• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA

2.2 Pendekatan CTL (Contextual Teaching and Learning)

2.3.2 Fungsi Pembelajaran Elektronik (E-learning)

2.3.3.2 Sudut Guru

Beberapa manfaat yang diperoleh guru, instruktur antara lain adalah bahwa guru, instruktur dapat :

(1) Lebih mudah melakukan pemutakhiran bahan-bahan belajar yang menjadi tanggung-jawabnya sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang terjadi.

(2) Mengembangkan diri atau melakukan penelitian guna peningkatan wawasannya karena waktu luang yang dimiliki relatif lebih banyak.

(3) Mengontrol kegiatan belajar siswa. Bahkan guru atau instruktur juga dapat mengetahui kapan siswanya belajar, topik apa yang dipelajari, berapa lama sesuatu topik dipelajari, serta berapa kali topik tertentu dipelajari ulang. (4) Mengecek apakah siswa telah mengerjakan soal-soal.

(5) Latihan setelah mempelajari topik tertentu, dan memeriksa jawaban siswa dan memberitahukan hasilnya kepada siswa.

Seiring perkembangan teknologi internet, metode e-learning mulai dikembangkan. MOODLE adalah sebuah nama untuk sebuah program aplikasi yang dapat mengubah sebuah media pembelajaran kedalam bentuk web. Aplikasi ini memungkinkan siswa untuk masuk kedalam “ruang kelas” digital untuk

mengakses materi-materi pembelajaran. Dengan menggunakan MOODLE, kita dapat membuat materi pembelajaran, kuis, jurnal elektronik dan lain-lain. MOODLE itu sendiri adalah singkatan dari Modular Object Oriented Dynamic

2.4 MOODLE (Modular Object Oriented Dynamic Learning

Environment)

2.4.1 Pengertian MOODLE

MOODLE (Modular Object Oriented Dynamic Learning Environment) adalah seperangkat lunak yang berguna untuk membuat dan mengadakan kursus/ pelatihan/ pendidikan berbasis internet. Pengembangannya didesain untuk mendukung kerangka konstruksi sosial, dalam pendidikan MOODLE termasuk intranet dalam model CAL+CAT (Computer Asisted Learning + Computer

Asisted Teaching) yang disebut dengan LMS (Learning Management System).

LMS merupakan kendaraan utama dalam proses pembelajaran yang terdiri dari seperangkat lunak yang didesain untuk pengaturan pada tingkat individu, ruang kuliah dan institusi. Karakter utama LMS adalah pengguna yang merupakan pengajar dan siswa, dan keduanya harus terkoneksi dengan internal menggunakan aplikasi ini. MOODLE dapat diberikan secara gratis sebagai perangkat lunak open source (dibawah lisensi GNU Public Licence). Artinya meskipun memiliki hak cipta MOODLE tetap memberikan kebebasan bagi seorang untuk mengkopi, menggunakan, dan memodifikasinya (Prakoso, 2005: 13).

2.4.2 Filosofi MOODLE dalam Pendidikan

Menurut Prakoso (2005: 16) desain dan pembangunan MOODLE didorong oleh sebuah filosofis tentang pembelajaran. Beberapa ilmuwan telah mengemukakan ide “Soft Educational Mambo Jumbo” dimana seseorang cukup

menggunakan mouse untuk memperoleh pendidikan. Dalam pengembangannya MOODLE menggunakan empat konsep atau paham utama, sebagai berikut :

1) Paham konstruktif (contructivism)

Pandangan ini menjaga agar masyarakat secara aktif membangun pengetahuan baru sebagai interaksi mereka dengan lingkungan. Ketika orang membaca, melihat, mendengar, merasakan, dan menyentuh adalah sebuah percobaan menuju sebuah pengetahuan menurut versi dia sendiri. Ketika hal tersebut sesuai dengan dunia nyata maka kemungkinan besar hal tersebut akan menjadi pengetahuan baru baginya.

2) Paham konstruksi (conscructionism)

Paham konstruksi menegaskan bahwa pembelajaran akan efektif ketika membangun sesuatu untuk orang lain. Hal ini dapat berupa sebuah kalimat atau mengirimkan file ke internet, hingga hasil karya kompleks seperti lukisan, rumah, atau paket perangkat lunak.

3) Paham konstruktif social (social constructivism)

Paham ini merupakan perluasan dari paham sebelumnya kedalam pembangunan kelompok sosial. Sebuah kolaborasi menciptakan budaya untuk saling membagi hasil karya dengan cara berbagi ilmu pengetahuan. Ketika seseorang berada dalam budaya seperti ini, ia akan belajar sepanjang waktu tentang bagaimana menjadi bagian dari budaya tersebut, dalam berbagi bentuk tingkatan yang ada.

