• Tidak ada hasil yang ditemukan

Subjek Penelitian 3 (S3)

Dalam dokumen SKRIPSI. Oleh Fatma Pratiwi NIM (Halaman 55-76)

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. HASIL PENELITIAN

3. Subjek Penelitian 3 (S3)

a. Identifikasi Kesalahan Transformasi

Gambar 4.5 Jawaban Tes S3 pada Soal Nomor 1

Berikut transkip potongan hasil wawancara S3 pada soal nomor 1 yang berkaitan dengan indikator C yaitu sebagai berikut:

P1C01 : ada berapa operasi hitung yang ade gunakan dalam

menyelesaikan soal nomor 1?

S31C01 : hmmm tidak tau deh kak.

P1C02 : coba ade tuliskan rumus yang ade gunakan dalam

mengerjakan soal tersebut?

S31C02 : (diam beberapa menit) tidak tau kak.

Dari data di atas diperoleh fakta bahwa S1 melakukan kesalahan sesuai dengan prosedur Newman pada indikator C dalam mengerjakan pada soal nomor 1.

Dianalisis penyebab terjadinya kesalahan yang terdapat pada soal nomor 1 yang dilakukan oleh S3. S3 mampu menuliskan hasil akhirnya tanpa melakukan metode penyelesaian. Sehingga S3

melakukan kesalahan transformasi Ini terlihat jelas pada gambar 4.5 S3 tidak mampu melakukan operasi hitung yang ia gunakan.

Hasil tes dan hasil wawancara dapat disimpulkan penyebab kesalahan S3 tidak mampu menyelesaikan apa diketahui dan tidak mampu menuliskan apa yang ditanyakan. Penyebab kesalahan S3 tidak paham tentang operasi hitung.

b. Identifikasi kesalahan keterampilan proses

Gambar 4.6 Jawaban Tes S3 Soal Nomor 1

Berikut transkip potongan hasil wawancara S3 dengan soal nomor 1 yang berkaitan pada indikator D yaitu sebagai berikut.

P1D01 : coba ade kerjakan soal tersebut sesuai

langkah-langkah yang ade ketahui?

S31D01 : tidak tau kak

P1D02 : coba jelaskan langkah-langkah penyelesaian yang ade

dapatkan dari hasil 750 meter

S31D02 : 2000 – 150 – 500 lupa kak dan tidak tau juga selesaikan

ini soal kak

S31D03 : tidak paham kak.

Dari data di atas diperoleh fakta bahwa S1 melakukan kesalahan yang sesuai dengan prosedur Newman pada indikator D dalam menyelesaikan soal nomor 1.

Dianalisis penyebab terjadinya kesalahan yang telah dilakukan oleh S3 yang terdapat pada soal nomor 1. S3 mampu menuliskan hasil akhirnya dengan benar yaitu 750 meter, sehingga terjadi kesalahan yang dilakukan S3 adalah tidak mampu menuliskan dan menentukan metode penyelesaian dengan benar, ini terlihat pada gambar 4.6 tidak terdapat satu pun metode penyelesaian yang mampu dituliskan oleh S3.

Hasil data yang telah diperoleh terjadi kesalahan yang dilakukan yaitu tidak mampu menuliskan metode penyelesaian yang benar. Penyebab terjadinya kesalahan S3 tidak memiliki keahlian dalam menyelesaikan soal. S3 juga tidak memahami materi bilangan bulat.

c. Identifikasi kesalahan penulisan jawaban

Berikut transkip potongan hasil wawancara S3 dengan soal nomor 1 yang berkaitan sesuai dengan indikator yaitu sebagai berikut:

P1E01 : metode apa yang digunakan dalam mengerjakan soal

dek?

S31E01 : tidak tau kak,

P3E02 : dari jawaban akhir ade sudah betul, cuman cara

penyelesaiannya bagaimana dek?

S31E02 : bingung ma juga itu kak,

P1E03 : pertanyaan terakhir apakah ade suka dengan pelajaran

matematika?

S31E03 : tidak kak.

Dari data di atas diperoleh fakta bahwa S1 melakukan kesalahan sesuai dengan prosedur Newman yang terdapat pada indikator E dalam penyelesaian soal nomor 1.

