BAB III METODOLOGI PENELITIAN
C. Subjek Penelitian
Subjek penelitian ini adalah Guru-guru Ilmu Pengetahuan Alam
(IPA) kelas VII sampai kelas IX Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Dalam penelitian ini menggunakan 7 (tujuh) SMP di kabupaten Klaten.
D. Variabel Penelitian
Dalam penelitian ini menggunakan satu buah variabel yaitu
keterampilan proses sains. Variabel tersebut kemudian akan dilihat
hasilnya.
E. Desain Penelitian
1. Kegiatan Penelitian
Kegiatan penelitian yang dilakukan pada penelitian ini adalah
sebagai berikut:
a. Peneliti mengajukan sebuah tes kepada Guru SMP berupa
pertanyaan-pertanyaan yang menguji unsur-unsur dalam
keterampilan proses terpadu. Hal ini digunakan untuk
mengetahui tingkat pendekatan keterampilan proses Guru
baik Guru kelas VII, kelas VIII, maupun kelas IX.
Pertanyaan-pertanyaan berupa pilihan ganda tanpa
menggunakan soal perhitungan.
b. Setelah tes dilakukan kepada guru, kemudian hasil tes
tersebut dianalisis dengan mengkoreksi jawaban yang benar
serta jawaban yang salah. Setelah dianalisis jawaban benar
dan salahnya kemudian dicari nilai rata-rata dari
keseluruhan aspek keterampilan proses sains. Kemudian
juga dicari rata-rata untuk tiap-tiap aspek keterampilan
2. Pengumpulan Data
Proses pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan
menggunakan satu macam instrumen yang berupa soal pilihan
ganda mengenai keterampilan proses sains yang disusun oleh
Burns (1985). Data tentang keterampilan proses sains Guru SMP
didapatkan dari hasil jawaban guru dalam soal pilihan ganda
tersebut. Kemudian jawaban dari guru dicocokkan dengan kunci
jawaban.
F. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian yang digunakan yaitu berupa soal-soal yang
mengukur keterampilan proses sains (Test of Integrated Process Skills II).
Soal terdiri dari 25 poin soal pilihan ganda yang diambil dari 36 poin soal.
Pengurangan beberapa poin soal dikarenakan beberapa item memiliki
peroalan yang hampir sama. Aspek yang dikurangi yaitu mengidentifikai
variabel, mendefinisikan variabel secara operasional, merumuskan hipotesis.
Walaupun dari 36 soal dikurangi menjadi 25 soal tetapi dari 25 soal
tersebut sudah mewakili 5 unsur yang ada dalam keterampilan proses
sains.
Instrumen Test of Integrated Process Skils II (TIPS II) ini
sebenarnya berupa soal berbahasa inggris yang kemudian dibahasakan
dalam bahasa indonesia. Dalam proses alih bahasa peneliti dibantu oleh
saudara Yohanes Marino yaitu mahasiswa program studi bahasa inggris di
sepenuhnya sempurna. Untuk menyempurnakan bahasa yang digunakan,
peneliti melakukan konsultasi kepada dosen pembimbing sampai
memperoleh bahasa yang baik untuk digunakan sebelum instrumen
digunakan. Berikut ini penjabaran tentang TIPS II yang digunakan dalam
penelitian:
1. Test of Integrated Process Skill II (TIPS II)
Test of Integrated Process Skill II (TIPS II) merupakan
suatu instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkat
keterampilan proses seseorang. TIPS II terdiri dari 36 point soal
pilihan ganda yang mencakup unsur-unsur keterampilan proses
terpadu yang terdiri dari mengidentifikasi variabel, mendefinisikan
variabel secara operasional, merumuskan hipotesis,
menyajikan/interpretasi data, dan merancang
penelitian/eksperimen. Karena banyak soal yang hampir mirip,
maka dari 36 soal diringkas menjadi 25 soal saja.
