• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA

A. Landasan Teori

5. Suku Bunga

a. Pengertian Suku Bunga

Menurut Sadono Sukirno (2004:204) “Suku bunga adalah harga yang dibayar “peminjam” (debitur) kepada “pihak yang meminjamkan” (kreditur) untuk pemakaian sumber dana selama interval waktu tertentu.

Sedangkan menurut Sawaldjo Puspo Pranoto (2004:70) Mengemukakan tiga istilah yang berkaitan dengan suku bunga yaitu: 1) Stated rate adalah tingkat bunga satu periode dikalikan jumlah

pokok pinjaman untuk menghitung beban bunga.

2) Annual percentage adalah tingkat bunga disetahukan dengan menyesuaikan stated rateuntuk jumlah periodepertahun dan jumlah pokok yang benar-benar dipinjam.

3) Yield adalah tingkat bunga yang ekuivalen dengan satu kontrak keuangan yang memenuhi tiga syarat yakni: jumlah seluruhnya yang benar-benar dipinjam (dipinjamkan), Pada awal tahun, Kemudian dibayar kembali pada akhir tahun beserta bunga.

b. Fungsi Tingkat Bunga dalam Perekonomian

Menurut Sawaldjo Puspo Pranoto (2004:71) tingkat bunga mempunyai beberapa fungsi atau peran penting dalam perekonomian, yaitu :

1) Membantu mengalirnya tabungan berjalan kearah investasi guna mendukung pertumbuhan perekonomian

44 2) Mendistribusikan jumlah kredit kepada proyek investasi yang

menjanjikan hasil tertinggi

3) Menyeimbangkan jumlah uang beredar dengan permintaan akan uang dari suatu negara.

4) Merupakan alat penting menyangkut kebijakan pemerintah melalui pengaruhnya terhadap jumlah tabungan dan investasi.

c. Faktor yang Mempengaruhi Suku Bunga

Menurut Kasmir (2002:132-134), faktor utama yang mempengaruhi penetapan suku bunga adalah sebagai berikut:

1) Kebutuhan dana

Peningkatan bunga simpanan secara otomatis akan pula meningkatkan bunga pinjaman. Namun, apabila dana yang ada simpanan banyak sementara permohonan simpanan sedikit, maka bunga simpanan akan turun.

2) Persaingan

Dalam memperebutkan dana simpanan, maka disamping faktor promosi, yang paling utama pihak perbankan harus memperhatikan pesaing. Dalam arti jika bunga simpanan rata-rata 16%, maka jika hendak membutuhkan dana cepat sebaiknya bunga simpanan kita naikkan diatas bunga pesaing misalnya 16%. Namun, sebaliknya untuk bunga pinjaman kita harus berada di bawah bunga pesaing.

45 3) Kebijaksnaan pemerintah

Untuk bunga simpanan maupun bunga pinjaman kita tidak boleh melebihi bunga yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. 4) Target laba yang diinginkan

Sesuai dengan target laba yang diinginkan, jika laba yang diinginkan besar, maka bunga pinjaman ikut besar dan sebaliknya. 5) Jangka waktu

Semakin panjang jangka waktu pinjaman, akan semakin tinggi bunganya, hal ini disebabkan besarnya kemungkinan risiko dimasa datang. Demikian pula sebaliknya jika pinjaman berjangka pendek, maka bunganya lebih rendah.

6) Kualitas jaminan

Semakin likuid jaminan yang diberikan, semakin rendah bunga kredit yang dibebankan dan sebaliknya.

7) Reputasi perusahaan

Bonafiditas suatu perusahaan yang akan memperoleh kredit sangat menentukan tingkat suku bunga yang akan dibebankan nantinya, karena biasanya perusahaan yang bonafid kemungkinan risiko kredit macet di masa mendatang relatif kecil dan sebaliknya. 8) Produk yang kompetitif

Maksudnya adalah produk yang dibiayai tersebut laku di pasaran. Untuk produk yang kompetitif suku bunga kredit yang

46 diberikan relatif rendah jika dibandingkan dengan produk yang kurang kompetitif.

9) Hubungan baik

Biasanya bank menggolongkan nasabahnya antara nasabah utama (primer) dan nasabah biasa (sekunder). Penggolongan ini didasarkan kepada keaktifan serta loyalitas nasabah yang bersangkutan terhadap bank.

10) Jaminan pihak ketiga

Dalam hal ini pihak yang memberikan jaminan kepada penerima kredit. biasanya jika pihak yang memberikan jaminan bonafid, baik dari segi kemampuan membayar, nama baik maupun loyalitasnya terhadap bank, maka bunga yang dibeban pun berbeda. Demikian pula sebaliknya jika penjamin pihak ketiganya kurang bonafid atau tidak dapat dipercaya, maka mungkin tidak dapat digunakan sebagai jaminan pihak ketiga oleh pihak perbankan.

d. Jenis-jenis Perhitungan Suku Bunga Kredit

Menurut Ismail (2006:194) ada beberapa metode dalam perhitungan suku bunga kredit yaitu :