Dianalisis kesalahan yang terjadi pada soal nomor 1. S3 mengulangi kesalahan yang sebelumnya. Terjadi kesalahan yang dilakukan oleh S3 yaitu tidak ada satu pun yang dituliskan dalam metode penyelesaian dan S3 juga tidak memiliki keahlian dalam penyelesaian soal.

Hasil data yang didapat maka disimpulkan penyebab terjadinya kesalahan yang dilakukan S3 sesuai dengan soal nomor 1, dimana S3 tidak menuliskan metode penyelesaian yang tepat. S3 tidak memiliki

keahlian dalam mengerjakan soal tersebut. S3 tidak menyukai pelajaran matematika.

d. Identifikasi kesalahan membaca.

Gambar 4.8 Soal Nomor 2

Berikut transkip potongan hasil data wawancara S3 dengan soal nomor 2 yang berkaitan dengan indikator A yaitu sebagai berikut: P2A01 : coba ade bacakan soal nomor 2?

S32A01 : suatu rumah sakit di kota Makassar mengadakan tes

tertulis dalam penerimaan karyawan. Jika setiap jawaban diberi nomor 4, jawaban yang salah kurang 2 dan tidak dijawab diberi skor kurang 1. Berikut data 5 orang karyawan yang mengikuti tes. Yuli 19 6 5, Lorna 24 3 3, Saskia 26 3 1, Melsi 18 9 3, Ainun 27 3 0. Dari data tersebut urutan nilai peserta tes dari terkecil ke terbesar?

P2A02 : dari soal yang ade baca tanda (-) itu dibaca kurang

S32A01 : (diam sejanak) kurang kak

P2A03 : terus yang ade baca tadi dari tabel maksudnya itu apa

dek Yuli 19 6 5, Lorna 24 3 3, Saskia 26 3 1, Melsi 18 9 3, Ainun 27 3 0.?

S32A03 : eeee… yang itu kak Yuli benar 19 salah 6 tidak dijawab

5, Lorna benar 24 salah 3 dan tidak dijawab 3, Saskia benar 26 salah 3 tidak dijawab 1, Melsi benar 18 salah 9 tidak dijawab 3, Ainun benar 27 salah 3 tidak dijawab 0.

Dari data di atas diperoleh fakta bahwa S1 melakukan kesalahan sesuai dengan prosedur Newman pada Indikator A pada soal nomor 1.

Hasil wawancara diketahui kesalahan yang dimiliki S3. Penyebab S3 belum mampu membaca simbol matematika dari soal tersebut yakni nilai -2, dan -1 menganggap tanda mines merupakan operasi pengurangan. Penyebab S3 masih terbata-bata dalam membaca soal dan S3 juga gerogi saat membaca soal dan tidak percaya diri saat membaca soal.

Gambar 4.9 Jawaban Tes S3 Soal Nomor 2

Berikut transkip potongan wawancara S3 pada soal nomor 2 yang berkaitan dengan indikator B yaitu sebagai berikut:

P2B01 : apa yang ade ketahui dari soal tersebut? S32A01 : tidak ku tau kak

P2B02 : terus apa yang ditanyakan dalam soal tersebut dek? S32B02 : dari data tersebut urutan nilai peserta tes dari terkecil

ke terbesar?

P2B03 : apakah masih ada lagi yang ditanyakan dalam soal

tersebut?

S32B03 : tidak ada m kak.

Dari hasil pekerjaan S3 pada soal nomor 2 diperoleh bahwa S3 telah melakukan kesalahan sesuai dengan prosedur Newman pada indikator A.

Dianalisis terjadinya kesalahan yang telah dilakukan oleh S3 yang terdapat pada soal nomor 2. S3 tidak mampu menuliskan dan menentukan tentang informasi yang ada pada soal. Di perjelas pada gambar 4.9 sehingga S3 melakukan kesalahan memahami.

Hasil data yang didapatkan sehingga dapat disimpulkan penyebab kesalahan S3. Dimana S3 tidak ada satu pun menulikan apa yang diketahui ini fakta terlihat pada gambar 4.9. Penyebab S3 tidak mampu menuliskan apa yang ditanyakan dalam soal.

f. Identifikasi kesalahan transformasi

Gambar 4.10 Jawaban Tes S3 pada Soal Nomor 2

Berikut transkip potongan hasil wawancara S3 pada soal nomor 2. Yang berkaitan dengan indikator C yaitu sebagai berikut:

P2C01 : ada berapa operasi hitung yang ade gunakan? S32C01 : maksudnya kak operasi hitung?

