• Tidak ada hasil yang ditemukan

Studio 2 Gameloft Indonesia, Yogyakarta

Dalam dokumen BAB II TINJAUAN PUSTAKA (Halaman 26-0)

BAB II................................................................................................................................. 1

2.6.1. Studio 2 Gameloft Indonesia, Yogyakarta

Gameloft merupakan pengembang dan penerbit video game yang terkemuka di dunia dan telah menempatkan diri sebagai salah satu inovator terbaik di bidang pengembangan game sejak tahun 2000. Gameloft menciptakan game yang dapat digunakan untuk semua platform, termasuk ponsel, smartphone dan tablet (termasuk Apple IOS dan perangkat Android), terkoneksi dengan TV serta game konsol. Gameloft melakukan aliansi strategis dengan merek internasional terkemuka seperti UNO, Spider-Man, James Cameron Avatar, Ferrari dan Sonic Unleashed. Gameloft juga sukses mengembangkan seri game, seperti Real Football, Asphalt, Modern Combat 2: Black Pegasus dan N.O.V.A Near Orbit Vanguard Alliance. Pada tahun 2012, Gameloft telah hadir di semua benua, mendistribusikan game yang diproduksi di 100 negara dan kini telah mempekerjakan lebih dari 4.000 karyawan.

Gameloft hadir di Indonesia pada tahun 2010, hanya dalam waktu 2 tahun, Gameloft Indonesia telah mempunyai 2 Studio di Kota Yogyakarta. Studio 1 Gameloft berada di Pacific Building Lantai 1, Jl. Laksda Adi Sucipto no 157, sedangkan Studio 2 Gameloft berada di Cokro Building, Jl HOS. Cokroaminoto 73, Wirobrajan Yogyakarta. Sekarang sudah lebih dari 600 game developer bekerja di Gameloft Indonesia.

commit to user

Studio 2 Gameloft Indonesia memiliki fasade yang didominasi dengan warna merah dan putih. Halaman depan merupakan area parkir kendaraan pengunjung.

Gambar 2. 19Tampak depan Studio 2 Gameloft Indonesia.

(Sumber : http://twicsy.com/, diakses pada 3 Mei 2015 pukul 19.30 WIB)

Interior dan penataan ruang pada Studio 2 Gameloft Indonesia terkesan menyenangkan dan fleksibel. Hal tersebut sangat berbeda apabila dibandingkan dengan kantor-kantor umum. Penggunaan warna-warna yang cerah dimaksudkan agar memberi kesan atraktif pada bangunan, sehingga pengunjung mudah mengenali bangunan tersebut sebagai Studio 2 Gameloft Indonesia. Perpaduan warna-warni pada interior ruang di Studio 2 Gameloft Indonesia dimaksudkan untuk menambah kesenangan pegawai dalam bekerja dan mendorong pertambahan daya imajinasi pegawai saat proses pembuatan game.

Studio 2 Gameloft Indonesia juga menyediakan fasilitas-fasilitas pribadi yang dapat digunakan oleh pegawai. Hal tersebut dimaksudkan agar pegawai tidak merasa jenuh akan pekerjaan merekan. Fasilitas-fasilitas tersebut antara lain coffee bar, area kebugaran fisik, dan kantin yang dikemas dengan interior yang atraktif.

commit to user

Berikut foto-foto ruang dalam Studio 2 Gameloft Indonesia.

Gambar 2. 24 Ruang Training 2 Studio Gameloft.

(Sumber : http://vgi.co.id/, diakses pada 3 Mei 2015 pukul 19.30 WIB)

Gambar 2. 23 Ruang pertemuan 3 Studio Gameloft.

(Sumber : http://twicsy.com/, diakses pada 3 Mei 2015 pukul 19.30 WIB) Gambar 2. 21 Ruang pertemuan 1 Studio Gameloft.

(Sumber : http://twicsy.com/, diakses pada 3 Mei 2015 pukul 19.30 WIB) Gambar 2. 20 Ruang penerimaan Studio

2 Gameloft Indonesia.

(Sumber : http://twicsy.com/, diakses pada 3 Mei 2015 pukul 19.30 WIB)

Gambar 2. 22 Ruang pertemuan 2 Studio Gameloft.