1) Flat Rate

Flat rate ini merupakan metode pembebanan suku bunga kredit yang setiap kali angsuran, atau total angsuran pokok maupun angsuran bunga sama setiap kali angsuran atau setiap bulan. Metode

47 flat rate ini sering digunakan oleh Bank Perkreditan Rakyat dan/atau beberapa lembaga pembiayaan. Kelebihan dari metode flat rate ini adalah cara perhitungan angsuran perbulan sangat sederhana dan mudah dimengerti, sehingga nasabah juga dapat melakukan perhitungan sendiri

2) Annuity

Annuity atau anuitas merupakan perhitungan bunga dengan mengalikan persentase bunga dikalikan dengan saldo akhir pinjaman secara tahunan. Kemudian angsuran per bulan dihitung dengan membagi angsuran tahunan dibagi 12 bulan. Dalam metode annuity ini, total angsuran per tahun akan sama, sementara angsuran pokok dan angsuran bunga akan berubah. Angsuran pokok akan meningkat setiap tahun angsuran bunga akan menurun, karena bunga dihitung dari saldo akhir kredit.

3) Effective Rate

Effective rate merupakan beban bunga efektif yang ditanggung oleh debitur. Perhitungan bunga efektif berasal dari persentase bunga dikalikan denga saldo akhr pinjaman setelah dikurangi angsuran pokok. Perhitungan angsuran pokok perbulan berasal dari jumlah angsuran total dikurangi dengan angsuran bunga. Dalam metode ini effective rate, total angsuran akan sama setiap bulan, akan tetapi angsuran pokok akan meningkat dan angsuran bunga akan menurun.

48 4) Sliding Rate

Sliding rate merupakan perhitungan bunga kredit dengan total angsuran yang akan menurun setiap kali angsuran. Total angsuran menurun ini karena angsuran pokok akan sama (tidak berubah) setiap kali angsuran, sementara angsuran bunga akan menurun. Penurunan suku bunga ini disebabkan karena perhitungan bunga berasal dari persentase bunga dikalikan dengan saldo akhir pinjaman. Saldo akhir pinjaman dihitung dari saldo pinjaman bulan sebelumnya setelah dikurangi dengan angsuran pokok pada bulan berjalan.

5) Floating Rate

Floating rate, merupakan kebijakan bunga yang dilakukan oleh bank dengan model bunga mengambang. Artinya bank dapat mengubah suku bunga tanpa adanya pemberiahuan kepada debitur. Dalam kondisi pasar uang yang tidak stabil, bank kemungkinan akan sering merubah suku bunga kredit, karena pada sisi pasiva, bunga simpanan dana pihak ketiga juga sering mengalami perubahan.

e. Komponen dalam Menentukan Bunga Kredit

Komponen dalam menentukan suku bunga kredit antara lain sebagai berikut : (Kasmir, 2002:135-136)

49 1) Total biaya dana (Cost of Fund)

Merupakan total bunga yang dikeluarkan oleh bank untuk memperoleh dana simpanan baik dalam bentuk simpanan, giro, tabungan maupun deposito. Total biaya dana tergantung dari seberapa besar bunga yang ditetapkan untuk memperoleh dana yang diinginkan. Semakin besar bunga yang dibebankan terhadap bunga simpanan, semakin tinggi pula biaya dananya demikian pula sebaliknya. Total biaya dana ini harus dikurangi dengan cadangan wajib atau Reseve Requirement (RR) yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Saat ini besarnya RR yang ditetapkan pemerintah besarnya 5%.

2) Biaya operasi

Dalam melakukan setiap kegiatan membutuhkan berbagai sarana dan prasarana baik berupa manusia maupun alat. Pengguna sarana dan prasarana baik berupa ini memerlukan sejumlah biaya yang harus ditanggung bank sebagai biaya operasi. Biaya operasi merupakan biaya yang dikeluarkan oleh bank dalam melaksanakan operasinya. Biaya ini terdiri dari biaya gaji pegawai, biaya adminstrasi biaya pemeliharaan, dan biaya-biaya lainnya.

3) Cadangan risiko kredit macet

Merupakan cadangan terhadap macetnya kredit yang akan diberikan, hal ini disebabkan setiap kredit yang diberikan pasti mengandung suatu risiko tidak disengaja. Oleh karena itu, pihak

50 bank perlu mencadangkannya sebagai sikap bersiaga menghadapinya dengan cara membebankan sejumlah persentase tertentu terhadap kredit yang disalurkan.

4) Laba yang diinginkan

Setiap kali melakukan transaksi bank selalu ingin memeperoleh laba yang maksimal. Penentuan ini ditentukan oleh beberapa pertimbangan penting, mengingat penentuan besarnya laba sangat memengaruhi besarnya bunga kredit. dalam hal ini, biasanya bank di samping melihat kondisi pesaing juga melihat sektor-sektor yang yang dibiayai, misalnya jika proyek pemerintah atau untuk pengusaha/rakyat kecil, maka labanya pun berbeda dengan yang komersil.

5) Pajak

Pajak merupakan kewajiban yang dibebankan pemerintah kepada bank yang memberikan fasilitas kredit kepada nasabahnya.

Dokumen terkait