P2C02 : operasi hitung itu seperti pengurangan, pertambahan,

perkalian, pembagian. Jadi ada berapa operasi hitung yang ade gunakan?

S32C02 : dua kak yaitu pengurangan sama perkalian.

P2C03 : dari hasil pekerjaan ade, cuman ada satu operasi hitung

yang ade gunakan. Coba ade tuliskan rumus yang ade gunakan dalam menyelesaikan soal?

Dari data di atas diperoleh fakta bahwa S1 melakukan kesalahan sesuai dengan prosedur Newman pada indikator C dalam mengerjakan soal nomor 2.

Hasil tes S3 dianalisis kesalahan yang dilakukan pada soal nomor 2. S3 melakukan kesalahan karena tidak hasil tes benar yang didapat setiap karyawan tidak dikalikan 4, begitupun dengan yang mendapat jawaban salah tidak dikalikan dengan mines 2 dan yang tidak dijawab tidak dikalikan mines 1. S3 hanya melakukan pengurangan yaitu Yulfi 19 – 6 – 5 = 8 untuk lebih jelasnya terdapat pada gambar 4.10. Sehingga Penyebab kesalahan S3 tidak mampu menentukan metode penyelesaian dengan tepat dan tidak mampu menuliskan operasi hitung dengan benar.

Hasil tes dan hasil wawancara dapat disimpulkan penyebab kesalahan S3. S3 tidak mampu menentukan operasi hitung. Dan S3 tidak mampu menuliskan operasi hitung dengan tepat.

g. Identifikasi kesalahan keterampilan proses.

Berikut transkip potongan hasil wawancara S3 yang terdapat pada soal nomor 2 yang sesuai dengan indikator D yaitu sebagai berikut:

P2D01 : coba jelaskan langkah-langkah yang ade gunakan dari

jawaban ade?

S32D01 : tidak ku tau kak (sambil menggelengkan kepala)

P2D02 : dari hasil jawaban ade apakah semua proses yang ade

gunakan sudah benar.

S32D02 : tidak tau kak. Itu saja asal ku jawab j kak

Dari hasil pekerjaan S3 diperoleh fakta bahwa S3 melakukan sesuai dengan prosedur Newman pada indikator D dalam mengerjakan soal nomor 1.

Dianalisis terjadinya kesalahan yang telah dilakukan oleh S3 dengan soal nomor 2. Penyebab terjadinya kesalahan yaitu telah melakukan kesalahan sebelumnya tidak menuliskan hal yang diketahui, hal yang ditanyakan, dan menentukan metode penyelesaian, sehingga terjadi lagi di kesalahan selanjutnya yaitu S3 tidak menuliskan metode penyelesaian dengan tepat, ini terlihat pada gambar 4.11.

Hasil data yang didapatkan sehingga dapat disimpulkan kesalahan yang dilakukan oleh S3. S3 tidak mampu menentukan metode penyelesaian. Penyebab kesalahan S3 tidak mampu menuliskan penyelesaian dengan tepat.

h. Identifikasi kesalahan penulisan jawaban akhir.

Gambar 4.12 Jawaban Tes S3 pada Soal Nomor 2

Berikut transkip potongan hasil wawancara S3 pada soal nomor 2, yang berkaitan dengan indikator E yaitu sebagai berikut:

P2E01 : dari hasil jawaban ade, apakah hasil perhitungan yang

ade gunakan sudah tepat

S32E01 : (diam sambil menggelengkan kepala)

P2E02 : coba jelaskan kesimpulan dari jawaban ade?

S32E02 : tidak tau kak, karena tidak suka saya belajar

matematika kak

P2E03 : dari segi mananya yang ade tidak suka pelajaran

matematika ?

S32E03 : perhitungannya kak.

Dari data di atas diperoleh fakta bahwa S1 melakukan kesalahan yang sesuai dengan prosedur Newman pada indikator E dalam mengerjakan soal nomor 2.

Hasil tes pekerjaan S3 dianalisis kesalahan yang dilakukan S3 pada soal nomor 2. S3 tidak mampu menuliskan jawaban akhir dengan benar. Penyebab kesalahan S3 tidak ada satu pun jawaban yang dituliskan dengan benar oleh S3 kerana S3 telah melakukan kesalahan sebelumnya sehingga jawaban akhirnya salah. Penyebab kesalahan S3 tidak mampu menarik kesimpulan dari hasil jawabannya ini terdapat pada gambar 4.12.