(Sumber : http://twicsy.com/, diakses pada 3 Mei 2015 pukul 19.30 WIB)

Gambar 2. 25 Ruang Training 1 Studio Gameloft.

(Sumber : http://vgi.co.id/, diakses pada 3 Mei 2015 pukul 19.30 WIB)

commit to user

2.6.2. Kantor Pengembang Game Indonesia (Agate Studio Bandung, Altermyth Pandawa Games Jakarta, dan Touchten Jakarta)

Indonesia memiliki lebih dari 90 pengembang game yang terdaftar di Asosiasi Game Indonesia. Karena pengembang game lokal Indonesia mayoritas adalah pengembang game pemula atau dalam industri kreatif digital dikenal dengan istilah startup game developer, maka pengembang game tersebut belum memiliki cukup modal untuk mendirikan kantor atau ruang kerja lengkap dengan fasilitas lengkap. Contoh pengembang game yang sudah memiliki kantor atau ruang kerja untuk bisnis pengembangan game yaitu sebagai berikut.

2.5.2.1. Agate Studio Bandung

Agate Studio adalah salah satu pengembang game besar di Indonesia.

Karya Agate Studio bukan hanya terkenal di dalam negeri, bahkan banyak yang dipasarkan di pasar internasional dan mendapat sambutan yang sangat baik. Agate Studio didirikan pada tahun 2009 dan kini memiliki anggota sebanyak lebih dari 80 orang. Kantor Agate Studio di Bandung beralamat di Jln. Budisari Raya No.6, Bandung.

Ruang kerja di kantor Agate Studio dibuat senyaman mungkin sehingga anggota Agate Studio merasakan suasana senyaman di rumah, anggota Agate juga

Gambar 2. 26 Ruang Produksi/kerja Studio Gameloft.

Sumber : http://vgi.co.id/, diakses pada 3 Mei 2015 pukul 19.30 WIB)

Gambar 2. 28 Ruang Produksi/kerja Studio Gameloft.

(Sumber : http://vgi.co.id/, diakses pada 3 Mei 2015 pukul 19.30 WIB)

Gambar 2. 27 Ruang Istirahat Studio Gameloft.

(Sumber : http://vgi.co.id/, diakses pada 3 Mei 2015 pukul 19.30 WIB)

commit to user

punya kebiasaan memberikan nama-nama unik untuk pekerjaan mereka. Hal tersebut dilakukan agar lingkungan bekerja terasa menyenangkan, sesuai dengan slogan mereka yaitu “Live the fun way”. Kantor Agate Studio berawal dari sebuah rumah. Namun ketika memasuki ruang-ruang di dalam, terdapat ruang kerja yang menyenangkan. Suasana ruang-ruang di kantor Agate Studio dapat dilihat pada gambar berikut.

Gambar 2. 29 Ruang kerja Agate Studio Bandung.

(Sumber : http://inet.detik.com/, diakses pada 23 September Mei 2015 pukul 19.30 WIB)

Gambar 2. 30 Perpustakaan pada kantor Agate Studio Bandung.

(Sumber : http://maulinadwilestari.blogspot.co.id, diakses pada 23 September Mei 2015 pukul 19.30 WIB).

Gambar 2. 31 Ruang rapat pada kantor Agate Studio Bandung.

(Sumber : segitiga.net, diakses pada 23 September Mei 2015 pukul 20.00 WIB).

commit to user 2.5.2.2. Altermyth Pandawa Games Jakarta

Pandawa adalah sebuah divisi dari Altermyth Game Studio yang memulai usaha sebagai konsultan di bidang game pada tahun 2010. Pandawa adalah salah satu pemain utama dalam online gaming publishing di Indonesia.

Pada tahun 2013, Pandawa bergabung dengan Altermyth sebagai divisi pemasaran dan penerbitan sebagai langkah ekspansi bisnis untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Altermyth Pandawa memberikan semua pengalaman dan pengetahuan dalam melakukan pelayanan operasional game dari proses pra sampai paska produksi. Altermyth Pandawa telah memiliki pengalaman dalam mengelola dan menerbitkan berbagai judul game untuk pasar Indonesia, seperti games produksi Electronic Arts, saluran distribusi untuk games produksi Blizzard, dan bekerja sama dengan pengembang game dari Korea Selatan, Jepang dan Cina, Altermyth Pandawa juga merupakan pionir dalam pemasaran dan penerbitan MMORPG pertama untuk lintas perangkat mobile.

