Terpusat pada pegawai Terpusat pada pekerjaan Terpusat pada pegawai 3 2 Terpusat pada pegawai 1 Terpusat pada pekerjaan 4 Terpusat pada pekerjaan Terpusat pada pegawai

5) Pemimpin berperilaku kepemimpinan lebih terpusat pada pegawai dari-pada pekerjaan.

Apabila variasi perilaku kepemimpinan tersebut disatukan seperti makna yang sesungguhnya dari garis kontinum, maka akan terlihat seprti pada gambar berikut:

Perilaku pemimpin yang terpusat pada pekerjaan akan berhasil baik dalam situasi kerja yang kurang tersusun, karena pengawas dapat membe-rikan batuan teknis dan instruksi pelaksanaan. Sebaliknya, perilaku pemimpin yang terpusat pada pegawai akan kurang berhasil dalam situasi kerja yang sangat tersusun, karena pegawai tidak memerlukan pengawasan secara mendetail. Likert berpendapat bahwa perilaku pemimpin yang terpusat pada pegawai akan lebih berhasil daripada perilaku pemimpin yang terpusat pada pekerjaan, karena perilaku pemimpin yang terpusat pada pegawai akan meningkatkan produktivitas dalam jangka panjang, sedangkan perilaku pe-mimpin yang terpusat pada pekerjaan akan meningkatkan produktivitas jangka pendek saja.

4. Manajerial Grid

a) Perhatian pada produksi (concern for production)

Gaya kepemimpinan perhatian pada produksi (concern for production) memiliki ciri-ciri yang sama dengan gaya atau model perilaku kepemimpi-nan struktur tugas (initiating structure).

b) Perhatian terhadap orang (concern for people)

Sedangkan gaya kepemimpinan perhatian terhadap orang (concern for people) memiliki ciri-ciri yang sama dengan model perilaku kepemimpinan tenggang rasa (consideration)

Model atau gaya kepemimpinan managerial grid dengan dua macam perilakunya (perhatian pada produksi dan perhatian pada orang) tersebut dikenalkan oleh Robert R.Blake dan James S.Mouton19. Antara perilaku 19 Ibid. h. 88. 5 Terpusat pada pekerjaan Terpusat pada pegawai Terpusat pada pekerjaan Terpusat pada pegawai 3 4 5 2 3

kepemimpinan yang perhatian pada produksi dan perhatian pada orang dapat saling berpengaruh. Seorang pemimpin dapat sekaligus berperilaku mem-perhatikan produksi dan memmem-perhatikan orang dengan derajat sama tinggi atau dengan derajat yang berbeda. Tinggi rendahnya perhatian terhadap kedua macam perilaku kepemimpinan tersebut ditunjukkan dengan angka 1 sampai angka 9. Angka 1 menunjukkan perhatian minimum, angka 5 menun-jukkan perhatian madya, dan angka 9 menunmenun-jukkan perhatian maksimum.

Menerut kedua tokoh tersebut, kombinasi perilaku kepemimpinan per-hatian pada produksi dan perper-hatian pada orang dapat menjadi 81 macam kemungkinan gaya kepemimpinan. Tetapi mereka hanya memfokuskan pada 5 macam gaya dengan pembagian 4 macam gaya tergambar di sudut dan 1 macam gaya tergambar di tengah pada jaring amanjerial.

Jaringan manajerial ditunjukkan pada gambar yang memperlihatkan adanya perhatian terhadap produksi pada sumbu mendatar, dan perhatian pada orang ditunjukkan pada sumbu menegak seperti pada gambar berikut:

Gambar 8.7: Kombinasi Perilaku Perhatian Pada Produksi dan Perhatian Pada Orang

Sumber: Sutarto (1986:89) 1.9 1 2 3 4 5 6 7 8 9 tinggi rendah 1 2 3 4 per ha ti an p ada o rang 6 7 8 9 5 9.9 1.1 9.1 5.5

Dari gambar tersebut dapat diuraikan lima gaya atau model perilaku kepemimpinan yang difokuskan sebagai berikut:

1) Gaya perilaku kepemimpinan 1.1

Pemimpin berperilaku dengan memberi perhatian rendah baik terhadap produksi maupun terhadap orang. Model ini dinamakan impoverished management (manajemen yang dimiskinkan).

2) Gaya perilaku kepemimpinan 1.9

Pemimpin berperilaku dengan memberi perhatian rendah terhadap pro-duksi dan perhatian tinggi terhadap orang. Model ini dinamakan country club management (manajemen perkumpulan desa).

3) Gaya perilaku kepemimpinan 9.1

Pemimpin berperilaku dengan memberi perhatian tinggi terhadap pro-duksi dan memberikan perhatian rendah terhadap orang. Model ini dinamakan task or authoritarian management (manajemen tugas atau otoriter).

4) Gaya perilaku kepemimpinan 5.5

Pemimpin berperilaku dengan memberi perhatian madya baik terhadap produksi maupun terhadap orang. Model ini dinamakan middle-of-the-road management (manajemen jalan tengah).

5) Gaya perilaku kepemimpinan 9.9

Pemimpin berperilaku dengan memberi perhatian tinggi baik terhadap produksi maupun terhadap orang. Model ini dinamakan team or democ-ratic management (manajemen tim atau demokratis).

Dari 5 macam gaya atau model tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa pimpinan yang berhasil adalah pemimpin yang menerapkan gaya atau model kepemimpinan 9.9 atau dinamakan model kepemimpinan demokratis. Hal tersebut sesuai dengan ciri-ciri gaya atau model kepemimpinan demokratis yang telah diuraikan di awal.

Dalam dokumen DASAR-DASAR MANAJEMEN (Halaman 139-143)