Hasil data yang didapatkan sehingga dapat disimpulkan kesalahan yang dilakukan S3. S3 tidak menuliskan jawaban akhir dengan benar. Penyebab S3 tidak dapat menuliskan kesimpulan ini terlihat pada gambar 4.12. Penyebab S3 lemah dalam perhitungan. S3 juga tidak menyukai pelajaran matematika.

Berikut kesalahan subjek penelitian ditinjau dari jenis kesalahan menurut prosedur Newman terdapat pada tabel 4.4

B. PEMBAHASAN

Pada bagian pembahasan akan menjawab pertanyaan dari rumusan masalah “bagaimana kesalahan peserta didik dalam menyelesaikan soal tipe HOTS (Higher Order Thinking Skill) menggunakan prosedur Newman pada kelas VII SMPN 13 Makassar”. dapat dilihat bahwa semua subjek penelitian melakukan kesalahan pada soal yang diberikan, berikut ini adalah pembahasan untuk kesalahan yang dilakukan subjek penelitian.

Hasil wawancara peneliti dapat mengetahui kesalahan pada tahap membaca yang dilakukan S3 pada soal nomor 2. Penyebab S3 melakukan tahap membaca adalah S3 kurang teliti dalam membaca, kurang percaya diri (gerogi), masih kurang menguasi simbol-simbol yang terdapat dalam matematika. sehingga S3 melakukan kesalahan dalam keterangan dari apa yang dibaca.

2. Kesalahan memahami soal (Comprehension Error)

Berdasarkan dari hasil analisis data yang telah dijelaskan sebelumnya, maka dapat disimpulkan S2 dan S3 melakukan kesalahan sesuai dengan prosedur Newman pada indikator B yaitu kesalahan memahami soal.

S2 telah melakukan kesalahan memahami dengan soal nomor 1, baik itu secara tulisan maupun secara lisan. Oleh karena itu, penyebab S3 tidak mampu menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan dalam soal nomor 1. Maka dari itu, S2 telah memenuhi indikator B pada prosedur Newman.

Serta S3 pun juga melakukan kesalahan memahami soal yang terdapat soal nomor 2, baik itu secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, S3 juga tidak mampu menuliskan maupun menentukan hal yang diketahui dan hal yang ditanyakan dalam soal. Maka dari itu, S3 juga memenuhi indikator B sesuai dengan prosedur Newman. Ada beberapa penyebab subjek melakukan kesalahan memahami soal sesuai dengan prosedur Newman adalah sebagai berikut:

a. Tidak teliti dalam menemukan dan menuliskan informasi yang terdapat dalam soal.

b. Kesulitan menemukan serta menuliskan informasi yang terdapat dalam soal.

c. Tidak mengetahui dan memahami informasi yang ada dalam soal. d. Tidak terbiasa menuliskan tentang informasi yang ada dalam soal. e. Lupa menuliskan tentang informasi yang terdapat dalam soal. 3. Kesalahan transformasi (Transformation Error)

Berdasarkan hasil analisis data telah ditemukan kesalahan dalam menyelesaikan soal matematika tipe HOTS (Higher Order Thinking Skill) menggunakan prosedur Newman, sesuai dengan hasil data yang ditemukan dalam penelitian ini. pada hasil analisis soal nomor 1 dan soal nomor 2 telah memenuhi pada indikator C sesuai dengan prosedur Newman yang telah dilakukan oleh S3.

Pada soal nomor 1 dan soal nomor 2 S3 telah melakukan kesalahan transformasi dalam mengerjakan soal. Beberapa Penyebab subjek melakukan kesalahan transformasi indikator C sesuai prosedur Newman adalah sebagai berikut:

a. Tidak terbiasa menuliskan rumus matematika dalam mengerjakan soal. b. Tidak memiliki keahlian dan pemahaman untuk mengubah hal yang

diketahui menjadi kalimat matematika.

c. kurang paham dengan aturan tentang operasi bilangan d. Tidak paham dengan materi operasi bilangan bulat.

e. Tidak menyukai pelajaran matematika

f. Kurang berlatih dengan soal cerita tentang materi bilangan bulat. 4. Kesalahan keterampilan proses (proses skill error)

Hasil analisis kesalahan dalam menyelesaikan soal matematika tipe HOTS (Higher Order Thinking Skill) pada S2. Hasil tes dan hasil wawancara, S2 telah melakukan kesalahan keterampilan proses yang terdapat pada soal nomor 1, yaitu indikator D sesuai yang dengan prosedur Newman.