Unsur-unsur dalam TIPS II yang terdiri dari 36 poin soal
tersebut diklasifikasikan menjadi 25 poin soal berdasarkan aspek-
Tabel 3. 1. Klasifikasi Item Tes TIPS II berdasarkan Aspek
Keterampilan Proses Sains Terpadu
No. Keterampilan Proses Terpadu Item Soal 1. Mengidentifikasi Variabel 1,3,10,11,12,21,22,23 2. Mendefinisikan Variabel secara operasional 2,13,14,17,24 3. Merumuskan Hipotesis 4,8,9,18,20,25 4. Merancang Penelitian/Eksperimen 6,15 5. Menyajikan/Interpretasi Data 5,7,16,19
Berikut ini tujuan dan contoh soal tes pada TIPS II:
Tabel 3. 2. Tujuan dan Contoh Soal Tes pada TIPS II
Tujuan Contoh soal Memberikan deskripsi tentang penyelidikan, mengenali pendifinisian opersional yang cocok untuk variabel
Sebuah penelitian tentang efisiensi kendaraan telah dilakukan. Hipotesa yang didapat adalah penambahan zat pada bensin dapat meningkatkan efisiensi mesin. Lima mobil yang identik diisi dengan jumlah bahan bakar yang sama tetapi jumlah additive (zat tambahan) yang berbeda lalu mobil berjalan pada jalur yang sama sampai bensin habis. Tim Peneliti mencatat jarak tempuh setiap mobil. Bagaimana efisiensi mobil diukur dalam penelitian ini?
A) Waktu yang ditempuh mobil hingga kehabisan bensin.
B) Jarak tempuh tiap mobil.
C)Jumlah bahan bakar yang digunakan. D) Jumlah Additive (zat tambahan) A
Tujuan Contoh soal Memberikan
deskripsi dari variabel yang rumit, memilih hipotesis yang akan diuji
Susan sedang meneliti jumlah makanan yang diproduksi pada tanaman buncis. Dia mengukurnya dengan melihat pada jumlah zat tepung yang diproduksi. Dia mencatat bahwa dia dapat mengubah intensitas cahaya, jumlah karbon dioksida, dan jumlah air yang diterima oleh tanaman. Hipotesis manakah yang dapat diujikan jika Susan akan melakukan uji tersebut?
A) Semakin banyak karbon dioksida yang diterima oleh tanaman buncis, semakin banyak zat tepung itu diproduksi
B) Semakin banyak zat tepung pada tanaman buncis diproduksi, semakin banyak pula intensitas cahaya yang dibutuhkan.
C) Semakin banyak air yang diperoleh tanaman buncis, semakin banyak pula karbon dioksida yang dibutuhkan.
D) Semakin banyak intensitas cahaya yang diterima, semakin banyak pula karbon dioksida yang dibutuhkan.
Tujuan Contoh soal Memberikan deskripsi sebuah penyelidikan, memperoleh data, mengenali grafik dari data, dan menjelaskan
hubungan antar variabel
Seorang peneliti sedang menguji pupuk baru dengan menggunakan lima lahan yang berukuran sama. Ia memberikan jumlah pupuk yang berbeda di setiap lahan. Satu bulan kemudian, ia mengukur tinggi rata-rata rumput di setiap lahan tersebut. Hasil pengukurannya ada pada tabel di bawah ini. Jumlah Pupuk (kg) Tinggi rata-rata rumput (cm) 10 7 30 10 50 12 80 14 100 12
Manakah grafik yang paling tepat menggambarkan data pada tabel?
Merencakanan penyelidikan untuk menguji hipotesis
Seorang ahli Biologi menguji hipotesa berikut: Semakin banyak jumlah vitamin yang diberikan pada tikus, semakin cepat tikus akan bertambah besar. Bagaimana ia dapat mengukur kecepatan perkembangan tikus tersebut?
A)Mengukur kecepatan tikus
B)Mengukur jumlah latihan yang diterima oleh tikus
C)Mengukur berat tikus setiap hari D)Mengukur jumlah vitamin yang akan
G. Metode Penelitian
Untuk mengetahui keterampilan proses sains Guru SMP yaitu
melalui pertanyaan-pertanyaan mengenai unsur-unsur yang terdapat pada
keterampilan proses. Hasil tes yang diperoleh kemudian di analisis dengan
menggunakan analisis secara deskriptif kuantitatif. Untuk mendapatkan
data, semua guru yang di uji diberikan tes dengan soal yang sama.