Kantor Altermyth Pandawa Games beralamat di Jln. Setiabudi No. 7, Jakarta Selatan. Situasi lingkungan kerja Pandawa Games sangat nyaman, konsep interior ruang kerja Pandawa Games adalah industri kreatif. Sehingga setiap staff yang bekerja pasti merasa nyaman dan terasa seperti rumah sendiri. Seperti lingkungan kerja industri kreatif lain, terlihat mainan, poster dan pernak pernik aneh-aneh yang diletakkan di meja kerja staff tertentu. Divisi yang terdapat di Pandawa Games antara lain pemasaran, desain, programing, bisnis dan beberapa divisi lain. Suasana ruang kerja Altermyth Pandawa Games dapat dilihat pada gambar berikut.

Gambar 2. 32 Ruang kerja pada kantor Padawa Games.

(Sumber : http://www.kotakgame.com/, diakses pada 23 September Mei 2015 pukul 20.00 WIB).

commit to user

Gambar 2. 33 Hiasan interior ruang kerja Pandawa Games.

(Sumber : http://www.kotakgame.com/, diakses pada 23 September Mei 2015 pukul 20.00 WIB).

2.5.2.3. Touchten Jakara

Touchten adalah pengembang game lokal yang berdiri sejak tahun 2009.

Kini kantor produksi Touchten berada di lantai 9 Thamrin City Cosmo Mansion, Jln. Kebon Kacang Raya, Jakarta Pusat. Suasana kerja di Touchten sangat santai.

Suasana menyenangkan sengaja dibuat agar tim Touchten memiliki semangat bekerja di kantor.

Ruangan kerja Touchten sengaja dirancang lapang, terbuka tanpa sekat termasuk juga ruangan ketiga pendiri Touchten. Konsep ruang tersebut dimaksudkan untuk menciptakan atmosfer bekerja yang hangat dan penuh kekeluargaan. Touchten juga menyediakan pantry di kantor, sehingga akan memudahkan tim ketika mereka merasa lapar atau haus. Kantor yang terdiri dari sebuah ruangan besar yang terbagi ke beberapa bagian serta sebuah ruangan kecil yang berfungsi sebagai ruang rapat didesain dengan warna yang sangat hidup.

Berbagai hal mulai dari pemutar piringan hitam, berbagai konsol game, berbagai jenis board game, macam-macam buku tentang pengembangan game, serta jajaran komputer dalam berbagai model memberikan nuansa kasual namun profesional di kantor Touchten. Suasana di kantor Touchten dapat dilihat pada gambar berikut.

commit to user

Gambar 2. 34 Suasana ruang kerja Touchten.

(Sumber : http://poster.co.id/, diakses pada 23 September Mei 2015 pukul 20.30 WIB).

Gambar 2. 35 View ke luar dari Ruang kerja Touchten .

(Sumber : http://poster.co.id/, diakses pada 23 September Mei 2015 pukul 20.30 WIB).

Gambar 2. 36 Suasana pantry Touchten .

(Sumber : http://poster.co.id/, diakses pada 23 September Mei 2015 pukul 20.30 WIB).

2.6.3. Campus and Laboratories of Game Design HTW Berlin (University of Applied Sciences)

Game Design merupakan salah satu program studi pada HTW Berlin (Universityy of Applied Sciences) yang berdiri sejak musim gugur tahun 2009.

Kurikulum program studi Game Desain HTW Berlin didasarkan pada metode pengajaran modern yang relevan dengan perancangan game. Kurikulum di Game Design HTW Berlin berisi spesialisasi yang sesuai dengan bakat dan minat siswa dan memenuhi persyaratan tertentu dari studio game. Spesialisasi tersebut adalah Sistem Game Design (GD), Level Design (LD), Game Art (GA).

commit to user

Game Desain HTW Berlin memiliki ruang dan fasilitas yang menunjang proses pembelajaran dan pembuatan game. Ruang dan fasilitas tersebut adalah sebagai berikut.