Pada indikator D kesalahan keterampilan proses dilakukan juga oleh S3 yang terdapat pada nomor 1 dan 2. Hasil tes dan hasil wawancara, S3 melakukan kesalahan sesuai dengan prosedur Newman. Ada beberapa penyebab subjek melakukan jenis kesalahan keterampilan proses adalah sebagai berikut:

a. Akibat dari kesalahan yang dilakukan sebelumnya. b. Tidak mengetahui metode penyelesaian

c. Tidak telitian dalam melakukan proses perhitungan d. Tidak paham dengan operasi perhitungan

5. Kesalahan penulisan jawaban akhir (Encoding Error)

Hasil analisis kesalahan dalam menyelesaikan soal matematika tipe HOTS (Higher Order Thinking Skill) menggunakan prosedur Newman. Dari semua subjek telah melakukan kesalahan penulisan jawaban akhir indikator E sesuai prosedur Newman. Hasil data yang diperoleh dalam penelitian ini, terjadi kesalahan yang dilakukan oleh S1 dalam penulisan

jawaban akhir dengan soal nomor 1, juga terjadi kesalahan yang dilakukan oleh S2 dalam penulisan jawaban akhir dengan soal nomor 1 dan soal nomor 2, dan S3 juga melakukan kesalahan penulisan jawaban akhir pada soal nomor 1 dan soal nomor 2. Ada beberapa penyebab subjek melakukan kesalahan menuliskan jawaban akhir sesuai dengan prosedur Newman adalah sebagai berikut:

a. Akibat dari kesalahan yang dilakukan di awal b. Tidak paham dengan informasi dalam soal. c. Kurang paham menarik sebuah kesimpulan. d. Tidak terbiasa menuliskan kesimpulan.

Untuk mengetahui lebih jelas kesalahan subjek penelitian dalam menyelesaikan soal materi bilangan bulat berdasarkan metode analisis kesalahan Newman, maka pembahasan diatas disajikan dalam tabel berikut ini.

Tabel 4.4 Jumlah Kesalahan Tiap Subjek Penelitian Ditinjau dari Jenis Kesalahan Menurut Prosedur Newman.

Jenis Kesalahan Subjek Penelitian 1 2 3 Membaca soal (Reading) 0 0 1 Memahami soal (Comprehension) 0 1 1 Transformasi (Transformation) 0 0 2 Keterampilan proses (Process skill) 0 1 2 Penulisan jawaban akhir ( 1 2 2 Jumlah kesalahan 1 4 8

Tabel 4.5 Analisis Kesalahan Menurut Prosedur Newman No Indikator Newman S1 S2 S3 1. Kesalahan Membaca (Reading Error) Penyebab S3 melakukan kesalahan

membaca pada soal nomor 2 karena belum mampu membaca dan memahami simbol matematika. 2. Kesalahan Memahami Masalah (Comprehension) Penyebab S2 melakukan kesalahan memahami pada soal nomor 1 karena S3 tidak dapat menuliskan serta secara lengkap tentang informasi yang terdapat dalam soal. Terjadi kesalahan yang dilakukan oleh S3 adalah kesalahan memahami pada soal nomor 2 karena S3 tidak mampu menuliskan informasi yang ada dalam soal. 3. Kesalahan Transformasi (Transformation) Kesalahan transformasi yang dilakukan oleh S3 pada soal nomor 1 dan soal nomor 2 yaitu S3 tidak bisa menentukan metode penyelesaian serta tidak memahami tentang operasi hitung. 4. Kesalahan Keterampilan Proses (Process Skill) Penyebab S2 melakukan kesalahan keterampilan proses yang terdapat pada soal nomor 1 terdapatnya

soal nomor 1 dan nomor 2 terjadi kesalahan keterampilan proses karena S3 tidak mampu menentukan metode

kesalahan S2 tidak memiliki kemampuan dalam metode penyelesaian yang benar sehingga terjadi kesalahan perhitungan. penyelesaian dengan benar. 5. Kesalahan Penulisan Jawaban Akhir (Encoding) S1 melakukan kesalahan penulisan jawaban akhir pada soal nomor 1 karena tidak menuliskan kesimpulan dari hasil jawabanya sendiri. Penyebab S2 melakukan kesalahan penulisan jawaban akhir pada soal nomor 1 karena menuliskan metode penyelesaian yang tidak benar sehingga terjadi kesalahan hasil akhir. Sedangkan penyebab kesalahan dengan soal nomor 2 karena S2 tidak mampu menyimpulkan dari hasil jawabanya sendiri.

