ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
D. Sumbangan relatif dan sumbangan efektif
Dari analisis regresi linier ganda diperoleh sumbangan efektif dan sumbangan relatif masing- masing variabel terikat seperti tercantum dalam tabel berikut;
Tabel 5.27
Hasil perhitungan sumbangan relatif dan sumbangan efektif
No Nama Variabel Sumbangan
relatif
Sumbangan efektif 1
2
Prestasi belajar
Status sosial ekonomi orang tua
30,25% 69,75%
3,81% 8,79%
100% 12,6%
Dari tabel di atas diketahui sumbangan masing- masing variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). Sumbangan relatif untuk variabel prestasi belajar sebesar 30,25% dan sumbangan efektif sebesar 3,81%, untuk variabel status sosial ekonomi orang tua sumbangan relatif 69,75% dan sumbangan efektif 8,79%. Hal ini berarti bahwa faktor prestasi belajar dan status sosial ekonomi orang tua dapat digunakan untuk memprediksi minat dari orang tua untuk menyekolahkan anaknya ke perguruan tinggi yaitu sebesar 12,6%. Sedangkan sisanya sebesar 87,4% berasal dari faktor lain yang tidak diperlihatkan dalam penelitian ini. Dapat diketahui dari tabel di atas bahwa diantara variabel-variabel bebas yang ada, variabel-variabel faktor status sosial ekonomi orang tua (x2) merupakan variabel bebas yang memiliki sumbangan relatif yang paling besar yaitu 69,75%.
84
E. Pembahasan
1. Pengaruh antara prestasi belajar siswa dengan minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya ke perguruan tinggi.
Dari hasil perhitungan analisis korelasi antara prestasi belajar siswa dengan minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya ke perguruan tinggi diperoleh thitung sebesar 2,552 dan ttabel (pada dk=81-2) sebesar 1,664.
Dalam sumbangan efektif prestasi belajar terhadap minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya ke pergurua n tinggi adalah sebesar 3,81% dan besarnya sumbangan relatif prestasi belajar terhadap minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya ke perguruan tinggi sebesar 30,25%. Berdasarkan hasil perhitungan dan pengujian tersebut diketahui bahwa ada pengaruh antara prestasi belajar terhadap minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya ke perguruan tinggi.
Dilihat dari hasil pengujian yang telah dilakukan, dapat dikatakan bahwa prestasi belajar dapat digunakan sebaga i prediksi minat dari orang tua untuk menyekolahkan anaknya ke perguruan tinggi.Prestasi yang telah diraih anak dalam pendidikannya di sekolah dapat mempengaruhi minat dari orang tua untuk menyekolahkan anak mereka ke perguruan tinggi. Bagi siswa yang memiliki prestasi baik di dalam pendidikannya, maka orang tua akan merasa senang dan mempunyai keinginan untuk menyekolahkan anak mereka ke perguruan tinggi. Hal ini disebabkan karena orang tua merasa bahwa anaknya akan tetap mempunyai prestasi
85
yang baik di perguruan tinggi dan akan mendapatkan beasiswa nantinya sehingga akhirnya dapat memperoleh pekerjaan yang baik setelah lulus.
Dari korelasi yang positif antara prestasi belajar siswa dengan minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya ke perguruan tinggi tersebut maka orang tua melakukan usaha-usaha agar prestasi belajar anaknya semakin baik. Orang tua mengikutsertakan anaknya dalam bimbingan-bimbingan belajar di luar sekolah, lebih memusatkan perhatian dalam pendidikan anaknya, selalu memberikan motivasi dan membangun sikap positif mengenai pendidikan untuk masa depan, mengawasi anak dalam belajar baik di sekolah maupun di rumah. Adanya kesempatan mendapatkan beasiswa dan bantuan biaya kuliah kian memacu motivasi orang tua untuk menyekolahkan anaknya ke perguruan tinggi.
Siswa yang mempunyai prestasi buruk saat di SMU akan membuat orang tua tidak ingin menyekolahkan mereka ke perguruan tinggi. Orang tua telah memiliki pandangan bahwa anaknya tidak akan berhasil apabila disekolahkan ke perguruan tinggi. Dengan keadaan siswa yang demikian, orang tua memiliki keinginan lain yaitu agar anaknya bekerja saja setelah lulus dari SMU.