1. Peralatan untuk produksi game.

Ruang yang luas dan laboratorium modern membantu menginspirasi dan memprofesionalkan kerja siswa. Infrastruktur dan peralatan Game Desain HTW Berlin menawarkan mahasiswa ruang untuk memunculkan ide-ide kreatif mereka dan memungkinkan untuk membuat realisasi ide kreatif tersebut. Studio khusus milik Game Desain HTW Berlin memiliki fasilitas yang lengkap untuk memungkinkan proses produksi lengkap pengembangan game dalam setiap hal teknis.

2. Ruang multifungsi.

Studio perancangan game merupakan ruang multifungsi yang memainkan peran penting dalam tugas sehari-hari yang dimiliki siswa. Di ruang multifungsi mahasiswa dapat bekerja dengan kertas prototipe, menggambar sketsa model, brainstorm visual, bermain game dan menganalisis suatu proyek. Ruang multifungsi memiliki luas lebih dari 120 m² yang dapat disesuaikan untuk penataan meja, papan tulis interaktif, proyektor, meja kamera, dan stereo system. 18m2 dari ruang multifungsi terdapat papan buletin, peralatan game, peralatan prototipe, bahan menggambar, model, buku, dan peralatan penunjang yang lain. Ruangan multifungsi dirancang untuk 20-60 siswa ditambah pengajar. Berikut merupakan gambar denah ruang multifungsi di kampus Game Design HTW berlin.

Gambar 2. 37 Denah ruang multifungsi Game Design HTW Berlin.

commit to user 3. Laboratorium.

Laboratorium yang dimiliki Game Desain HTW Berlin memiliki ruang komputer modern untuk kegiatan kelas dan proyek kerja. Game Desain HTW Berlin memiliki digital drawing tablet dan pengendali untuk digunakan siswa.

Dalam laboratorium terdapat kegiatan-kegiatan sebagai berikut.

 Ilustrasi digital, visualisasi konsep, penggambaran digital, dan pembuatan tekstur.

 Konsepsi dan realisasi model, pemandangan, ruang, level, tekstur/permukaan dan animasi untuk aplikasi interaktif 3D.

Permodelan berbasis poligon untuk aplikasi real-time, proses pemodelan berbasis kurva, permukaan subdivisi, pemodelan model anatomi yang benar, model tubuh, wajah anatomi, menguliti dan rigging, model pencahayaan, texturing dengan metode canggih.

 Tingkat desain yaitu implementasi aturan, lingkungan permainan, medan dan peta, objek permainan, pelaksanaan cerita, scripting permainan, audio

Pengolahan game, web, software, user interface sebagai bagian dari konsep game.

 Penggambaran interaksi dengan menampilkan model 3D.

4. Ruang kuliah dan area pameran.

Kadang-kadang Game Desain HTW Berlin membutuhkan ruang yang besar untuk acara-acara tertentu seperti presentasi, pameran, dan kunjungan.

Ruang kuliah dan area pameran biasa digunakan untuk kegiatan tersebut.

5. Studio khusus untuk penelitian.

Di Perception & Creation Lab siswa dapat merekam suara untuk script dan profesional desain serta memadukan suara untuk proyek-proyek game. Di Motion Capture Studio siswa dapat merekam gerakan dan menerapkan gerakan ke karakter digital. Sedangkan di Green Screen Studio, siswa dapat membuat video storyboard atau sebagai studio foto untuk membuat tekstur.

Berikut merupakan foto kegiatan pengambilan simulasi gerakan yang akan dimasukkan ke karakter digital yang berlangsung di Motion Capture Studio.

commit to user

Gambar 2. 38Suasana Motion Capture Studio.

(Sumber : http://gd-bachelor.htw-berlin.de/, diakses pada 3 Mei 2015 pukul 11.10 WIB)

Untuk keperluan pembuatan game profesional, Program Studi Game Design HTW Berlin memiliki ruang-ruang yang dilengkapi dengan keperluan pembuatan game profesional. Ruang-ruang tersebut adalah sebagai berikut.

6. Gamelab01

Gamelab01 digunakan untuk berkumpul tim peneliti game dalam sebuah forum. Gamelab01 terdiri dari 20 ruang kerja serta studio konsep dengan peralatan prototyping, dan perpustakaan penelitian game. Sebagian besar staf ilmiah dan mahasiswa di Gamelab01 bekerja pada proyek-proyek penelitian yang inovatif. Suasana Gamelab01 dapat dilihat pada gambar berikut.