Sebelum diadakan tes, Guru tidak diminta untuk mempelajari tentang
unsur-unsur dalam keterampilan proses. Hal ini bertujuan untuk menguji
seberapa jauh ketrampilan proses yang dimiliki oleh Guru. Sehingga apa
yang diketahui atau yang dikuasai guru mengenai keterampilan proses
dalam kegiatan pembelajaran akan di ungkapkan kembali sesuai yang
dipahami Guru.
H. Analisis Data
Melalui hasil jawaban tes yang diberikan kepada Guru tersebut,
maka dapat diketahui keterampilan proses Guru. Data-data yang diperoleh
melalui instrumen yang digunakan selanjutnya dianalisis secara deskriptif
kuantitatif untuk masing-masing bagian soal sehingga didapatkan jawaban
salah dan benar untuk tiap-tiap soal.
1. Tingkat Keterampilan Proses
Untuk mengukur tingkat keterampilan proses sains guru, maka
instrumen yang diberikan kepada guru dikoreksi dan dihitung hasil
benar dan salahnya. Setelah dihitung nilai benar dan salahnya
Skills II mengandung lima (5) unsur di dalamnya maka setelah
dihitung benar dan salahnya kemudian dikelompokkan menurut
masing-masing unsur. Setelah pengelompokkan kemudian dihitung
nilai rata-rata dari masing-masing unsur. Hasil tersebut digunakan
untuk menganalisis keterampilan sains guru IPA SMP. Untuk
mempermudah perhitungan maka digunakan program microsoft excel
dengan menggunakan 0 (nol) untuk jawaban yang salah dan 1 (satu)
untuk jawaban yang benar. Kemudian hasil jawaban dideskripsikan
dan disimpulkan untuk melihat tingkat keterampilan proses sains guru
SMP.
Setelah semua selesai dilakukan, kemudian hasil disajikan dalam
bentuk tabel yang selanjutnya dapat digunakan untuk menghitung
persentase. Dari nilai benar selanjutnya dihitung nilai rata-ratanya
kemudian dikualifikasikan berdasarkan kualifikasi yaitu sangat baik,
baik, cukup, kurang, dan sangat kurang. Kualisifikasi tersebut dibuat
dengan berdasarkan nilai tertinggi. Nilai tertinggi yang dipakai yaitu
nilai 100. Setelah itu dibuat dalam bentuk persentase 100% jika benar
semua. Dalam penentuan prosentase kualifikasi ini menggunakan
standar penilaian yang dipakai pada umumnya. Berikut kualifikasi
Tabel 3. 3. Kualifikasi Tingkat Penguasaan Keterampilan Proses Sains
Nilai rata-rata benar (%) Tingkat ketrampilan proses sains
≥80 Sangat baik 68 – 79 Baik 56 – 67 Cukup 46 – 55 Kurang
≤ 45 Sangat kurang
Adapun tabel yang digunakan untuk menganalisis
keterampilan proses menurut masing-masing unsur keterampilan
proses. Berikut tabel yang disajikan:
Tabel 3. 4. Keterampilan Proses Untuk Masing-masing Aspek
No. Aspek ���� � (%) ������ (%) S.Dev 1. Mengidentifikasi Variabel
2. Mendefinisikan Variabel secara operasional 3. Merumuskan Hipotesis 4. Merancang Penelitian/Eksperimen 5. Menyajikan/Interpretasi Data Keterangan : �����
= Skor rata-rata untuk setiap aspek
������
= Skor rata-rata untuk keseluruhan aspek S.Dev = Standar deviasi
Setelah dianalisis berdasarkan masing-masing aspek
selanjutnya setiap aspek dianalisis berdasarkan jawaban yang
diberikan oleh guru. Berikut tabel yang digunakan untuk
menganalisis berdasarkan jawaban guru.
Tabel 3. 5. Jawaban Guru Berdasarkan Aspek
Aspek
No Item
Jumlah Guru yang menjawab (%) a b c d Kosong Total
Keterangan :
Arsir : Kunci jawaban
33