4) Terkoneksi dan terpisah

Maksud dari paham ini adalah sebuah kebiasaan dalam komunitas pembelajaran merupakan stimulan yang kuat dalam pembelajaran tersebut. Kebiasaan terkoneksi ini tidak hanya menjembatani siswa agar lebih

memahami isi materi, tetapi juga mendorong dalam merefleksi dari apa yang ia pelajari.

2.4.3 Fitur MOODLE

Di dalam MOODLE terdapat berbagai fasilitas yang didesain untuk memberi kemudahan bagi pengguna dalam mengelola kegiatan didalamnya. Berikut ini merupakan beberapa aktivitas pembelajaran yang didukung oleh MOODLE (Prakoso, 2005: 51):

(1) Modul penugasan

Fasilitas ini digunakan untuk memberikan penugasan kepada peserta pembelajaran secara online. Peserta pembelajaran dapat mengakses materi tugas dan mengumpulkan hasil tugas mereka dengan mengirimkannya dalam bentuk file.

(2) Modul Chat

Fasilitas ini digunakan untuk melakukan proses chatting (percakapan

online). Antara pengajar dan siswa dapat melakukan dialog teks secara

online. (3) Modul Forum

Sebuah forum diskusi online dapat diciptakan dalam membahas suatu materi pembelajaran. Antara pengajar dan peserta pembelajaran dapat membahas topik-topik belajar dalam forum diskusi.

(4) Modul Survey

Fasilitas ini digunakan untuk melakukan jajak pendapat atau polling. (5) Modul Pilihan (Choice)

Fasilitas ini seperti sebuah polling, modul ini digunakan untuk voting (mengambil pendapat atas suatu masalah) atau untuk mendapatkan umpan balik dari para siswa.

(6) Modul Kuis

Fasilitas ini bisa digunakan sebagai suatu tagihan atau ulangan harian yang dilakukan secara online. Jenis pertanyaan kuis dapat dikelompokkan dalam kategori-kategori untuk memudahkan akses. Kuis secara otomatis akan langsung dinilai. Pertanyaan kuis dan jawabannya dapat diacak, fitur ini bermanfaat untuk mengurangi kecurangan.

(7) Modul Jurnal

Fasilitas ini dapat diatur agar hanya dapat dilihat oleh pengajar dan siswa saja.

(8) Modul bahan pelatihan

Pada modul pelatihan ini bersisi berbagai macam materi pembelajaran dalam bentuk word, flash, animasi, power point, video, dan audio. Modul pelatihan ini dapat diunduh siswa sebagai materi pembelajaran tambahan yang dapat diunduh sewaktu – waktu tanpa harus bertatap muka secara langsung dengan pengajar.

2.4.4 E-Learning berbasis MOODLE di SMA Negeri 1 Bergas

Pembelajaran dengan MOODLE sudah diterapkan di SMA Negeri 1 Bergas. Langkah-langkah penggunaan MOODLE dalam kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut :

(2) Buka aplikasi browser pada komputer kemudian masuklah ke alamat http://sman1bergas.sch.id.

Gambar 2.1 Tampilan website SMA Negeri 1 Bergas (http://www.sman1bergas.sch.id)

(3) Setelah masuk halaman website SMA Negeri 1 Bergas, klik pada

E-Learning untuk masuk pada halaman MOODLE.

Gambar 2.2 Tampilan homepagee-learning berbasis MOODLE (http://www.sman1bergas.sch.id/elearning/moodle/)

(4) Apabila akan masuk pada kelas e-learning, maka harus melakukan login terlebih dahulu.

Gambar 2.3 Tampilan halaman login untuk masuk ke kelas e-learning

2.4.5 Penerapan Metode E-Learning berbasis MOODLE

Dalam penerapannya pada metode e-learning, MOODLE dapat digunakan sebagai tambahan atau suplemen. Dengan menggunakan MOODLE guru dapat memberikan tambahan pelajaran dengan waktu yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kepentingan guru maupun siswa. Adapun kegiatan dalam pembelajaran kimia dengan metode e-learning berbasis MOODLE diantaranya adalah :

(1) Pemberian tugas berupa materi pelajaran yang dapat diunduh melalui MOODLE diluar jam pelajaran.

(2) Pemberian tugas berupa latihan soal atau pekerjaan rumah yang dapat diunduh melalui MOODLE diluar jam pelajaran.

(3) Pemberian tugas berupa lembar kerja praktikum yang dapat diunduh melalui MOODLE diluar jam pelajaran.

(4) Pengumpulan tugas yang dapat dilakukan melalui upload file melalui MOODLE.

(5) Penyampaian nilai dilakukan melalui MOODLE.

2.5 Tinjauan Mengenai Materi Larutan Elektrolit dan Konsep

Dokumen terkait