Gambar 2. 39Kondisi Gamelab01.

(Sumber : http://gd-bachelor.htw-berlin.de/, diakses pada 3 Mei 2015 pukul 11.10 WIB)

7. Gamelab02

Studio Gamelab02 memiliki luas 120 meter2yang dilengkapi untuk berbagai proses desain konsep dan pengembangan game.

commit to user 8. Gamelab03

Gamelab03 merupakan developing studio yang secara khusus dilengkapi untuk pengembangan teknis dan artistik game digital. Pada proyek 3D modern, siswa bekerja pada proyek-proyek permainan dari konsep untuk pengembangan 3D.

9. Gamelab04

Gamelab04 merupakan studio suara dan ruang rekaman yang mencakup semua kebutuhan produksi audio dari pengembangan game. Berikut merupakan gambar keadaan Gamelab04 yang berperan sebagai audio studio, sehingga untuk menunjang kegiatan Gamelab04 dilengkapi dengan peralatan audio.

Gambar 2.22. Kondisi ruang audio .

(Sumber : http://gd-bachelor.htw-berlin.de/, diakses pada 3 Mei 2015 pukul 11.30 WIB)

10. Gamelab05

Gamelab05 merupakan studio percobaan yang juga berperan sebagai ruang multifungsi. Di depan ruangan terdapat studio foto. Studio Gamelab05 dilengkapi untuk menyiapkan instalasi serta untuk bereksperimen dan membuat prototipe gerakan untuk game. Studio Gamelab05 juga digunakan untuk pemotretan pakaian untuk desain karakter.

11. Gamelab06

Di studio Gamelab06, peneliti game melaksanakan penelitian proyek dan pengembangan di bidang gerak tubuh dan animasi wajah. Ekspresi wajah dan urutan gerakan ditangkap menggunakan teknik optik dengan kamera inframerah dan kemudian ditransfer ke karakter digital dalam komputer.

commit to user

Dari tinjauan mengenai preseden yang berhubungan dengan pusat pengembang game dan otaku di atas, dapat disimpulkan bahwa ruang kerja untuk pengembang game profesional harus dapat memenuhi kebutuhan pengguna dan fasilitas penunjang pembuatan game. Meskipun demikian, kantor dan ruang kerja pengembang game di Indonesia kini belum maksimal dalam memenuhi kebutuhan pengembang game sehingga perlu pertimbangan dari preseden kantor pengembang game di luar Indonesia.

commit to user

Gambar 2. 40 Tabel 2. 3

Contents

BAB II... 1

TINJAUAN PUSTAKA ... 1

2. 1 Tinjauan Game ... 1

2.1.1. Pengertian Game ... 1

2.1.2. Pembagian Game ... 1

2.1.3. Rating (Batas Kepantasan Usia) dalam Game ... 5

2. 2 Pengembang Game... 7

2.2.1. Pengertian Pengembang Game ... 7

2.2.2. Peran dalam Industri Pengembangan Game ... 8

2.2.3. Proses Pembuatan Game... 13

2. 3 Tinjauan Otaku... 16

2.3.1. Pengertian Otaku... 16

2.3.2. Otaku di Jepang... 16

2.3.3. Otaku di Indonesia ... 17

2. 4 Tinjauan Kantor/Office ... 17

2. 5 Tinjauan Estetika Idiomatik ... 19

2.5.1. Pemahaman Idiomatik Sebagai Bagian dari Arsitektur Postmodern ... 19

2.5.2. Pemahaman Esensi Pendekatan Idiomatik... 20

2.5.3. Ciri-ciri Pendekatan Idiomatik Camp ... 25

2. 6 Tinjauan Preseden ... 26

2.6.1. Studio 2 Gameloft Indonesia, Yogyakarta ... 26

2.6.2. Kantor Pengembang Game Indonesia (Agate Studio Bandung, Altermyth Pandawa Games Jakarta, dan Touchten Jakarta) ... 29