Pada soal nomor 1

penyebab S3 terjadinya melakukan kesalahan yaitu tidak memiliki keahlian menyelesaikan soal dan tidak mampu menuliskan kesimpulan. Sedangkan pada soal nomor 2 penyabab S3 melakukan kesalahan karena tidak menuliskan jawab akhir dengan benar dan tidak dapat menuliskan atau menarik sebuah kesimpulan dari hasil jawabannya sendiri.

BAB V PENUTUP

A. KESIMPULAN

Dari hasil dan pembahasan tersebut, dengan ini maka ditarik sebuah kesimpulan ialah hasil dari analisis data pada peserta didik SMP Negeri 13 Makassar dengan memilih 3 subjek S1, S2, dan S3 untuk menganalisis kesalahan menyelesaikan soal cerita matematika materi bilangan bulat tipe HOTS (Higher Order Thinking Skill) menggunakan prosedur Newman yang telah dibuat oleh peneliti dan indikator yang telah ditentukan sebelumnya, adalah:

a) Kesalahan membaca diperoleh bahwa: peserta didik salah membaca simbol-simbol, kata-kata atau informasi penting yang terdapat di dalam soal.

b) Terdapat kesalahan dalam memahami soal diantaranya adalah: 1. Sulit menentukan informasi yang sesuai dengan soal.

2. kesulitan menuliskan dan melengkapi informasi yang sesuai dengan soal.

c) Kesalahan transformasi ditemukan dalam penelitian yaitu:

1. Kurangnya kemampuan peserta didik dalam mengubah informasi pada soal cerita menjadi kalimat matematika.

2. Kurangnya pemahaman pada materi operasi bilangan bulat

3. Tidak mampu menuliskan metode yang akan digunakan dalam penyelesaian soal.

d) Kesalahan keterampilan proses didapatkan sesuai dengan analisis penelitian adalah:

1. Melakukan kesalahan yang terjadi sebelumnya 2. Tidak mampu menuliskan metode penyelesaian 3. Tidak melanjutkan metode penyelesaian

4. Kesalahan perhitungan

e) Berdasarkan analisis kesalahan Newman, kesalahan penulisan jawaban akhir yang ditemukan dalam penelitian ini adalah:

1. Akibat kesalahan yang berulang atau yang sering dilakukan 2. Tidak menuliskan hasil akhir dengan tepat

3. Tidak dapat menarik kesimpulan. B. SARAN

Dari kesimpulan di atas, dengan ini maka peneliti dapat menganjurkan sara bahwa:

1. Dalam peningkatan kemampuan baik kemampuan berpikir maupun penalaran peserta didik, semestinya pembelajaran lebih dikaitkan pada kehidupan yang realistis atau kehidupan sehari-hari sehingga peserta didik lebih memahami pembelajaran dengan baik.

2. Memperbanyak latihan soal yang beragam serta variatif untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menuliskan metode transformasi dan peserta didik mampu melakukan prosedur operasi hitung

dalam keterampilan proses. Terlebih utama latihan soal cerita matematika untuk meningkatkan peserta didik dalam keterampilan dan ketelitian. 3. Untuk meningkatkan penguasaan rumus matematika peserta didik,

sebaiknya guru lebih menekankan tentang pemahaman konsep dasar matematika dengan ini peserta didik mampu terbiasa mengembangkan proses mengerjakan soal matematika.

4. Untuk meminimalisirkan kesalahan yang dilakukan peserta didik, sebaiknya dilakukan pendampingan khusus bagi peserta didik yang memiliki kemampuan kognitif yang rendah.

Dalam dokumen SKRIPSI. Oleh Fatma Pratiwi NIM (Halaman 55-76)

Dokumen terkait