2. Pengaruh antara status sosial ekonomi dengan minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya ke perguruan tinggi
Dari analisis diketahui terdapat korelasi antara status sosial ekonomi orang tua dan minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya ke perguruan tinggi. Dari hasil perhitungan diperoleh thitung sebesar 2,602. dan
86
ttabel (pada dk=81-2) diperoleh ttabel sebesar 1,664. Besarnya sumbangan efektif status sosial ekonomi orang tua terhadap minat minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya ke perguruan tinggi sebesar 8,79% dan besarnya sumbangan relatif status sosial ekonomi orang tua terhadap minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya ke perguruan tinggi sebesar 69,75%. Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa ada pengaruh antara status sosial ekonomi orang tua terhadap minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
Status sosial ekonomi orang tua dapat digunakan sebagai prediksi dari minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya ke pergurua n tinggi. Dapat disimpulkan bahwa orang tua yang memiliki status sosial ekonomi tinggi mempunyai minat yang tinggi untuk menyekolahkan anaknya ke perguruan tinggi, minat itu muncul karena orang tua mampu membiayai anaknya melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Orang tua yang memiliki status sosial ekonomi rendah maka minatnya untuk menyekolahkan anaknya ke pergurua n tinggi juga rendah. Hal ini mungkin disebabkan karena orang tua tidak mampu untuk membiayai anaknya di perguruan tinggi dan mengarahkan anaknya setelah lulus dari SMA nanti untuk bekerja saja karena dengan bekerja dapat membantu orang tua meringankan beban keluarga.
Dengan adanya pengaruh yang positif tersebut orang tua berusaha agar anaknya dapat memperoleh pendidikan di perguruan tinggi. Orang tua akan bekerja lebih giat sehingga mendapatkan penghasilan yang lebih
87
untuk menyekolahkan anaknya ke perguruan tinggi, mulai menabung untuk pendidikan anak, melakukan penghematan-penghematan, mencari sumber pendapatan yang lain misalnya berwirausaha.
3. Pengaruh antara prestasi belajar dan status sosial ekonomi orang tua terhadap minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya ke perguruan tinggi.
Dari hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan antara prestasi belajar dan status sosial ekonomi orang tua secara bersama-sama dengan minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya ke perguruan tinggi. Dengan koefisien regresi prestasi belajar (X1) 0,248 dan koefisien regresi variabel status sosial ekonomi orang tua (X2) 0,083. Konstanta (k) sebesar 0,379 dan koefisien korelasi ganda sebesar 0,355 sedangkan R2 sebesar 0,126. Sumbangan relatif untuk variabel prestasi belajar sebesar 30,25% dan sumbangan efektif sebesar 3,81%, untuk variabel status sosial ekonomi orang tua sumbangan relatif 69,75% dan sumbangan efektif 8,79%.
Dengan demikian prestasi belajar dan status sosial ekonomi orang tua secara bersama-sama dapat menumbuhkan minat dari orang tua untuk menyekolahkan anaknya ke perguruan tinggi. Prestasi belajar dan status sosial ekonomi yang tinggi akan memacu tingginya pula minat dari orang tua untuk menyekolahkan anaknya ke perguruan tinggi dan sebaliknya jika prestasi belajar dan status sosial ekonomi orang tua rendah maka akan
88
minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya ke perguruan tinggi juga akan rendah.
Besarnya sumbangan efektif menunjukkan bahwa faktor status sosial ekonomi orang memberikan sumbangan yang besar terhadap minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya ke perguruan tinggi yaitu 8,79% yang kemudian diikuti status sosial ekonomi orang tua sebesar 3,81%, Sementara 87,4%dipengaruhi oleh faktor- faktor lain. Faktor prestasi dapat meningkatkan minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya ke perguruan tinggi. Hal ini menunjukkan ada pengaruh positif antara prestasi belajar siswa dan status sosial ekonomi orang tua terhadap minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya ke perguruan tinggi.
89
BAB VI
KESIMPULAN, KETERBATASAN PENELITIAN,