2.6.3. Campus and Laboratories of Game Design HTW Berlin (University of Applied Sciences) ... 33

Gambar 2. 1 Mesin permainan arkade/mesin ding-dong. ... 2

Gambar 2. 2 Penggunaan komputer untuk PC game. ... 2

commit to user

Gambar 2. 3 Contoh console game konsol Playstation (a), XBOX (b), dan Nitendo

64 (c). ... 3

Gambar 2. 4 Konsol genggam Nintendo 3DS (a), Sony PSP (b), dan Nintendo Game Boy (c). ... 3

Gambar 2. 5 Contoh mobile game pada smartphone Samsung. ... 4

Gambar 2. 6 Ilustrasi tokok 2D. ... 10

Gambar 2. 7 Pembuatan latar belakang game dengan software 3dsMax... 10

Gambar 2. 8 User interface pada game Feeding Frenzy... 10

Gambar 2. 9 Contoh karakter 3d game yang masih kasar... 11

Gambar 2. 10 Contoh hasil pencahayaan pada game Endless Ocean 2. ... 11

Gambar 2. 11 Audio Gamelab pada HTW Berlin - University of Applied Sciences... 12

Gambar 2. 12 Contoh prototipe game dengan menggunakan kertas. ... 14

Gambar 2. 13 Tampilan Cymbalista Synagogue and Jewish Heritage Centre di Tel-aviv Israel dengan menggunakan estetika idiomatik pastiche. ... 21

Gambar 2. 14 Tampilan Barcode Building, St. Petersburg, Russia dengan menggunakan estetika idiomatik pastiche. ... 21

Gambar 2. 15 Tampilan The Frederick R. Weisman Art Museum, University of Minnesota, Minneapolis dengan menggunakan estetika idiomatik parody. ... 22

Gambar 2. 16 Tampilan Elephant Building dengan menggunakan estetika idiomatik kitsch. ... 22

Gambar 2. 17 Tampilan Jean-Marie Tjibaou Cultural Centre dengan menggunakan estetika idiomatik camp. ... 23

Gambar 2. 18 Tampilan Wooden Gagster House di Archangelsk, Russia dengan menggunakan estetika idiomatik skizofrenia. ... 24

Gambar 2. 19 Tampak depan Studio 2 Gameloft Indonesia. ... 27

Gambar 2. 20 Ruang penerimaan Studio 2 Gameloft Indonesia... 28

Gambar 2. 21 Ruang pertemuan 1 Studio Gameloft. ... 28

Gambar 2. 22 Ruang pertemuan 2 Studio Gameloft. ... 28

Gambar 2. 23 Ruang pertemuan 3 Studio Gameloft. ... 28

Gambar 2. 24 Ruang Training 2 Studio Gameloft. ... 28

Gambar 2. 25 Ruang Training 1 Studio Gameloft. ... 28

commit to user

Gambar 2. 26 Ruang Produksi/kerja Studio Gameloft... 29

Gambar 2. 27 Ruang Istirahat Studio Gameloft... 29

Gambar 2. 28 Ruang Produksi/kerja Studio Gameloft... 29

Gambar 2. 29 Ruang kerja Agate Studio Bandung. ... 30

Gambar 2. 30 Perpustakaan pada kantor Agate Studio Bandung. ... 30

Gambar 2. 31 Ruang rapat pada kantor Agate Studio Bandung. ... 30

Gambar 2. 32 Ruang kerja pada kantor Padawa Games. ... 31

Gambar 2. 33 Hiasan interior ruang kerja Pandawa Games. ... 32

Gambar 2. 34 Suasana ruang kerja Touchten... 33

Gambar 2. 35 View ke luar dari Ruang kerja Touchten . ... 33

Gambar 2. 36 Suasana pantry Touchten . ... 33

Gambar 2. 37 Denah ruang multifungsi Game Design HTW Berlin. ... 34

Gambar 2. 38 Suasana Motion Capture Studio... 36

Gambar 2. 39 Kondisi Gamelab01... 36

Gambar 2. 40 ... 39

Tabel 2. 1 Pembatasan Usia Menurut ESRB ... 6

Tabel 2. 2 Informasi dan Makna dalam Idiom Posmodern ... 24

Tabel 2. 3... 39

Bagan 2. 1 Ringkasan proses pembuatan game. ... 15

Dalam dokumen BAB II TINJAUAN PUSTAKA (Halaman 26-0)

Dokumen terkait